- Beranda
- Stories from the Heart
Ekspedisi Kota Misteri Berdarah
...
TS
fandi.bin.stres
Ekspedisi Kota Misteri Berdarah
Hallo Agan Sista semuanya...
Spoiler for TOP THREAD:
Alhmadulillah...
Akhirnya ini thread jadi Top Thread juga...
Terima kasih kepada Om Momod, Agan Sista Kaskuser semuanya...
saya terharu berat
: ( 

Akhirnya ini thread jadi Top Thread juga...
Terima kasih kepada Om Momod, Agan Sista Kaskuser semuanya...
saya terharu berat
: ( 

Spoiler for first:
Setelah sekian lama menjadi member
akhirnya saya mendapat inspirasi untuk membuat sebuah cerita misteri wal horor
akhirnya saya mendapat inspirasi untuk membuat sebuah cerita misteri wal horor
Spoiler for second:
Threat misteri wal horor yang gwe buat kali ini tentang ekspedisi kota misteri yang sudah lama hilang ditelan bumi namun kembali digali oleh beberapa orang


Spoiler for third:
Tanpa banyak cas cis cus
Silahkan dinikmati cerita saya nie
Silahkan dinikmati cerita saya nie
Spoiler for fourth:
Dalam cerita saya ini terkandung unsur BB +20rate atau Mengandung Materi Berbau Dewasa
Spoiler for filler:
Ini sih namanya bagian filler, bukan side story atau ntah apa sejenisnya...
tujuannya simpel, untuk menutupi mata rantai cerita yang hilang antara satu part dengan part lainnya maupun didalam part itu sendiri...
No Chit Chat anymore, just enjoy it Guys...
Filler Section 1
Filler Section 2
Filler Section 3
After Ending
tujuannya simpel, untuk menutupi mata rantai cerita yang hilang antara satu part dengan part lainnya maupun didalam part itu sendiri...
No Chit Chat anymore, just enjoy it Guys...
Filler Section 1
Filler Section 2
Filler Section 3
After Ending
Spoiler for last:
WARNING!!!
Cerita saya ini memiliki durasi update sekitar lebih 14 hari saja atau 2 minggu lebih untuk menghindari "kentang" berterbangan dimana mana
Cerita saya ini memiliki durasi update sekitar lebih 14 hari saja atau 2 minggu lebih untuk menghindari "kentang" berterbangan dimana mana
Pembaca yang baik budiman itu dapat memberi komeng ke TS


Pembaca yang dimuliakan derajatnya itu sekiranya




Pembaca yang dimuliakan derajatnya itu sekiranya


Jika agan sista berkenan untuk mendapat pahala lebih, mohon TS diberi




Tapi tolong dengan sangat TS jangan


Sakit gan sista rasanya

Tapi lebih parah rasa sakitnya jumpa sama mantan



Sakit gan sista rasanya

Tapi lebih parah rasa sakitnya jumpa sama mantan

Diubah oleh fandi.bin.stres 14-05-2017 04:13
exc@libur dan 8 lainnya memberi reputasi
9
137.5K
Kutip
676
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
fandi.bin.stres
#61
Part 4 - Hadiah dan keberangkatanku
Part 4 - Hadiah dan keberangkatanku
Quote:
Hari beranjak sore saat seluruh warga bersiap siap untuk memulai acara pelepasan team arkeolog ini ke lokasi yang dituju keesokan harinya. Mulai dari Bapak, Ibu, Remaja Putra dan Putri bahkan anak kecil sibuk membantu menyiapkan hidangan untuk keesokan harinya. para warga kampungku memutuskan untuk membuat sebuah acara doa dan makan bersama yang akan menyertai keberangkatan team dan sekaligus sebagai penolak bala agar team dapat menjalankan tugasnya dengan lancar jaya tanpa gangguan apapun.
