- Beranda
- Stories from the Heart
[TAMAT] L.I.E (LOVE in ELEGY)
...
TS
bunbun.orenz
[TAMAT] L.I.E (LOVE in ELEGY)
Spoiler for Credit Cover (THANK YOU SO MUCH):
And I know
There's nothing I can say
To change that part
But can I speak?
Well is it hard understanding
I'm incomplete
A life that's so demanding
I get so weak
A love that's so demanding
I can't speak
I see you lying next to me
With words I thought I'd never speak
Awake and unafraid
Asleep or dead
There's nothing I can say
To change that part
But can I speak?
Well is it hard understanding
I'm incomplete
A life that's so demanding
I get so weak
A love that's so demanding
I can't speak
I see you lying next to me
With words I thought I'd never speak
Awake and unafraid
Asleep or dead
- Famous Last Words by MCR -
JAGALAH SOPAN-SANTUN ANDA DALAM BERKOMENTAR, KARENA 90% TOKOH DISINI IKUT MEMBACA
Masa ini adalah lanjutan dari sebuah Masa yang Paling Indahyang dituangkan oleh suami ku tercinta Agatha
Quote:
Spoiler for Special Thanks:
***
Spoiler for From Me:
Versi PDF Thread Sebelumnya:
![[TAMAT] L.I.E (LOVE in ELEGY)](https://s.kaskus.id/images/2017/05/02/9605475_201705020801290527.jpg)
Foto diatas hanyalah sebagai ilustrasi tokoh dalam cerita ini
Quote:
Polling
0 suara
SIAPAKAH YANG AKAN MENJADI NYONYA AGATHA ?
Diubah oleh bunbun.orenz 04-07-2017 12:31
ugalugalih dan 27 lainnya memberi reputasi
26
1.5M
7.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
glitch.7
#147
PART 2
Ketukkan suara bedug yang kemudian berganti dengan suara adzan maghrib dari masjid di dekat resto ini, menandakan waktu berbuka puasa telah tiba.
Hiruk-pikuk dari para pengunjung yang mengucapkan hamdalah dan do'a berbuka puasa pun riuh terdengar. Tidak terkecuali kami berdua. Semoga puasa gua hari ini terima oleh-Nya.
Segelas teh manis hangat menjadi menu pertama yang mampir di lidah dan perut gua, begitupun dengan seorang perempuan berambut seleher disamping gua ini. Dirinya tersenyum ketika menaruh gelas teh manis miliknya itu.
"Alhamdulilah, hari ini lancar puasanya..",
"Kamu lancar kan ?", tanyanya kepada gua.
"Lancar sih, tapi entah diterima apa enggak sama Tuhan..",
"Hehehe...", jawab gua sambil terkekeh.
"Insha Alloh Za..",
"Yang penting niatnya dulu..",
"Ya udah yuk makan dulu nih kolaknya...", ucapnya lagi sambil memberikan kolak pisang kepada gua.
Ini adalah puasa hari kedelepan di tahun 2006, selama delapan hari itu pula gua alhamdulilah belum batal puasa, soal diterima atau enggaknya, biarlah jadi urusan sang Pencipta. Karena gua pun belum bisa jadi manusia yang baik dalam menjalankan perintah-perintah-Nya.
Selesai menyantap kolak pisang, gua tidak langsung menyantap menu utama pesanan kami berdua. Gua memilih membakar sebatang racun yang memang menjadi momok godaan terberat bagi smoker macem gua ini. Baru saja gua membakar si racun, tangan kiri gua pun ditepak oleh tangan lembutnya.
"Iishh.. Malah langsung ngerokok sih..", ucap nya setelah menepak tangan gua tadi.
"Yeee.. Ah gimana sih!",
"Jatoh dah nih rokok ku Kak...", jawab gua hendak mengambil rokok yang terjatuh itu.
Tapi dasar nasib, belum sempat sebatang racun itu gua raih, sepatu kets berwarna pink sudah lebih dulu menyapa sang racun, alhasil gepenglah sudah si racun tak berdaya di lantai resto ini.
"Enggak usah ngerokok dulu deh!",
"Kurangin tuh rokoknya, nanti sakit paru-paru loch...",
"Udah ayo makan lagi Za..", ucapnya setelah menginjak si racun dengan wajah cemberut.
Kami berdua pun menyantap menu utama yang memang sudah tersedia diatas meja makan resto sebelum adzan maghrib berkumandang. Selesai menyantap makanan, gua pamit sebentar ke toilet kepada Kinan. Aslinya sih gua kedepan resto, mau ngudut bray. Udah gak tahan nih jiwa smoker gua pingin ngisep racun tembakau.
