- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.7K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#36
Lativa and The Twins 2
Malam itu Lativa sudah mengepak semua barangnya. Dia tidak punya banyak barang yang dapat dikenang. Pakaiannya semua adalah pakaian yang telah dibelinya setelah bebas dari pembakaran diri.
Ia keluar dari kamar mendapati lelaki yang pertama kali membantunya di universitas sedang duduk sambil menyeruput segelas kopi. Pria itu tampaknya berpura-pura tidak mengenalinya.
“John.. Apa kamu benar-benar tidak setuju kalau aku pergi?”, tanya Lativa.
“Iya. Tentu saja aku tidak setuju.”, jawab Johnny gusar.
“Kenapa? Itu kesempatan bagiku untuk bertemu keluargaku.”, melas Lativa.
“Dan kemudian, di bawa ke tempat pembakaran lagi?”, ejek Johnny.
“Kita bisa bertemu orang tuaku diluar. India itu besar John.”, Lativa menjelaskan. Kata-kata itu sepertinya membuka mata Johnny. Dia mencoba meneguk beberapa suap kopi kembali.
Ia menjadi salah tingkah. Malu karena sifatnya yang sangat defensif. Ia menghabiskan minumannya kemudian berdiri. “Kari atau creamy soup?”, tawar Johnny.
“Creamy soup!!”, seru Lativa sambil menggengam tangan Johnny.
Johnny merapikan pakaian dengan sangat berantakan. Ia mengeluar masukkan seluruh pakaiannya. Berulang-ulang.
“John. Ini sudah ke empat kali nya kamu mengacak-acak tas ranselmu. Bawa yang diperlukan, bukan yang diinginkan.”, tukas Brian.
“Aku bersumpah kalau sekali lagi kamu mengoceh. Aku akan sumbat man thou (bak pao tanpa isi) dalam mulutmu.”, ujar Johnny.
“Oops. Maafkan aku Yang Mulia.”, gelak Brian. Mau tidak mau Johnny ikut tersenyum.
Malam itu Lativa sudah mengepak semua barangnya. Dia tidak punya banyak barang yang dapat dikenang. Pakaiannya semua adalah pakaian yang telah dibelinya setelah bebas dari pembakaran diri.
Ia keluar dari kamar mendapati lelaki yang pertama kali membantunya di universitas sedang duduk sambil menyeruput segelas kopi. Pria itu tampaknya berpura-pura tidak mengenalinya.
“John.. Apa kamu benar-benar tidak setuju kalau aku pergi?”, tanya Lativa.
“Iya. Tentu saja aku tidak setuju.”, jawab Johnny gusar.
“Kenapa? Itu kesempatan bagiku untuk bertemu keluargaku.”, melas Lativa.
“Dan kemudian, di bawa ke tempat pembakaran lagi?”, ejek Johnny.
“Kita bisa bertemu orang tuaku diluar. India itu besar John.”, Lativa menjelaskan. Kata-kata itu sepertinya membuka mata Johnny. Dia mencoba meneguk beberapa suap kopi kembali.
Ia menjadi salah tingkah. Malu karena sifatnya yang sangat defensif. Ia menghabiskan minumannya kemudian berdiri. “Kari atau creamy soup?”, tawar Johnny.
“Creamy soup!!”, seru Lativa sambil menggengam tangan Johnny.
Johnny merapikan pakaian dengan sangat berantakan. Ia mengeluar masukkan seluruh pakaiannya. Berulang-ulang.
“John. Ini sudah ke empat kali nya kamu mengacak-acak tas ranselmu. Bawa yang diperlukan, bukan yang diinginkan.”, tukas Brian.
“Aku bersumpah kalau sekali lagi kamu mengoceh. Aku akan sumbat man thou (bak pao tanpa isi) dalam mulutmu.”, ujar Johnny.
“Oops. Maafkan aku Yang Mulia.”, gelak Brian. Mau tidak mau Johnny ikut tersenyum.
Diubah oleh anism 22-03-2017 20:41
0