TS
Ariel.Matsuyama
[Orific] Waysteel: Wayang Baja (Indonesian Superheroes)
Genre:Action | Drama | Sci-Fi | Supernatural
Sinopsis:Kematian sang kakak, membuat Ariel Sadewa menjadi seorang pendendam. Dendam itu mengubahnya menjadi seorang pahlawan super bernama `Waysteel`, yang memiliki misi melenyapkan `Rahwana`, makhluk yang mengancam populasi manusia, sekaligus makhluk yang membunuh kakaknya beberapa tahun silam.
Fic ini menceritakan tentang kisah Sang Wayang Baja dalam menumpas Rahwana.
Fic ini menceritakan tentang kisah Sang Wayang Baja dalam menumpas Rahwana.
Spoiler for Chapter List:
Part 1
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Part 2
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Part 3
[Act 1] [Act 2 (End)]
Part 4
[Act 1] [Act 2 (End)]
[Act 1] [Act 2] [Act 3] [Act 4 (End)]
Part 2
[Act 1] [Act 2] [Act 3 (End)]
Part 3
[Act 1] [Act 2 (End)]
Part 4
[Act 1] [Act 2 (End)]
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 11-04-2017 18:34
0
8.2K
Kutip
18
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•349Anggota
Tampilkan semua post
TS
Ariel.Matsuyama
#17
Spoiler for Part 4 Act 1:
Sesampainya di rumah, Ariel masuk ke Wayang Base. Ia menaruh Waysteel Digital Memory ke dalam sebuah kotak kecil, yang mana kotak tersebut tersambung dengan selang yang menempel pada sebuah tabung kaca besar. Kemudian ia menekan tombol merah yang ada pada kotak itu.
Selang yang tersambung pada kotak tersebut mengeluarkan cahaya terang. Cahaya itu menyinari Waysteel Digital Memory, membuatnya mengeluarkan serpihan-serpihan `holograpichal` yang kemudian masuk ke dalam selang.
Tidak lama setelahnya, serpihan-serpihan holograpichal itu berkumpul di dalam tabung kaca, lalu membentuk sebuah pakaian pelindung berwarna dominan hitam: Armor `Waysteel` milik Ariel.
Ariel lalu menekan tombol biru yang ada di tabung kaca.
Sinar putih langsung keluar dari atas tabung, menyinari armor.
Tak berselang lama, goresan-goresan yang ada pada armor berangsur-angsur pulih, hingga hilang sama sekali.
Setelah itu, Ariel keluar dari tempat tersebut menuju kamarnya. Di kamarnya, ia duduk-duduk di kasur, melepas lelah.
Beberapa saat kemudian, Maritha datang sambil membawa segelas susu hangat.
"Tuan Ariel, kok pintu kamarnya nggak dikunci?" tanya Maritha.
"Lupa," jawab Ariel.
“Orang-orang yang bikin pesta kacau tadi bener-bener keterlaluan! Nggak tahu apa kalo bikinnya susah?!” kata Maritha kesal. "Ngomong-ngomong, tadi saya liat tuan ngejar salah satu dari mereka. Sampe mana?"
"Sampe pabrik tua," jawab Ariel. “Oh iya, mbak, kakak masih hidup.”
“Apa???” Maritha membelalak.
“Saya baru aja ngelawan dia. Dia kuat banget, mbak.”
“Tapi gimana bisa Tuan Rieft masih hidup??”
Ariel memegang pundak Maritha dan menatap matanya. “Mbak, di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin kalo Tuhan berkehendak. Kakak emang betul masih hidup! Tapi kayaknya dia kena pengaruh cuci otak. Masa iya dia tega ngelawan saya??”
“Cuci otak??” Maritha mengernyitkan dahinya.
“Iya mbak. Dia jadi nggak kenal siapa saya,” ucap Ariel.
“Tapi siapa yang ngelakuin itu??” tanya Maritha.
