- Beranda
- Stories from the Heart
Playboy baik hati
...
TS
kodoms
Playboy baik hati
Ini tulisan pertama yang ane publish disini
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai

Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Semoga para agan dan sista tertarik dan mau membaca cerita ane, jadi mari kita mulai


Indeks
PROLOG
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
PROLOG
" Hey, ayo dong buruan nanti Bu diah keburu masuk kelas !! " Teriakan perempuan yg memecah sudut sekolah di pagi hari yang cerah .
" Cewek itu lagi ", keluh Dinand dalam hati dan membuat langkahnya terhenti .
Sudah beberapa hari ini semenjak kenaikan kelas dan masuknya murid baru yang telah melewati masa orientasi (MOS), Dinand selalu mendengar kegaduhan setiap melewati kelas X-2 yang di ciptakan oleh sosok perempuan yang bergaya tomboy,walaupun berparas manis dengan rambut panjang nya yang hitam sebahu,namun perilaku nya bertolak belakang dengan penampilan nya .
" Kalo kita gak gerak cepat,nanti gak bakal kita bisa lolos cabut pelajaran Bu Diah ",perempuan itu tampak kesal .
Sejurus kemudian perempuan itu berlari bersama teman-teman nya dan menuju ke arah kantin,tempat yang cukup aman untuk tidak mengikuti pelajaran karna jarang sekali guru yang pergi kesana .
" Padahal anak baru,jam pelajaran pertama sudah bolos", Dinand melihat jam tangan yg menghiasi tangannya .
Kesan yang buruk untuk junior yang di tunjukan kepada senior nya. Lalu Dinand kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas .
"Gawat, ada guru piket yang lihat kita" Risa sadar telah terpantau guru piket dan memerintahkan semua untuk lari kembali ke kelas .
" Aduh",Dinand tersentak saat tiba-tiba tubuhnya mendapat terjangan yang tak terduga .
" Maaf kak,gue buru buru gak ngelihat didepan ada orang ", perempuan itu meringis .
Dinand hanya menatap sinis orang yg menabrak nya . Ternyata perempuan yang membuat gaduh tadi yang menabrak Dinand,mata mereka berdua saling beradu berapi-api ,Tampak wajah ketakutan dari perempuan itu dan teman-temannya yang sadar bahwa mereka sedang menghindari masalah saat dikejar guru,malah kembali mendapatkan masalah dengan Senior . Beberapa detik saling tatap dengan penuh rasa kesal,akhirnya Dinand memilih meninggalkan mereka dan menepuk siku nya yang kotor saat terjatuh diterjang perempuan itu . Lalu menghilang di telan ujung lorong menuju kelas .
" Duh, gue ngeri sama kakak yang tadi,kayanya galak", bergetar suara perempuan itu saat bicara dengan temannya .
" Lagian sih lo lari tapi ga perhatiin jalan " keluh risa .
****
" Savira masitha " nama tersebut di panggil berulang kali oleh Bu Diah saat mengabsen murid di kelas,namun tak ada tanggapan .
"Gak ada Bu orang nya",sahut murid yg lain .
" Kemana dia,tidak masuk ?",tanya Bu Diah
" Masuk Bu,tapi sebelum ibu masuk mereka sudah keluar kelas dan gak ada laporan ke saya", ujar Wahyu selaku ketua kelas .
" Misi bu " suara berbisik yang keluar saat pintu di buka
"Kalian siapa,kenapa baru masuk kelas ?", Tanya Bu Diah heran .
" S-saya Vira bu,Savira " dan di sambung dengan sebutan nama Risa dan Nesta .
" Savira Masitha ?!", Tanya guru mencoba meyakinkan .
" Iya,b-bu.." jawab nya pucat .
"Kamu tahu waktu dan jam pelajaran dimulai jam berapa ?!" Tampak memerah wajah Bu Diah .
" Iya , tadi saya ga denger bel bu ", jawab vira cengengesan .
"Oh tidak dengar ya ?! Sekarang kalian keluar sampai pelajaran ibu selesai !! "
Perintah Bu Diah dengan nada tinggi .
Tidak perlu repot untuk kucing - kucingan lagi seperti nya dengan guru piket karna Vira dan teman-temannya sekarang di usir dan tidak boleh mengikuti pelajaran Matematika dari Bu Diah .
