- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.7K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#39
It's Love
Suatu siang, Johnny memperoleh sebuah pesan di handphonenya. Ajakan makan siang. Dia berpikir bahwa itu ajakan klien. Maka, Ia mau mengajak Lativa untuk pergi bersama. Hitung-hitung ajakan kencan.
“Lativa, apa kamu punya waktu jam tiga petang nanti?”, tanya Johnny penuh harap.
“Jam tiga? Boleh saja. Aku kosong.”, Lativa tersenyum senang. Johnny tidak bisa menghentikan keinginannya mencubit pipi wanita tersebut.
“Seseorang mengajakku makan siang, tapi aku tidak kenal dia.”, ujar Johnny. Mereka terbiasa membagi segala informasi di antara mereka bertiga belas. Sebab bekerja di bidang kedetektifan membuat mereka rentan dijebak.
“Bagaimana kalau kamu ikut saja?”, tawar Johnny.
“Benarkah?!”, suara Lativa menjadi girang.
“Kau mau ikut? Seharusnya dari awal kamu bilang.”, Johnny mengacak sedikit rambut Lativa. Wanita itu tersenyum cengir.
-- “Awalnya kamu langsung bilang aku tidak boleh pergi.” --
-- “Aku mencemaskanmu.” --
Dari balik suara tawa mereka, ada mata tajam penuh dendam yang melihat mereka. Mengenggam sebuah kertas foto, hingga foto itu ronyok.
“Ah, aku harus mencetaknya lagi.”, ucap suara itu sambil berlalu.
Suatu siang, Johnny memperoleh sebuah pesan di handphonenya. Ajakan makan siang. Dia berpikir bahwa itu ajakan klien. Maka, Ia mau mengajak Lativa untuk pergi bersama. Hitung-hitung ajakan kencan.
“Lativa, apa kamu punya waktu jam tiga petang nanti?”, tanya Johnny penuh harap.
“Jam tiga? Boleh saja. Aku kosong.”, Lativa tersenyum senang. Johnny tidak bisa menghentikan keinginannya mencubit pipi wanita tersebut.
“Seseorang mengajakku makan siang, tapi aku tidak kenal dia.”, ujar Johnny. Mereka terbiasa membagi segala informasi di antara mereka bertiga belas. Sebab bekerja di bidang kedetektifan membuat mereka rentan dijebak.
“Bagaimana kalau kamu ikut saja?”, tawar Johnny.
“Benarkah?!”, suara Lativa menjadi girang.
“Kau mau ikut? Seharusnya dari awal kamu bilang.”, Johnny mengacak sedikit rambut Lativa. Wanita itu tersenyum cengir.
-- “Awalnya kamu langsung bilang aku tidak boleh pergi.” --
-- “Aku mencemaskanmu.” --
Dari balik suara tawa mereka, ada mata tajam penuh dendam yang melihat mereka. Mengenggam sebuah kertas foto, hingga foto itu ronyok.
“Ah, aku harus mencetaknya lagi.”, ucap suara itu sambil berlalu.
Diubah oleh anism 24-03-2017 19:49
0