- Beranda
- Stories from the Heart
I See a Darkness [Thriller]
...
TS
bayu8910
I See a Darkness [Thriller]
I SEE A DARKNESS
Quote:
All my friends are heathens (pendosa), So? Take it Slow ...
Quote:
--== INDEKS CERITA ==--
- Introduction
- Episode 1 - Pintu Gerbang
- Episode 2 - Terbuka?? Rendahan
- Episode 3 - Benih itu Muncul
- Episode 4 - Kubuat Kau Tunduk
- Episode 5 - Awal yang Buruk
- Episode 6 - Aku Ingin Pulang
- Episode 7 - Bukankah Balas Dendam itu Indah???
- Episode 8 - Welcome Back
- Episode 9 - Game - 1
- Episode 10 Update 9 Mei 2017
Spoiler for Secret:
JANGAN LUPA Gan & Sis 
Kritik dan Sarannya
Rate juga yaa

Kritik dan Sarannya
Rate juga yaa
Diubah oleh bayu8910 07-05-2017 00:09
anasabila memberi reputasi
1
4.2K
30
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bayu8910
#15
Episode 5 Awal yang Buruk
Seketika itupun Pintu Pagar dibuka oleh Pak Yono, dan mobil langsung masuk ke arah belakang tanpa ada kata-kata lanjutan. Tapi bisa kulihat, bahwa mereka semua tampak terburu-buru dan anehnya lagi Pemilik rumah datang di akhir bulan.
Quote:
Seketika itu juga aku melangkahkan kaki ku dengan menuntun sepeda ke arah keluar sambil ku menoleh kebelakang “Yes Pak Yono lagi sibuk” Kutaruhlah sepedaku di luar gerbang agak menyamping agar tak terlihat dari dalam, dengan gaya seperti seorang detektif, akupun mengendap-endap berjalan meuju belakang.... perlahan-lahan berjalan menyusuri halaman, aku menyandarkan tubuhku ditembok sambil berjalan miring agar tidak ketahuan. Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 17.35 “Sial aku telat pulang, tapi nanggung kalau pulang”. Terjadi lah perdebatan dalam diriku, jika tidak pulang ,maka orang rumah akan khawatir, tapi kalau aku pulang, aku tak akan beranjak lebih jauh.
Quote:
Akupun tak patah arang semakin lama semakin mendekat kearah pintu tersebut, di sebelah kanan pintu terdapat pot bonsai yang besar, menurutku bisa dijadikan sebagai tempat untuk bersembunyi walaupun harus menunduk, tapi tetap saja “Pasti Ketahuan” dan tempat paling aman bersembunyi adalah di belakang mobil. Adzan magrib pun berkumandang tanda malam akan tiba, dengan perasaan gusar akupun setia menanti walaupun ada rasa cemas apabila orang tuaku mencari, Bisa Bahaya ! gak dibolehin keluar rumah lagi !!
Cukup lama mereka didalam, aku juga bingung apa yang mereka lakukan samar-samar terdengar suara Pak Yono dan Doel seperti sedang berbincang dengan seseorang sekedar obrolan biasa. Dan anehnya lagi tak terdengar suara Sang Pemilik Rumah, kemanakah dia? Padahal dia memiliki suara Tegas dan cukup kencang menurutku, tapi dia seakan tidak ada disini !
Tak lama Pak Yono dan Pak Doel keluar, saat mereka keluar bersamaan otomatis 2 pintu mereka geser dan TERLIHAT !!! isi dalam rumah tersebut, TAPI ANEHHH !! kemana semua orang? Seketika itu juga pintu tertutup diikuti dengan langkah Pak Yono dan Doel menuju ke gerbang rumah
SIAL !!! sepeda ku, aku taruh di pinggir depan rumah ! ketauan dong ! Gawat !!
“OK aku masuk sebentar buat ngecek, trus pulang, paling habisin 5 menit !” Ucapku dalam hati
Seketika itu aku pun langsung membuka pintu secara perlahan, ada perasaan was-was diiringin dengan degupan jantung yang luar biasa. Sedikit demi sedikit aku langkahkan kaki ku , akupun sempat melepas sandalku agar tidak ada suara tertinggal...
