Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Cahaya Dalam Kelam
Sebelum membaca mohon diperhatikan:

1. Cerita ini fiksi bila ada kejadian yg sama dengan kehidupan nyata anggap saja kebetulan. Atau kejadian nyata yang udah dirubah kedalam cerita.
2. Jangan kepo tentang ane dan tokoh tokoh dalam cerita. Nikmati aja jalan ceritanya.
3. Update diusahakan secepatnya. Jangan protes kalo updatenya sedikit. Yang penting diusahakan sampe tamat.

Prolog


Namaku Cahya. Asli dari kota kecil di Jawa Barat. Aku merantau ke kota setelah tamat SMU. Maklum ortuku hanya petani dengan penghasilan pas pasan sehingga tak mampu membiayai kuliah. Aku merantau kekota pun gara gara sakit hati diputuskan oleh Nala pacarku yang memilih lelaki lain.

Aku dimasukkan kerja di toko pakaian disalah satu mall dikota oleh sepupuku Irene (salah satu tokoh di cerita Gelap Tak Selamanya Kelam). Aku bekerja serabutan dari membantu dirumah pemilik toko sebut saja pak Budi dan beres dirumah, lanjut ke Toko Pakaian. Aku sendiri kost di dekat rumah pak Budi.


INDEX

CHAPTER 1
part 1
part 2
part 3
part 4
part 5
part 6
part 7
part 8
part 9
part 10
part 11
part 12
part 13
part 14
part 15
part 16
part 17
part 18
part 19
part 20


Yang suka Rate, Share ,Komen gak nolak dikasih yg ijo ijo.
Diubah oleh taucolama 14-04-2017 17:43
nona212Avatar border
ameyliasalsaAvatar border
4BrotherTanAvatar border
4BrotherTan dan 4 lainnya memberi reputasi
5
73.2K
306
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#82
part 8

Aku melihat benda putih putih loncat berpindah pindah tempat. Aneh Aka malah sempat sempatnya mengambil kopi yang kupegang dan disimpan ke meja. Sementara pak Dayat masih komat kamit tangannnya merogoh sesuatu dalam kantong jaketnya.

Aneh Aka malah minum kopi yang kubuat, aku malah sempet kesel sama sikap Aka.

"Cahya kamu bawa senter gak?": kata Aka
"Gak, pake senter hp aja": kataku.
"Boleh pake senter hp ikut aku": kata Aka sambil melangkah pergi. Aku bergegas mengikuti Aka.
"Apapun yang terjadi gak boleh panik, ingat gak boleh panik": kata Aka.
"Iya": jawabku singkat.

Aka berjalan menuju kolam renang. Aku mengikuti Aka. Aku menyalakan senter hpku.
Alangkah terkejutnya aku ketika berada didekat kolam renang. Air kolam renang bergerak gerak seperti ada orang berenang. Padahal aku tak melihat apa apa. Aka diam dekat kolam renang menatap ke arah air yang bergerak. Aku mengarahkan senter kesekeliling.

Astaga dipojok kolam renang diantara tanaman dan cukup gelap karena tak tersinari lampu. Kulihat sepasang mata bersinar. Anehnya mata itu seperti mata kucing. Menyala dalam gelap menatapku tajam.

Belum sirna kekagetanku tiba tiba terdengar suara sesuatu seperti jatuh kekolam. Sontak aku melihat kearah kolam. Hah... Aka hilang dan air dalam kolam bergemuruh tapi aku tak melihat Aka. Sontak bulu kudukku merinding. Aku berpaling kearah tadi ku melihat mata. Astaga mata itu makin membesar. Aku takut sekali tapi aku ingat kata Aka jangan panik.
Tiba tiba air kolam mendadak tenang. Dari arah kolam terdengar suara angin keras dan astaga dalam kolam seperti ada sesuatu melompat keluar dan menjauh seiring suara angin yang menderu. Kulihat seperti sosok manusia berambut panjang berbaju putih meloncat dari dalam kolam dan menghilang.

Aku berpaling kearah tadi mata itu muncul tapi mata itu hilang.
Tiba tiba aku merasa sesuatu menempel dipundakku. Aku kaget sekali. Tapi ternyata Aka memegangku.

"Balik lagi ke kamar": kata Aka sambil melangkah. Aku sedikit berlari mengejar Aka. Tak lama kami didepan kamar. Kulihat pak Dayat sedang duduk sambil ngopi.
Aka ikut dan dan mengambil gelas kopi bekasnya tadi. Aku masih gak mengerti apa yang terjadi dan masih merasa sedikit takut. Aku ikut minum kopi.

"Cahya, besok kamu anter aku buang ini": kata Aka sambil mengeluarkan kain putih lusuh kotor oleh tanah.
"Mau dibuang kemana?": tanyaku.
"Disungai kecil disini ada gak ya"; kata Aka
"Pasti ada kita cari besok": kataku
"Aku tidur duluan dah ngantuk": kata Aka.
"Sama Bapak juga": kata pak Dayat.
Akhirnya kami masuk kamar dan tidur.

Pagi hari aku terbangun. Wah sudah jam 8 pagi pantes Aka dan pak Dayat tak ada dikamar. Aku segera mandi. Beres mandi aku keluar kamar. Ku lihat pak Dayat sedang ngobrol dengan mba Susan dihalaman. Yang bikin ku gagal fokus kulihat hari ini mba Susan beda dari biasanya. Biasanya pakai baju kerja serba longgar, kali ini pakai baju olah raga yang ketat. Badan mba Susan bagus apalagi terlihat betis dan lengannya yang putih.

"Hayo, kedip matanya nanti ngiler loh melototin mba Susan terus": kata teh Irene yang tiba tiba muncul dibelakangku.
"Ah teh Irene bisa aja, Aka kemana teh?"; kataku.
"Pergi keluar dari subuh sama mang Jajang belum balik lagi": kata teh Irene.
"Teh tadi malem ngerasa ada yang aneh gak?": tanyaku
"Gak ada cuma kebangun gara gara mba Susan ngimpi dikejar kejar hantu sampe teriak teriak": kata teh Irene
"Malem sih aku liat yang aneh, tapi ntar lah ceritanya kalo ada Aka": kataku.
"Udah sarapan belum, tuh dikamar teteh ada makanan": kata teh Irene.
"Kebetulan belum, teteh tau aja aku belum sarapan": kataku.
Teh Irene kekamarnya mengambil makanan. Aku menatap mba Susan dari kejauhan. Mba Susan cantik sekali pagi ini.






sedikit dulu nanti malem diupdate lagi
Diubah oleh taucolama 10-03-2017 16:47
radityodhee
khuman
khuman dan radityodhee memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.