Samain aja kayak yang laen sama general rules di thread sfth.
Tambahan : No OOT berlebihan, No Bullying, No Spam, and No Smoking ( kagak gue boong )
Jangan ada yang kepo secara berlebihan mengenai tokoh cerita ini selain gue
Quote:
FAQ
Q: Bro, ini REAL apa FIKSI ? A : Gue berharap FIKSI.
Q : berarti ada yang REAL ? A : ada yang REAL, tapi ada yang gue geser timelinenya. Ada juga yang gue FIKSI kan.
Q : bagian mana yang REAL, bagian mana yang FIKSI ? A : di kira kira aje dah bang.
Q : nama tokoh disini asli atau bajakan ? A : cuman nama gue yang aseli, yang laen Made in China.
Q : eh katanya FIKSI, tapi kenapa elu kasih Ajinomoto ? A : karena garam tanpa sayur itu asin banget bray, jadi kudu seimbang biar tetep enak dibaca.
Q : Jadwal update gimana gan ? A : kalo internet dan Kuota mendukung dan kagak ada problem RL gue pasti Update.
Quote:
SEPATAH DUA PATAH GOYANG PATAH-PATAH DARI TS
*BUAT ORANG BARU: sebelum masuk, pake topi konstruksi dulu soalnya banyak bata berterbangan (*Whush baru gue bilang ) *BUAT ORANG LAMA : ati ati pak ngelempar bata nya, jangan sampe akun ane jadi berdarah *BUAT SR : Nikmatin aja orang ribut di trit ane
Quote:
GOTONGAN
Tempat Writer, atau Junker yang gue hormati. first post buat kalian
Setelah gue cuman jadi reader cerita orang di SFTH, akhirnya gue beranikan diri untuk ikut buka lapak disini. Sorry kalo tulisan gue jelek, gue gak kayak kak Tama yang tulisannya cetar membahana, gue juga bukan Mas Hendra yang penggunaan katanya sangat luar biasa. Gue juga bukan Bulan dengan kisah cintanya, atau Joko dengan komedinya, I’m just a noob writer.
Quote:
Kalo menurut kalian ini cerita jelek dan gak bermutu, langsung kirim bata aje ke profil gue. Kagak usah ribut di thread ini. Kasihan yang mau baca ini cerita jadi harus baca komen kalian .
kalo kalian berkenan, tinggalkan komen di trit ini. komentar kalian membuat saya lebih bersemangat untuk berkarya Last, but not least, selamat menikmati
Sebuah senyuman di pagi hari
Memberi kehangatan seperti sang mentari
Memberiku semangat ‘tuk melawan hari
Sebuah senyuman dari sang pujaan hati
Senyuman yang begitu mempesona
Hingga membuat semua orang terpana
Beruntunglah aku ini yang hina
Bisa untuk melihat senyum yang sangat mempesona
Tak terasa waktu telah berlalu
Meninggalkan ku disini yang kehilangan mu
Kini kau telah pergi meninggalkanku
Kau pergi mencari pria yang lebih dariku
Kau tinggalkan aku sendiri disini
Hanya dengan bayangan mu yang menemani
Ku kira kaulah matahariku
Tapi tenyata kau pergi meninggalkanku
Terimakasih untuk kebersamaan kita dulu
Aku harap kau bahagia tanpaku
Tapi aku tak bisa menemukan wanita sepertimu
Kau lah matahariku, Walau kau pergi jauh dariku
Cintaku takkan berubah untukmu
Puisi ini ku buat dengan seluruh cintaku
Semoga kau mengerti dalamnya cintaku
Untukmu, Matahariku
CREATED BY : Mr.DLominto
Pernahkah kalian merasa bahwa seluruh dunia mencampakkan kalian? Aku pernah. Pernahkah kalian merasa semua orang tak menghargai keberadaan kalian? Aku pernah. Pernahkah kalian di tinggal orang yang kalian cintai demi kebahagiaan dia, walau itu terasa sakit? Aku pernah juga, sering malah.
Puisi diatas hanya menggambarkan setitik perasaan yang aku rasakan. Sakitnya hati ini, rasa kecewa, dan masih banyak lagi yang belum aku ungkapkan. Tapi karena semua itulah, sekarang aku berdiri disini, berdiri tegak menantang matahari.
