Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Cahaya Dalam Kelam
Sebelum membaca mohon diperhatikan:

1. Cerita ini fiksi bila ada kejadian yg sama dengan kehidupan nyata anggap saja kebetulan. Atau kejadian nyata yang udah dirubah kedalam cerita.
2. Jangan kepo tentang ane dan tokoh tokoh dalam cerita. Nikmati aja jalan ceritanya.
3. Update diusahakan secepatnya. Jangan protes kalo updatenya sedikit. Yang penting diusahakan sampe tamat.

Prolog


Namaku Cahya. Asli dari kota kecil di Jawa Barat. Aku merantau ke kota setelah tamat SMU. Maklum ortuku hanya petani dengan penghasilan pas pasan sehingga tak mampu membiayai kuliah. Aku merantau kekota pun gara gara sakit hati diputuskan oleh Nala pacarku yang memilih lelaki lain.

Aku dimasukkan kerja di toko pakaian disalah satu mall dikota oleh sepupuku Irene (salah satu tokoh di cerita Gelap Tak Selamanya Kelam). Aku bekerja serabutan dari membantu dirumah pemilik toko sebut saja pak Budi dan beres dirumah, lanjut ke Toko Pakaian. Aku sendiri kost di dekat rumah pak Budi.


INDEX

CHAPTER 1
part 1
part 2
part 3
part 4
part 5
part 6
part 7
part 8
part 9
part 10
part 11
part 12
part 13
part 14
part 15
part 16
part 17
part 18
part 19
part 20


Yang suka Rate, Share ,Komen gak nolak dikasih yg ijo ijo.
Diubah oleh taucolama 14-04-2017 17:43
nona212Avatar border
ameyliasalsaAvatar border
4BrotherTanAvatar border
4BrotherTan dan 4 lainnya memberi reputasi
5
73.2K
306
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#23
Part 3

Semenjak kejadian itu aku dan Risma tak mau berlama lama ditoko setelah beres kami semua bareng pulang.
Ada kejadian cukup aneh. Malam itu ada maling masuk rumah pak Budi. Kebetulan rumah pak Budi kosong ditinggal mudik kekampung pak Budi. Yang anehnya ketika pak Budi tiba siang hari dari kampung, maling yang masuk kerumah dari malam masih ada. Maling itu tampak ketakutan. Menurut pengakuan maling itu ia tak bisa keluar karena ada makhluk besar yang memeganginya. Akhirnya maling itu diserahkan pada polisi.

Hari itu seperti biasa aku tiba ditoko membawa stok baru. Sudah ada beberapa pembeli. Aku biasa menyimpan stok baru ketempat penyimpanan.

"Ris, kamu jadi keluar kerja?": tanyaku.
"Iya aku gak tahan masa kerja takut terus": kata Risma.
"Terus dah dapet kerja lain?": kataku
"Udah, aku mau kerja di toko handphone kebetulan bos temenku nyari karyawan baru, kalau kamu gimana?": kata Risma
"Gak tau aku ingin keluar juga sih, aku cape masuk jam 7 pagi kerumah bos terus ketoko pulang paling cepet jam 8 malem": kataku.
"Iya sih, jam kerja kamu terlalu lama. Sayang bos temenku butuh karyawan cuma perempuan": kata Risma.
"Kalau kamu keluar aku juga keluar, kan masih ada gaji terakhir buat makan dan bayar kos, aku ada waktu bisa cari cari kerja": kataku.
"Aku janji deh bantu kamu cari kerjaan": kata Risma.

Toko hari itu ramai sekali. Menjelang tutup pak Budi datang, memang hari itu pas gajian sehingga pak Budi datang memberi gaji.

Setelah toko tutup waktunya kami gajian. Ketika menerima gaji aku bilang pada pak Budi mau mengundurkan diri dari kerja, alesannya ingin istirahat karena kondisi badanku tidak fit. Mulanya aku takut pak Budi marah, tapi sebaliknya pak Budi tidak marah. Pak Budi malah memberi aku 3 kali gaji padahal aku baru kerja beberapa bulan. Pak Budi bilang bila aku hendak masuk kerja lagi gak usah sungkan, pak Budi akan menerima.

