- Beranda
- Stories from the Heart
Wanita Obsesif Pengganggu Hubungan
...
TS
sunwoman
Wanita Obsesif Pengganggu Hubungan
Hai Agan dan Aganwati, perkenalkan ane masi newbie nih ikutan posting di sini.
Ceritanya ane dan calon suami ane sering banget ribut gara-gara kelakuan seorang wanita, mantan pacar calon suami. Ane bingung mau ngapain dan mulai merasa jadi ikutan antagonis gara-gara keseringan nge-waro si wanita ini. Makanya, buat agan dan aganwati yang punya saran atau jalan keluar buat ane atau mau share pengalamannya, ane berterima kasih dulu nih sebelumnya.
Selamat Menikmati.
Cerita Satu: Pertemuan Kami
Cerita Dua: Pertemuan Kembali
Cerita Tiga: Kemunculan Pertama
Cerita Empat: Stecy dan Godaannya
Cerita Lima: Dan Stecy pun Berlalu, Katanya
Agan dan Aganwati, terpaksa nih cerita ane gantung dulu yah. Secepatnya ane sambung lagi.
Selamat menikmati dan semoga bisa memberi pandangan yang lebih menyeluruh yah tentang kasus ane ini
Ceritanya ane dan calon suami ane sering banget ribut gara-gara kelakuan seorang wanita, mantan pacar calon suami. Ane bingung mau ngapain dan mulai merasa jadi ikutan antagonis gara-gara keseringan nge-waro si wanita ini. Makanya, buat agan dan aganwati yang punya saran atau jalan keluar buat ane atau mau share pengalamannya, ane berterima kasih dulu nih sebelumnya.
Selamat Menikmati.
Cerita Satu: Pertemuan Kami
Cerita Dua: Pertemuan Kembali
Cerita Tiga: Kemunculan Pertama
Cerita Empat: Stecy dan Godaannya
Cerita Lima: Dan Stecy pun Berlalu, Katanya
Agan dan Aganwati, terpaksa nih cerita ane gantung dulu yah. Secepatnya ane sambung lagi.
Selamat menikmati dan semoga bisa memberi pandangan yang lebih menyeluruh yah tentang kasus ane ini
Diubah oleh sunwoman 10-03-2017 17:46
anasabila memberi reputasi
1
3.7K
33
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
sunwoman
#30
Cerita Lima: Dan Stecy Pun Berlalu, Katanya
Semenjak kejadian penemuan Sexting antara Stecy dan Deki tersebut, tanpa saya sadari, sering saya membuat Deki kesal dengan keusilan saya mengangkat-ngangkat nama Stecy dalam pembicaraan kami. Saya pun merasa hubungan saya dan Deki tidak sedekat dulu lagi.
Sempat saya meminta Deki untuk mengatakan kepada Stecy untuk menjauh dari hubungan kami, namun jawaban yang saya dapatkan justru membuat saya makin kecewa dengan Deki. Deki menyampaikan kepada saya bahwa dia bukanlah tipe orang yang bisa meninggalkan teman atau mantannya begitu saja hanya karena berakhirnya sebuah hubungan. Deki berkata bahwa dia hanya bisa melepaskan mereka saat mereka sudah bisa berdamai dengan keadaan dan berada dalam situasi kehidupan yang lebih baik.
Jujur Gan, saya senang dengan watak Deki yang baik dan setia kawan ini. Justru inilah salah satu alasan kuat saya selama ini mempertahankan hubungan kami, karena saya merasa kagum dengan perlakuannya terhadap teman-temannya dan saya berharap bahwa sebagai teman terdekatnya, teman hidup (Amiiinnn), saya setidaknya akan diperlakukan seperti itu juga oleh Deki.
Singkat cerita, salah satu teman ngetrip kami pulang ke rumah kakaknya yang berada satu kota dengan Stecy. Setau saya Stecy yang supel memang berusaha membuat ikatan pertemanan dengan siapa saja teman yang ia rasa dekat dengan Deki, bahkan dulu sebelum dia tau siapa saya dia sempat mengajak saya untuk berteman. Sehingga dalam hati, saya sedikit yakin dia akan menemui teman kami ini nanti untuk diajak bertukar kabar sambil menanyakan kabar Deki dan Bagaimana kehidupannya saat ini.
Sepulangnya dari kunjungan teman saya ini ke kota tersebut, tiba-tiba teman saya mengajak saya untuk bertemu dan mengobrol dengan serius.
"Ya, kenapa Fer? Tumben kamu ngajak ketemuan ga sama Deki" Tanya saya membuka pembicaraan.
"Mbak, kemaren kan aku ke Pekanbaru, nah aku ketemu Stecy di sana" Jawab Ferdi, langsung ke topik pembicaraan, tanpa pengantar.
Karena saya memang tidak mendapatkan banyak cerita dari Deki tentang Stecy, maka saya pun sedikit tertarik dengan topik pembicaraan Ferdi ini. "Iya, kenapa, dia nanya-nanyain abang kamu?" Tanya saya pura-pura ketus.
"Nah justru itu, gue rasa mbak ga usah khawatir lagi deh dengan urusan Stecy ini. Iya menurut gue dia orangnya sedikit ambisius dalam ngedeketin abang dan gue terus terang ga nyaman ngeliat kalian sering punya masalah gara-gara dia."
