- Beranda
- Stories from the Heart
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
...
TS
prestant18
Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]
![Life story: horor, drama, kisah seorang perantau (lanjutan) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/10/09/7213687_20171009032458.jpg)
CREDIT PICT: AGAN CATUR SAPUTRA
assalamualaikum
selamat siang kaskusers,
ane akan melanjutkan cerita dari thread ane sebelumnya.
untuk readers yang belum membaca kisah sebelumnya, silahkan baca di kisah keluarga perantau.
untuk cerita tentang perjalanan hidup dimana ane sudah mandiri,
cerita tersebut akan ane link dibawah,
selamat menikmati.... :
1. the beggining
2. tanah pertama
3. rumah pakdhe
4. kerja
5. belajar mengendalikan diri
6. desi
7. panggilan tes
8. Training
9. nilai dari sebuah perjalanan
10. misteri baung part 1
11. misteri baung part 2
12. misteri baung part 3
13. misteri baung part 4
14. mister baung part 5
15. misteri baung last part
16. perkenalan
17 teror
18. shita
19. shita 2
20. fighting
21. rendi
22. drama[belajar dewasa]
23. finally, we are. . .
24. another side from shita
25. moments
26. crash
27. about rendi
28. perpisahan 1
29. suasana baru
30. quality time 1
31. quality time 2
32. :'(
33. last memories of shita
34. TAKDIR
35. sisi gelapku
36. misteri mimpi nyata 1
37. misteri mimpi nyata 2
38. misteri mimpi nyata 3
39. resolusi
40. arah perubahan
41. rumah mas malik 1
42. rumah mas malik 2
43. rumah mas malik 3
44. rumah mas malik 4
45. maung dan mbah
46. rumah mas malik last chapter
47. sheryi 1
48. sheryl 2
49. djakarta; first impression
50. pemberitahuan
51. samapta
52. 2nd test
53. jangan sok
54. masa peralihan
55. tes kerja lagii
56. UPDATE SPESIAL TENTANG CV
57. indonesia
58. misteri divisi siang 1
59. misteri divisi siang 2 ( the story )
60. misteri divisi siang ( last part )
61. kematian itu pasti
62. PHK
63. adikku bernama dian 1
64. adikku bernama dian 2
65. titik balik
66. terus berjuang!!
67. SEMANGAT MERDEKA SAUDARAKU!
68. OJT 1
69. OJT 2
70. adek 1
71. adek 2
72. tulungagung, wecome to the jungle
73. pengalaman misteri baru
74. traveling with shita's family, [sakit]
75. she is. . .
76. hujan sore itu
77. aku ingin memastikan
78. sheryl's stories 1
79. sheryl's stories 2
80. sheryl's stories 3
81. my choice is, ,
82. teror 1; mabuk
83. alasanku memilih
84. teror 2, santet 1
85. teror 2, santet 2
86. karena kamu berbeda
87. teror 3, gangguan semakin berat
88. teror4, akhir
89. mimpi
90. hari yang dinanti nanti??
91. pertengkaran 1, fakta
92. pertengkaran 2, itu bukan kamu yang kukenal
93. PERTENGKARAN 3, AKHIR
94. SHERYL; FINAL CHAPTER
95. EPILOG
Diubah oleh prestant18 09-10-2017 03:30
zoekyvalkrye dan 65 lainnya memberi reputasi
62
1.3M
3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
prestant18
#140
training
aku menghampiri pakde tukul yang sedang duduk di ruang tamu.
beliau baru saja pulang kerja dan sedang menikmati teh hangatnya.