Bagi sebagian orang bule tersebut, hal itu merupakan hal yang umum namun sebagian lagi tidak dan menganggap hal tersebut eksotis, unik dan luar biasa. Mereka menganggap rasa kebersamaan yang timbul diantara sesama warga kampungku merupakan hal yang sangat luar biasa. Mereka pun juga hilir mudik sibuk saling mengambil foto foto untuk dokumentasi pribadi mereka. Hal ini mengakibatkan Ibu Ibu dan remaja putri kampungku mulai bertingkah aneh. Sebagian dari mereka tampak bertingkah mencari cari perhatian bule bule pria dan juga para team yang berasal Indonesia. Kemungkinan saja harapan mereka dapat menjadi istri dari bule bule pria tersebut bahkan dibawa ke luar negeri.
Sedangkan Bapak Bapak dan remaja pria juga sibuk berusaha mencari cari perhatian bule bule wanita juga. Khususnya remaja pria yang notabenenya melihat pakaian bule bule wanita yang ketat dan menonjolkan bentuk dada dan pantat yang sangat menggoda. Mungkin saja mereka berpikiran seperti yang ada di film film Hollywood atau lebih buruknya film film “orang miskin”. Aku pribadi tidak terkejut melihat penampilan mereka karena sudah terbiasa melihat orang orang bule lewat internet dan menganggap itu sesuatu yang lumrah dan wajar.
Bagi sebagian orang bule tersebut, hal itu merupakan hal yang umum namun sebagian lagi tidak dan menganggap hal tersebut eksotis, unik dan luar biasa. Mereka menganggap rasa kebersamaan yang timbul diantara sesama warga kampungku merupakan hal yang sangat luar biasa. Mereka pun juga hilir mudik sibuk saling mengambil foto foto untuk dokumentasi pribadi mereka. Hal ini mengakibatkan Ibu Ibu dan remaja putri kampungku mulai bertingkah aneh. Sebagian dari mereka tampak bertingkah mencari cari perhatian bule bule pria dan juga para team yang berasal Indonesia. Kemungkinan saja harapan mereka dapat menjadi istri dari bule bule pria tersebut bahkan dibawa ke luar negeri.
Sedangkan Bapak Bapak dan remaja pria juga sibuk berusaha mencari cari perhatian bule bule wanita juga. Khususnya remaja pria yang notabenenya melihat pakaian bule bule wanita yang ketat dan menonjolkan bentuk dada dan pantat yang sangat menggoda. Mungkin saja mereka berpikiran seperti yang ada di film film Hollywood atau lebih buruknya film film “orang miskin”. Aku pribadi tidak terkejut melihat penampilan mereka karena sudah terbiasa melihat orang orang bule lewat internet dan menganggap itu sesuatu yang lumrah dan wajar.
------------------------------
Quote:
Kulihat jam tanganku menunjukkan pukul 19.30 WIB. Aku bersiap memacu sepeda motor Supra-X ku menuju rumah Mirna. Aku akan mengajaknya untuk berjalan jalan selagi warga kampungku sibuk. Hitung hitung cari kesempatanlah, pikirku nakal. Dengan pakaian kaos dan celana jeans yang rapi, minyak wangi yang tidak terlalu harum namun berbau maskulin, sedikit wax dirambutku, aku bersiap menemui janda cantik ini. Sesampainya di rumah Mirna, tampak hanya Mirna yang menyambutku.
“Dah siap Bang? Adek udah dari tadi nie”. “Abang juga Dek, yok berangkat sekarang” jawabku penuh semangat juang 45. Dia menutup pintu rumahnya dan menaiki sepeda motorku. Aku yakin Ibunya ada di rumah tetangga sedang sibuk memasak, Bapaknya bersama Bapakku sedang di rumah warung Pak Jupri bermain kartu dan menonton bola. Sedangkan Kakaknya lagi jalan dengan suami dan anak anaknya ke kota. Adiknya pasti sedang bermain di rumah tetangga. Benar benar lowong ini kesempatan untuk membawanya pulang hingga tengah malam.
Kami pun menuju spot lereng kecil yang umum dipakai anak anak muda kampungku dan kampung kampung tetangga untuk pacaran. Spot ini tidak jauh dari Jalinsum namun juga tidak terlalu dekat dengan kampungku. Di tempat ini juga tersedia beberapa pedagang jagung bakar, minuman ringan hingga kafe kecil kecilan. Aku memilih duduk di pinggir lereng dibawah sebuah pohon menghadap ke arah persawahan yang gelap gulita. Aku tahu tidak jauh dariku terdapat 3 pasang muda mudi sedang bermesraan.
