Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Cahaya Dalam Kelam
Sebelum membaca mohon diperhatikan:

1. Cerita ini fiksi bila ada kejadian yg sama dengan kehidupan nyata anggap saja kebetulan. Atau kejadian nyata yang udah dirubah kedalam cerita.
2. Jangan kepo tentang ane dan tokoh tokoh dalam cerita. Nikmati aja jalan ceritanya.
3. Update diusahakan secepatnya. Jangan protes kalo updatenya sedikit. Yang penting diusahakan sampe tamat.

Prolog


Namaku Cahya. Asli dari kota kecil di Jawa Barat. Aku merantau ke kota setelah tamat SMU. Maklum ortuku hanya petani dengan penghasilan pas pasan sehingga tak mampu membiayai kuliah. Aku merantau kekota pun gara gara sakit hati diputuskan oleh Nala pacarku yang memilih lelaki lain.

Aku dimasukkan kerja di toko pakaian disalah satu mall dikota oleh sepupuku Irene (salah satu tokoh di cerita Gelap Tak Selamanya Kelam). Aku bekerja serabutan dari membantu dirumah pemilik toko sebut saja pak Budi dan beres dirumah, lanjut ke Toko Pakaian. Aku sendiri kost di dekat rumah pak Budi.


INDEX

CHAPTER 1
part 1
part 2
part 3
part 4
part 5
part 6
part 7
part 8
part 9
part 10
part 11
part 12
part 13
part 14
part 15
part 16
part 17
part 18
part 19
part 20


Yang suka Rate, Share ,Komen gak nolak dikasih yg ijo ijo.
Diubah oleh taucolama 14-04-2017 17:43
nona212Avatar border
ameyliasalsaAvatar border
4BrotherTanAvatar border
4BrotherTan dan 4 lainnya memberi reputasi
5
73.2K
306
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#36
Part 4

Aku kaget sekali melihat sosok makhluk itu. Sosok itu mendekat aku merasakan hembusan nafas makhluk itu mengeluarkan aroma tak sedap. Yang jelas kulihat mata makhluk itu merah menyala.

Sebelah tangan makhluk itu mencekikku aku. Aku tak bisa bernafas, aku ingin teriak minta tolong tapi tak sedikitpun suaraku keluar. Mataku mulai gelap, aku mulai kehilangan kesadaranku. Aku mencoba istigfar.....

Gelap gelap kurasa.... Kudengar suara makhluk itu menggeram..berkata
"Kamu harus ikut ke alam aku"
Aku mengucap istigfar dalam hati...
Aku sempat tak sadar hingga kurasa cekikan itu melonggar...
Aku mulai bisa sedikit bernafas. Dan aku mulai bisa membuka mataku lagi.

Kulihat makhluk itu mulai menjauh dariku. Terdengar samar samar suara adzan subuh. Aku melihat makhluk itu mulai berubah jadi bayang bayang dan menghilang.

Aku hanya bisa terbaring lemas. Panas terasa diseluruh tubuhku. Dan aku tak sadar dan gelap kurasa.

Aku tersadar kulihat jam sudah pukul 10 siang. Hpku bergetar, ada bbm masuk. Ternyata dari teh Irene sepupuku. Dia menanyakan apa aku ada ditoko. Aku bilang ada kosan karena sudah mengundurkan diri. Teh Irene bilang akan mampir kekosan.

Aku mencoba bangkit, dan sakit serta panas diseluruh tubuhku. Aku pergi kekamar mandi cuci muka dan gosok gigi. Lalu aku kembali kekamar. Ketika melewati kamar Risma masih tertutup. Aku gak tau apa Risma masih tidur atau sedang keluar. Setiba dikamar aku mengambil air minum lalu tiduran kembali badanku masih sakit dan panas.

Sekitar jam setengah dua belas siang pintu kamarku diketuk.

"Cahya, ini teteh kamu ada didalam": kata Teh Irene dari luar kamar.
"Masuk aja teh ga dikunci": kataku masih berbaring.

Teh Irene membuka pintu kamar kosan. Kulihat teh Irene masuk dengan seorang pria seumurannya.

"Kenapa kamu, sakit?koq tiduran aja dikasur.": tanya teh Irene.
"Iya ni teh badanku sakit semua": kataku.

Teh Irene memegang dahiku.

"Iya kamu panas sekali udah kedokter belum?": kata teh Irene.
"Belum teh"; kataku.
"Eh kenalin ini bosnya teteh namanya Aka": kata teh Irene.
"Aka": kata pria itu sambil mengulurkan tangan mengajak bersalaman.
"Cahya": kataku sambil bersalaman. Aneh tangan orang ini dingin dan dinginnya menjalar ketubuhku sedikit menghilanhkan sedikit rasa panas ditubuhku

"Maaf ya bos tempatnya berantakan": kataku.
"Ah jangan panggil bos panggil Aka aja bisa berarti juga kaka": kata Aka.
"Iya bos eh aka": kataku.