“Dark Rhapsody, organisasi penyembah setan. Baru Strong sama Hanzo aja yang saya kenal. Dan yang ngacauin pesta tadi Hanzo sama anak buahnya,” jawab Ariel.
“Strong sama Hanzo??”
“Ya. Dan Hanzo yang bikin putus tangan kakak 13 tahun yang lalu.”
“Tapi saya ngerasa ada yang aneh. Kenapa Dark Rhapsody ngelakuin semua itu, sementara dulu dia udah nyelakain Tuan Rieft?”
“Saya rasa Dark Rhapsody punya tujuan tertentu. Salah satunya, manfaatin kakak. Tangan kakak yang udah putus aja sekarang udah berganti jadi tangan aneh, bentuknya kayak tangan `monster`.” Ariel kemudian mengambil susu yang diletakkan Maritha di atas meja dan meminumnya.
“Terus apa rencana Tuan Ariel selanjutnya?” tanya Maritha.
“Saya akan hancurkan penjahat kayak Dark Rhapsody dan ngelepasin pengaruh cuci otak kakak, apapun caranya!” jawab Ariel.
Markas Dark Rhapsody, Sabtu 02 Mei 2020, pukul 00:30 WIB.
Di salah satu ruangan, Hanzo berdiri menatap X-Storm yang ada di dalam tabung kaca berisi air warna biru. Di ruangan itu, ia ingat ketika Ratu Gagak memperlihatkan proyeknya.
Kala itu Ratu Gagak mengajak Hanzo dan Strong ke ruangan khusus yang ada di markas Dark Rhapsody untuk memperlihatkan sesuatu.
Sesampainya di ruangan itu, Hanzo dan Strong langsung membelalak ketika melihat seorang bocah yang ada di dalam tabung kaca berisi air biru yang ditunjukkan Ratu Gagak.
"D-d-dia kan-"
Kata-kata Strong terputus begitu kakinya diinjak oleh Hanzo.
"Kenapa?" tanya Ratu Gagak.
"Ratu Gagak, saya izin sebentar ya, mau ngomong sesuatu sama Strong," kata Hanzo.
"Mau ngomongin apa?" tanya Ratu Gagak.
"Ngomongin hutang," jawab Hanzo.
"Oke," balas Ratu Gagak.
Hanzo memegang bahu Strong lalu membawanya menjauh dari Ratu Gagak.
"Kamu jangan sampai bilang ya kalo anak yang ada di dalam tabung itu anak yang kita habisi kemarin!" bisik Hanzo.
"Iya, tapi jangan main injak kaki saya gitu dong!" balas Strong.
"Habisnya kamu hampir saja bilang tadi, hampir keceplosan. Pokoknya, jangan sampai Ratu Gagak tahu, oke? Bisa habis kita sama dia." Hanzo kembali berbisik.
Strong mengangguk. "Tenang saja."
Setelah itu, Hanzo dan Strong kembali berdiri di dekat Ratu Gagak.
"Sudah?" tanya Ratu Gagak pada Hanzo.
"Sudah, Ratu," jawab Hanzo.
"Jadi, itulah proyek `Ksatria Rhapsody` yang dulu pernah saya bilang, sekarang sudah terwujud. Otak anak itu sudah saya cuci, agar cuma tunduk pada perintah Dark Rhapsody," kata Ratu Gagak.
"Ngomong-ngomong, darimana Ratu Gagak mendapatkan anak itu?" tanya Hanzo.
"Pas saya jalan-jalan, saya nemuin dia," jawab Ratu Gagak. "Saya nolong dia yang lagi diserang binatang buas. Kebetulan banget tangan kirinya buntung, cocok sama proyek Ksatria Rhapsody saya. Yaudah saya bawa pulang."
"Ooh...." Hanzo mengangguk pelan. "Tahu gitu saya biarkan saja Strong keceplosan tadi," keluhnya dalam hati.