pakde: " gimana yo tesnya tadi? "
aku: " alhamdulillah pakde, bisa kok "
pakde: " alhamdulillah, aku ikutan senang, trus gimana hasilnya? "
aku: " lulus pakde "
pakde: " lha trus mulai kerja kapan? "
aku: " nah itu dia. . . . "
pakde: " kok malah itu dia? "
aku: " trainingnya mulai besok pagi de, ini aku masih masuk malam "
( keadaan hening, pakde mengerti mengapa aku nampak kurang antusias sore ini, beliau juga nampak memikirkan sesuatu )
pakde: " yo wes, kamu nggak usah masuk nggak papa, nanti tak ngomong sama pak leo, dia bisa mengerti kok "
aku: " jangan de, jangan gitu, nggak sopan. "
pakde: " nggak papa yo, toh kamu juga cuma tenaga harian kan? "
aku: " jangan de, biar aku pamit sendiri aja "
pakde: " lha kamu kan masuknya pagi trainingnya? "
aku: " nggak masalah, nanti aku sepulang training biar langsung ke pabrik "
pakde: " mm, ya sudah kalau itu maumu "
aku: " yo wes, aku tak siap2 dulu " ( aku bangkit dan beranjak mengambil handuk )
pakde: " lha kamu mau kemana? "
aku: " masuk kerja lah, kan aku masih punya tanggung jawab di pabrik "
pakde: " udah nggak usah masuk nggak papa yo, buat istirahat, kan besok kamu training, biar fit "
aku: " nggak de, aku masuk aja, sekalian pamitan sama temen2 "
aku segera menuju kamar mandi meninggalkan pade tukul yang belum selesai melarangku pergi kerja.
aku tau maksud beliau baik, namun aku harus profesional.
apa yang jadi tanggung jawabku harus kuselesaikan.
aku tak ingin nama baik pakde tukul menjadi jelek karena keponakan yang beliau rekomendasikan kabur tanpa pamit dari tempat kerja lama.
aku berangkat dengan diantar pakde tukul.
sebenarnya aku bersikeras untuk pergi menggunakan kendaraan umum saja,
namun pakde tukul malah memarahi dan memaksaku.
akhirnya aku mengalah saja. aku tak ingin berdebat dengan beliau.
karena hormatku kepadanya sudah seperti kepada bapakku sendiri.
setibanya di pabrik, aku segera bergabung dengan rekan2 yang lain.
teman2 banyak yang menanyakan mengapa aku potong rambut.
(tadi sebelum berangkat bekerja aku sempat mampir ke potong rambut karena salah satu syarat training besok harus berambut rapi)
aku ceritakan kepada mereka tentang hasil tes tadi siang.
sontak mereka memberikan ucapan selamat kepadaku.
aku menjadi terharu, karena walaupun aku hanya sebentar bersama mereka, mereka sudah membuatku merasa menjadi bagian dari mereka.
isma yang biasanya malu2 menjabat tanganku cukup lama.
aku membaca sesuatu diwajahnya. dia nampak seperti hendak mengatakan sesuatu, namun hanya ditahan.
akhirnya dia hanya meminta nomor HP q dan berharap aku tidak melupakan mereka dan tempat ini.
aku tersenyum dan berterima kasih.
setelah memberikan nomor teleponku kepada isma, aku menghampiri pak ris, supervisor grup malam itu.
pak ris memahami maksudku untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum benar2 resign.
tak disangka sangka, pak ris malah menyuruhku pulang saja,
untuk ketidakhadiranku malam ini biar menjadi tanggung jawabnya.
aku sempat tidak percaya,
namun pak ris meyakinkanku.
akhirnya aku berpamitan kepada rekan rekan semua.
kuniatkan dalam hati, esok sore sepulang training, aku akan langsung datang kesini lagi untuk bertemu pak leo.
toh tempat kerjaku yang baru pulang satu jam lebih awal.
masih ada cukup waktu untuk berpamitan.
alhamdulillah, sungguh benar, jika segala sesuatunya kita niatkan dengan hati yang baik, maka Allah akan memberikan jalan yang mudah juga.