Gua berada di parkiran mobil, duduk diatas pembatas mobil yang berbahan semen keras. Hembusan asap yang keluar dari mulut gua, terbang kearah langit petang diatas sana, lalu pikiran gua menerawang kepada sosok perempuan baik hati yang sedang duduk disalah satu meja resto di dalam sana.
Kinanti, Kakak kelas gua saat di sma dahulu, sekaligus teman satu kampus gua sekarang adalah perempuan yang... Hm.. sedikit anti-sosial. Sepertinya gua enggak salah kok. Karena gua ngerasa dia tidak banyak bergaul di sma pada saat kami di sekolah, padahal dia masuk jadi anggota osis waktu itu. Nyatanya, dari sekian banyak teman sma nya dulu, hanya satu atau dua yang benar-benar dekat dengannya. Sekarang apalagi, setelah kuliah disini, dirinya memilih tinggal di apartemen daripada nge-kost. Gua tanya alasannya, dia bilang lebih privasi. See ? Private.
Gua memang baru tau akhir-akhir ini soal kecendurangnnya yang lebih senang membunuh waktu santainya dengan beraktifitas secara individual daripada hangouts bersama temannya. Contohnya adalah ketika hari libur kuliah. Ketika disaat liburan, mahasiswa/i bisa pulang kerumah mereka, Kinan memilih membuat kue di apartemennya sendirian. Kalau satu atau dua kali sih mungkin wajar, tapi ini cenderung selalu begitu. Di lain waktu, dia keluar apartemen hanya untuk membeli kebutuhannya saja, dan lagi-lagi seorang diri, tanpa pernah mengajak teman kampusnya. Lalu kenapa gua bisa dekat dengan Kinan ? Pengecualian memang hanya untuk A'a Eza seorang, Ppffftt...
Beres buka puasa di resto ini, kami berdua kembali kedalam mobil untuk pulang. Di dalam mobil, gua memutar lagu U2 dari cd lagu yang berada disini. Kemudian seperti yang sudah-sudah, apalagi kalau tidak bergelut dengan kemacetan, padahal seharusnya bisa lenggang jalan raya ini karena waktu berbuka puasa baru saja mulai dari setengah jam yang lalu.
"Za, kamu pulang ke rumah ?", tanya Kinan ketika gua menghentikkan mobilnya tepat saat lalu lintas kembali padat.
"Heum ?",
"Iya lah.. Masa aku tidur di kampus Kak.. Ha ha ha..", jawab gw sambil menoleh kearahnya.
"Yaa bukan gitu..",
"Maksud aku, kamu enggak mau nginap di...", ucapannya terhenti.
Gua melirik lagi kearahnya setelah menekan habis pedal kopling, agar mobil melaju pelan menggunakan lumpsump nya.
"Di apartemen kamu ?", tanya gua.
Kinan mengangguk sambil tersipu malu. Lalu gua pun membelokkan mobil kearah jalan menuju stasiun.
Ya, gua memilih pulang ke rumah, rasanya gak etis kalau gua sampai benar-benar menginap di apartemennya berduaan. Gua baru dua kali main ke apartemen Kinan, pertama saat pendaftaran, dan kedua hari ini. Disana gua hanya numpang istirahat saja. Tiduran, nonton tv dan bermain Wii bersama Kinan sembari menunggu waktu buka puasa tadi sore.
Btw, soal console Wii, Kinan bisa lebih dulu mendapatkannya dari Papahnya setelah pulang dari luar negeri ketika itu. Dan yang gua tau, saat itu Wii belum dipasarkan disini.
Sampai juga gua dirumah pada jam 8 malam lebih setelah sebelumnya naik KRL dan membawa si Kiddo dari parkiran stasiun. Sekarang gua sudah mandi dan berganti pakaian santai, eh iya, gua jarang ikut tarawih nih, paling ikutan tarawih saat hari pertama, pertengahan sekali dua kali dan terakhir sehari sebelum takbiran. Bahaya jangan dicontoh, gak baik gais.
Gua sedang bersantai ria di sofa teras depan kamar. Nenek belum pulang tarawih, sepertinya beliau ngobrol dulu kerumah tetangga, karena sekarang sudah pukul 9 malam. Gua meminum kopi hitam manis dengan ditemani sebatang racun diselipan jari.
Entah apa yang gua lamunkan waktu itu, tapi yang jelas, tidak lama kemudian berhentilah sebuah mobil tepat di halaman rumah gua. Seorang perempuan turun dari pintu kemudi.
Oh My Goooodddddddd!!!
Ucapan itu jelas gua teriakkan di dalam hati dengan wajah yang terkesima menatap sosok perempuan yang kini sudah berada di ambang jalan antara teras dan halaman depan rumah.
"Assalamualaikum...", ucapan salam yang terdengar lembut dari mulutnya semakin membuat gua terkesima.