Setelah itu, Ratu Gagak berjalan menghampiri tabung kaca (yang di dalamnya ada seorang bocah), mengeluarkan bocah di dalamnya, lalu memakaikannya pakaian.
Bocah itu sudah siap sekarang.
"Hebat ... Tangan kirinya yang putus sekarang berganti jadi tangan kiri yang keren," ucap Hanzo kagum melihat bocah itu yang berdiri beberapa langkah di hadapannya.
"Siapa namamu?" tanya Ratu Gagak pada bocah itu.
"Aku X-Storm," jawab sang bocah.
"Hahahahaha... bagus bagus," tawa Ratu Gagak. "X-Storm singkatan dari Bahasa Inggris Xtraordinary Storm, artinya badai luar biasa. Saya mau dia sekuat badai yang luar biasa."
"Wow! Namanya keren!!" ucap Strong.
X-Storm memegang bandul kalung yang melingkar di lehernya.
"I-ini ...," gumam X-Storm. "Ayah ...." Tiba-tiba ia mengingat sesuatu.
Beberapa saat kemudian, X-Storm memegangi kepalanya. Kepalanya terasa sakit sekali hingga ia berteriak-teriak, beberapa kali menyebut kata "Ayah".
Ratu Gagak panik. Ia berusaha menenangkan X-Storm, tapi sia-sia.
Sampai akhirnya, Hanzo mengambil kalung yang melingkar di leher X-Storm, kemudian memukul tengkuk X-Storm hingga bocah itu pingsan.
"Kenapa dia, Hanzo?" tanya Ratu Gagak.
"Ada yang aneh setelah dia melihat kalung ini," jawab Hanzo seraya menunjukkan kalung milik X-Storm yang dipegangnya. "Ini kan kalung Eternal, kalung termahal, cuma ada satu di dunia. Kenapa dia pusing setelah melihat kalung ini, ya?"
"Coba kamu periksa kenapa dia begitu!" perintah Ratu Gagak.
Hanzo lalu memperhatikan kalung yang dipegangnya dan juga mata X-Storm secara seksama, setelah itu memejamkan mata dan berkonsentrasi.
Beberapa saat kemudian, Hanzo kembali membuka matanya.
"Kalung ini bahaya!" ucap Hanzo. "Kalung ini bisa melepas Pengaruh cuci otaknya, karena ada momen penting yang bisa dia ingat kalo melihat kalung ini. Kalung ini peninggalan ayahnya yang sudah meninggal."
"Jadi gimana? Saya lupa lepas kalung itu pas cuci otak dia, soalnya saya nggak tahu."
"Gimana kalo kalung ini buat saya saja! Bahaya kalo masih ada di dia."
"Oke!" balas Ratu Gagak.
"Licik kamu, Hanzo," selak Strong. "Kalung kayak gitu saya juga mau."
"Hahahaha... Siapa cepat dia dapat!" ujar Hanzo.
Tiba-tiba, X-Storm yang tadi pingsan kembali bangun dan menanyakan kalungnya. Hanzo langsung menjelaskan pada X-Storm kalau kalung itu berbahaya untuknya, dan kalung itu sekarang jadi milik Hanzo. X-Storm pun mengiyakannya.
Akan tetapi, apa yang dilakukan Hanzo tidak membantu banyak. Ingatan X-Storm sering ingin kembali lagi secara mendadak. Tentu saja itu membuat Dark Rhapsody kerepotan. Begitu X-Storm dewasa dan selesai dilatih oleh Dark Rhapsody, ia tetap mengalami hal yang sama: Sakit kepala dan ingatannya ingin kembali.
Hal tersebut membuat Ratu Gagak gerah dan akhirnya menciptakan sebuah alat berbentuk kaca yang jika X-Storm sakit kepala dan ingatannya ingin kembali, kaca itu akan bergetar serta memunculkan gambar dimana lokasi X-Storm. Dan, hanya dengan satu mantera saja, X-Storm akan terteleportasi ke tempat si pemegang kaca untuk kemudian dicuci kembali otaknya di dalam tabung kaca. Ratu Gagak mempercayakan Hanzo sebagai pemegang kaca itu.