“Dek, kita pulang tengah malam boleh?” tanyaku penasaran. “Ih, Abang nie, tengah malam pulangnya gak mungkinlah” nadanya kesal tiba tiba. “Kan lagi pada sibuk semua di kampungku, termasuk Mamamu dan Bapakmu Dek” aku meyakinkannya lagi. “Iyalah Bang, tapi gak macam macam kan” tanya Mirna seperti pura pura ketakutan. “Tergantung Adeklah” sahutku sembari beranjak menuju pedagang jagung bakar. Selang beberapa menit aku kembali membawa jagung bakar. Tampak dia sedang membongkar HP ku. “Eh, liat apaan tuh” sergapku. “Eh anu Bang lagi cari tahu siapa sih cewek Abang sekarang” dia gelagapan kebingungan. “Mana ada Dek cewek Abang”. “Lha jadi aku ini siapanya Abang?” hardik Mirna dengan nada emosi.
“Udah tahu nanya lagi” sambungku tertawa. Kami pun merebahkan badan dibawah tepat disamping sepeda motorku. Memang tempat ini sudah tersedia tikar oleh para pedagang tersebut. Tak berapa lama, tanganku mulai menyentuh bagian vitalnya. Dia pun kaget, “Bang, sabaran napa, masih jam delapan lewat ini. Adek kasih “jatah” sama Abang tapi tunggu agak sunyi dulu ya” jawabnya pasrah. Astaga, dia benar benar memberikan apa yang kutunggu tunggu selama ini. Aneh kurasa, apakah benar seperti dimimpiku tidak akan berjumpa lagi dengannya, dengan orang tuaku, orang orang orang kampungku juga. ach, itu hanya perasaan jelekku saja.
Malam seakan mulai terasa sangat sunyi padahal jam baru menunjukkan pukul sembilan malam dan hanya tinggal kami dan 2 pasangan lainnya yang agak berjauhan dari kami berdua. Terdengar suara desahan desahan kecil dari mereka seperti sedang melakukan perbuatan itu. “Sekarang Bang?” Mirna menggenggam tanganku erat. “Apanya sekarang Dek?” tanyaku pura pura bodoh. “Ih udah cepetan buka tuh” jawabnya semangat. Perlahan kami pun melepaskan celana masing masing. Lalu Mirna mengambil posisi tepat diatasku. Dibawah gelapnya malam aku menatap kearah wajahnya. Aku seperti tidak yakin, namun tetap kulanjutkan hal ini meskipun perbuatan kami belum layak dilakukan karena kami bukan suami istri yang sah. Kamipun larut tenggelam dalam hubungan terlarang ini hingga jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Pertanda kami harus segera pulang kerumah meskipun kami masih belum ingin pulang.
“Dah siap Bang? Adek udah dari tadi nie”. “Abang juga Dek, yok berangkat sekarang” jawabku penuh semangat juang 45. Dia menutup pintu rumahnya dan menaiki sepeda motorku. Aku yakin Ibunya ada di rumah tetangga sedang sibuk memasak, Bapaknya bersama Bapakku sedang di rumah warung Pak Jupri bermain kartu dan menonton bola. Sedangkan Kakaknya lagi jalan dengan suami dan anak anaknya ke kota. Adiknya pasti sedang bermain di rumah tetangga. Benar benar lowong ini kesempatan untuk membawanya pulang hingga tengah malam.
Kami pun menuju spot lereng kecil yang umum dipakai anak anak muda kampungku dan kampung kampung tetangga untuk pacaran. Spot ini tidak jauh dari Jalinsum namun juga tidak terlalu dekat dengan kampungku. Di tempat ini juga tersedia beberapa pedagang jagung bakar, minuman ringan hingga kafe kecil kecilan. Aku memilih duduk di pinggir lereng dibawah sebuah pohon menghadap ke arah persawahan yang gelap gulita. Aku tahu tidak jauh dariku terdapat 3 pasang muda mudi sedang bermesraan.
