Kaskus

Story

carienneAvatar border
TS
carienne
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]


Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
(credit to : risky.jahatfor the beautiful cover)


PROLOG :


Gue selalu percaya, apapun yang kita alami di dunia ini selalu memiliki alasan tersendiri. Ga terkecuali dengan kehadiran orang-orang di kehidupan kita. Setiap orang, setiap hal, memiliki perannya masing-masing di kehidupan kita ini. Ada yang datang untuk sekedar menguji kesabaran kita, ada yang datang untuk menyadarkan kita akan mimpi dan harapan yang selalu mengiringi kita.

Gue menulis cerita ini, sebagai wujud rasa cinta gue terhadap segala yang pernah terjadi kepada gue. Ada yang ingin gue lupakan, dan ada yang ingin gue kenang selamanya. Tapi pada satu titik gue menyadari, bahwa ga ada yang harus gue lupakan, melainkan gue ambil pelajarannya. Dan untuk segala yang pernah hadir di hidup gue, ataupun yang akan hadir, gue mengucapkan terima kasih dari hati gue yang terdalam.

Cerita ini berawal pada tahun 2006, pada saat gue masih culun-culunnya menjalani kehidupan. Gue baru saja lulus SMA, dan memutuskan untuk merantau, meskipun ga jauh-jauh amat, ke ibukota untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Gue masih mengingat dengan jelas momen ketika gue mencium tangan ibu, dan elusan kepala dari bapak, yang mengantarkan gue ke gerbang rumah, sebelum gue menaiki angkutan umum yang akan membawa gue ke ibukota.

Ketika angkutan umum yang membawa gue ke ibukota itu mulai berjalan, gue sama sekali ga bisa membayangkan apa yang akan terjadi di hidup gue selanjutnya. Tentu saja gue ga bisa membayangkan kehadiran seseorang, yang dengan segala keunikan dan keistimewaannya, memberikan warna tersendiri di hati gue.

Nama gue Gilang, dan semoga sekelumit cerita gue ini bisa berkenan bagi kalian semua.


Quote:
Diubah oleh carienne 27-03-2017 21:48
radoradaAvatar border
elbe94Avatar border
corneelooAvatar border
corneeloo dan 52 lainnya memberi reputasi
53
2M
5.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
carienneAvatar border
TS
carienne
#4797
PART 93 – Sayap-Sayap Patah

28 Juni 2011...


“pagi yang indah yaaa...”

gw mengangguk, dan duduk diatas meja di samping Ara.

“jarang-jarang ada cericip burung pagi-pagi gini...” katanya lagi.

“lo kok sepagi ini udah diluar sih, kan dingin...” gw mengingatkan.

dia menggeleng.

“nggak dingin kok. Lagian gw cuma mau menikmati ini semua. Rasanya pengen gw rekam di ingatan gw...”

“pake jaket yah?” gw menawarkan.

“boleh...”

gw bergegas masuk, dan mencari jaket tipis miliknya. Kemudian gw pakaikan kepada Ara. Dia masih duduk dengan posisi yang sama.

“terima kasih...” kata Ara.

“tadi pagi gw mimpiin elo, Gil...” katanya lagi.

“oh ya? mimpi apa?”

dia tertawa kecil.

“mimpi gw ada di kosan kita, duduk berdua di kamar, berbagi cerita. Seperti yang selalu kita lakuin selama ini.”

gw tersenyum.

“lagi kangen kosan yah?” tanya gw.

Ara mengangguk-angguk pelan.

“iya, gw kangen semuanya. Semua yang pernah ada di hidup gw...”

“mau kesana lagi?”

“I wish I could...” dia menghela napas. “tapi nanti lo harus kesana lagi yak...”

“kenapa? kan sama lo juga, Cha?” tanya gw khawatir.

Ara hanya tersenyum.

“gw titip salam aja ke kosan itu...” katanya pelan.

“titip salam ke siapa? ke tembok?” gw mencoba tertawa. Hati gw diliputi perasaan yang aneh.

“iya ke tembok kamar kita, ke pintu, ke semua yang pernah gw tinggali. Oh iya, salam juga buat ibu kos yak...” ucapnya dengan senyum serius.

Gw hanya tertawa. Tawa yang hambar. Gw tahu ini bukan saatnya untuk gw tertawa. Perasaan aneh itu terlalu besar untuk dipungkiri. Ada apa ini?

“kok pake salam ke ibu kos segala...”

“ya nggak papa, salamin ya. Jangan lupa.” nadanya menegas.

“iya nanti gw salamin...” gw mengangguk meskipun dengan sejuta pertanyaan di benak gw.

“mama papa belum bangun ya?” tanyanya.

“nggak tahu gw... tadi bangun-bangun kan gw langsung kesini...”