****
Tampang Dinand sedari tadi masuk kelas sudah tidak nikmat di pandang . Lalu Cilay,nama sebenarnya adalah Randi septian,entah dapat nama baru dari mana sehingga satu sekolah lebih mengenal Cilay ketimbang nama aslinya,yang memang teman akrab dari awal masuk ke sekolah Pelita Jakarta selain Adon yg juga teman karib Dinand , dia memberanikan diri untuk bertanya karena penasaran .
" Lo kenapa sih,masuk kelas muka lecek banget kaya kembalian kenek", tanya cilay cengingisan,
"Gini nih kalo tukang mainin cewek,pasti abis kegep", celetuk Adon dan di iringi suara tawa mereka berdua .
"Hey tenang,apa yg lucu ?!! " Suara Pak Hilman memecah tawa mereka .
" Mampus", Dinand pun tertawa kecil melihat wajah teman nya panik .
Tidak hilang akal,kali ini Cilay menendang pelan bangku Dinand untuk sekedar kepo .
" Jawab dodol,lo kenapa ?", Tanya Cilay penasaran .
"Ntar, istirahat gue ceritain ", jawab Dinand setengah berbisik .
Bel istirahat pun berbunyi,seperti angin surga yang berhembus di tengah kejenuhan siswa-siswi menghadapi pelajaran, Cilay pun bergegas mengajak Adon dan Dinand untuk ke kantin . Sesampainya di pintu kantin , Ada suara tak asing,suara bising yg rutin tiap pagi Dinand dengar .
"Bu,cepet dong bu baksonya,laper ini dari kemarin belom makan", suara perempuan itu paling dominan didalam kantin .
" Beli nasi padang woi kalo mao kenyang", "ye ga Don" Sindiran pun terlontar dari mulut Cilay seraya meminta bantuan Adon dan mereka berdua pun tertawa .
" Dasar rese ",ketus Savira .
" Dih cantik sih tapi jutek lay" jawab Adon sekenanya .
Lalu Dinand dan kawan nya duduk di meja yg memang biasa mereka duduki didalam kantin dengan menyantap bakso yang sudah di pesan .
Baru beberapa suap Dinand memakan bakso,Cilay dengan masih penasaran mencecar pertanyaan ke Dinand
" tadi kenapa sih lo nand ? Ketahuan lagi kalo lo mainin perempuan ?", Seru Cilay .
"Jangan ngaco lo,emang masalah perempuan tapi bukan ketahuan,sial lo", bantah Dinand .
"Ya terus ?!", Sambung Adon
" Tuh ", Sambil menunjuk ke arah savira
" Lah,urusannya apa ? Emang lo kenal dia? " Cilay dan Adon semakin penasaran.
" Pas gue mau balik dari toilet, cewek itu nabrak gue sampe jatoh ", jawab Dinand tampak emosi .
" Ya ampun lo baper banget Nand sampe ngambek segala", di sertai tawa dari Cilay dan Adon .
Entah angin dan setan dari mana yg merasuk kedalam tubuh Cilay, dia meneriaki Savira dari meja mereka yang jaraknya hanya 10 langkah dari meja Savira dan teman-temannya .
" Woi cewe" , semua orang yg ada di kantin pun bingung dibuat nya, " hey iya lo yang dipojok", Cilay mantap menunjuk savira,dan membuat savira tampak cemas .
" mampus nih, itu ada kakak yang gue tabrak tadi", gumam savira .
" Aduh Vir, gue jadi takut" pernyataan Nesta membuat Vira semakin pucat.
Lalu Savira berjalan tertatih di tengah murid yang memandangnya, menghampiri meja yg di kuasai Dinand dan kawan nya .
"K..kenapa kak ?" , Tanya Savira dengan nada lesu .
Lalu Cilay,Adon,dan Dinand hanya menatap Savira beberapa detik lalu Cilay dan Adon tertawa keras dan Dinand hanya tersenyum sinis tanpa bicara sepatah katapun kepada Savira .
"Cabut cabut yuk kekelas", Dinand pun mengajak teman temannya untuk kembali ke kelas dengan penuh tawa kemenangan .
"Sumpah ya gila tuh kakak kelas,gue malu setengah mati sampe pucet eh gue di ketawain gila gila !!" Cerocos Savira sesampainya di meja kelas .
" Kalo bukan senior, gue tonjok tuh yang tadi manggil gue !! ", Ketus Savira dengan nada emosi .