"Wa..",
"Walaikumsalam Yaa Ukhtii..", ucap gw terbata karena pesonanya.
"Heum ? Ukhti ?",
"Ada-ada aja kamu... Hi hi hi...", ucapnya lagi yang kini berada di dekat gua, masih berdiri.
Gua pun mempersilahkannya untuk duduk setelah dirinya membuyarkan lamunan gua ketika masih terkesima dengan sosoknya yang baru gua lihat itu.
"Hey, masih bengong aja ?",
"Kenapa sih ?, aneh ya pakaian aku ?", tanyanya sambil melihat busana yang dia kenakan.
"Eh.. Eung...",
"Enggak kok..",
"Malah kamu dengan pakaian itu almost perfect...", ucap gua sedikit gelagapan.
"Ha ?",
"Aha ha ha ha... bisa aja kamu Za",
"Eh, tapi beneran cocok aku pakai busana gini ?", tanyanya lagi
"Nyaris sempurna kata aku juga kan..",
"Pokoknya mantaplah..", jawab gua.
"Nyaris ?",
"Terus kalo sempurna dimata kamu harus gimana ?", kali ini alisnya naik turun dengan bibir yang tersenyum kepada gua.
"Sempurna kalau kamu jadi pendamping hidupku selamanya...".
Faaaaaakkkk!!! Ini mulut gak bisa direm apa yak! Aduh buyung, bahaya ini bulan ramadan malah jiwa kadal gua tiba-tiba muncul.
Spoiler for JK-(Jivva Kadal):
Perempuan yang sosoknya masih dinanti reader L.I.E, bahwa siapakah sebenarnya sosok itu ? Iyakan ? Penasarankan ? Huahahaha...
Sumpah, selama gua kenal dengannya, belum pernah gua lihat dia memakai busana muslim, atau gamis. Balutan busana gamis yang memiliki corak bunga-bunga dengan warna biru muda dan putih sebagai warna dasarnya sukses membuat gua pangling. Apalagi kini dirinya memakai kerudung, atau hijab yang besar. Bukan yang model-model hijab jaman sekarang. Warna hijabnya biru muda, jam tangannya pun berwarna biru muda pada tali jamnya. Belum lagi parasnya yang semakin cantik mempesona, walaupun gua sudah mengetahui kalau dirinya memang cantik dari dulu, tapi kecantikannya sangat berbeda kali ini.
Subhanallah... Cantik sekali Ya Alloh mahluk ciptaan-Mu ini.
Ucapan gua sebelumnya sukses membuat dia tersenyum malu-malu.
Hiiiii... Cubit sini pipinya Non... Imut bener sih kalo lagi senyum malu-malu gitu.
"Gombal mulu ih...", balasnya kepada gua.
"Tapi suka kaaann ?", balas gua lagi.
"Iya, tapi ditolak...",
"Sebel",
"Huuu..".
"Hua ha ha ha ha....", gua tertawa terbahak-bahak ketika mendengar ucapannya itu.
Raut wajahnya langsung berubah, dari senyum malu-malu malah jadi cemberut, bibirnya sengaja dimanyunkan. Hadeuh.. Nona-Nona-Nonaa... Aku tuh ya, pingin banget milikin kamu... Tapi sayang seribu kali sayang, kalo aku kasih tau alesannya kayak waktu itu, nanti reader tau siapa kamu Nona.. Buahahahaha.
Setelah sedikit mengobrol, dirinya mengajak gua untuk pergi keluar. Malam-malam gini ternyata dia sedang ingin minum bansus. Okelah kita cabs berdua menggunakan mobilnya.
Diperjalanan kami berdua tidak banyak mengobrol, karena dia asyik telponan dengan Sang Ibunda, hingga kami sampai di daerah tongkrongan muda-mudi di kota gua, barulah dia selesai mengobrol via telponnya itu.
Kami duduk bersebelahan di sisi kolam air mancur. Cukup ramai orang-orang yang menikmati malam seperti kami berdua, walaupun tidak seramai malam minggu.
"Wulan apa kabarnya Za ?", tanyanya memulai obrolan lagi.
Gua meminum sedikit bansus gua, barulah melirik kearahnya sambil tersenyum.
"Baik, alhamdulilah dia baik...", jawab gua.
"Dia enggak libur Za ?",
"Enggak pulang kesini ?", tanyanya lagi.
"Entahlah...",
"Sibuk mungkin, aku enggak tau jadwal kuliahnya..", jawab gua malas kali ini.
Perempuan cantik disebelah gua itu hanya mengerenyitkan keningnya. Kebingungan jelas nampak dari wajahnya itu.
"Udah",
"Enggak usah bingung atau heran gitu..",
"Pokoknya aku sama dia baik-baik aja kok...", ucap gua sebelum dirinya lebih dalam lagi menanyakan hubungan gua dan Wulan.
