- Beranda
- Stories from the Heart
Cewek Cetar
...
TS
dee1092
Cewek Cetar
Orang bilang, gue cewek cetar. Whatever!!
Pernah nggak lo ngeliat pantat seorang cowok yang cuma pakek boxer doang? Gue pernah
Story From : ZAEEMAAZZAHRA
INDEX
Part 1 (Raya Pov)
Part 2 (Raya Pov)
Part 3 (arsyaf Pov)
Part 4 (Raya Pov)
Pernah nggak lo ngeliat pantat seorang cowok yang cuma pakek boxer doang? Gue pernah
Story From : ZAEEMAAZZAHRA
INDEX
Part 1 (Raya Pov)
Part 2 (Raya Pov)
Part 3 (arsyaf Pov)
Part 4 (Raya Pov)
Diubah oleh dee1092 23-03-2017 02:57
anasabila memberi reputasi
1
3.4K
22
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dee1092
#3
Part 1
[Raya Pov]
Hoaaaam.... gue menguap tanpa menutup mulut
dengan mata setengah mengatup. Gila!
Pematerinya bosenin banget cuuuy!! Udah
berkumis, tua-tua datar, mukanya sebelas
duabelas sama bokap gue lagi!
Sumpah! Gue capek banget setelah seharian
penuh lari-lari gak jelas karena dihukum panitia,
nulis materi yang gak jelas juga (soalnya mata gue
minus tiga), dan ditambah lagi ada beberapa
temen yang kesurupan. Entah kesambet apa tuh
anak!
Di tengah semua kekesalan itu, Seeeerp! Lampu
tiba-tiba mati. Beberapa temen yang sok cantik
teriak. Padahal gak ada yang cantik menurut gue.
Jadi, gak usah kecentilan! Toh cuma mati lampu.
Pak Bambang pun beraksi, mengatasi masalah
malah nambah masalah. Bapak-bapak paruh baya
itu nyuruh Arsyaf ke depan buat benerin lampu.
Helloooow! Yang ada cewek-cewek kecentilan itu
bukannya diem malah tambah jingkrak-jingkrak
kayak kuda lumping tau!
Daaaaaan......tebakan gue bener! Hampir seluruh
cewek yang ada di dalam ruangan teriak-teriak.
Sekarang bukan karena lampunya mati. Tapi
karena ada cowok ganteng lewat. Eiiits....terus,
kenapa tadi sebelum Arsyaf dateng mereka udah
teriak-teriak? Berarti sekarang mereka nggak
takut lampu mati dong? Oh iya! Perlu di garis
bawahi, kalau saat itu Arsyaf pakek celana longgar
sedengkul ya.....
Tik tok tik tok.....Arsyaf melangkah. Hampir
semua cewek bertingkah padahal lagi mati lampu.
Nggak mungkinlah Arsyaf ngeliat tingkah-tingkah
sok imut mereka. Mereka itu emang terlahir
bodoh atau gimana sih?
"Arsyaf, tolong pasangkan lampu ini," kata Pak
Bambang pada cowok tinggi semampai itu.
"Baik, Pak." Arsyaf nggak menolak. Dia emang
anak yang nurut walaupun kadang-kadang dia
koplak juga kayak gue. Hiks hiks hiks.....
Langsung aja Pak Bambang dengan dibantu
beberapa teman yang lain menata bangku terus
ditumpuk kursi buat Arsyaf biar bisa benerin tuh
lampu. Setelah Pak Bambang mengecek tuh
bangku udah bener atau enggak, Arsyaf
dipersilahkan naik.
Eaaah Eaaah Eaaah....lagi-lagi cewek-cewek teriak-
teriak nggak jelas. Mulutnya tolong dikondisikan
ya, batin gue. Ah, gue malas menjadi publik figur
di sekolah jadi kali ini gue diem aja soalnya
capek. Pengen tidur! Secara ini udah jam sebelas
cuy! Masih aja dijejeli kajian-kajian yang menurut
gue nggak penting.
Arsyaf pun naik ke atas kursi, naik ke atas bangku,
terus naik ke atas kursi yang sengaja ditata di atas
bangku. Yaaaaa begitulah. Remang-remang bisa
gue lihat gerak-gerik teman-teman termasuk
Arsyaf yang sekarang jadi titik fokus. Cewek-
cewek pada melongo. Terpesomsom rupanya. Eh,
maksudku terpesona. Hehehe
Arsyaf memutar bola lampu dari atas, sedangkan
pak Bambang memegangi tumpukan bangku kursi
itu biar seimbang. Aaaaarghh! Tiba-tiba semua
orang terperanjat kaget bukan main ketika Arsyaf
kehilangan keseimbangan.
"Aaaahhhh!" Teriak Arsyaf.
Pak Bambang pun tentu aja ikutan kaget dan
langsung memegangi celana longgar Arsyaf. Eiiits!
Tiba-tiba gue lihat pantat dengan boxer abu-abu.
Sebenernya gue nggak tau apa warna boxer yang
dipakek Arsyaf soalnya dalam keadaan masih mati
lampu semuanya kelihatan abu-abu di mata gue.