"Sabar vir sabar",
kedua temannya mencoba menenangkan Savira yang seperti mendapat hadiah bogem mentah didepan umum yang membuat muka nya malu karena menjadi tontonan murid lain .
****
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,tanda penyemangat hidup kembali setelah bermalas malasan Dinand mendengar pelajaran, memang Dinand bukan anak yg menonjol untuk pelajaran,karna dia lebih dikenal cowo cool yang mudah berganti pacar, hanya itu yang membuat Dinand terkenal di Sekolah Pelita Jakarta .
"Suit suit cewek,minta nomer hape nya bisa kali" , godaan Murid kelas XII miskin harapan saat Savira ingin ke gerbang sekolah .
"Nanti kakak isiin pulsa yang ceban deh ", disambut dengan tawa anak anak lain.
Savira tampak malas dan mempercepat jalan nya,namun langkahnya tertahan oleh salah seorang senior yang menggodanya tadi .
"Buru - buru banget dek, tembus ya?", Lalu dia cengengesan dengan tampang buaya .
Wajah savira semakin pucat,ingin pergi dari tempat yang membuatnya tidak nyaman tapi tidak bisa karna ditahan .
" Wei sopan dikit lah sama perempuan,udah pada tua ga punya attitude banget ", terdengar suara dari balik badan murid yang menggoda Savira .
lalu semua menoleh ke sumber suara tersebut . Savira tertegun dan tidak menyangka karena suara itu adalah Dinand .
"Jangan caranya begitu,udah minggir lo semua jangan ganggu dia !!", Suara Dinand lantang mengusir .
Lalu sekumpulan murid masa depan suram ( madesu ) itu pun bubar dengan suara boo mengiringi .
" Makasih kak" , ucap Savira lirih .
Dinand pun hanya menatap tanpa berbicara,lalu pergi meninggalkan Savira .
Savira pulang sendiri naik angkot karena Risa dan Nesta membawa motor masing-masing .
Diubah oleh kodoms 30-11-2017 09:50
0
79K
416
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kodoms
#5
Takut
Pagi pun datang,membawa kehangatan menyambut Dinand dengan sapaan sinar matahari lembut,menyeruak masuk lewat sela-sela jendela yang sedikit mengintip keluar,merasakan udara jakarta yang kehilangan embun nya .
" Nand, bangun nak ayo kamu harus sekolah loh ini bukan hari weekend,ayo nak bangun",suara Mama bagaikan alarm alami yang menghilangkan kantuk .
Dinand pun bergegas mandi dan ikut sarapan bersama keluarga . Rutinitas wajib yang dilakukan,cara sederhana menjaga keharmonisan keluarga .
"Gimana sekarang udah jadi kakak kelas,ada hambatan nand ?", Tanya papah santai .
" Masih biasa aja ko pah", balas Dinand .
" Udah ada adik kelas yang kamu taksir dong pastinya ?!" , Papah tampak antusias,sampai Dinand tersedak dan buru-buru menghabiskan segelas susu yang ada didepan nya .
" Pah, tuh anaknya sampe tersedak gitu ah" , sela Mama
" Tau nih Papah" balas Dinand serasa mendapat bantuan .
Dinand adalah anak tunggal dari keluarga Pak Danar handoko dan Ibu Wanda .
Dinand lahir setelah penantian panjang pernikahan selama 7 tahun,oleh karna nya sebagai anak tunggal,dia sangat di manja oleh kedua orang tua nya,tapi hal itu tidak di membuat Dinand tumbuh menjadi anak manja,bahkan cenderung mandiri dan aktif .
" Yaudah pa,ma Dinand berangkat ya" , tak lupa mencium tangan dan memberi salam untuk orang tua nya .
Di panaskan nya motor jenis matic yang menjadi primadona anak ABG pada saat itu,motor yang selalu menemani Dinand kemanapun dia pergi .
*****
" Oh ini yang kemarin sok jagoan,ngebubarin temen-temen gue di gerbang ?!!" Suara sedikit keras menyapa Dinand pada saat tiba dan baru memarkir motornya,sejurus kemudian rangkulan tangan orang tersebut sudah melingkar di leher Dinand .
Ternyata dia Dodo,kelas XII yang terkenal pentolan sekolah .
hal itu tidak membuat Dinand gentar dan malah Dinand hanya santai dan melempar senyum menantang ke arah Dodo .
" Lo tunggu nanti pulang sekolah,abis lo sama gue !!" , Ancaman Dodo pun terlihat tidak main-main .