Aka tersenyum, pandangan matanya begitu tajam membuatku sedikit merinding.

"Aku bisa sedikit pengobatan bila diijinkan aku coba bantu mengobati kamu": kata Aka.
"Silahkan": kataku.

Aka mengambil tempat dekat kakiku. Kemudian Aka memegang kakiku dan menekan jempol kaki dengan jarinya. Awalnya aku tak merasa apapun. Aka hanya tersenyum, tiba tiba hawa dingin menjalar dari bagian yang ditekan.

Arghhh kenapa tiba tiba dalam tubuhku ada yang bergejolak. Ah sakit sekali dari bagian yang ditekan. Aku meronta ronta. Aka bilang agar aku menahannya. Teh Irene memegangi tanganku.

Apa ini serasa ada yang bergerak dalam tubuhku, dalam tubuhku yang meronta kesakitan
Dan aneh tiba tiba terasa olehku ada yang keluar dari tubuhku. Aku merasa lemas sekali. Dan rasa sakit dan panas ditubuhku hilang.

"Gimana masih sakit?": tanya Aka.
"Sudah hilang, tadi apa ya koq seperti ada yang keluar dari tubuhku": kataku.
"Ga usah dipikirin yang penting kamu sehat": kata Aka.
"Terimakasih ya ka": kataku.
"Terimakasih sama Allah SWT yang memberi kesembuhan": kata Aka.

Aku merasa lapar sekali, mungkin karena dari pagi belum sarapan.
Aku bangkit dari kasur.

"Teh, Ka sebentar ya aku mau keluar mau cari makanan dulu": kataku.
"Ga usah teteh kesini mau ngasih makanan": kata teh Irene.

Teh Irene membongkar tas yang dibawanya dan memberikan bungkusan makanan. Aku menerima dan membukanya.
Lumayan nasi lengkap dengan lauk pauknya. Aku makan dengan lahap.
Teh Irene dan Aka hanya tersenyum melihatku makan dengan lahap.

"Maaf ya aku makan sendiri lupa nawarin": kataku
"Ga apa apa": kata Aka

Selesai makan aku mengambil minum.

"Nah, kan makannya udah coba tengok teman perempuan kamu yang kos juga disini": kata Aka

Aku heran kok Aka berbicara seolah tau Risma kos juga disini.

"Iya ka, sekalian aku kenalin teteh sama temen ku": kataku.

Kami keluar dan menuju kamar Risma. Aku mengetuk kamar Risma.

"Ris, kamu ada didalam": kataku
"Masuk aja cahya pintunya gak dikunci": kata Risma dari dalam kamar.
Kubuka pintu perlahan kulihat Risma duduk dipinggir kasur dan terlihat pucat.

"Kamu sakit Ris?": tanyaku.
"Iya, semalam aku mimpi buruk dan pas bangun badanku sakit semua": kata Risma
"Kok sama aku tadi malam juga bermimpi buruk, oh ya kenalin ini sepupuku teh Irene dan temannya Aka": kataku.

Teh Irene dan Aka bersalaman dengan Risma. Kulihat Aka agak lama bersalaman dengan Risma. Aku tak tau apa yang terjadi tapi kemudian Aka meminta segelas air. Aku mengambil air dari dispenser dan memberikannya pada Aka. Kulihat Aka hanya memandangi gelas berisi air untuk beberapa saat, kemudian meminta Risma meminumnya.
Risma meminum air itu kemudian Risma terdiam beberapa saat dan tiba tiba keluar keringat dari wajahnya. Kemudian Risma terlihat lemas.

"Udah enakan badannya?": tanya Aka ke Risma.
Risma hanya mengangguk.
"Nanti kalo kalian bermimpi buruk atau merasa takut berdoa minta pertolongan dan lindungan Allah": kata Aka.
"Iya ka": jawabku dan Risma

Hp berdering kulihat Aka membaca pesan di Hpnya.

"Ren, ayo udah di tunggu di cafe": kata Aka
"Iya ka, maaf ya Cahya teteh ga bisa lama lama ada kerjaan di cafe, jaga kesehatanya": kata teh Irene.
"Iya teh, makasih ka": kataku.

Aka dan Irene pergi meninggalkan kosan.

"Cahya aku laper nih, kita keluar cari makanan yu": kata Risma
"Gak usah tadi teh Irene bawa makanan banyak, ntar aku ambil dulu": kataku.

Aku mengambil makanan dikamarku dan kembali lagi ke kamar Risma.

"Nih, cobain deh rasanya lumayan enak": kataku.
"Mana kucoba": kata Risma.

Risma makan dengan lahap yang kuberikan. Mungkin yang dirasa Risma sama seperti ku tadi tiba tiba merasa lapar.
Sebenarnya apa yang terjadi padaku dan Risma sampai mimpi buruk dan sakit.
khuman
khuman memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.