Dan sekarang, hal itu dimanfaatkan oleh Hanzo untuk menyerang Ariel. Dengan kekuatannya, dia bisa tahu kalau Ariel ialah adik dari X-Storm yang ternyata adalah `Rieft Sadewa`. Bagi Hanzo, kekuatan dan kelemahan sejati manusia terletak pada hatinya. Maka dari itu, dia menyerang hati Ariel dengan caranya sendiri. Ia ingin membuat Ariel lemah, setelah itu akan lebih mudah diserang. Baginya, tak mengapa kehilangan kalung Eternal, asal tugasnya terselesaikan dengan sempurna.
Selang yang tersambung pada kotak tersebut mengeluarkan cahaya terang. Cahaya itu menyinari Waysteel Digital Memory, membuatnya mengeluarkan serpihan-serpihan `holograpichal` yang kemudian masuk ke dalam selang.
Tidak lama setelahnya, serpihan-serpihan holograpichal itu berkumpul di dalam tabung kaca, lalu membentuk sebuah pakaian pelindung berwarna dominan hitam: Armor `Waysteel` milik Ariel.
Ariel lalu menekan tombol biru yang ada di tabung kaca.
Sinar putih langsung keluar dari atas tabung, menyinari armor.
Tak berselang lama, goresan-goresan yang ada pada armor berangsur-angsur pulih, hingga hilang sama sekali.
Setelah itu, Ariel keluar dari tempat tersebut menuju kamarnya. Di kamarnya, ia duduk-duduk di kasur, melepas lelah.
Beberapa saat kemudian, Maritha datang sambil membawa segelas susu hangat.
"Tuan Ariel, kok pintu kamarnya nggak dikunci?" tanya Maritha.
"Lupa," jawab Ariel.
“Orang-orang yang bikin pesta kacau tadi bener-bener keterlaluan! Nggak tahu apa kalo bikinnya susah?!” kata Maritha kesal. "Ngomong-ngomong, tadi saya liat tuan ngejar salah satu dari mereka. Sampe mana?"
"Sampe pabrik tua," jawab Ariel. “Oh iya, mbak, kakak masih hidup.”
“Apa???” Maritha membelalak.
“Saya baru aja ngelawan dia. Dia kuat banget, mbak.”
“Tapi gimana bisa Tuan Rieft masih hidup??”
Ariel memegang pundak Maritha dan menatap matanya. “Mbak, di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin kalo Tuhan berkehendak. Kakak emang betul masih hidup! Tapi kayaknya dia kena pengaruh cuci otak. Masa iya dia tega ngelawan saya??”
“Cuci otak??” Maritha mengernyitkan dahinya.
“Iya mbak. Dia jadi nggak kenal siapa saya,” ucap Ariel.
“Tapi siapa yang ngelakuin itu??” tanya Maritha.
“Dark Rhapsody, organisasi penyembah setan. Baru Strong sama Hanzo aja yang saya kenal. Dan yang ngacauin pesta tadi Hanzo sama anak buahnya,” jawab Ariel.
“Strong sama Hanzo??”
“Ya. Dan Hanzo yang bikin putus tangan kakak 13 tahun yang lalu.”
“Tapi saya ngerasa ada yang aneh. Kenapa Dark Rhapsody ngelakuin semua itu, sementara dulu dia udah nyelakain Tuan Rieft?”
“Saya rasa Dark Rhapsody punya tujuan tertentu. Salah satunya, manfaatin kakak. Tangan kakak yang udah putus aja sekarang udah berganti jadi tangan aneh, bentuknya kayak tangan `monster`.” Ariel kemudian mengambil susu yang diletakkan Maritha di atas meja dan meminumnya.
“Terus apa rencana Tuan Ariel selanjutnya?” tanya Maritha.