" Siap,gue tunggu tantangan lo,kalo lo laki-laki sih pasti lo sendiri,ya itu pun kalo lo laki-laki ", jawab Dinand santai sambil membuang ludah di samping motornya .
Lalu mendorong tubuh Dodo agar menyingkir dari hadapan Dinand .
****
PR adalah satu kata yang menjadi musuh Dinand di tiap harinya,walaupun tidak setiap hari tapi bagi nya mengerjakan PR adalah hal tersulit, lebih tepatnya termalas,makanya setiap mendapat PR, Dinand selalu menyalin milik teman sekelas nya dan Sinta selalu menjadi momok empuk untuk di contek,karna Sinta paling rajin dan pintar di kelas,jadi sudah terjamin nilai tidak akan jelek .
" Gue punya coklat nih..emmm sayang sih kalo gue kasih Cilay", Rayuan maut pun keluar lancar dari mulut Dinand .
" Mau minta apa lo,pasti ada maunya kan ?" Sinta tampak curiga .
"Jadi gini loh,karna kita makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain dan tidak bisa hidup sendiri,oleh karena nya coklat ini gue kasih untuk sekedar imbalan kalo lo ngijinin gue buat nyontek PR punya lo", Jawab Dinand diplomatis dan tidak berfaedah untuk Sinta .
" Yaelah mau nyontek aja ribet lo kentut! Nih..", Sinta pun memberi buku nya dan tidak lupa menyambar coklat yg masih Dinand genggam .
Dinand dengan fasih menyalin dan merubah sedikit kata-kata nya walaupun intinya sama agar tidak terlihat 100% mencontek .
" Woi gue juga nyontek dong,besok gue kasih lo mesis sebungkus Sin", seru Cilay secara tiba-tiba tanpa angin tanpa hujan .
Dengan cepat Dinand dan cilay menyalin PR dan Sinta hanya pasrah melihat kelakuan teman nya .
****
Bel istirahat pun berbunyi,Dinand pun segera keluar di ikuti dengan kedua sahabatnya yg membuntut . Melewati kelas XII , tatapan siswa kelas XII langsung menuju Dinand dengan tajam,Cilay dan Adon yang tak tahu apa-apa tentang kejadian kemarin pun di buat heran karena tak seperti biasa nya seniornya itu terutama Dodo seperti itu terhadap mereka .
" Itu kenapa sih ko pada ngeliatin kita napsu banget ?", Tanya Adon terheran-heran .
" Gue kan ganteng,cowo aja pada ngeliatin kan", jawab Dinand santai .
" Iya tau deh yg cewe nya dimana mana ada", balas Ando dengan tambahan toyoran ke kepala Dinand .
Baru beberapa langkah melewati kelas XII, ada perempuan cantik yang menghampiri Dinand .
" Ko aku chat kamu ga bales sih , semalem kemana kamu ?!", Tanya Diandra ketus .
Diandra adalah cewe kelas XII yang mengaku pacarnya Dinand,dikenal juga sebagai cewe tercantik di kelas XII . Banyak cowok Pelita jakarta yang coba mendekati namun hasil nya sama yaitu sia sia karena penolakan yang didapat .
" Oh, kepo lo" , Jawab Dinand ketus.
Cilay dan Adon hanya bisa tercengang karna Dinand bisa-bisa nya menolak primadona kelas XII .
" Ayo ah cabut buruan,males gue disini", ajak Dinand sedikit memaksa kepada temannya .
Lalu mereka bertiga pun pergi menuju kantin , samar samar suara Diandra memanggil nama Dinand tapi di acuhkan lalu suara itu hilang terbawa angin .
****
Dengan mengumpulkan keberanian, Savira mencoba menghampiri Dinand, dengan jalan perlahan Savira sekarang tepat dihadapan Dinand .
" Wuih playboy menang banyak hari ini,tadi di samperin Diandra,sekarang dateng lagi mbak mbak manis", Celetuk cilay .
" Mau ngapain mbak ?!" Tanya Dinand hambar .
" A-aku..mau bilang makasih kak,atas pertolongan kakak kemarin ", terdengar suara parau dari Savira .
" Hem ya " , Jawab Dinand datar .
" Loh emang si Dinand ngapain ?", Tanya Adon heran .
" Kalo lo mau tahu,tar pulang sekolah lo berdua ikut gue biar tahu jawabannya", balas Dinand .