“Dek, kita pulang tengah malam boleh?” tanyaku penasaran. “Ih, Abang nie, tengah malam pulangnya gak mungkinlah” nadanya kesal tiba tiba. “Kan lagi pada sibuk semua di kampungku, termasuk Mamamu dan Bapakmu Dek” aku meyakinkannya lagi. “Iyalah Bang, tapi gak macam macam kan” tanya Mirna seperti pura pura ketakutan. “Tergantung Adeklah” sahutku sembari beranjak menuju pedagang jagung bakar. Selang beberapa menit aku kembali membawa jagung bakar. Tampak dia sedang membongkar HP ku. “Eh, liat apaan tuh” sergapku. “Eh anu Bang lagi cari tahu siapa sih cewek Abang sekarang” dia gelagapan kebingungan. “Mana ada Dek cewek Abang”. “Lha jadi aku ini siapanya Abang?” hardik Mirna dengan nada emosi.
“Udah tahu nanya lagi” sambungku tertawa. Kami pun merebahkan badan dibawah tepat disamping sepeda motorku. Memang tempat ini sudah tersedia tikar oleh para pedagang tersebut. Tak berapa lama, tanganku mulai menyentuh bagian vitalnya. Dia pun kaget, “Bang, sabaran napa, masih jam delapan lewat ini. Adek kasih “jatah” sama Abang tapi tunggu agak sunyi dulu ya” jawabnya pasrah. Astaga, dia benar benar memberikan apa yang kutunggu tunggu selama ini. Aneh kurasa, apakah benar seperti dimimpiku tidak akan berjumpa lagi dengannya, dengan orang tuaku, orang orang orang kampungku juga. ach, itu hanya perasaan jelekku saja.
Malam seakan mulai terasa sangat sunyi padahal jam baru menunjukkan pukul sembilan malam dan hanya tinggal kami dan 2 pasangan lainnya yang agak berjauhan dari kami berdua. Terdengar suara desahan desahan kecil dari mereka seperti sedang melakukan perbuatan itu. “Sekarang Bang?” Mirna menggenggam tanganku erat. “Apanya sekarang Dek?” tanyaku pura pura bodoh. “Ih udah cepetan buka tuh” jawabnya semangat. Perlahan kami pun melepaskan celana masing masing. Lalu Mirna mengambil posisi tepat diatasku. Dibawah gelapnya malam aku menatap kearah wajahnya. Aku seperti tidak yakin, namun tetap kulanjutkan hal ini meskipun perbuatan kami belum layak dilakukan karena kami bukan suami istri yang sah. Kamipun larut tenggelam dalam hubungan terlarang ini hingga jam menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Pertanda kami harus segera pulang kerumah meskipun kami masih belum ingin pulang.
------------------------------
Quote:
Lelah kurasa begitu sampai di rumah. Kurebahkan badanku di depan TV. Dibelakangku ada adik sepupu perempuanku, Tati yang asyik menonton TV. “Dari mana Bang? Dari kota yach?” tanyanya. Aku hanya mengangguk saja. Di sebelahnya tampak dua orang wanita muda yang merupakan team arkeolog tersebut sedang tertidur pulas. Lalu tiba tiba seorang wanita muda bule dengan pakaian tank top ketat keluar dari arah belakang. Dia terkejut, “Oh, Aldi. Nice to see you”(Oh Aldi, senang melihatmu) tanyanya sambil tersenyum. “Yeah Mom, I just come back from town”(ya Bu, aku baru saja pulang dari kota) sahutku sambil melirik ke badannya yang sexy hot habis. Yep, aku masih normal!. Sementara itu adik sepupu perempuanku hanya terbengong mendengar kami berbicara. “Have fun with your mate, Aldi?”(bersenang senang dengan pasanganmu Aldi??) tanyanya lagi tersenyum. “Yep, with my mate. She makes me so tired”(ya, dengan pasanganku. Dia membuatku sangat lelah) sambungku sambil tertawa. Dia hanya tertawa mendengarku lalu dia menarik selimutnya dan memasangkan earphone ditelinganya, “Good night, Aldi”(selamat malam Aldi). “Good nite too, Mom”(selamat malam juga, Bu) sambungku. “Eh, ngomong opo kalian Mas?” tanya Tati penasaran. “Belajar sono biar pintar” sambungku kesal. Dia hanya menendang tanganku pelan menandakan kekesalannya atas jawabanku.
