Kaskus

Story

orang.intorvertAvatar border
TS
orang.intorvert
You changed me, change everything about me
Halo agan dan sista yang suka nongkrong disfth, kali ini gua mau berbagi cerita. Cerita kehidupan gua yang udah gua jalani hehehe
Ga selamanya jalan kehidupan itu selalu lurus, pasti selalu ada lika-liku. Oleh karena itu, bijak lah dalam menghadapi lika-liku tersebut. Jangan sampai salah pilih.

Sorry kalo tulisan atau ketikan gua berantakan, soalnya gua jarang banget ngetik apalagi ngetik cerita-cerita, ngetik tugas aja udah males duluan. Oh iya, kalo ada anak kecil yang baca cerita ini jangan diikutin TS yang gabener. Ikutin yang baik-baik aja, ambil hikmahnya hehehe.

Kalo kalian nanya ini cerita real story atau engga, kalian tebak aja menurut kalian gimana. Trus kalo ada yang nanya-nanya foto tokoh disini, gabakal gua kasih fotonya karena itu privasi. Bukannya gua pelit, gua takutnya mereka risih fotonya dishare. Lagian kan kalian bisa bayangin sendiri gimana, soalnya sebisa mungkin gua jelasin sedetail-detail mungkin tokohnya.

Buat yang silent reader, kalo bisa tinggalin jejak atau kasih komentar emoticon-Embarrassmentapapun komentar kalian bakal gua jawab apalagi kalo saran dan kritikan.
Happy reading emoticon-Jempol
Spoiler for Index:
Diubah oleh orang.intorvert 20-03-2017 22:36
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
6.4K
69
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
orang.intorvertAvatar border
TS
orang.intorvert
#43
Part 9

Hari ini merupakan hari senin dan pada hari ini juga sudah waktunya aku harus sekolah. Aku masuk ke kelas B karena kesalahan menjawab pertanyaan yang ke 10, padahal aku berharap A. Karena dulu aku menganggap A itu artinya pintar sedangkan B artinya bodoh. Tapi pada akhirnya anggapan itu salah, di kelas ini aku mendapat teman menurutku.

Setiap hari senin emang semua sekolah mulai dari SD, SMP, SMA/SMK diadakan upacara didaerahku. Aku hari itu datang terlambat karena bangun kesiangan. Untungnya itu masih hari pertama, jadi aku diperbolehkan baris. Saat sudah dibelakang barisan aku bingung, yang mana barisan kelasku karena banyaknya orang serta barisan. Aku akhirnya mencari anak yang tingginya sama denganku tapi tidak terlihat mungkin karena badanku pendek waktu itu.

Daripada pusing mencari barisan kelasku, aku memilih baris dibarisan orang dengan asal. Memang kalau dilihat anak-anak dibarisan ini hanya beda jauh tingginya dengan tinggiku jadi aku merasa aman-aman saja. Aku lihat ada yang saling bercanda, ada yang diam, ada yang patuh dibarisan ini. Mungkin yang saling bercanda mereka udah saling kenal satu sama lain atau pernah sekolah TK bersama. Lagipula aku tidak peduli pikirku waktu itu.

************

Hari itu semua murid kelas 1 diberi tahu bahwa kelas mereka ada dilantai bawah dan dipojok. Yang paling pojok itu kelas 1B dan disampingnya ada kelas 1A. Ibuku menyuruh duduk didepan, dengan terpaksa aku duduk didepan bagian pojok. Padahal aku sudah berpikir ingin duduk dibelakang.

Lalu tak lama kemudian datang seorang anak laki-laki dengan diantar ibunya. Anak tersebut berkulit cokelat, rambutnya agak spike-spike gitu, giginya ada karang warna hitam sedikit, mukanya kayak sweeper yang ada di film dora. Nama anak tersebut Dio. Kalo aku ngeliat mukanya pasti selalu keinget wajah sweeper dan suka ketawa sendiri.