Saya jadi makin penasaran, kenapa saya harus melupakan tentang Stecy. Sebenernya saya juga penasaran kenapa Ferdi tau sampai sejauh ini, tapi yasudahlah, itu bukan hal yang paling penting saat ini.
"Si Stecy kemaren cerita, kalau dia ga ada kesempatan sama Abang lagi. Jadi dia sekarang udah ada calon suami, katanya sih udah tunangan. Jadi lo ga usah khawatir lagi mbak, sebentar lagi Stecy udah mau nikah."
Terus terang saya cukup terkejut dengan kabar ini. Karena tidak seperti keacuhan yang ditunjukan nya, ternyata di belakang saya Deki care dengan apa yang saya rasakan dan dia bertindak untuk melindungi perasaan saya. Ga tau deh saya musti terharu atau bagaimana pada saat itu.
Namun, entah itu hanya trik Stecy untuk membuat kami semua lengah atau memang keadaan yang menghendakinya seperti itu. Yang pasti apa yang saya ketahui 2 tahun kemudian (berarti setelah 4 tahun saya bareng-bareng sama Deki), benar-benar membuat saya muak dan kesal dengan wanita bernama Stecy ini.
Semenjak kejadian penemuan Sexting antara Stecy dan Deki tersebut, tanpa saya sadari, sering saya membuat Deki kesal dengan keusilan saya mengangkat-ngangkat nama Stecy dalam pembicaraan kami. Saya pun merasa hubungan saya dan Deki tidak sedekat dulu lagi.
Sempat saya meminta Deki untuk mengatakan kepada Stecy untuk menjauh dari hubungan kami, namun jawaban yang saya dapatkan justru membuat saya makin kecewa dengan Deki. Deki menyampaikan kepada saya bahwa dia bukanlah tipe orang yang bisa meninggalkan teman atau mantannya begitu saja hanya karena berakhirnya sebuah hubungan. Deki berkata bahwa dia hanya bisa melepaskan mereka saat mereka sudah bisa berdamai dengan keadaan dan berada dalam situasi kehidupan yang lebih baik.
Jujur Gan, saya senang dengan watak Deki yang baik dan setia kawan ini. Justru inilah salah satu alasan kuat saya selama ini mempertahankan hubungan kami, karena saya merasa kagum dengan perlakuannya terhadap teman-temannya dan saya berharap bahwa sebagai teman terdekatnya, teman hidup (Amiiinnn), saya setidaknya akan diperlakukan seperti itu juga oleh Deki.
Singkat cerita, salah satu teman ngetrip kami pulang ke rumah kakaknya yang berada satu kota dengan Stecy. Setau saya Stecy yang supel memang berusaha membuat ikatan pertemanan dengan siapa saja teman yang ia rasa dekat dengan Deki, bahkan dulu sebelum dia tau siapa saya dia sempat mengajak saya untuk berteman. Sehingga dalam hati, saya sedikit yakin dia akan menemui teman kami ini nanti untuk diajak bertukar kabar sambil menanyakan kabar Deki dan Bagaimana kehidupannya saat ini.
Sepulangnya dari kunjungan teman saya ini ke kota tersebut, tiba-tiba teman saya mengajak saya untuk bertemu dan mengobrol dengan serius.
"Ya, kenapa Fer? Tumben kamu ngajak ketemuan ga sama Deki" Tanya saya membuka pembicaraan.
"Mbak, kemaren kan aku ke Pekanbaru, nah aku ketemu Stecy di sana" Jawab Ferdi, langsung ke topik pembicaraan, tanpa pengantar.
Karena saya memang tidak mendapatkan banyak cerita dari Deki tentang Stecy, maka saya pun sedikit tertarik dengan topik pembicaraan Ferdi ini. "Iya, kenapa, dia nanya-nanyain abang kamu?" Tanya saya pura-pura ketus.
"Nah justru itu, gue rasa mbak ga usah khawatir lagi deh dengan urusan Stecy ini. Iya menurut gue dia orangnya sedikit ambisius dalam ngedeketin abang dan gue terus terang ga nyaman ngeliat kalian sering punya masalah gara-gara dia."
Saya jadi makin penasaran, kenapa saya harus melupakan tentang Stecy. Sebenernya saya juga penasaran kenapa Ferdi tau sampai sejauh ini, tapi yasudahlah, itu bukan hal yang paling penting saat ini.
"Si Stecy kemaren cerita, kalau dia ga ada kesempatan sama Abang lagi. Jadi dia sekarang udah ada calon suami, katanya sih udah tunangan. Jadi lo ga usah khawatir lagi mbak, sebentar lagi Stecy udah mau nikah."
Terus terang saya cukup terkejut dengan kabar ini. Karena tidak seperti keacuhan yang ditunjukan nya, ternyata di belakang saya Deki care dengan apa yang saya rasakan dan dia bertindak untuk melindungi perasaan saya. Ga tau deh saya musti terharu atau bagaimana pada saat itu.
Namun, entah itu hanya trik Stecy untuk membuat kami semua lengah atau memang keadaan yang menghendakinya seperti itu. Yang pasti apa yang saya ketahui 2 tahun kemudian (berarti setelah 4 tahun saya bareng-bareng sama Deki), benar-benar membuat saya muak dan kesal dengan wanita bernama Stecy ini.
Diubah oleh sunwoman 11-03-2017 11:32
0