HP ku bergetar, ternyata pesan dari Mirna. [Bang, kangen Adek], pesannya. Aku pun membalas [Dek, Abang juga] [tapi bang, Adek takut ini] balasnya yang aku yakin pasti dia takut hamil. [takut hamil ya?] kirimku iseng. [gak ach, kalau Adek hamil gara gara Abang gak takut tapi kalau Abang tinggalin Adek gara gara Abang ikut ama bule bule itu Adek takut] waduh, balasannya benar benar membuatku kaget. Benar benar cinta mati ini anak! [gak ah Dek, siapa bilang Abang bakalan pergi dari sini. Masih ada Ortu Abang, Adik adiknya Abang, sawah, lembu kambing disini] balasku bercanda. [awas yach Bang kalau Abang pergi, Adek sumpahin Abang mandul selamanya] balasnya lagi dengan emoji marah. [iya Abang janji gak pergi Dek] [janji yach Bang?] [iya Dek] [met malam cintaku, langsung bobo yach] [met malam juga sayangku]. Tanpa sadar aku tertidur di depan TV. Pukul 12 malam Ibu dan anggota team arkeolog itu pulang lalu membangunkanku untuk pindah ke kamarku.
HP ku bergetar, ternyata pesan dari Mirna. [Bang, kangen Adek], pesannya. Aku pun membalas [Dek, Abang juga] [tapi bang, Adek takut ini] balasnya yang aku yakin pasti dia takut hamil. [takut hamil ya?] kirimku iseng. [gak ach, kalau Adek hamil gara gara Abang gak takut tapi kalau Abang tinggalin Adek gara gara Abang ikut ama bule bule itu Adek takut] waduh, balasannya benar benar membuatku kaget. Benar benar cinta mati ini anak! [gak ah Dek, siapa bilang Abang bakalan pergi dari sini. Masih ada Ortu Abang, Adik adiknya Abang, sawah, lembu kambing disini] balasku bercanda. [awas yach Bang kalau Abang pergi, Adek sumpahin Abang mandul selamanya] balasnya lagi dengan emoji marah. [iya Abang janji gak pergi Dek] [janji yach Bang?] [iya Dek] [met malam cintaku, langsung bobo yach] [met malam juga sayangku]. Tanpa sadar aku tertidur di depan TV. Pukul 12 malam Ibu dan anggota team arkeolog itu pulang lalu membangunkanku untuk pindah ke kamarku.
------------------------------
Quote:
Pagi ini kami berkumpul semua di depan rumah Pak Kepling untuk melakukan pelepasan team arkeolog ini dan pemuda kampung yang ikut membantu. Walaupun kata katanya membantu tapi sebenarnya kami digaji. Total keseluruhan orang yang berangkat menuju lokasi arkeolog itu berjumlah 35 orang. 2 orang dari team arkeolog tersebut tetap stand-by di kampungku didepan peralatan komunikasi mereka berjaga jaga seandainya terjadi suatu hal buruk yang tak diinginkan. Formasi kami terdiri dari 18 orang team arkeolog tersebut dan 17 orang pemuda kampungku. Meskipun team ini didominasi pria, tampak tidak ada rasa takut dari para arkeolog wanita. Padahal 2 orang wanita diantaranya masih berstatus lajang.
Pembukaan oleh Pak Kepling tepat dimulai pukul sembilan pagi, dilanjutkan dengan kata kata sambutan dari kepala team. Tak lupa pula hadir juga 2 orang POLISI dan 2 orang TNI dari mitra bhabinkamtibmas sebagai pengawas dari pihak aparat yang berwajib. Serta mereka memberikan kata kata sambutan yang mengatakan bahwa TNI POLRI mendukung penuh kegiatan ekspedisi ini. Setelah itu acara dilanjutkan dengan makan bersama. Menu yang disiapkan sangat beragam dengan ciri khas Sumatera yang sangat kental terlihat dari menunya. Masakan masakan ini merupakan hidangan yang telah disiapkan malam sebelumnya oleh warga kampungku dari siang hari hingga semalam suntuk.
