Kaskus

Story

dee1092Avatar border
TS
dee1092
Cewek Cetar
Orang bilang, gue cewek cetar. Whatever!!
Pernah nggak lo ngeliat pantat seorang cowok yang cuma pakek boxer doang? Gue pernah


Story From : ZAEEMAAZZAHRA

INDEX
Part 1 (Raya Pov)
Part 2 (Raya Pov)
Part 3 (arsyaf Pov)
Part 4 (Raya Pov)
Diubah oleh dee1092 23-03-2017 02:57
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
3.4K
22
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
dee1092Avatar border
TS
dee1092
#20
Part 4
[Raya pov]

Baru mulai memasuki gerbang sekolah, bulu
kuduk gue udah berdiri kaku saat ngeliat dua
cabe-cabean lagi ngadain acara bisik-bisik
tetangga. Mereka ngelihatin gue dengan tatapan
risih. Ada apa ini sebenernya? Begitu pula pas gue
berjalan di sepanjang koridor sekolah! Sepertinya
temen-temen lagi nge-gosipin gue deh. Mereka
tampak bersikap aneh ketika gue lewat.

"Raya!" Tantri, menepuk punggung gue dari
belakang. Gue menoleh kaget.

"Lo nggak denger tentang gosip terbaru?" Tanya
Tantri.

Gue geleng-geleng blo'on. Gak tau apa-apa.

"Ada gosip terbaru tentang lo!" Kata cewek
pendek, mungil, cantik yang ada di hadapan gue.

"Gosip? Gosip apaan?"

"Gue denger, elo itu stalker."

"WHAT!! GUE STALKER?!" Kata gue yang kaget
bukan main.

"Kaget ya kaget aja! Nggak usah muncrat!" Omel
Tantri sinis sambil ngusapin mukanya pakek tisu.

Gue meringis. "Hehehe sori."

"Mau denger lanjutan gosipnya nggak?"

Gue cuma manggut-manggut mengiyakan.

"Katanya, lo itu suka stalking facebooknya Arsyaf,"
lanjut Tantri setengah berbisik.

"WHAT?!" Gue muncrat lagi.

"Ah, udah ah! Gue nggak mau cerita sama lo lagi!
Dari tadi liur lo muncrat-muncrat ke gue! Bye!"
Ujar Tantri judes terus berlalu begitu aja dari
hadapan gue.

Gue masih berdiri di tempat yang sama.
Mematung memikirkan gosip-gosip yang beredar.

MUKE GILEEEEE!! GUE SUKA STALKING
FACEBOOKNYA ARSYAF? Fitnah keji macam apa
ini, Tuhan? Pasti ini kerjaan si cowok bego IQ 0,5
itu! Ya! Siapa lagi kalau bukan Arsyaf?

Dengan semua kekesalan gue, gue berlari
menuju kelas, kemudian mencari si penyebar
fitnah. Si cowok super ngeselin itu langsung
menoleh ke arah pintu ketika gue masuk.

"Arsyaf, gue mau bicara sama lo!" Ucap gue
lantang.

"Ciyeee ciyeeee.....ada yang lagi kasmaran nih
yeeee" kata Zen, ketua geng The Shadow. Dan
berkat dia, semua orang jadi ngetawain gue.

Okeh! Gue akan buat peritungan sama dia nanti
setelah gue menyelesaikan urusan gue sama
Arsyaf.

Gue pelototin tuh si Arsyaf, cowok paling
nyebelin yang pernah gue kenal. "Lo yang nyebar
fitnah keji itu, kan?"

"Kalau iya, emangnya kenapa?" Kata Arsyaf
nyolot.

"CARI MATI LO, YA?!" Bentak gue marah tapi gak
sampek muncrat.

Arsyaf berdiri dari tempatnya, tubuhnya sedikit
membungkuk untuk menyamai tinggi badanku.

"Denger ya, Rayap! Lo yang pertama kali
menfitnah gue. Lo bahkan nyebarin gosip ke
temen-temen kalau gue pakek boxer pink
polkadot. Dan sekarang....gue hanya ngelakuin hal
yang sama!"

"Ooooh jadi ini pembalasan lo? Oke! Gue terima
tantangan lo!"

"Gue tunggu pembalasan lo ya, cewek cetar!"

Gue tersenyum sinis dengan salah satu ujung
bibir tersungging ke atas. "Lo nggak usah repot-
repot nunggu pembalasan gue. Karena gue akan
membalasnya sekarang juga!" Jleeeeb! Gue
langsung menginjak dengan kuat kaki cowok
songong yang ada di hadapan gue.

"Ooouch!" Teriak Arsyaf sambil meringis
kesakitan.

"Inget! Jangan sekali-kali lo cari ribut sama gue!
Lama-lama gue gibeng lo!"

"RAYAAAAP......"

YES YES YES! Kali ini gue nggak akan kalah. Jangan
panggil gue Raya kalau gue nggak bisa melakukan
pembalasan. Hahahaha......

"Raya?" Sapa seseorang dari belakang. Suaranya
terdengar nggak asing.

Gue menoleh. Mata gue terbelalak lebar ketika
melihat Renan berdiri di hadapan gue. "Renan?
Kenapa lo bisa ada di sini?"

"Gue pindah ke sekolah ini."

"Apa? Lo pindah ke sini?" Tanya gue kaget
sampek-sampek gue lupa tadi gue ngomong sama
si Arsyaf.

"Iya. Mohon bantuannya ya...." ujar Renan sambil
tersenyum manis ke gue.

Jujur, gue jadi salah tingkah melihat senyum
manis yang ditumpahkan Renan. Gimana enggak?
Secara dia itu udah ganteng, baik, pinter main
bola lagi! Ditambah lagi kulitnya sawo mateng.
Nggak tau kenapa, gue suka sama cowok yang
kulitnya sawo mateng. Menurut gue, cowok
berkulit gelap itu terlihat lebih maco, lebih kuat,
dan lebih gagah.
Dan menurut gue, cowok yang kulitnya putih itu
terlihat LEMAH, CEMEN, DAN..... LOYO! Contohnya
aja si Arsyaf. Gue jadi heran kenapa cewek-cewek
satu sekolah pada nge-fans sama si Arsyaf ya?
Mungkin aja mata mereka lagi kesambet jin iprit!
Ih sereeeem!

"Siapa dia?" Arsyaf melirik Renan dengan sinis.

"Ih kok kepo? Jangan-jangan yang suka stalking itu
elo!" Gue malah nyolot.

Renan mengulurkan tangannya ke Arsyaf.

"Kenalin! Gue Renan, sahabatnya Raya."

Arsyaf menjabat tangan Renan tegas. "Gue
Arsyaf. Gue pacarnya Raya!"
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.