Edisi Curhat
Akhir – akhir ini gue capek banget sama yang namanya kerjaan. Sumpah. Terlalu pusing. Gue juga gak nyangka kalo kerjaan bisa senumpuk ini. Rencana mau update thread Kisah Manusia Sayur ini dua kali seminggu pun bisa jadi sempet gak sempet. Gue beda sama penulis lain yang kadang mesti nyiapin draft jauh – jauh hari. Gue lebih suka nulis apa adanya di word kemudian gua post. Atau gak yah sehari sebelum jadwal post gue nulis dulu, besoknya tinggal post. Alasannya biar mengalir gitu ceritanya. Malam ini pun gue sebenernya belum nulis sama sekali. Gue pulang kemudian langsung sholat Isya, abis itu langsung membanting badan gue ke kasur kemudian mencoba untuk langsung tidur. Belum ada 5 menit memejamkan mata. Handphone gue berdering
“Siapa lagi dah” umpat gue dalam hati sambil mengangkat telepon
“Selamat pagi pak” suara halus sekaligus ceria di seberang telepon membuka percakapan.
“Pagi amat, udah malem nih” balas gue ketus
“Sensian deh, kayak cewek lagi PMS”
“Bodoooo”
“Something went wrong again?” tanya suara itu lagi
“Banyak kerjaan dan masalah lah” balas gue sekenanya
“Apaan tuh?” tanya suara di seberang sana masih mencoba tetap sabar.
“Haaaahhh. Jadi gini. . . . . .” gue memulai cerita gue sambil menghela nafas.
Sesekali suara di seberang berkata “Oh gitu” “Iya” “Bentar. Udah coba selesaikan dengan cara kayak gini belom?”
“Jadi gitu. . . .” gue menyelesaikan cerita gue.
Ketika gue selesai bercerita suara di ujung telepon masih berbicara halus sambil tertawa kecil.
“Hahaha. Yaudah, itu kan jalanmu. Ya jalanin aja sih. Tetep semangat doong jangan lemes gitu”
Yap, kata – kata “Semangat” yang selalu bikin mood gue berubah. Gue sedikit berpikir untuk menulis kejadian ini sekaligus menulis side story tentang Dwi dan Bayu. Gue pun bangun dari kasur menuju ke meja laptop dan menyalakan laptop gue.
“Ngantuk gak?” mood gue kali ini berubah drastis dan berbicara lembut
“Ummm. Nggak terlalu. Cuma rada capek aja. Kenapa?”
“Temenin bentar sambil cerita – cerita. Aku mau nulis di kaskus”
“Oh, yaudah gih. Bentar ya aku cari headset dulu biar enak ngobrolnya. Aku juga sambil tiduran sih di kamar” balas suara itu panjang lebar.
Gue menghold panggilan sambil ikutan mencari headset gue di tas. Setelah ketemu kemudian gue merapihkan kabel headset gue dan membuka panggilan lagi.
“Udeh?” tanya gue ke lawan bicara gue
“Udah nih” balasnya
Ada suara mengganggu di telefon. Kayak suara angin ribut.
“Suara apaan sih?” tanya gue
“Ohhh kipas angin. Aku lagi tiduran di sebelah kipas angin” balas dia dengan nada polosnya
“Masuk angin nanti. Yakaliiii. Berisik juga tau” balas gue sambil tertawa
“Oh hahaha iya iya maaf. Nih aku geseran deh”
Suara angin itupun mulai gak terdengar. Gue dan dia pun mulai saling bertukar cerita sembari gue menulis update tentang duo kocak Dwi dan Bayu. Sesekali kita ketawa bersama karena ada cerita lucu yang terselip di perbincangan kita. Lama berbincang tiba – tiba suara di seberang pun mulai gak terdengar.
“Oiiii. Oiiiiiii. Oiiiiiii. Ni haooooooo” gue memanggil lawan bicara gue.
Dengkuran halus pun mulai terdengar.
“Kampret. Kebiasaan emang gue di tinggal tidur mulu” maki gue dalam hati sambil menutup telepon.
Nggak lama kemudian gue pun tersenyum sendiri, gue memilih menulis pesan di WA.
“Good night and sweet dreams. Makasih sudah mengembalikan mood saya

” tulis gue di WA
Daaan gue melanjutkan menulis malam ini.