Kaskus

Story

nanarenAvatar border
TS
nanaren
Aku dan Paman di Sekolah
Aku dan Paman di Sekolah

Hai, namaku Reni Himawari. Memang aku bukan orang Jepang. Semua orang aneh dengan namaku. Namun orang tuaku senang dengan nama itu. Barangkali bisa membawa keberuntungan. Aku adalah seorang gadis SMP biasa dengan rambut dikuncir dua. Imut sih. Tapi terlihat culun.

Di sekolah, aku sering menghabiskan waktu bersama paman penjaga sekolah. Namanya Paman Suryo. Walaupun aku tidak tahu siapa keluarganya, aku senang bisa bersama Paman. Aku juga suka membantunya.

David, anak terpopuler di sekolah. Dia seorang ketua OSIS dan kapten tim sepakbola sekolah kami. Dia tampan & baik hati, sehingga banyak perempuan yang tertarik.

Clara, seorang yang cantik. Dia wakil ketua OSIS. Dia juga seorang yang berbakat. Setiap ada rapat, dia setia mendampingi David. Dialah murid pertama yang mengenal David. Tapi dia keras kepala, suka seenaknya sendiri. Sombong sekali dia itu.

Penjual barang antik, dan semua teman-teman juga guru-guru, adik-adikku tersayang,
Inilah ceritaku.

Quote:



Terima kasih sudah membaca cerita saya. Nantikan cerita selanjutnya ya emoticon-Request
Diubah oleh nanaren 14-04-2019 14:05
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
8.3K
43
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
nanarenAvatar border
TS
nanaren
#2
Episode 1
Merasa Malu


Sepulang sekolah, tiba-tiba saja cuaca jadi mendung. Angin bertiup dan udara dingin. Di perempatan jalan kecil, ada ayam dikejar kucing, membuatku sangat kaget. Sungguh melelahkan! Hari ini aku merasa aneh. Aduh, malunya kalau dilihat orang karena aku takut dengan ayam dan kucing.

Tadi di sekolah juga. Kulihat David membaca dengan suara nyaring. Alisnya yang tebal, matanya yang bersinar, senyumnya juga manis dan menawan. Oh, rambutnya basah! Lehernya juga berkeringat. Pasti gara-gara olahraga tadi pagi.

"Ya, sudah cukup. Selanjutnya Himawari."

Apa tidak gerah ya? Badannya pasti lengket. Seharusnya kan ganti kaos dalam.

"Hei, Himawari! Kau dengar tidak?" seru Pak guru marah.
"I-i-i-iya, Pak! Kaos dalam..."

Suasana kelas hening sejenak, lalu berubah penuh tawa. Mereka semua tertawa geli. Ternyata aku salah berucap. Disuruh membaca malah melamun sendiri. Mereka kira aku mau minta kaos dalam. Apalagi David, dia selalu tertawa melihatku. Clara juga selalu memperhatikanku. Aku jadi terbata-bata membacanya. Uh, malunya aku!

Lalu saat pelajaran renang, rasanya segar sekali airnya. Aku kepikiran David terus waktu di tempat ganti. Aku keluar. Semua kaget melihatku dan tertawa. Lebih-lebih anak laki-laki. Ternyata aku belum mengganti baju renangnya. Cepat-cepat aku kembali. Rasa malu, sedih, ingin menangis bercampur jadi satu. Seperti biasa, aku mengunjungi Paman Suryo. Beliaulah yang selalu menghiburku di kala sedih. Beliau hanya tinggal sendiri di rumah kecil, tepatnya masih area sekolah ini. Yah, ini memang sudah menjadi tugasnya sebagai penjaga sekolah. Aku senang bertemu Paman, tidak malu, tetap bahagia.
*****

Belum sampai rumah, hujan sudah datang. Aku segera berlari. Dingin sekali udaranya. Ibu membuatkan coklat panas untukku. Hmm, lezatnya! Bagaimana dengan Paman Suryo? Beliau di sana sendirian. Atapnya bocor tidak ya? Apalagi cuaca hujan lebat begini. Wah, kasihan juga!

Keesokan harinya, aku berangkat pagi-pagi sekali, karena hari ini aku dapat giliran piket. Setelah semuanya bersih, aku ke rumah kecil itu. Paman Suryo menyambut dengan gembira.

"Reni pagi-pagi sudah datang. Kamu semangat sekali." katanya tersenyum.
"Hari ini aku kan piket, Paman. Baru selesai nih."

Kulihat paman belum membuat teh. Halaman sekolah juga masih kotor. Sebaiknya aku membantu.

"Paman, aku panaskan ya airnya. Di teko itu kan. Sekalian aku mau menyapu halaman."
"Ah, jadi merepotkanmu!"
"Tidak apa-apa. Aku tidak merasa direpotkan. Lagipula aku senang kalau paman juga senang."

Paman tersenyum. Beliau meminta aku menyapu saja, sementara beliau yang menyeduh tehnya. Aku mengambil sapu lidi dan tempat sampah. Sedikit demi sedikit, dan akhirnya selesai. Semua sudah bersih.

"Satu-dua-tiga.... Satu-dua-tiga...."

Terdengar gemuruh suara hentakan kaki. Semakin mendekat kemari. Oh, itu ada David juga! Ternyata pagi ini latihan tim sepakbola.

"Yah, cukup untuk hari ini." kata David kelelahan.

Tiba-tiba Clara datang memberikan handuk dan minuman untuknya. Semua jadi cemberut. Baik laki-laki maupun perempuan, sama saja!

"Uh, Clara lagi tuh!"
"Iya. Maunya sama David melulu."
"Dia cantik, sih. Pintar lagi. Kita semua pasti kalah."

Mereka semua benar. Clara memang cantik, pintar dan berbakat. Aku merasa gugup sekali bila berpapasan dengan David. Dia tersenyum padaku. Aku hanya bisa mengucapkan salam.

"S-s-selamat pagi!"
"Selamat pagi, Reni! Kamu rajin sekali. Setiap pagi sibuk, ya." Dia menatapku.

Clara langsung berbisik padanya.
"David, jangan dekat-dekat dengan anak itu! Dasar anak tidak tahu malu. Cuma cari perhatian penjaga sekolah."
"Iya, kamu ini seperti pembantu." kata anak lain.


Kenapa Clara seperti itu? Dia mungkin tidak suka denganku. Apakah David juga berpikir demikian? Aku 'kan hanya ingin membantu.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.