Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
466.2K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.5KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#2619
A Part 83
Setelah sekian lama akhirnya kak Nauval datang menjemputku, tadinya aku mau kembali ke rumah soalnya aku suda cukup lama menunggu, ya kira-kira 20menitan lah. Bener kata kak Fe, kebanyakan orang Indonesia itu tukang ngaret dan kurang menghargai waktu dan kata kak Fe juga itu sudah merupakan suatu internalized value atau nilai yang mendarah daging seperti yang dikatakan Prof.Dr. Notonegoro.

“Ani.. kamu tau lagu ini?”
“Taulah kak, itu mah beautiful onesnya Suede”
“Kalau ini ?” Kak Nauval memencet tombol next di radio mobilnya
“Corrs, radio.”
“Pasti yang ini kamu gak bakal tau.” Ujarnya memencet lagi.
“Taulah ini mah lagunya Sore tapi gak tau judulnya.”

Entah kenapa pas di mobil jadi berasa ikutan acara musik nebak lagu kayak di TVRI yang tayang minggu lalu. Acaranya namanya Berpacu Dalam Melody, tayang malam hari, dan pas kemarin itu ibu dan kak Fe ngajak aku buat nonton bareng-bareng, ibu sih sebenarnya yang ngajak, kata ibu, ini acara baru tayang lagi, dulu pas ibu masih muda booming banget di TVRI. Mungkin ibu nonton itu pengen nostalgiaan.


“Hahaha kamu sama aja kayak kakak kmu, punya selera musik bagus, salut!” Kata dia.

Sudah jelasla, sejak kenal kak Fe, musikalitasku meningkat drastis, setiap aku mendengar lagu yang kak Fe putar aku selalu menanyakan kepada dia judul dan penyanyinya, terkadang aku juga suka minta rekomendasi lagu yang enak ke dia. Kak Fe tuh cocoknya kerja di radio aja, jadi tukang lagu.

***

Sebenarnya hatiku senang bisa jalan sama kak Nauval, cuman pas kita lagi makan, entah kenapa aku kurang nyaman karena kak Nauval selalu nanyain tentang kak Fe. Mulai dari kebiasaanya, ini itunya, dll pokoknya, aku heran kenapa gak nanya sendiri aja sama kak Fe atau mungkin kalau begini jadinya seharusnya kak Fe aja yang diajak keluar sama kak Nauval bukan aku. Tapi untung saja topik tentang kak Fe cuman diawal, seterusnya kak Nauval mulai mengalihkan topik dan kita berbicara lebih dalam mengenai apa yang kita sukai. Pas lagi ngobrol aku dapat pesan dari kak Fe, sepertinya telinga dia panas karena diomongin sama aku dan kak Nauval.

“Kamu beruntung banget Ni, punya kakak kayak kak Felisha. Udah mah cantik, pinter, terkenal lagi. Hehe, gimana rasanya punya kakak kayak dia?” Tanya kak Nauval lagi memulai pembicaraan tentang kak Fe.

“Dia kakak tiri ku kok.” Jawabku.

“Yarasanya gitu deh kak, sekarang mah dia udah baik dulu mah gitu angkuh banget.” Kataku lagi.

“Kakak tiri? Jadi kalian bukan saudara kandung?” Kak Nauval sepertinya tidak percaya kalau aku memang bukan saudara kandung dia, tapi jangankan kak Nauval, semua orang juga gitu, sama aja, selalu saja ke aku nanyain tentang gimana rasanya punya saudara kayak kak Fe terus ujung-ujung pas aku bilang aku saudara tirinya, mereka pada gak percaya, orang-orang itu memang aneh.

“Masa sih?”

“Iya..kak”

“Tapi sekarang masih galak gitu ama kamu?”

“Kadang-kadang sih kak, tergantung mood dia mah, kadang bisa baik ya baik banget, kadang kalau udah jelek moodnya, bisa jadi prahara di rumah.”

“Aku kira kak Fe itu orangnya baik banget dan kalau punya saudara kayak gitu pasti disayang hahaha, eh taunya nggak ya, dari luar mah keliatan manis dan anggun gitu.”

“Hahaha gak sih kak, asal tau aja aku masih inget banget kak Fe pernah ngejatuhin vas bunga dari lantai 2 dan itu aku gak tau penyebanya gara-gara apaan.”

“Wah parah.”

“Jangankan gitu, dulu pas awal-awal aku sama ayah aku tinggal di rumah, kalau habis setiap makan malam bersama, pas selesai makan dia itu suka sengaja ngejatuhin piring makanya ke lantai hingga pecah…” Kataku lagi curhat.

“Wew..”

“Ya itu sih baru sebagain aku ceritain kak, sebelum-sebelumnya aku gak pernah cerita hal ini ke orang lain.”

“Terus lagi, dulu dia mah pas pertama ngomongnya kasar bahkan sama ibu, aku kasian liat ibu, maksudku ibu kandung kak Fe, tapi ya entahlah sekarang dia agak jadi berubah.” Kataku lagi.

“Hehehe.. kok jadi ngomongin kak Fe nih.” Kata kak Nauval.

“Yee kan kak Nauval sendiri yang mulai duluan.” Ejekku kepada kak Nauval.

“Yuk ah.. keburu telat kita nontonya.”

“Yuk.”

***
Rasa-rasanya pas aku lihat jam ditanganku pasti film yang ingin aku tonton bareng kak Nauval sudah dimulai. Pas lagi jalan aku ngajak berenti dulu kak Nauval buat browsing di internet ngecek jam tanyangnya, dan benar saja kita sudah telat banget gara-gara keasikan makan dan ngobrol tadi.

“Yaudah nonton yang ada aja Ni.” Ajak kak Nauval.

“Boleh kak.”

Pas lagi jalan menuju bioskop dari jauh aku bisa melihat seseorang yang bajunya sangat familiar bagiku. Orang yang memakai baju tersebut sedang mengantri buat membeli tiket dan tentu saja orang tersebut tidak asing buatku.
khodzimzz
khodzimzz memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.