==========
aku turun dari angkutan umum diseberang pintu masuk kawasan itu.
kulihat banyak karyawan yang juga sedang berangkat bekerja.
berdasarkan arahan dari pengumuman kemarin,
aku bisa menumpang jemputan karyawan yang menunggu di pintu masuk kawasan.
akhirnya aku menyeberang dan menuju tempat parkir mobil jemputan.
kulihat sekelilingku,
banyak karyawan yang mayoritas perempuan juga sedang menunggu datangnya mobil jemputan.
saat mataku menyapu sekeliling, tanpa sengaja aku melihat seseorang perempuan,
wajahnya yang cantik membiusku sesaat, membuat perhatianku tersita sepenuhnya.
sekilas parasnya mirip dengan ryoko hirosue, aktris dalam film perancis berjudul wasabi. .
kami sempat bertatap mata tanpa sengaja,
mungkin dia sadar jika aku sedang memperhatikannya.
aku segera mengalihkan tatapan mataku.
ada perasaan malu karena tertangkap basah sedang memperhatikannya.
akhirnya aku berusaha menyibukkan diri dengan membuka tutup kunci layar handphoneku untuk menyembunyikan kegugupan.
aiih malunya. . .
tak lama sebuah mobil jemputan datang, seorang laki2 yang nampaknya menjadi penanggung jawab area memberitahukan jika mobil itu adalah jemputan PT yang akan kutuju.
aku memasukan HPku kedalam celana dan segera berdiri.
beberapa wanita yang ada disekitar area tunggu juga nampak mulai berdiri dan bersiap masuk kedalam mobil jemputan bertipe L300 tersebut.
setelah mobil berhenti, dengan teratur para wanita masuk.
setelah semua wanita masuk, aku menempatkan diri di bangku tambahan yang berada tepat disamping pintu keluar.
kututup pintu dan memberikan kode kepada sopir.
mobil kembali berjalan membawa kami menuju PT.
tak jauh dari tempat pemberangkatan, tiba2 mobil mengerem mendadak dan membuat penumpang berteriak.
"CKIIIITTTT!!"
"ASTAGHFIRULLAH PAK "
teriak para penumpang.
aku reflek berpegangan kepada pintu dan penyekat antara ruang kemudi depan dengan ruang belakang yang terbuat dari kayu.
setelah itu barulah ada gerutu dan komplain kepada supir dari para wanita.
rupanya barusan ada kucing yang menyeberang jalan dan membuat pak sopir reflek menginjak rem cukup dalam.
aku merasakan ada rasa hangat dipunggungku diikuti dengan tepukan2 lembut.
" aduh mas, maaf yaa, maaf banget "
suara merdu seorang wanita mengalihkan perhatianku dari kejadian barusan.
aku menengok kebelakangku.
"SUBHANALLAH"
rupanya perempuan manis yang tadi kuperhatikan di tempat tunggu jemputan duduk dibelakangku dan sedang meminta maaf padaku.
" eh iya mbak? "
aku menjawab dengan kondisi belum fokus sepenuhnya.
" maaf ya mas, aduh, pake acara rem dadakan si. . "
perempuan itu mengeluarkan sapu tangan dari tasnya dan berusaha mengelap punggungku.
aku baru sadar jika rupanya punggungku tersiram teh hangat yang dipegang oleh perempuan itu ketika kejadian tadi.
" eh, mbak, nggak papa kok, sini biar saya lap sendiri "
aku mencegahnya mengelap punggungku.
" nggak papa mas, biar saya aja, "
dia mencegah tanganku mengambil sapu tangan itu dan kembali mengelap punggungku.
para penumpang lain memperhatikanku.
astaga, aku baru sadar, ternyata aku laki2 sendiri didalam mobil jemputan :
setelah punggungku sudah tidak dapat dibersihkan lagi, perempuan itu membuka percakapan.
P: " sekali lagi saya minta maaf ya mas, ini kesalahan saya nggak hati hati "
aku: " nggak papa mbak, namanya juga kecelakaan "
P: " masnya training hari ini ya? "
aku: " iya mbak, baru mau training nanti "
P: " duh, jadi beneran nggak enak ni saya "
aku: " udah, nggk papa kok, nanti kalau ditanya trainernya, bisa saya jelaskan dengan baik kalau ini kecelakaan "
kujawab dengan tersenyum karena merasa tidak enak hati juga.
perempuan ini nampak merasa sangat bersalah.
dia tersenyum dengan sedikit nyengir, menampakan gingsulnya yang membuat ekspresi wajahnya sangat manis.
aku hanya bisa tersipu karena jujur wajahnya sangat cantik, membuat ada momen awkward, ,
akhirnya perjalanan ini kembali berlanjut dengan tanpa ada percakapan diantara kami lagi.
mobil tiba di depan PT, kami semua turun dari mobil.
aku merapikan pakaianku yang rada berantakan karena posisi duduk yang menekuk didalam mobil barusan.