Ara hanya mengangguk-angguk, kemudian dia menoleh dan menatap gw. Tatapan itu tulus, begitu dalam, dan menggetarkan hingga ke relung jiwa gw. Tatapan yang nggak akan gw lupa sampai kapanpun.

“lo harus selalu bangun pagi yaa...” kata Ara.

gw mengangguk. “iya, Cha... kenapa emang?”

“supaya lo bisa selalu bersyukur menjalani hari-hari lo, seberat dan sesulit apapun itu. Karena nggak semua orang bisa menikmati matahari terbit...”

“lo ngomong apa sih, Chaaa...” gw semakin khawatir. Belum pernah dia berbicara seperti ini. Demikian pula hati gw, belum pernah gw merasakan getaran seperti ini. Ada sesuatu yang mengingatkan gw.

“jangan banyak ngerokok, berhentilah kalo bisa...” dia seperti mengacuhkan gw.

“Cha, lo kenapa sih?” tanya gw gusar. Badan gw terasa dingin di sekujurnya. Ara hanya menatap gw dengan sayu, dan tersenyum.

“selalu berusaha yang terbaik ya, seperti selama ini...” dia menyandarkan kepalanya ke badan gw. Gw merangkul bahunya erat. Merasakan hangat tubuhnya.

“gw ngantuk...” katanya lembut di dekapan gw.

“tidurlah, sayang...” kata gw.

dia menatap gw sekilas.

“gw tidur dulu ya...” selama beberapa detik dia menatap gw. Momen ini nggak akan gw lupakan sepanjang gw masih bernapas.

“selamat tidur, sayang. Sampai ketemu lagi...” ucapnya lirih.

dia kemudian meletakkan kepalanya di badan gw. Dia seperti tertidur. Seperti tertidur.

Selama beberapa waktu gw mendekapnya. Waktu itu rasanya jiwa gw seperti melayang. Mungkin alam bawah sadar gw telah menyadarinya, namun logika dan kenyataan pikiran gw membantahnya. Angin pagi bertiup semilir. Cericip burung menghiasi pagi.

“Cha?” gw menggoyangkan bahunya pelan.

Nggak ada respon dari Ara.

“Cha?” gw memanggilnya lagi.

Dengan dorongan entah darimana, air mata gw mengalir begitu saja. Mengalir deras di pipi, seperti jiwa gw memberitahukan pada jasmani gw bahwa waktunya telah tiba. Seperti sebuah seruan yang hening.

“Cha...?” panggil gw dengan suara bergetar.

Gw mohon, Tuhan... Gw mohon....

Jangan sekarang.... jangan di waktu ini....


“Chaaaa....”

Gw mulai terisak. Menatap wajahnya yang bagaikan tertidur, dan pucat. Gw menangis mendekapnya. Merasakan hangat tubuhnya yang masih tersisa. Logika manusia gw masih mencoba membantah, gw mengecek denyut nadi dan nafasnya.

Gw mohon Tuhan, gw mohon....

Apapun akan gw lakukan untuk melihatnya terbangun kembali....


Gw memeluk tubuhnya erat. Gw menangis. Tangisan gw begitu dalam, hingga rasanya merontokkan segala tulang belulang di tubuh gw. Rasanya seperti jiwa gw terampas dari tempatnya, beserta segala nafas yang membuat gw hidup. Rasanya seperti dunia gw runtuh seketika, dan segalanya menggelap.

Gw telah kehilangannya.

Acha-ku. Acha yang gw cintai sedemikian dalam. Yang membuat gw percaya akan keajaiban hidup dan keajaiban cinta. Acha. Ara.

Gw berteriak, menumpahkan segala perasaan gw. Di dalam dekapan gw adalah segala cinta, harapan dan semangat hidup gw. Dan itu telah hilang. Dia telah pergi.


Ara telah pergi.


Dia telah pergi, dihiasi oleh kemilau cahaya matahari pagi berwarna jingga keperakan dan cericip burung pagi. Seolah menjadi saksi kepergian seorang bidadari, seorang yang sangat baik dan dicintai, seorang Amanda Soraya.


Dia telah pergi, dan nggak akan kembali....


Dia pergi membawa sejuta cinta dan harapan gw....


Dia pergi, dengan kenangan yang akan selalu menghiasi memori hidup gw hingga nanti tiba waktunya gw menyusulnya....


Dia pergi, dengan seribu malaikat menyambutnya di taman surga...


dan gw yakin, Tuhan menyambutmu dengan tangan terbuka, sayang...


Selamat tinggal, Ara-ku, Acha-ku... Akan selalu ku kenang engkau sepanjang sisa hidupku, istriku sayang....






Selamat tidur, Ara... Semoga mimpi indah ya....


I love you...
sormin180
freeman01
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.