Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Cahaya Dalam Kelam
Sebelum membaca mohon diperhatikan:

1. Cerita ini fiksi bila ada kejadian yg sama dengan kehidupan nyata anggap saja kebetulan. Atau kejadian nyata yang udah dirubah kedalam cerita.
2. Jangan kepo tentang ane dan tokoh tokoh dalam cerita. Nikmati aja jalan ceritanya.
3. Update diusahakan secepatnya. Jangan protes kalo updatenya sedikit. Yang penting diusahakan sampe tamat.

Prolog


Namaku Cahya. Asli dari kota kecil di Jawa Barat. Aku merantau ke kota setelah tamat SMU. Maklum ortuku hanya petani dengan penghasilan pas pasan sehingga tak mampu membiayai kuliah. Aku merantau kekota pun gara gara sakit hati diputuskan oleh Nala pacarku yang memilih lelaki lain.

Aku dimasukkan kerja di toko pakaian disalah satu mall dikota oleh sepupuku Irene (salah satu tokoh di cerita Gelap Tak Selamanya Kelam). Aku bekerja serabutan dari membantu dirumah pemilik toko sebut saja pak Budi dan beres dirumah, lanjut ke Toko Pakaian. Aku sendiri kost di dekat rumah pak Budi.


INDEX

CHAPTER 1
part 1
part 2
part 3
part 4
part 5
part 6
part 7
part 8
part 9
part 10
part 11
part 12
part 13
part 14
part 15
part 16
part 17
part 18
part 19
part 20


Yang suka Rate, Share ,Komen gak nolak dikasih yg ijo ijo.
Diubah oleh taucolama 14-04-2017 17:43
nona212Avatar border
ameyliasalsaAvatar border
4BrotherTanAvatar border
4BrotherTan dan 4 lainnya memberi reputasi
5
73.2K
306
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#16
PART 2

Kudengar pintu kamar kosanku di ketuk keras. Aku kaget sontak bulu kuduk ku merinding. Aku bangkit dari dudukku. Kuberanikan diri membuka pintu. Kubuka perlahan pintu kosan ku dan..lega hatiku ternyata yang mengetuk pintu kamar kosanku adalah Risma.

"Ris, ngapain ngetuk pintu?": tanyaku.
"Anter aku kekamar mandi aku takut": kata Risma.
"Kenapa takut udah aku anter": kataku.

Risma diam dan melangkah kekamar mandi yang jaraknya beberapa kamar dari kamar kosanku. Aku mengikuti Risma dari belakang, kulihat Risma membawa handuk.
Risma masuk kedalam kamar mandi. Aku menyalakan rokok. Suara air terdengar, kupikir Risma sedang mandi. Aku menghisap rokok dalam dalam.

Lama bener nih cewek mandinya udah habis satu batang belum beres juga mandinya. Kunyalakan lagi rokok, masih terdengar suara air didalam kamar mandi.

"Ris, mandinya cepetan dingin diluar nih": kataku.

Tak ada jawaban hanya suara air yang terdengar. Duh kesel juga lama lama dipikir Risma apa aku gak takut, sebenernya aku agak takut.

"Cahya, ngapain diluar sendiri dideket kamar mandi": kata Nela yang tiba tiba muncul dari lorong kosan.
"Aku nungguin Ris.....": aku tercekat tak bisa meneruskan kata kataku. Disebelah Nala ada...ada Risma. Kenapa Risma ada disebelah Nela bukannya dia ada di kamar mandi.
"Wey, malah bengong... Ditanya diam aja": kata Nela.
"Ris...koq kamu ada sssama...sama Nela": kataku
"Lah aku dari tadi sama Nela, aku takut dikosan sendirian terus telpon Nela minta nginep dikosanku": kata Risma
"Ris...sumpah tadi kamu ketuk kamar aku minta anter kekamar mandi": kataku.
"Orang aku dari tadi sama Nela": kata Risma.
"Coba denger tu kan terdenger orang mandi": kataku.

Kami bertiga mendekati pintu mendengarkan suara orang seperti mandi. Aku jadi merinding sebenarnya siapa yang dikamar mandi.

Kulihat wajah Risma dan Nela tegang. Aku takut tapi juga penasaran akhirnya kucoba membuka pintu kamar mandi. Ternyata pintu kamar mandi tak terkunci. Kubuka pintu kamar mandi dengan cepat.

Astaga kulihat gayung berisi air melayang. Ya melayang tanpa ada orang yang memegangnya. Tak lama gayung itu jatuh kelantai dibarengi suara cekikikan perempuan. Aku kaget sekali, sedang Risma menjerit keras dan jatuh pingsan. Aku seperti terpaku dan tak bisa bergerak.

Untung penghuni kosan yang lain keluar mas Sugih dan mba Ratna segera menolong Risma. Tak lama datang pak Eman pemilik kosan. Mungkin karena mendengar jeritan Risma. Rumah Pak Eman sebelah kosan sehingga jeritan Risma terdengar. Pak Eman menggoyangkan tubuhku hingga aku tersadar dari keterkejutanku.

Kulihat Risma sudah dibaringkan dikamar mba Ratna. Nela sedang terisak menangis, bahkan tak bisa menjawab pertanyaan mas Sugih.
Pak Eman bertanya padaku apa yang terjadi. Aku menceritakan apa yang terjadi dari ketika Risma mengetuk pintu kamar kosanku sampai aku membuka pintu kamar mandi.

Pak Eman pergi hendak memanggil orang pintar. Kami semua berkumpul di kamar mba Ratna. Mas Sugih coba menenangkan Nela yang menangis. Tak lama kemudian datang Pak Eman dan orang pintar . Orang pintar berdoa dan meniup pada air di atas gelas. Kemudian air itu diusapkan ke wajah Risma dan Risma tersadar tapi masih ketakutan. Orang pintar itu kemudian menenangkan Risma. Orang pintar itu kemudian bersama Pak Eman pergi ke kamar mandi entah apa yang dilakukan. Kemudian mereka kembali lagi kekamar mba Ratna.

"Kalian gak usah takut, makhluk itu sudah pergi": kata orang pintar.
"Sebenarnya apa yang terjadi?": kataku.
"Rupanya ada yg ngikutin kamu sama neng ini, tapi gak usah takut udah balik lagi ketempatnya": kata orang pintar itu.

Kemudian orang pintar itu pamit, pak Eman kembali kerumahnya.

Mas Sugih menawariku tidur di kamarnya. Tapi aku menolaknya aku memilih tidur dikamar sendiri. Risma dan Nela memilih tidur dikamar mba Ratna.

Didalam kamar aku berdoa dan berdzikir mohon perlindungan pada yang Kuasa hingga akhirnya aku tertidur.
Diubah oleh taucolama 06-03-2017 17:00
radityodhee
khuman
khuman dan radityodhee memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.