Cerita ini aku dedikasikan untuk semua yang pernah datang lalu pergi dari kehidupan ku ini. Semoga kalian membaca apa isi hatiku pada saat itu. And at least, terlebih untukmu matahariku
PROLOG - END
Diubah oleh lominto 19-04-2017 02:09
nona212 dan anasabila memberi reputasi
2
49.7K
Kutip
533
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
“Hai ” sapa ku
“…” hanya melihat ku
“huh, diem lagi” kata ku dalam hati
“…”
“…”
“katanya mau ngomong ?” kata ku memecah keheningan
“wan,…” ucapnya sambil menatap mata ku
“kayaknya… kita harus udahan deh” katanya lirih
“…” aku hanya diam mendengar dia ngomong gitu
“soalnya,…”
“kita bakal jauh nanti pas kita lulus” lanjutnya
“emang, kamu mau kemana ?” jawab ku dengan nada setenang mungkin
“orang tua aku pindah ke Tasik, mau gak mau aku harus ikut pindah nanti pas SMA “ jawabnya
“Tapi, bukannya kita bisa LDR-an ya ?” jawab ku masih dengan nada tenang
“Aku…”
“Aku gak bisa kalo LDR. Kamu tau kan dulu mantan aku kayak gimana ?” katanya
“Sulit untuk percaya lagi dengan cowok kalo gak ketemu langsung” lanjutnya
“….”
“….”
Keheningan pun kembali mengisi ruang diantara kami berdua. Aku pun mencoba menata perasaan ku yang.. entah seperti apa waktu itu. Kalo digambarkan, mungkin, seperti kepingan puzzle. Kita berdua menyusunnya, menata perasaan itu di tempat yang tepat, sampai akhirnya puzzle itu hampir selesai, dia, memecahkannya menjadi bagian yang jauh lebih banyak dari yang sebelumnya. Mungkin seperti itu perasaan ku saat itu.
Quote:
“kalo itu yang terbaik buat kamu….” Kata ku terpotong
“aku bisa apa ? ” lanjut ku
Aku pun hanya bisa menarik nafas dalam dalam untuk menenangkan hati dan fikiran yang kacau.
Quote:
“kamu…” ucapnya
“yakin gapapa ??” lanjutnya lagi
Aku yang mendengar pertanyaan itu hanya bisa tersenyum seakan memberi dia jawaban “I’m All Right, dear”.
Dia pun berlalu, menuju segerombolan anak-anak SMP yang sedang merayakan kelulusannya. Meninggalkan ku disini, sendiri, dengan perasaan yang, ah…. Hancur berantakan.
Quote:
“kayaknya gue harus nyusun puzzle ini dari awal deh” kata ku dalam hati
“WOY WAN !” sebuah suara terdengar, memecah lamunan ku
“Kelas elu mau nampilin apa buat perpisahan ?” lanjut suara itu
“Kagak tau gue Fin” kata ku tanpa menatap sumber suara tersebut
“Ah elah” ucap suara yang ku panggil “Fin”
“Kelas elu mau nanpilin apa emangnya ?” Tanya ku
“Akustikan kayaknya, tapi cuman si Hana doang. Lagunya Last Child yang S’luruh Nafas ini, tapi kagak ada cowok yang mau nemenin dia nyanyi, pada jelek semua suara cowoknya” lanjut dia sambil menggelengkan kepala
“Gimana kalo ku ikut sama kelas elu ? ” Tanya ku
“AH ! yang bener lu ?” ucapnya terhenti karena kaget
“Yaudeh gih buru ngomong ke si Hana” lanjutnya lagi
Aku pun hanya memberi gesture “OK” sambil berjalan menjauhi dia.
Setalah lumayan lama mencari Hana diatara kumpulan anak-anak lainnya, ku pun menghampirinya yang saat itu sedang berlatih untuk terakhir kalinya
Quote:
“Han ” Sapa ku
“Eh elu Wan, apa apa ?” kata Hana
“Gue ikut elu tampil bisa nanti ?” Tanya ku
“Lah ? Bukannya kelas kita beda yak ?! nanti gimana pas dipanggilnya ?!” kata dia heran
“Bilang aja campuran kelas 9-5 sama kelas 9-8 ” ucap ku
“Yaudah kalo gitu nanti gue bilang ke MCnya. Tapi elu Apal lirik lagunya kan” kata Hana
“Apal kok, elu tenang aja ” ucap ku simple
“yaudah, sekarang kita latihan disini. Buat nyesuaiin nada elu sama gue” kata dia
“sip” kata ku
Setalah percakapan itu, Aku dan Hana pun menyanyikan lagu tersebut beberapa kali sampai kita benar benar yakin kalo bagusnya kita ambil nada dari situ.