“Saya akan hancurkan penjahat kayak Dark Rhapsody dan ngelepasin pengaruh cuci otak kakak, apapun caranya!” jawab Ariel.
=***=
Markas Dark Rhapsody, Sabtu 02 Mei 2020, pukul 00:30 WIB.
Di salah satu ruangan, Hanzo berdiri menatap X-Storm yang ada di dalam tabung kaca berisi air warna biru. Di ruangan itu, ia ingat ketika Ratu Gagak memperlihatkan proyeknya.
-Flashback-
Kala itu Ratu Gagak mengajak Hanzo dan Strong ke ruangan khusus yang ada di markas Dark Rhapsody untuk memperlihatkan sesuatu.
Sesampainya di ruangan itu, Hanzo dan Strong langsung membelalak ketika melihat seorang bocah yang ada di dalam tabung kaca berisi air biru yang ditunjukkan Ratu Gagak.
"D-d-dia kan-"
Kata-kata Strong terputus begitu kakinya diinjak oleh Hanzo.
"Kenapa?" tanya Ratu Gagak.
"Ratu Gagak, saya izin sebentar ya, mau ngomong sesuatu sama Strong," kata Hanzo.
"Mau ngomongin apa?" tanya Ratu Gagak.
"Ngomongin hutang," jawab Hanzo.
"Oke," balas Ratu Gagak.
Hanzo memegang bahu Strong lalu membawanya menjauh dari Ratu Gagak.
"Kamu jangan sampai bilang ya kalo anak yang ada di dalam tabung itu anak yang kita habisi kemarin!" bisik Hanzo.
"Iya, tapi jangan main injak kaki saya gitu dong!" balas Strong.
"Habisnya kamu hampir saja bilang tadi, hampir keceplosan. Pokoknya, jangan sampai Ratu Gagak tahu, oke? Bisa habis kita sama dia." Hanzo kembali berbisik.
Strong mengangguk. "Tenang saja."
Setelah itu, Hanzo dan Strong kembali berdiri di dekat Ratu Gagak.
"Sudah?" tanya Ratu Gagak pada Hanzo.
"Sudah, Ratu," jawab Hanzo.
"Jadi, itulah proyek `Ksatria Rhapsody` yang dulu pernah saya bilang, sekarang sudah terwujud. Otak anak itu sudah saya cuci, agar cuma tunduk pada perintah Dark Rhapsody," kata Ratu Gagak.
"Ngomong-ngomong, darimana Ratu Gagak mendapatkan anak itu?" tanya Hanzo.
"Pas saya jalan-jalan, saya nemuin dia," jawab Ratu Gagak. "Saya nolong dia yang lagi diserang binatang buas. Kebetulan banget tangan kirinya buntung, cocok sama proyek Ksatria Rhapsody saya. Yaudah saya bawa pulang."
"Ooh...." Hanzo mengangguk pelan. "Tahu gitu saya biarkan saja Strong keceplosan tadi," keluhnya dalam hati.
Setelah itu, Ratu Gagak berjalan menghampiri tabung kaca (yang di dalamnya ada seorang bocah), mengeluarkan bocah di dalamnya, lalu memakaikannya pakaian.
Bocah itu sudah siap sekarang.
"Hebat ... Tangan kirinya yang putus sekarang berganti jadi tangan kiri yang keren," ucap Hanzo kagum melihat bocah itu yang berdiri beberapa langkah di hadapannya.
"Siapa namamu?" tanya Ratu Gagak pada bocah itu.
"Aku X-Storm," jawab sang bocah.
"Hahahahaha... bagus bagus," tawa Ratu Gagak. "X-Storm singkatan dari Bahasa Inggris Xtraordinary Storm, artinya badai luar biasa. Saya mau dia sekuat badai yang luar biasa."
"Wow! Namanya keren!!" ucap Strong.
X-Storm memegang bandul kalung yang melingkar di lehernya.