Telolet telolet telolet. Aaaaargh!! Teriakan cewek-
cewek centil semakin tak terkendali. Mereka
langsung jingkrak-jingkrak kegirangan seperti
kesurupan aja. Huuuft! Mereka bahkan nggak
menutup mata saat ada adegan vulgar kayak gitu.
Ada apa dengan gue? Gue? Lo tanya gue? Tentu
aja saat adegan itu terjadi, gue tutup mata lah!
Walaupun gue tetep lihat di antara celah jemari
gue. Hehehe.... jangan nge-bully ya! Gini-gini gue
orangnya penasaranan tau!
[Raya Pov]
Hoaaaam.... gue menguap tanpa menutup mulut
dengan mata setengah mengatup. Gila!
Pematerinya bosenin banget cuuuy!! Udah
berkumis, tua-tua datar, mukanya sebelas
duabelas sama bokap gue lagi!
Sumpah! Gue capek banget setelah seharian
penuh lari-lari gak jelas karena dihukum panitia,
nulis materi yang gak jelas juga (soalnya mata gue
minus tiga), dan ditambah lagi ada beberapa
temen yang kesurupan. Entah kesambet apa tuh
anak!
Di tengah semua kekesalan itu, Seeeerp! Lampu
tiba-tiba mati. Beberapa temen yang sok cantik
teriak. Padahal gak ada yang cantik menurut gue.
Jadi, gak usah kecentilan! Toh cuma mati lampu.
Pak Bambang pun beraksi, mengatasi masalah
malah nambah masalah. Bapak-bapak paruh baya
itu nyuruh Arsyaf ke depan buat benerin lampu.
Helloooow! Yang ada cewek-cewek kecentilan itu
bukannya diem malah tambah jingkrak-jingkrak
kayak kuda lumping tau!
Daaaaaan......tebakan gue bener! Hampir seluruh
cewek yang ada di dalam ruangan teriak-teriak.
Sekarang bukan karena lampunya mati. Tapi
karena ada cowok ganteng lewat. Eiiits....terus,
kenapa tadi sebelum Arsyaf dateng mereka udah
teriak-teriak? Berarti sekarang mereka nggak
takut lampu mati dong? Oh iya! Perlu di garis
bawahi, kalau saat itu Arsyaf pakek celana longgar
sedengkul ya.....
Tik tok tik tok.....Arsyaf melangkah. Hampir
semua cewek bertingkah padahal lagi mati lampu.
Nggak mungkinlah Arsyaf ngeliat tingkah-tingkah
sok imut mereka. Mereka itu emang terlahir
bodoh atau gimana sih?
"Arsyaf, tolong pasangkan lampu ini," kata Pak
Bambang pada cowok tinggi semampai itu.
"Baik, Pak." Arsyaf nggak menolak. Dia emang
anak yang nurut walaupun kadang-kadang dia
koplak juga kayak gue. Hiks hiks hiks.....
Langsung aja Pak Bambang dengan dibantu
beberapa teman yang lain menata bangku terus
ditumpuk kursi buat Arsyaf biar bisa benerin tuh
lampu. Setelah Pak Bambang mengecek tuh
bangku udah bener atau enggak, Arsyaf
dipersilahkan naik.
Eaaah Eaaah Eaaah....lagi-lagi cewek-cewek teriak-
teriak nggak jelas. Mulutnya tolong dikondisikan
ya, batin gue. Ah, gue malas menjadi publik figur
di sekolah jadi kali ini gue diem aja soalnya
capek. Pengen tidur! Secara ini udah jam sebelas
cuy! Masih aja dijejeli kajian-kajian yang menurut
gue nggak penting.
Arsyaf pun naik ke atas kursi, naik ke atas bangku,
terus naik ke atas kursi yang sengaja ditata di atas
bangku. Yaaaaa begitulah. Remang-remang bisa
gue lihat gerak-gerik teman-teman termasuk
Arsyaf yang sekarang jadi titik fokus. Cewek-
cewek pada melongo. Terpesomsom rupanya. Eh,
maksudku terpesona. Hehehe
Arsyaf memutar bola lampu dari atas, sedangkan
pak Bambang memegangi tumpukan bangku kursi
itu biar seimbang. Aaaaarghh! Tiba-tiba semua
orang terperanjat kaget bukan main ketika Arsyaf
kehilangan keseimbangan.
"Aaaahhhh!" Teriak Arsyaf.
Pak Bambang pun tentu aja ikutan kaget dan
langsung memegangi celana longgar Arsyaf. Eiiits!
Tiba-tiba gue lihat pantat dengan boxer abu-abu.
Sebenernya gue nggak tau apa warna boxer yang
dipakek Arsyaf soalnya dalam keadaan masih mati
lampu semuanya kelihatan abu-abu di mata gue.
Telolet telolet telolet. Aaaaargh!! Teriakan cewek-
cewek centil semakin tak terkendali. Mereka
langsung jingkrak-jingkrak kegirangan seperti
kesurupan aja. Huuuft! Mereka bahkan nggak
menutup mata saat ada adegan vulgar kayak gitu.
Ada apa dengan gue? Gue? Lo tanya gue? Tentu
aja saat adegan itu terjadi, gue tutup mata lah!
Walaupun gue tetep lihat di antara celah jemari
gue. Hehehe.... jangan nge-bully ya! Gini-gini gue
orangnya penasaranan tau!
0