Aku menunggu Risma didepan mall. Risma masih ditoko karena bagian gajian terakhir. Tak lama kemudian Risma muncul sambil tersenyum. Baru kusadari Risma manis juga ternyata, mana kulitnya putih.

"Gimana kamu jadi keluar kerja?": kata Risma
"Jadi, kalo kamu?": tanyaku.
"Jadi, eh aku kan masuk kerja ketempat baru dua hari lagi. Gimana besok kita jalan jalan yu.": kata Risma.
"Jalan jalan kemana?": tanyaku.
"Nonton aja mau?": kata Risma
"Ok, terserah kamu aja yg penting kamu bahagia": kataku
"Ih mulai gombal": kata Risma.
Tangan Risma mencubit kecil lenganku. Entah mengapa ada getaran di hati gara gara cubitan itu.
"Aduh": kataku pura pura merasa sakit dari cubitan itu.
"Tuh angkotnya datang": kata Risma.

Risma menarik tanganku ke arah angkot. Kami naik dalam angkot. Risma duduk disebelahku. Aku heran kenapa akhir akhir ini suka deg degan kalo deket Risma. Angkot pun berjalan, Risma asik membalas BBM.

"Duh yang asik bbman sama pacarnya": kataku.
"Yeee cemburu ya": kata Risma sambil tersenyum.
"Dikit": kataku sambil pura pura cemberut.
Risma tertawa kecil sambil menunjukkan isi BBM.
"Dari temen, aku nanya apa ada lowongan buat cowo. Siapa tau aja ada lowongan buat kamu": kata Risma.
"Makasih ya": kataku sambil mencubit pelan hidung Risma.
Risma tersenyum kemudian menyandarkan kepalanya kebahuku. Haduh kenapa sih jantung ini jadi berdebar.

Sampai dekat kosan kami turun. Kami mampir ketukang nasi goreng. Kami memesan untuk dimakan di kosan. Beres beli nasi goreng, kami berjalan menuju kosan. Tercium aroma tak enak, dan aku merasa sedikit merinding.

"Cahya, kamu cium bau gak enak": kata Risma
"Iya, dari mana ya baunya": kataku.
"Cepet ah aku mulai gak enak": kata Risma.

Kami cepat melangkah kekosan. Sampai dikosan aku langsung kekamar.

"Risma, aku duluan ya": kataku.
"Iya, dah cahya": kata Risma sambil tersenyum.

Duh koq jadi berdebar debar, aku buru buru masuk kamar. Segera aku membuka nasi goreng yang tadi ku pesan. Segera aku menyantap nasi goreng itu. Selesai makan aku merasa mengantuk. Tak lama kemudian aku tertidur.

Aku bermimpi, aku berada di toko tapi aku sendiri. Sepertinya toko sudah tutup. Aku mencoba membuka pintu toko, astaga terkunci diluar kulihat suasana mall sudah gelap. Aku terkunci dalam toko. Aku membalikkan badan, suasana toko terang lampu masih menyala.

Ah kulihat disudut toko ada bayangan hitam. Tiba tiba bayangan itu berdiri dan astaga kini bayangan itu jadi jelas. Astaga bayangan itu menjadi makhluk tinggi besar mata melotot dan badannya berbulu tebal dan anehnya berwarna hijau. Makhluk itu mendekatiku. Aku berusaha menjauh aku mundur terus. Tapi akhirnya aku terpojok disudut toko. Aku mencoba melawan makhluk itu tapi dengan mudah makhluk itu mencekikku. Argh aku sesak aku tak bisa bernafas. Aku mencoba memukul dan menendang ke arah makhluk itu, tapi makhluk itu seperti tak merasakan apapun.

Aku terbangun dan batuk berulang kali sakit kurasa dileherku. Ketika aku memandang kedepan.. Ssiiapa...siapa itu... Kenapa tiba tiba ada orang dalam kamarku.. Bukan itu bukan orang itu makhluk dalam mimpiku kenapa tiba tiba ada didepanku.
radityodhee
khuman
khuman dan radityodhee memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.