Anak tersebut duduk disebelahku, lalu tak lama kemudian datang guru sekaligus menjadi wali kelas 1B. Lalu guru tersebut menyuruh orang tua murid untuk keluar karena sudah bel dan saatnya.

Guru tersebut memperkenalkan dirinya, namanya Bu Diah. Dia yang akan menjadi wali kelas sekaligus guru di kelas ini. Lalu Bu Diah menyuruh kami untuk berkenalan dengan teman sebangku kami.

“Ayo anak-anak, coba kalian berkenalan dengan teman sebangku kalian.” Ucapnya

Aku dan Dio hanya saling lirik lalu tidak melakukan perkenalan karena masih saling malu.

15 menit berlalu, kami masih saja belum berkenalan menunggu salah satu dari kami mengalah untuk memulai perkenalan. Aku bukannya tidak mau berkenalan tapi aku malu pada saat itu untuk memulai, bingung memulainya bagaimana. Lalu akhirnya Dio mengalah dan memulai perkenalan.

“Nama kamu siapa ?” Tanyanya
“Nama aku Rangga, panggil aja Angga. Nama kamu siapa ?” Jawabku sambil bertanya
“Ohhh, nama aku Dio. Kamu dari TK mana ? kayaknya orang baru didaerah sini ya.”
“Aku dari TK Baiturahman, sekolahnya bukan disini. Didaerah C TKnya.”
“Ohhh, kamu kenapa milih sekolah jauh-jauh ? kan didaerah sana juga ada SD banyak.”
“Aku ngikutin sodara aku sekolah disini hehehe, lagian aku juga daridulu pengen masuk sini.

Lalu hening sebentar kami kembali ke pikiran masing-masing.

“Kamu sendiri dari TK mana ?” Tanyaku
“Aku dari TK Pelangi, deket kok dari sini tinggal jalan kaki.”
“Emang disini ada TK, kok pas aku berangkat ga liat ya.”
“Kamu kan sebelum kesini, ada jalan yang belok kiri tuh. Nah kamu belok kiri lalu jalan sebentar, nanti baru kamu liat sekolahnya ada disitu.”
“Ohhhh” Ucapku sambil mengingat jalan yang aku lewati pas berangkat

Kami kemudian hening kembali ke pikiran masing-masing. Lalu Bu Diah memecah keheningan dengan berbicara seperti ini.

“Nah kalian sudah saling kenalan kan dengan teman sebangku kalian ? Nah sekarang kalian perkenalkan diri kalian dari mana, asalnya dari mana, tinggal dimana, lahir dimana di depan kelas” Ucapnya

Semua seketika hening, mungkin merasa malu untuk maju kedepan.

“Yaudah kalo gitu ibu panggil sesuai absen ya.” Ucapnya lagi

Lalu Bu Diah memanggil murid sesuai dengan absen yang ada. Saat sampai absen dengan nama depan D, ada anak laki-laki yang menangis. Dia menangis saat nama dia dipanggil untuk disuruh maju kedepan. Nama murid tersebut Doni. Aku yang melihatnya lalu berpikir dia anak yang cengeng.

Nyatanya penilaianku salah saat sudah berteman dengan dia. Dia merupakan teman terbaik yang pernah ada menurutku. Lalu ibunya Doni masuk kekelas dan izin membawa keluar kelas agar tangisnya gak semakin kenceng.

Lalu perkenalanpun dilanjutkan lagi hingga akhirnya namaku dipanggil. Lalu aku maju kedepan dan memperkenalkan diri.

“Namaku Rangga, aku biasanya dipanggil Angga. Aku berasal dari TK Baiturrahman. Aku lahir di Tangerang dan tinggal di daerah C. Sekian dari aku.” Ucapku

Setelah perkenalan tersebut lalu aku duduk kembali, kemudian dilanjutkan oleh murid lain hingga selesai. Hari itu hanya perkenalan aja belum ada belajar mengajar. Mungkin besok baru dimulai proses mengajar.

************


0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.