Aku mengirim pesan ke Mirna, [Dek pelan pelan makannya] sambil memperhatikan wajahnya. [biarin Bang, Adek mau gemuk biar sehat. Masa calon istri Abang kurus] balasnya. [ya udah, ntar berdiri disamping Ibu Bapaknya Abang yach sebelum Abang berangkat] [iya Bang]. Kulanjutkan kembali makanku karena jam sudah menunjukkan hampir pukul setengah sebelas pagi pertanda team akan dilepas. Mengingat selama dua minggu kedepan kami baru akan dapat bergantian pulang ke kampung. Jadi, makanan enak seperti ini harus disikat habis saat ini..
Pembukaan oleh Pak Kepling tepat dimulai pukul sembilan pagi, dilanjutkan dengan kata kata sambutan dari kepala team. Tak lupa pula hadir juga 2 orang POLISI dan 2 orang TNI dari mitra bhabinkamtibmas sebagai pengawas dari pihak aparat yang berwajib. Serta mereka memberikan kata kata sambutan yang mengatakan bahwa TNI POLRI mendukung penuh kegiatan ekspedisi ini. Setelah itu acara dilanjutkan dengan makan bersama. Menu yang disiapkan sangat beragam dengan ciri khas Sumatera yang sangat kental terlihat dari menunya. Masakan masakan ini merupakan hidangan yang telah disiapkan malam sebelumnya oleh warga kampungku dari siang hari hingga semalam suntuk.
Aku mengirim pesan ke Mirna, [Dek pelan pelan makannya] sambil memperhatikan wajahnya. [biarin Bang, Adek mau gemuk biar sehat. Masa calon istri Abang kurus] balasnya. [ya udah, ntar berdiri disamping Ibu Bapaknya Abang yach sebelum Abang berangkat] [iya Bang]. Kulanjutkan kembali makanku karena jam sudah menunjukkan hampir pukul setengah sebelas pagi pertanda team akan dilepas. Mengingat selama dua minggu kedepan kami baru akan dapat bergantian pulang ke kampung. Jadi, makanan enak seperti ini harus disikat habis saat ini..
------------------------------
Quote:
Pukul sebelas kurang lima belas menit kami pun dilepas setelah diiringi doa. Tak lupa pula kami bersalaman dengan warga kampung, khususnya kepada orang tua kami. Mengingat wilayah yang kami tuju cukup dalam dan tidak ada signal handphone. Bahkan radio AM FM pun tidak dapat tersentuh. Namun, komunikasi tetap ada karena kami menggunakan radio CB. Skenario yang kami gunakan, mobil pengantar kami hanya akan mengantarkan kami sampai 8 KM saja dari kampungku. Sisanya akan kami tempuh dengan berjalan kaki memanggul peralatan yang terlalu berat. Yang masih didominasi oleh pakaian, tenda, terpal, logsitik pangan, tali dsb. Lalu 4 mobil off road ini kembali ke kampungku untuk membawa sisa peralatan berat. Lalu berangkat lagi menerobos hutan langsung menuju ke titik penggalian.
Team arkeolog wanita yang terdiri dari Yani Marehan-USU, Lidya Gema Panjaitan-USU, Cut Resika Fitrah-UNSYIAH, Mutiya Hanum-UI dan Setiani Parera-UI merupakan team wanita asal unoversitas ternama Indonesia mendapat posisi berada di tengah tengah rombongan. Sedangkan Sarah-USGS rekan dari si botak Jack mendapat posisi didepan karena mereka memegang alat navigasi. Alat navigasi yang terdiri GPS Locator dan Field Computer System(seperti laptopnya militer Amerika) memang memerlukan 2 orang operator dalam pengoperasiannya. Kemudian dibelakang mereka beriringan dengan kepala team dan rekan rekan universitas mereka lainnya adalah Robby Jill-Washington University dan Clara Summer-UCL. Mereka mereka adalah wanita wanita tangguh yang melakukan ekspedisi ini.