"Okey..",
"Oh ya, gimana kuliah kamu ? Lancarkan ?". tanyanya kali ini mengalihkan topik.
Gua pun menceritakan kegiatan gua di kampus. Tak ada yang menarik, kecuali ketika dirinya, gua tunjukkan foto diri gua yang ada di dalam galeri hp gua.
"Ini kamu ?",
"Ya ampun, rapih banget seragam kampusnya Za...",
"Hi hi hi...", ucapnya ketika melihat foto gua yang memakai seragam kampus, lengkap dengan jas.
"Heeuuu...",
"Ngeledek pasti nih..", ucap gua sambil merebut hp gua dari tangannya.
"Iiih..",
"Siapa yang mau ledekin kamu..",
"Kan aku bilang bagus..",
"Lagian...".
"Lagian apa hayoo ?", tanya gua memotong ucapannya.
"Lagian kamu tambah ganteng kok pakai seragam itu..", ucapnya sambil menatap mata gua lekat-lekat.
SHI to the IT ini namanya! Gua yang sering tebar jurus tatapan maut ke cewek-cewek malah gantian kena combo yang sama. Dan kenapa harus dari dia coba ? Haduuhh... Luluh hati adek Neng kalau diginiin. Lagian kok bisa-bisanya jadi seberani ini ya nih perempuan ?! Herman gua, eh heran.
"Za..",
"Kok malah diem ?",
"Ayo sini bluetooth foto tadi..". ucapnya mengagetkan lamunan gua.
Gua kaget karena terkesiap dengan ucapan sebelumnya itu. Sampai enggak mendengar ucapannya yang meminta foto gua itu.
Akhirnya gua berikan foto gua yang memakai seragam kampus itu kepadanya via bluetooth. Lalu kami pun kembali mengobrol, kali ini gantian dirinya yang menceritakan kesehariannya selama kuliah dan hal-hal lainnya.
Beres menikmati malam dingin ini, kami pun beranjak pulang, karena memang waktu sudah menunjukkan pukul 22.45 wib. Gua tidak tega jika dirinya harus mengantar gua kerumah dulu, akhirnya gua langsung memacu mobilnya langsung ke kediaman keluarganya.
"Loch, kenapa jadi langsung kerumah aku Za ?",
"Kamu gimana pulangnya ?", tanyanya khawatir.
"Enggak apa-apa",
"Kan tadi di depan ada pangkalan ojek, aku naik ojek aja pulangnya ", jawab gua sambil membuka seat-belt.
"Enggak",
"Enggak boleh..",
"Kamu bawa mobil aku aja kalau gitu..", ucapnya dengan nada bicara yang cepat.
"Ah enggak deh",
"Repot nanti pagi aku kembaliin mobil kamu...", jawab gua tidak kalah cepat.
"Aku enggak izinin kamu pulang pakai kendaraan umum pokoknya!", kali ini nada bicaranya meninggi.
"Siapa yang butuh izin kamu ?",
"He he he...", jawab gua jahil.
But, sial bagi gua, candaan gua itu ditanggapinya dengan serius. Wajahnya langsung berpaling kesisi kiri, tangannya dilipatkan kedepan dadanya.
Gua menghela napas dan meminta maaf. Tapi dirinya masih saja diam tanpa menoleh sedikitpun kearah gua disisi kanannya.
"Ayolah...",
"Aku minta maaf",
"Enggak ada maksud buat kamu jadi bete kok",
"Maaf ya, aku cuma bercanda", bujuk gua kepadanya.
"Aku tau",
"Kamu gak butuh izin aku",
"Kamu butuhnya izin Wulan",
"Karena dia pacar kamu kan", ucapnya tanpa menoleh kearah gua sedikitpun.
Lalu gw pegang bahu kanannya dengan lembut, dan ketika gua baru saja ingin mengucapkan kata maaf lagi, wajahnya menengok kearah gua. Gua pun terkejut menatap wajahnya itu.
"Tapi salah kalo aku juga khawatir sama kamu ?!!".
Ucapanya itu diiringi dengan airmata yang sudah mengalir hingga pipi.
.
.
.
.
.
.
Dan untuk kesekian kalinya ku buat kau menangis.
Maaf.
Diubah oleh glitch.7 21-03-2017 00:05
JabLai cOY dan fatqurr memberi reputasi
6
![[TAMAT] L.I.E (LOVE in ELEGY)](https://s.kaskus.id/images/2017/03/18/9605475_20170318104940.jpg)
![[TAMAT] L.I.E (LOVE in ELEGY)](https://s.kaskus.id/images/2017/03/19/9605475_20170319120710.jpg)



love u too bun...ahaha..

). 
(Jangan lupa tempura seminggu sekali ya Yah) 

