Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Cahaya Dalam Kelam
Sebelum membaca mohon diperhatikan:

1. Cerita ini fiksi bila ada kejadian yg sama dengan kehidupan nyata anggap saja kebetulan. Atau kejadian nyata yang udah dirubah kedalam cerita.
2. Jangan kepo tentang ane dan tokoh tokoh dalam cerita. Nikmati aja jalan ceritanya.
3. Update diusahakan secepatnya. Jangan protes kalo updatenya sedikit. Yang penting diusahakan sampe tamat.

Prolog


Namaku Cahya. Asli dari kota kecil di Jawa Barat. Aku merantau ke kota setelah tamat SMU. Maklum ortuku hanya petani dengan penghasilan pas pasan sehingga tak mampu membiayai kuliah. Aku merantau kekota pun gara gara sakit hati diputuskan oleh Nala pacarku yang memilih lelaki lain.

Aku dimasukkan kerja di toko pakaian disalah satu mall dikota oleh sepupuku Irene (salah satu tokoh di cerita Gelap Tak Selamanya Kelam). Aku bekerja serabutan dari membantu dirumah pemilik toko sebut saja pak Budi dan beres dirumah, lanjut ke Toko Pakaian. Aku sendiri kost di dekat rumah pak Budi.


INDEX

CHAPTER 1
part 1
part 2
part 3
part 4
part 5
part 6
part 7
part 8
part 9
part 10
part 11
part 12
part 13
part 14
part 15
part 16
part 17
part 18
part 19
part 20


Yang suka Rate, Share ,Komen gak nolak dikasih yg ijo ijo.
Diubah oleh taucolama 14-04-2017 17:43
nona212Avatar border
ameyliasalsaAvatar border
4BrotherTanAvatar border
4BrotherTan dan 4 lainnya memberi reputasi
5
73.3K
306
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.6KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#86
part 9

Kami makan siang di ruang yang dulunya adalah restoran. Duh kenapa waktu makan aku selalu ingin menatap mba Susan yang duduk dihadapanku. Aku berusaha menundukkan pandanganku walau dalam hati berkata lain.

"Pak Dayat bagaimana menurut bapak, tempat ini apakah angker?": kata mba Susan.
"Angker sih ngga cuma ada gangguan dari makhluk alam lain": kata Pak Dayat.
"Bisa dibersihkan supaya ngga angker pak?": kata mba Susan.
"Bisa diusahakan, menurut nak Aka bagaimana?": kata pak Dayat.
"Sekalian prospek penginapan ini bagaimana, Aka kan pengusaha juga": kata mba Susan.

"Prospek ada ,aku tadi keliling sama mang Jajang sedikit survey tentang kawasan sini. Kawasan sini mulai rame prediksiku sih setaun kedepan akan makin ramai. Yang jadi permasalahan mampu gak bersaing dengan penginapan atau hotel yang lain. Masalah gangguan dari faktor makhluk lain ya malem sudah teratasi. Penginapan ini strategis jadi ada pihak yg ingin membeli dengan harga murah dengan membuat penginapan ini tak laku kemudian dijual murah": kata Aka.

"Terus bagaimana? Apa gak usah jadi diteruskan penginapan ini atau bagaimana?": kata mba Susan.
"Terserah mba Susan apa mau diteruskan jadi pengelola atau mundur. Bila diteruskan mesti kuat mental. Terus pilih karyawan yang loyal": kata Aka.

"Seandainya aku terus mau jadi pengelola apa Bapak Dayat dan Aka mau membantu?": tanya mba Susan.
"Saya siap bantu bukan begitu nak Aka": kata pak Dayat.
Aka mengangguk .

"Kamu bagaimana Cahya?": tanya mba Susan.
"Saya siap mba kerja disini bantu mba Susan": kataku.
"Kalo kerja mesti rajin Cahya": kata teh Irene.
"Tenang aja teh, Cahya orangnya rajin makanya saya ajak gabung kesini": kata mba Susan.

"Maaf Aka waktu malam yang terjadi dekat kolam renang sebenarnya bagaimana?": kataku.
"Yang aku tau ada kiriman agar penginapan ini gak laku. Tapi sudahlah yang penting sekarang sudah bersih.": kata Aka.
"Pas malem aku liat ada yang putih berpindah tempat, kok Aka malah ngeroko ngga kaya pak Dayat baca baca apa gitu": kataku
"Hahahaha nak Cahya belum tau, Aka sudah tau yang ganggu berwujud putih itu tak berbahaya bahkan tak berani mendekat. Bahkan dengan baca amalan saja sudah hilang. Malah nak Aka bisa mendeteksi sumber gangguan yang sesungguhnya": kata Pak Dayat.

"Ah bisa aja pak Dayat sebenernya saya takut pak. Tapi saya paling takut pertama sama Tuhan kedua sama Viona istri saya. Hahahahaha": kata Aka.
"Bilangin Viona ah kata Aka Viona lebih menakutkan dari hantu, hihihihi": kata teh Irene.

"Hahahaha gak akan percaya Viona bilang gini ah itukan akal akalan Irene biar bisa deketin Aka": kata Aka sambil tertawa.
Irene langsung cemberut dan melempar sepotong kentang goreng ke Aka dan mengenai hidung Aka.

Kami tertawa Aka malah senyum sedang teh Irene masih cemberut.
Selama kerja aku tak pernah melihat mba Susan senyum. Kali ini kulihat mba Susan tertawa sungguh cantik. Mungkin pas dikerjaan mba Susan jaga imej sebagai atasan.

"Ka, bisa ga nerawang masa depan saya dan masalah jodo": kata mba Susan.
"Wah ga bisa mba Susan, takdir jodo urusan Allah. Cuma kadang aku dapat sedikit gambaran tentang seseorang walau itu belum tentu benar": kata Aka.
"Kasih tau dikit aja gambarannya ga papa salah juga": kata mba Susan.
"Mba Susan baru putus setelah diselingkuhin nerima kerjaan disini karena ingin ngelupain orang itu. Cuma kerjaan ini gak mudah di awal": kata Aka.

Mba Susan terpaku diam mungkin kata kata Aka benar.
"Hal yang akan kukatakan adalah perkataan dari guruku.
Ketika berjalan dan menghadapi tanjakan jangan mengeluh karena setelah tanjakan ada turunan. Dan bila dihadapan ada turunan jangan senang dulu karena ada tanjakan.
Maksudnya dalam menjalani hidup ketika menghadapi kesulitan jangan bersedih karena setelah kesulitan ada kemudahan. Ketika menghadapi kemudahan jangan berlebihan gembira tapi bersiap akan datangnya kesulitan.": kata Aka.

"Bener ka aku lagi menghadapi masa sulit akhir akhir ini": kata mba Susan.
"Ya inget setelah sulit pasti ada kemudahan": kata Aka.
"Ok makasih, sekarang kita jalan jalan yu ke wisata disini sore baru pulang kekota": kata mba Susan.
"Asik jalan jalan": kata teh Irene.

Kami pamit pada mang Jajang, kemudian naik mobil jalan jalan kemudian pulang kekota.
Diubah oleh taucolama 10-03-2017 22:47
khuman
khuman memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.