“Sepi ya, ternyata dalam rumah ini cukup terawat tidak seperti bagian luar” ucapku dalam hati
Saat akan memasuki rumah kita akan langsung disuguhkan dengan luasnya ruang keluarga / ruang tv lengkap dengan sofa yang berjajar, terdapat pula meja makan terletak di ujung kanan dari arah tempatku masuk, ada 3 ruangan disini dan semuanya tertutup, yang membuatku bingung mengapa disini terasa sepi ? seharusnya ada suara-suara mengingat mereka ada berlima.
“Ok sepertinya gak ada yang mencurigakan disini. Biasa saja.... Pulang ahhh sepertinya gak ada hal-hal gak menarik” ucapku dalam hati.
Saat aku beranjak keluar dari rumah.. TIBA- TIBA “Bruuukkkk” Seperti ada yang melemparkan sesuatu kearah ku “SAKIIIT SAKITTTTT sekali punggungku” Nyerinya sangat terasa bahkan kepalaku merasakan pusing, aku tak tahu apakah ada darah yang berkucur. Ketika aku menoleh kebelakang, TERNYATA Laki-laki itu yang melemparkannya !!!! SIAL KETAHUAN !!!!
Quote:
Seketika itu aku hanya terdiam, ingin rasanya diriku keluar dari rumah ini, hanya 3 langkah lagi menuju pintu !!! Saat aku mengusap kepalaku dengan tangan,, DARAAAHHHHHH !!!
Aku langkahkan kakiku untuk segera beranjak keluar dengan berlari, Semua itu sia-sia, laki-laki itu ternyata lebih sigap, dengan posisi membelakangiku dia menangkapku dan membelenggu kedua tanganku ibarat seorang polisi yang menangkap maling
MAAAATTTTTIIII AKUUUU !!! aku tak kuasa untuk melepaskan badanku, aku masih kurang kuattt
Dibawanya aku ke sebuah ruangan, persis disebelah ruangan TV, saat itu aku hanya bisa pasrah, detik demi detik terasa lama bagiku, aku takuut merasakan TAKUUUT yang luar biasa saat laki-laki itu menggendongku dan mendekapku secara paksa untuk . apakah ini akhir hidupku, di gorok? Disiksa? Disayat? Dimutilasi?? atau dipukuli hingga mati????
Saat itu aku merasakan bahwa mereka bukanlah orang baik, bisa dilihat dari reaksi orang tersebut saat melihatku, bukan memperingatkan, tapi malah langsung melemparkan kursi kayu kearahku
Quote:
Sakit sakit sakit sekali aku hanya dapat menangis merasakan kesakitan yang hampir diseluruh tubuhku, selain rasa sakit bekas tamparan diwajah, punggung dan pusing dikepala bagian belakangpun tak kunjung hilang, aku merasakan ada kucuran darah mengalir tapi ku tak kuasa untuk mengusapnya dengan posisi terikat aku hanya bisa berdoa dan menyesali apa yang telah aku lakukan, keingintahuanku membawaku pada penyesalan terburuk.
“Cekleeek” Suara pintu terbuka
Dengan sigap laki-laki tersebut membawaku, akupun memberontak aku teriak sekuat tenaga tapi apa yang kudapat??? tamparan demi tamparan bahkan ada pukulan mengarah ke mulut ku AAAaaaaakkkkkkkkkk “Diam kamu !!” dengan cepat dia mengangkat dan membawaku ke ruangan lainnya. MAAAATTTIIIII AKUU ! Ibuuu Bapaaak Tolong
Laki-laki itupun melepaskan ikatanku, aku merasa sedikit lega, tapi ini hanya lah awal, awal penyiksaan yang lainnya !!! digendongnya diriku lalu dia menjungkirbalikkan badanku dan dengan ditolong oleh rekannya, dia mengikat kaki ku “YA !!! Posisiku digantung tetapi dengan posisi kepala dibawah”, PUUSIIING PUUUSIIIIING yang kurasakan,, darah pun mengalir kebawah tetes demi tetes...
Ya Tuhaaaaannn
0
dan saya harap semua bijak dalam mencerna isi cerita