Quote:
“ternyata bagus juga suara elu” Pujinya
“bagusan suara elu kali Han” kata ku
“eh, gue bagus karena gue ikut eskul padus. Nah elu? Eskulnya apa jagonya ngapain. gue jamin dah, yang denger suara elu nanti bakal nangis” kata dia sambil menepuk pundak ku
“terserah elu aja deh Han” kata ku menyerah
“eh, udah giliran kita tuh. Yuk” ajak dia sambil berjalan menuju arah panggung
Aku pun berjalan mengikuti dia dari belakang. Hana pun terlihat sedikit berbincang bincang dengan sang MC yang tak lain temen ku juga di sekolah ini. Sang MC pun seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan Hana. Dia menoleh kearah ku seakan mempertanyakan hal tersebut. Aku pun hanya tersenyum seakan meniyakan apa yang Hana katakana. Dia pun hanya menggelengkan kepala sambil naik ke atas panggung.
Quote:
“oke, seakarang saat yang kita tunggu” ucap MC itu
“ini dia Hana dari 9-8 dan salah seorang yang kalian pasti tau dari mana, akan menampilkan akustik lagu last chil ft. gissele – s’luruh nafas ini” katanya penuh semangat
“Hai” sapa Hana diatas panggung
Aku pun menuju backstage terlebih dahulu untuk mengambil sebuah gitar akustik. Aku mendengar Hana sedang asik menghibur penonton dengan celotehannya saat menunggu ku.
Quote:
“pasti gak sabar ya nunggu yang nemenin gue nyanyi” kata dia saat melihat ku di pinggir panggung
Aku hanya tersenyum menbdngar apa yang barusan dia katakan.
“ya, gak usah disebut lagi namanya. Langsung aja naik mas” kata dia sambil melirik ku
Aku pun berjalan perlahan ke atas panggung tersebut, sambil melayangkan senyuman ke arah penonton. Mereka pun seolah tak percaya dengan apa yang mereka lihat di atas panggung.
Quote:
“lho kok pada bengong sih ? tepuk tangan dong” kata Hana ke penonton
Penonton yang tadinya hanya diam pun kini ramai berteput tangan
Quote:
“Han, pinjem Mic nya sebentar” bisik ku ke Hana
“Okay” Balasnya
“ya sebelum kita mulai, sepertinya ada yang pengen ngomong dulu nih” kata Hana ke penonton sambil melirik ke arah ku sambil memberi Mic yang tadi dia pegang
“Hai semua” ucap ku saat Mic di tangan
“Hai” “Hai juga” “Hai Kak” itulah jawaban yang ku dengar
“oke, lagu yang akan gue persembahkan kali ini buat someone special diantara kalian” ucap ku
“yang sudah sukses memberi gue kejutan yang tak pernah terlupakan pada hari ini” lanjut ku
Penonton pun merasa kebingunggan dengan apa yang ku ucapkan. Ku pun tanpa bicara lebih banyak lagi langsung memetik gitar yang sadari tadi ku pegang
Quote:
LAST SHILD FT. GISSELE – SELURUH NAFAS INI
Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita
Di saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan in
iJika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu Untukmu seluruh nafas ini
Setelah lagu tesebut aku nyanyikan, seuasana pun hening. Mata mereka semua yang menonton ku tadi berkaca-kaca. Seolah, mereka merasakan apa yang ku rasakan dalam lagu itu.
Quote:
“tuh kan apa gue bilang” bisik Hana ke ku
“kok bisa gitu ya” jawab ku heran
“elu nyanyi pake feel. Beda sama gue. Penjiwaan elu pas nyanyi itu selalu dapet Wan” kata dia
Aku pun hanya tersenyum mendengar jawaban dari dia
“elu gak tau apa yang gue rasain saat ini Han” ucap ku dalam hati
MC pun terlihat berjalan naik ke atas panggung dan menghampiri ku dengan hana
Quote:
“WOW !” ucap sang MC yang memecah kehenigan diantara penonton
“kalian pasti gak nyangka ya kalo ternyata dia bisa nyanyi sama maen gitar ? gue aja yang sohibnya baru tau sekarang, apa lagi elu-elu pada kali ya” lanjutnya
“woy bray, dari kapan elu belajar gitar sama nyanyi” Tanya dia kepadaku
“dari awal kelas 1 Bim” jawab ku
“lah, kok gue kagak tau ?” jawab sang MC yang bernama “Bima”
“gue maennya malem-malem, biar kagak ada yang ganggu. Terus, gue males ikut eskul padus. Disekolah pelajaran Seni Budaya juga kagak ada nyanyi kan ? makanya elu pada kagak tau =D” kata ku sambil terkekeh
“ooooo…” jawabnya ber-oh ria
“nah, kalian udah tau kan ternyata dia bisa nyanyi sama maen gitar ?” ucapnya ke arah penonton
“perasaan dia tadi nyanyi bagus dah, kok pada diem aja sih” lanjutnya
Suara gemuruh tepuk tangan dari penonton pun mengiringi langkah ku dan Hana turun dari panggung
Quote:
“thanks ya Han” ucap ku ke Hana di bawah panggung
“gue kali yang harinya makasih ke elu, suara elu mantap dah Wan” ucap dia menepuk punggung ku lalu pergi
Aku pun akhirnya duduk di bangku yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk para siswa yang sedang merayakan perpisahan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Quote:
“A’!” sebuah suara terdengar di kuping ku
“Ah sial, dimana gue ?” kata ku dalem hati sambil melihat kiri-kanan
“Udah sampe mana mang?” tanya ku
“Udah sampe sekolah, jangan ngelamun aja makanya” jawab dia
“ah si emang, nanti jam berapa jemput saya di sekolah mang?” Tanya ku
“Jam setengah tiga A’, nanti kalo mang ujang mau berangkat dari rumah ditelepon’ jawabnya
“sip mang” jawab ku
Aku pun turun dari mobil milik keluarga ku. Ku berjalan kea rah gerbang sekolah yang ukurannya bisa dibilang luar biasa untuk gerbang sekolah di daerah seperti ini.