Sesampainya kami di titik terakhir mobil mengantar kami, kami pun bergegas turun menyiapkan segala sesuatunya untuk diangkut dengan berjalan kaki. Tampak tidak ada takut maupun khawatir dari wajah wajah wanita tersebut. Pak Tejo selaku kepala team memintaku agar disampingnya. Lalu aku mengatakan ke Karto dan Dedi untuk didepan membantu si botak Jack dan Sarah dari USGS agar membersihkan jalan yang akan kami lalui. Rute perjalanan yang kami lalui bukan merupakan rute yang biasa warga kampungku lalui untuk mengambil kayu ataupun tanaman obat. Bahkan sebenarnya tidak pernah dimasuki siapapun.
Langkah pertama perjalanan dimulai. Aku merasakan hawa dingin yang cukup aneh. Hawa yang menyentuh kulitku ini seperti seakan sedang mengelus elus tanganku. Anehnya hanya aku yang merasakan sebab yang lainnya merasa kepanasan. Apakah ini pertanda? Tidak tidak tidak! Ini hanya ilusiku saja. Ataukah mungkin panggilan halus dari hantu putri cantik yang pernah menampakkan wujudnya kepadaku dan Marsinto beberapa hari yang lalu. Aku yakin ini hanya badanku saja yang kelelahan akibat perbuatanku dengan Mirna tadi malam yang benar benar banyak menguras stamina dan tenagaku karena baru pertama kali kulakukan seumur hidupku ini. Kucoba menghalau perasaan dingin yang aneh ini dengan membayangkan indahnya kemolekan dan kehangatan tubuh Mirna tadi malam. Setiap langkah yang kulalui aku terus membayangkan dirinya, berharap perjalanan ini segera selesai dan bersiap untuk mempersuntingnya dipelaminan.
Team arkeolog wanita yang terdiri dari Yani Marehan-USU, Lidya Gema Panjaitan-USU, Cut Resika Fitrah-UNSYIAH, Mutiya Hanum-UI dan Setiani Parera-UI merupakan team wanita asal unoversitas ternama Indonesia mendapat posisi berada di tengah tengah rombongan. Sedangkan Sarah-USGS rekan dari si botak Jack mendapat posisi didepan karena mereka memegang alat navigasi. Alat navigasi yang terdiri GPS Locator dan Field Computer System(seperti laptopnya militer Amerika) memang memerlukan 2 orang operator dalam pengoperasiannya. Kemudian dibelakang mereka beriringan dengan kepala team dan rekan rekan universitas mereka lainnya adalah Robby Jill-Washington University dan Clara Summer-UCL. Mereka mereka adalah wanita wanita tangguh yang melakukan ekspedisi ini.
Sesampainya kami di titik terakhir mobil mengantar kami, kami pun bergegas turun menyiapkan segala sesuatunya untuk diangkut dengan berjalan kaki. Tampak tidak ada takut maupun khawatir dari wajah wajah wanita tersebut. Pak Tejo selaku kepala team memintaku agar disampingnya. Lalu aku mengatakan ke Karto dan Dedi untuk didepan membantu si botak Jack dan Sarah dari USGS agar membersihkan jalan yang akan kami lalui. Rute perjalanan yang kami lalui bukan merupakan rute yang biasa warga kampungku lalui untuk mengambil kayu ataupun tanaman obat. Bahkan sebenarnya tidak pernah dimasuki siapapun.
Langkah pertama perjalanan dimulai. Aku merasakan hawa dingin yang cukup aneh. Hawa yang menyentuh kulitku ini seperti seakan sedang mengelus elus tanganku. Anehnya hanya aku yang merasakan sebab yang lainnya merasa kepanasan. Apakah ini pertanda? Tidak tidak tidak! Ini hanya ilusiku saja. Ataukah mungkin panggilan halus dari hantu putri cantik yang pernah menampakkan wujudnya kepadaku dan Marsinto beberapa hari yang lalu. Aku yakin ini hanya badanku saja yang kelelahan akibat perbuatanku dengan Mirna tadi malam yang benar benar banyak menguras stamina dan tenagaku karena baru pertama kali kulakukan seumur hidupku ini. Kucoba menghalau perasaan dingin yang aneh ini dengan membayangkan indahnya kemolekan dan kehangatan tubuh Mirna tadi malam. Setiap langkah yang kulalui aku terus membayangkan dirinya, berharap perjalanan ini segera selesai dan bersiap untuk mempersuntingnya dipelaminan.
erman123 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Kutip
Balas