"I-ini ...," gumam X-Storm. "Ayah ...." Tiba-tiba ia mengingat sesuatu.
Beberapa saat kemudian, X-Storm memegangi kepalanya. Kepalanya terasa sakit sekali hingga ia berteriak-teriak, beberapa kali menyebut kata "Ayah".
Ratu Gagak panik. Ia berusaha menenangkan X-Storm, tapi sia-sia.
Sampai akhirnya, Hanzo mengambil kalung yang melingkar di leher X-Storm, kemudian memukul tengkuk X-Storm hingga bocah itu pingsan.
"Kenapa dia, Hanzo?" tanya Ratu Gagak.
"Ada yang aneh setelah dia melihat kalung ini," jawab Hanzo seraya menunjukkan kalung milik X-Storm yang dipegangnya. "Ini kan kalung Eternal, kalung termahal, cuma ada satu di dunia. Kenapa dia pusing setelah melihat kalung ini, ya?"
"Coba kamu periksa kenapa dia begitu!" perintah Ratu Gagak.
Hanzo lalu memperhatikan kalung yang dipegangnya dan juga mata X-Storm secara seksama, setelah itu memejamkan mata dan berkonsentrasi.
Beberapa saat kemudian, Hanzo kembali membuka matanya.
"Kalung ini bahaya!" ucap Hanzo. "Kalung ini bisa melepas Pengaruh cuci otaknya, karena ada momen penting yang bisa dia ingat kalo melihat kalung ini. Kalung ini peninggalan ayahnya yang sudah meninggal."
"Jadi gimana? Saya lupa lepas kalung itu pas cuci otak dia, soalnya saya nggak tahu."
"Gimana kalo kalung ini buat saya saja! Bahaya kalo masih ada di dia."
"Oke!" balas Ratu Gagak.
"Licik kamu, Hanzo," selak Strong. "Kalung kayak gitu saya juga mau."
"Hahahaha... Siapa cepat dia dapat!" ujar Hanzo.
Tiba-tiba, X-Storm yang tadi pingsan kembali bangun dan menanyakan kalungnya. Hanzo langsung menjelaskan pada X-Storm kalau kalung itu berbahaya untuknya, dan kalung itu sekarang jadi milik Hanzo. X-Storm pun mengiyakannya.
Akan tetapi, apa yang dilakukan Hanzo tidak membantu banyak. Ingatan X-Storm sering ingin kembali lagi secara mendadak. Tentu saja itu membuat Dark Rhapsody kerepotan. Begitu X-Storm dewasa dan selesai dilatih oleh Dark Rhapsody, ia tetap mengalami hal yang sama: Sakit kepala dan ingatannya ingin kembali.
Hal tersebut membuat Ratu Gagak gerah dan akhirnya menciptakan sebuah alat berbentuk kaca yang jika X-Storm sakit kepala dan ingatannya ingin kembali, kaca itu akan bergetar serta memunculkan gambar dimana lokasi X-Storm. Dan, hanya dengan satu mantera saja, X-Storm akan terteleportasi ke tempat si pemegang kaca untuk kemudian dicuci kembali otaknya di dalam tabung kaca. Ratu Gagak mempercayakan Hanzo sebagai pemegang kaca itu.
-Flashback selesai-
Dan sekarang, hal itu dimanfaatkan oleh Hanzo untuk menyerang Ariel. Dengan kekuatannya, dia bisa tahu kalau Ariel ialah adik dari X-Storm yang ternyata adalah `Rieft Sadewa`. Bagi Hanzo, kekuatan dan kelemahan sejati manusia terletak pada hatinya. Maka dari itu, dia menyerang hati Ariel dengan caranya sendiri. Ia ingin membuat Ariel lemah, setelah itu akan lebih mudah diserang. Baginya, tak mengapa kehilangan kalung Eternal, asal tugasnya terselesaikan dengan sempurna.
=***=
Diubah oleh Ariel.Matsuyama 11-04-2017 18:33
0
Kutip
Balas