Quote:
“semoga gak akan kejadian lagi kayak waktuitu” kata ku dalam hati
“maaf pak, saya mau nanya” Tanya ku ke satpam
“ada apa dek?” Tanya satpam tersebut
“Kalo kantor kepala sekolah disebelah mana pak ?” Tanya ku
“disitu dek” jawabnya sambil menunjuk ke arah sebuah bangunan
“makasih pak” jawab ku sambil tersenyum
Aku pun berjalan ke arah bangunan yang di tunjuk satpam tersebut. Bangunan yang bisa dibilang cukup mewah, mungkin karena ini kantor kepala sekolah
Quote:
TOK TOK TOK
“permisi” kata ku sambil mengetok pintu
“…”
“…”
Lama tak ada jawaban
Lalu tiba tiba pintu pun terbuka, muncullah sosok laki laki paruh baya dari balik pintu tersebut sambil tersenyum kearah ku
Quote:
“apa apa dek ?” Tanya laki laki tersebut
“saya murid baru yang pas itu kesini pak” kata ku
“oooh iya. Bapak inget ke kamu. Ada apa lagi kesini ?” Tanya beliau dengan sebuah senyuman menghiasi wajahnya
“saya mau nanya, saya di kelas apa pak ?” Tanya ku
“ooo, sebentar” jawab beliau lalu kembali masuk ke ruangan
Aku pun hanya bisa duduk di depan ruangan kepala sekolah tersebut. 5 menit pun berlalu, beliau pun muncul kembali dari dalam ruangan
Quote:
“di kelas 11 MM 2 dek, ruangannya di ruang 19” jawabnya
“makasih pak” jawab ku sambil tersenyum lalu pergi ke ruangan yang disebutkan oleh beliau
Ruang 19 adalah ruangan yang terletak di awal koridor menuju bangunan sekolah. Sekolah ini lumayan luas, sekitar 200 hektar. Menampung lebih kurang 4000 siswa didalamnya.
Quote:
“dek sebentar” ucap suara terdengar dari kejauhan
Rupanya itu adalah suara kepala sekolah tadi
Quote:
“ada apa pak ?” Tanya ku kepada beliau
“begini dek, kamu kan baru di sekolah ini, bapak selaku kepala sekolah harus nganter sama ngenalin kamu di kelas” jawab beliau
“ooo, iya pak”
Aku pun berjalan bersama beliau ke ruang 19
Quote:
TOK TOK TOK
Beliau mengetuk pintu ruangan tersebut. Tak lama kemudian pintu pun terbuka. Munculah sesosok wanita yang lumayan cantik
Quote:
“wah ini guru ? kalo bukan gue pacarin juga kali” kata ku dalam hati
“lho, ada murid baru pak ?” Tanya wanita itu
“iya bu, ini murid baru di kelas ibu” jawab beliau
“ooo, makasih pak di anter kesini. Ayo dek masuk” balas wanita itu sambil mengajakku
Pak kepala sekolah pun berjalan kembali ke ruang miliknya. Aku pun masuk ke dalam kelas
Quote:
“sekarang kita ada temen baru di kelas ini” ucap si ibu
“siapa namanya dek ?” Tanya bu guru itu
“Ehem…” Aku mencoba untuk menghilangkan dahak
“Perkenalkan nama saya………….”