Kaskus

Story

orang.intorvertAvatar border
TS
orang.intorvert
You changed me, change everything about me
Halo agan dan sista yang suka nongkrong disfth, kali ini gua mau berbagi cerita. Cerita kehidupan gua yang udah gua jalani hehehe
Ga selamanya jalan kehidupan itu selalu lurus, pasti selalu ada lika-liku. Oleh karena itu, bijak lah dalam menghadapi lika-liku tersebut. Jangan sampai salah pilih.

Sorry kalo tulisan atau ketikan gua berantakan, soalnya gua jarang banget ngetik apalagi ngetik cerita-cerita, ngetik tugas aja udah males duluan. Oh iya, kalo ada anak kecil yang baca cerita ini jangan diikutin TS yang gabener. Ikutin yang baik-baik aja, ambil hikmahnya hehehe.

Kalo kalian nanya ini cerita real story atau engga, kalian tebak aja menurut kalian gimana. Trus kalo ada yang nanya-nanya foto tokoh disini, gabakal gua kasih fotonya karena itu privasi. Bukannya gua pelit, gua takutnya mereka risih fotonya dishare. Lagian kan kalian bisa bayangin sendiri gimana, soalnya sebisa mungkin gua jelasin sedetail-detail mungkin tokohnya.

Buat yang silent reader, kalo bisa tinggalin jejak atau kasih komentar emoticon-Embarrassmentapapun komentar kalian bakal gua jawab apalagi kalo saran dan kritikan.
Happy reading emoticon-Jempol
Spoiler for Index:
Diubah oleh orang.intorvert 20-03-2017 22:36
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
6.4K
69
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.8KAnggota
Tampilkan semua post
orang.intorvertAvatar border
TS
orang.intorvert
#27
Part 3


Hari itu adalah hari kamis. Di hari itu ada pelajaran yang akan kusukai terus menerus. Pelajaran tersebut adalah pelajaran komputer. Hari itu adalah awal aku menyukainya, rasa penasaran ku yang tinggi dengan komputer membuatku selalu berpikir mengenai komputer.

Pelajaran komptuer dimulai sesudah jam istirahat, aku yang waktu itu penasaran dengan apa itu komputer. Bukan aku saja tetapi banyak anak lain pun yang penasaran sehingga mereka saling berebut untuk masuk. Pada saat itu aku mendengar ada guru yang memerintah

“Ayo anak-anak, baris yang rapih. Kalau gak rapih barisnya gak bakal masuk.” Ucap guru tersebut

Anak-anak yang mendengar ucapan guru tersebut segera berbaris rapih dan aku pun mendapat posisi dibagian tengah barisan diantara 26 anak. Satu persatu anak-anakpun masuk ke dalam lab komputer tersebut.

Aku yang pertama kali baru masuk hanya bengong saat pertama kali melihatnya. Didalam ruangan tersebut kulihat banyak komputernya, mungkin ada sekitar 30 komputer berjejer rapih. Akupun ditegur karena hanya bengong bukannya duduk.

“Kamu angga kan ? ayo duduk jangan hanya bengong aja.” Ucap guru tadi
“Maaf bu” Hanya kata itu yang terucap dari bibirku.

Aku pun memilih komputer yang berada dipojokan. Ya, mulai dari hari itu aku menyukai komputer dan menyukai duduk dipojokan.
Hari itu kami disuruh belajar cara mengetik. Aku yang baru pertama kali menggunakan komputer bingung. Lalu guru tersebutpun membimbingku sampai bisa.

“Ayo sini tangannya, pegang mousenya.” Kata guru tersebut sambil mengarahkan tanganku ke mouse.
“Kamu buka logo Windows, bukanya klik kiri ya. Seperti ini.” Katanya lagi sambil mencontohkan
“Abis itu kamu buka Word, nih yang ini. Klik kiri lagi ya untuk membukanya.” Sambil menunjukkan aplikasinya

Ya aku berhasil membukanya, aku sangat senang pikirku waktu itu. Aku tersenyum bahagia tersebut. Guru tersebutpun ikut tersenyum saat melihatku tersenyum.

Hari itu aku diajari banyak hal oleh guru itu. Oh iya aku sampe lupa untuk memberitahu namanya. Nama guru tersebut adalah Bu Siti. Keliatannya Bu Siti ini seperti masih muda, seperti umur 25 tahun. Wajahnya cantik apalagi saat tersenyum, pasti setiap orang yang melihatnya ikut tersenyum. Oke skip tentang Bu Sitinya.

Aku diajari banyak oleh Bu Siti, mulai dari mengetik 1 tangan, memegang mouse dengan benar, membuka aplikasi-aplikasi, bermain games. Semua terasa menyenangkan waktu itu serta membuat rasa penasaranku bertambah mengenai komputer.

Namun sepertinya waktu tidak bersahabat denganku, aku mendengar suara bel sekolah yang artinya sudah tandanya pulang. Aku yang sedang asik dengan komputer menjadi tidak bersemangat pulang. Bu Siti yang melihatku cemberut bertanya kepadaku.

“Kamu Angga kan?” Ucapnya
“Iya bu.” Ujarku dengan muka cemberut
“Kamu kenapa cemberut ?”
“Aku masih pengen bermain komputer bu, tapi sudah pulang sekolah”
“Kan besok-besok masih bisa Angga main kesini lagi”
“Tapi aku masih penasaran bu dan masih pengen belajar”

Bu Siti terlihat berpikir sebentar lalu berkata.

“Hemm, yaudah kamu ibu izinin main komputer. Tapi cuma 30 menit aja ya, soalnya kasian ibu kamu udah nunggu”
“Beneran bu gapapa ?”
“Iya gapapa, yaudah sana main komputer. Biar ibu izin dulu sama ibu kamu”
“Makasih bu” Jawabku sambil berlari senang ke dalam lab komputer.

Didalam situ aku belajar mengetik. Aku berusaha mengetik cepat dengan 1 tangan tapi yang terjadi justru sebaliknya. Aku mengetik dengan lambat dan karena tanganku pada waktu itu masih kecil sehingga ketikan menjadi lambat. Gak kerasa 30 menit sudah berlalu, lalu Bu Siti datang dengan ibuku untuk mengajak aku pulang.

“Angga, udah waktunya pulang. Tuh ibu kamu sudah nungguin kamu daritadi. Udah 30 menit loh.” Ucap Bu Siti
“Hemm iyadeh bu aku pulang.”Ujarku sambil menggendong tas.

Lalu aku dan ibu berjalan keluar dari sekolah dan menuju ke klinik tempat ibu bekerja. Tak lupa ibu dan aku mengucapkan terima kasih kepada Bu Siti.

“Makasih ya bu, lain kali aku boleh ya main lagi.” Ucapku
“Angga, jangan begitu ga enak sama Bu Siti” Ujar ibuku
“Gapapa kok bu, iya boleh kok Angga lain kali main lagi kesini” Ucap Bu Siti
“Makasih loh bu, Angga ini emang susah dibilangin” Ucap ibuku
“Gapapa kok bu, mungkin Angga suka dengan komputer” Ujar Bu Siti sambil tersenyum

Mulai hari itu, aku bercerita banyak tentang komputer kepada ibuku. Mulai dari mengetik, menggambar, bermain permainan atau game, dan lain-lain. Semua yang aku tahu dari komputer aku ceritakan kepada ibuku. Ibuku selalu tersenyum tiap kali mendengar ceritaku.

*******************

Terima Kasih Bu Siti, tanpa ibu mungkin aku tidak pernah akan seperti sekarang.

0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.