"Makasih kak,permisi...",
Savira pun kembali ke meja dimana teman-temannya berada dengan wajah tertunduk .
****
Pelajaran terakhir pun selesai dengan ditandai bel pulang sekolah . Dinand yang sudah bernafsu sedari tadi ingin memberi pelajaran kepada Dodo agar tidak seenaknya dan merasa senior itu segalanya,tanganya terlihat sudah terkepal saat dia bergegas jalan menuju parkiran .
" Ada apaan sih Nand,mau ribut lo ?",tanya Adon .
" Bawel, mau ikut atau engga ? Gue sih bisa sendiri ", tukas Dinand
" Iya..iyaa ayo kita ikut tar lo ada apa-apa bahaya", tubuh Cilay bergidik .
Lalu mereka bertiga pun menuju parkiran,tempat yang pasti Dodo sudah menanti .
" Wih berani juga ternyata lo ya anak kecil", lalu Dodo menepuk nepuk tangannya .
" Lo sekarang ikut gue,gue gak mau ribut disekolah,kalo lo jantan ikutin gue nanti kita ketempat yang aman buat kita buktiin siapa yang laki !", Ajak Dodo dengan penuh emosi .
Ajakan Dodo untuk mencari tempat dan sedikit menggertak Dinand pun tidak membuat nyali nya ciut,malah Dinand semakin kesal dengan mulut Dodo yang seperti tong kosong .
" Lo gausah kebanyakan omong deh,gue ikutin mau lo !" , Dinand balik menantang dan menuju motornya .
Lalu Dodo dan genk pergi di susul Dinand yang tak lupa kedua temannya membuntuti,khawatir terjadi sesuatu hanya sekedar berjaga-jaga . Mereka menuju ke arena yang akan menjadi pertempuran,entah kemenangan atau simbahan darah untuk Dinand,yang jelas semua tidak bisa terkelak kan lagi .
" Itu Ka Dodo pentolan sekolah sama anak-anak yang godain gue kemarin,di ikuti ka Dinand sama temannya pada mau kemana", pertanyaan khawatir meliputi hati dan pikiran Savira,karna melihat ekspresi kemarahan mereka saat lewat didepan nya,dan sedikit tatapan tajam dari mata Dinand untuk Savira seolah memberi tanda bahwa ada bahaya disana, hingga tepukan keras Risa membuyarkan lamunan Savira .
" Heh,lo kenapa sih tiba-tiba bengong liat ka Dinand ?" Tanya Risa keheranan .
" It-itu..mereka pada mau kemana ya ?" Savira tampak bingung .
" Oh itu palingan ribut,itu kan Ka Dodo katanya pentolan disini ya katanya sih biang ribut,dari gelagat nya tadi sih gue liat ada masalah kali sama ka Dinand"
" Dinand ", sebut Savira didalam hati .
Penjelasan Risa sontak membuat seluruh tubuh Savira bergetar,kaku,dia tahu kondisi ini bermula kejadian kemarin,perasaan tidak bisa di bohongi,ada seperti tombak yang menghujam ke seluruh tubuh,hanya pucat pasi wajahnya menatap nanar pintu gerbang sekolah " Ka Dinand " Lalu air mata itu meleleh,terjun bebas kebawah pipi mungil Savira .
" Nand, bangun nak ayo kamu harus sekolah loh ini bukan hari weekend,ayo nak bangun",suara Mama bagaikan alarm alami yang menghilangkan kantuk .
Dinand pun bergegas mandi dan ikut sarapan bersama keluarga . Rutinitas wajib yang dilakukan,cara sederhana menjaga keharmonisan keluarga .
"Gimana sekarang udah jadi kakak kelas,ada hambatan nand ?", Tanya papah santai .
" Masih biasa aja ko pah", balas Dinand .
" Udah ada adik kelas yang kamu taksir dong pastinya ?!" , Papah tampak antusias,sampai Dinand tersedak dan buru-buru menghabiskan segelas susu yang ada didepan nya .
" Pah, tuh anaknya sampe tersedak gitu ah" , sela Mama
" Tau nih Papah" balas Dinand serasa mendapat bantuan .
Dinand adalah anak tunggal dari keluarga Pak Danar handoko dan Ibu Wanda .
