Kaskus

Story

orang.intorvertAvatar border
TS
orang.intorvert
You changed me, change everything about me
Halo agan dan sista yang suka nongkrong disfth, kali ini gua mau berbagi cerita. Cerita kehidupan gua yang udah gua jalani hehehe
Ga selamanya jalan kehidupan itu selalu lurus, pasti selalu ada lika-liku. Oleh karena itu, bijak lah dalam menghadapi lika-liku tersebut. Jangan sampai salah pilih.

Sorry kalo tulisan atau ketikan gua berantakan, soalnya gua jarang banget ngetik apalagi ngetik cerita-cerita, ngetik tugas aja udah males duluan. Oh iya, kalo ada anak kecil yang baca cerita ini jangan diikutin TS yang gabener. Ikutin yang baik-baik aja, ambil hikmahnya hehehe.

Kalo kalian nanya ini cerita real story atau engga, kalian tebak aja menurut kalian gimana. Trus kalo ada yang nanya-nanya foto tokoh disini, gabakal gua kasih fotonya karena itu privasi. Bukannya gua pelit, gua takutnya mereka risih fotonya dishare. Lagian kan kalian bisa bayangin sendiri gimana, soalnya sebisa mungkin gua jelasin sedetail-detail mungkin tokohnya.

Buat yang silent reader, kalo bisa tinggalin jejak atau kasih komentar emoticon-Embarrassmentapapun komentar kalian bakal gua jawab apalagi kalo saran dan kritikan.
Happy reading emoticon-Jempol
Spoiler for Index:
Diubah oleh orang.intorvert 20-03-2017 22:36
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
6.4K
69
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
orang.intorvertAvatar border
TS
orang.intorvert
#31
Part 4


Aku dulunya bukan seorang introvert. Aku bahkan ceria, banyak berbicara, dan hyperaktif serta manja. Saat aku penasaran, aku selalu bertanya kepada ibu atau ayahku. Saat aku kesusahan, aku tetap bertanya.

Bahkan, dulu keingananku selalu dituruti. Saat aku meminta sesuatu pasti dibelikan. Kalau tidak dibelikan pasti aku besoknya sakit entah demam atau pusing. Aneh bukan, ya aku pun sekarang menganggap itu aneh.

********

Hari itu aku lupa hari apa, aku saat itu sedang belajar dengan ibuku. Belajar membaca dan menghitung. Ayahku katanya sedang keluar sebentar kerumah Om. Aku tidak tahu apa yang ayahku lakukan.

1 Jam berlalu, aku yang sudah merasa lelah belajar menghentikan belajar tersebut dan segera berlalu ke tv untuk menonton kartun. Ya jam 7 malam dulu memang banyak kartun yang seru. Akhirnya ayahku pulang bersama omku, lalu ayahku memanggilku

“Angga sini, ayah mau kasih tau ke kamu” Ucap ayahku

Aku yang mendengar ayahku, segera ke ayahku.

“Iya yah, kenapa ?” Ujarku
“Ini kamu ayah belikan komputer. Buat kamu belajar komputer”.

Aku yang mendengarnya terjekut sekaligus senang.

“Sebentar ya komputernya lagi di ambilin sama om kamu” Ucap ayahku

Lalu datanglah omku membawa komputer lengkap. Mulai dari CPU, Monitor Tabung, Mouse, Keyboard, serta kabel-kabel.

“Nah ini komputernya, kamu pelajari ya komputernya” kata Ayahku
“Iya yah”Ucapku sambil tak berhenti melihat komputer
“Ayah tau dari ibu, katanya kamu itu penasaran dengan komputer. Jadi ayah beli komputer buat kamu belajar.”
“Di komputernya ada game juga loh dek.” Kata Omku
“Nih om tunjukin.” Sambil menunjukkan beberapa game.
Tapi aku mendapat 2 game favorit waktu itu. Condition Zero dan YU-GI-OH.
“Yaudah kamu main komputer dulu ya, ayah pengen ngobrol sama om kamu” Ucap ayahku
“Iya yah”.

Malam itu kuhabiskan bermain game Condition Zero selama 2 jam. Memang saat itu aku masih kecil sehingga susah memainkannya. Tapi itu membuatku senang, yah walaupun tanganku kecil.

Kalian bayangin aja tangan anak TK kayak gimana kecilnya apalagi badan saya yang kecil saat bermain Condition Zero. Saya yang mengingatnya aja gregetan hahahaha.

Lagi-lagi saat aku sedang senang terhadap sesuatu, waktu tidak pernah bersahabat denganku. Jam di dinding sudah menunjukkan jam 10, yang artinya aku harus tidur karena besok sekolah. Lalu ayahku berkata kepadaku sambil masuk kamar.

“Angga tidur udah malem, udah jam 10 tuh. Besok kan kamu sekolah, besok lagi aja mainnya” Ucap ayahku.
“Iya yah.”Ujarku sambil mematikan komputer.

Oh iya aku juga sudah bisa mematikan komputer, menghidupkan komputer dan mengeprint file berkat Bu Siti yang mengajari aku setiap pulang sekolah.

Lalu aku beranjak kekamarku, berusaha memejamkan mata tapi tidak bisa. Aku terus kepikiran komputer. Rasa penasaranku semakin tinggi. Aku pun mengganti posisi dengan tidur menyamping.

15 Menit berlalu, 30 menit berlalu, hingga 1 jam berlalu. Aku masih tidak bisa tidur. Mungkin dengan melamun itu bisa membuatku ngantuk pikirku. Yah, aku melamun malam-malam dan benar aja aku mengantuk.


Quote:
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.