Dinand lahir setelah penantian panjang pernikahan selama 7 tahun,oleh karna nya sebagai anak tunggal,dia sangat di manja oleh kedua orang tua nya,tapi hal itu tidak di membuat Dinand tumbuh menjadi anak manja,bahkan cenderung mandiri dan aktif .
" Yaudah pa,ma Dinand berangkat ya" , tak lupa mencium tangan dan memberi salam untuk orang tua nya .
Di panaskan nya motor jenis matic yang menjadi primadona anak ABG pada saat itu,motor yang selalu menemani Dinand kemanapun dia pergi .
*****
" Oh ini yang kemarin sok jagoan,ngebubarin temen-temen gue di gerbang ?!!" Suara sedikit keras menyapa Dinand pada saat tiba dan baru memarkir motornya,sejurus kemudian rangkulan tangan orang tersebut sudah melingkar di leher Dinand .
Ternyata dia Dodo,kelas XII yang terkenal pentolan sekolah .
hal itu tidak membuat Dinand gentar dan malah Dinand hanya santai dan melempar senyum menantang ke arah Dodo .
" Lo tunggu nanti pulang sekolah,abis lo sama gue !!" , Ancaman Dodo pun terlihat tidak main-main .
" Siap,gue tunggu tantangan lo,kalo lo laki-laki sih pasti lo sendiri,ya itu pun kalo lo laki-laki ", jawab Dinand santai sambil membuang ludah di samping motornya .
Lalu mendorong tubuh Dodo agar menyingkir dari hadapan Dinand .
****
PR adalah satu kata yang menjadi musuh Dinand di tiap harinya,walaupun tidak setiap hari tapi bagi nya mengerjakan PR adalah hal tersulit, lebih tepatnya termalas,makanya setiap mendapat PR, Dinand selalu menyalin milik teman sekelas nya dan Sinta selalu menjadi momok empuk untuk di contek,karna Sinta paling rajin dan pintar di kelas,jadi sudah terjamin nilai tidak akan jelek .
" Gue punya coklat nih..emmm sayang sih kalo gue kasih Cilay", Rayuan maut pun keluar lancar dari mulut Dinand .
" Mau minta apa lo,pasti ada maunya kan ?" Sinta tampak curiga .
"Jadi gini loh,karna kita makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain dan tidak bisa hidup sendiri,oleh karena nya coklat ini gue kasih untuk sekedar imbalan kalo lo ngijinin gue buat nyontek PR punya lo", Jawab Dinand diplomatis dan tidak berfaedah untuk Sinta .
" Yaelah mau nyontek aja ribet lo kentut! Nih..", Sinta pun memberi buku nya dan tidak lupa menyambar coklat yg masih Dinand genggam .
Dinand dengan fasih menyalin dan merubah sedikit kata-kata nya walaupun intinya sama agar tidak terlihat 100% mencontek .
" Woi gue juga nyontek dong,besok gue kasih lo mesis sebungkus Sin", seru Cilay secara tiba-tiba tanpa angin tanpa hujan .
Dengan cepat Dinand dan cilay menyalin PR dan Sinta hanya pasrah melihat kelakuan teman nya .
****
Bel istirahat pun berbunyi,Dinand pun segera keluar di ikuti dengan kedua sahabatnya yg membuntut . Melewati kelas XII , tatapan siswa kelas XII langsung menuju Dinand dengan tajam,Cilay dan Adon yang tak tahu apa-apa tentang kejadian kemarin pun di buat heran karena tak seperti biasa nya seniornya itu terutama Dodo seperti itu terhadap mereka .
" Itu kenapa sih ko pada ngeliatin kita napsu banget ?", Tanya Adon terheran-heran .
" Gue kan ganteng,cowo aja pada ngeliatin kan", jawab Dinand santai .
" Iya tau deh yg cewe nya dimana mana ada", balas Ando dengan tambahan toyoran ke kepala Dinand .
Baru beberapa langkah melewati kelas XII, ada perempuan cantik yang menghampiri Dinand .
" Ko aku chat kamu ga bales sih , semalem kemana kamu ?!", Tanya Diandra ketus .
Diandra adalah cewe kelas XII yang mengaku pacarnya Dinand,dikenal juga sebagai cewe tercantik di kelas XII . Banyak cowok Pelita jakarta yang coba mendekati namun hasil nya sama yaitu sia sia karena penolakan yang didapat .
" Oh, kepo lo" , Jawab Dinand ketus.
Cilay dan Adon hanya bisa tercengang karna Dinand bisa-bisa nya menolak primadona kelas XII .
" Ayo ah cabut buruan,males gue disini", ajak Dinand sedikit memaksa kepada temannya .
Lalu mereka bertiga pun pergi menuju kantin , samar samar suara Diandra memanggil nama Dinand tapi di acuhkan lalu suara itu hilang terbawa angin .
****
Dengan mengumpulkan keberanian, Savira mencoba menghampiri Dinand, dengan jalan perlahan Savira sekarang tepat dihadapan Dinand .
" Wuih playboy menang banyak hari ini,tadi di samperin Diandra,sekarang dateng lagi mbak mbak manis", Celetuk cilay .
" Mau ngapain mbak ?!" Tanya Dinand hambar .
" A-aku..mau bilang makasih kak,atas pertolongan kakak kemarin ", terdengar suara parau dari Savira .
" Hem ya " , Jawab Dinand datar .
" Loh emang si Dinand ngapain ?", Tanya Adon heran .
" Kalo lo mau tahu,tar pulang sekolah lo berdua ikut gue biar tahu jawabannya", balas Dinand .
"Makasih kak,permisi...",
Savira pun kembali ke meja dimana teman-temannya berada dengan wajah tertunduk .
****
Pelajaran terakhir pun selesai dengan ditandai bel pulang sekolah . Dinand yang sudah bernafsu sedari tadi ingin memberi pelajaran kepada Dodo agar tidak seenaknya dan merasa senior itu segalanya,tanganya terlihat sudah terkepal saat dia bergegas jalan menuju parkiran .
" Ada apaan sih Nand,mau ribut lo ?",tanya Adon .
" Bawel, mau ikut atau engga ? Gue sih bisa sendiri ", tukas Dinand
" Iya..iyaa ayo kita ikut tar lo ada apa-apa bahaya", tubuh Cilay bergidik .
Lalu mereka bertiga pun menuju parkiran,tempat yang pasti Dodo sudah menanti .
" Wih berani juga ternyata lo ya anak kecil", lalu Dodo menepuk nepuk tangannya .
" Lo sekarang ikut gue,gue gak mau ribut disekolah,kalo lo jantan ikutin gue nanti kita ketempat yang aman buat kita buktiin siapa yang laki !", Ajak Dodo dengan penuh emosi .
Ajakan Dodo untuk mencari tempat dan sedikit menggertak Dinand pun tidak membuat nyali nya ciut,malah Dinand semakin kesal dengan mulut Dodo yang seperti tong kosong .
" Lo gausah kebanyakan omong deh,gue ikutin mau lo !" , Dinand balik menantang dan menuju motornya .
Lalu Dodo dan genk pergi di susul Dinand yang tak lupa kedua temannya membuntuti,khawatir terjadi sesuatu hanya sekedar berjaga-jaga . Mereka menuju ke arena yang akan menjadi pertempuran,entah kemenangan atau simbahan darah untuk Dinand,yang jelas semua tidak bisa terkelak kan lagi .
" Itu Ka Dodo pentolan sekolah sama anak-anak yang godain gue kemarin,di ikuti ka Dinand sama temannya pada mau kemana", pertanyaan khawatir meliputi hati dan pikiran Savira,karna melihat ekspresi kemarahan mereka saat lewat didepan nya,dan sedikit tatapan tajam dari mata Dinand untuk Savira seolah memberi tanda bahwa ada bahaya disana, hingga tepukan keras Risa membuyarkan lamunan Savira .
" Heh,lo kenapa sih tiba-tiba bengong liat ka Dinand ?" Tanya Risa keheranan .
" It-itu..mereka pada mau kemana ya ?" Savira tampak bingung .
" Oh itu palingan ribut,itu kan Ka Dodo katanya pentolan disini ya katanya sih biang ribut,dari gelagat nya tadi sih gue liat ada masalah kali sama ka Dinand"
" Dinand ", sebut Savira didalam hati .
Penjelasan Risa sontak membuat seluruh tubuh Savira bergetar,kaku,dia tahu kondisi ini bermula kejadian kemarin,perasaan tidak bisa di bohongi,ada seperti tombak yang menghujam ke seluruh tubuh,hanya pucat pasi wajahnya menatap nanar pintu gerbang sekolah " Ka Dinand " Lalu air mata itu meleleh,terjun bebas kebawah pipi mungil Savira .
Diubah oleh kodoms 01-04-2017 01:07
0