" mas, sekali lagi maaf ya? "
perempuan tadi masih saja meminta maaf kepadaku dengan ekspresinya yang membuatku tak kuat untuk menatapnya.
" udah mbak, amaan, nggak masalah "
aku tersenyum sambil sesekali melihat kearah lain.
akhirnya dia masuk mendahuluiku. meninggalkan aku yang masih sedikit kikuk karena teringat oleh ekspresi wajahnya.
training dimulai pukul 08:05.
kami semua dipersilahkan mengenalkan diri sebelum training dimulai.
satu persatu peserta training maju dan memberikan perkenalan.
ketika tiba giliranku, aku berjalan kedepan menuju trainer.
aku: " selamat pagi teman teman dan bapak trainer, perkenalkan, saya tiyo, asal dari kabupaten P, jawa tengah "
trainer: " kabupaten P itu kan yang berbatasan dengan jogja ya? "
aku: " betul pak "
trainer: " berapa jam kamu dari rumah ke jogja mas? "
aku: " sekitar satu jam setengah ke pusat kotanya pak "
trainer: " berarti deket dong ya "
aku: " iya pak "
trainer: " lho? itu bajumu bagian belakang kenapa mas? "
aku: " anu, ini pak, tadi ada sedikit kecelakaan, jadi ada minuman tumpah ketika didalam mobil jemputan "
trainer: " ooh, kamu yang diceritain sama shita tadi ya? "
aku: " shita siapa ya pak? "
trainer: " ya yang numpahin teh kepunggungmu, emang tadi nggak kenalan? "
aku: " hehe, belum pak "
trainer: " ealah, piye to jaa, jogjaaa??! " ( saat itu sedang populer iklan rokok yang jargonnya " JOGJAA " )
kontan para peserta training tertawa karena trainer berkata dengan aksen khas daerah jogja diikuti jargon iklan rokok tersebut.
logat khas daerahku nampaknya terdengar lucu ditelinga mereka.
trainer: " buruan kenalan jaa, piye kamu, ada cewek cantik, ada momentum pas, malah nggak kenalan "
aku: " hehe, malu pak "
trainer: " jangan malu lah, sini tak kasih tau "
trainer memberikanku isyarat agar mendekat dan merangkul pundakku.
kemudian dengan gestur seperti akan berbisik dia berkata,
trainer: " shita itu primadona baru disini, mosok kamu nggak tertarik sama gadis secantik itu jaa?"
dia berkata dengan suara yang cukup keras sehingga seisi ruang training kuyakin dapat mendengarkan kata tersebut.
aku hanya nyengir mendengar penuturan trainer.
akhirnya dia menyuruhku kembali duduk.
aku kembali duduk ditempatku, dan semenjak itulah teman seangkatanku memanggilku dengan sebutan "jogja"
( bersambung )
beliau baru saja pulang kerja dan sedang menikmati teh hangatnya.
pakde: " gimana yo tesnya tadi? "
aku: " alhamdulillah pakde, bisa kok "
pakde: " alhamdulillah, aku ikutan senang, trus gimana hasilnya? "
aku: " lulus pakde "
pakde: " lha trus mulai kerja kapan? "
aku: " nah itu dia. . . . "
pakde: " kok malah itu dia? "
aku: " trainingnya mulai besok pagi de, ini aku masih masuk malam "
( keadaan hening, pakde mengerti mengapa aku nampak kurang antusias sore ini, beliau juga nampak memikirkan sesuatu )
pakde: " yo wes, kamu nggak usah masuk nggak papa, nanti tak ngomong sama pak leo, dia bisa mengerti kok "
aku: " jangan de, jangan gitu, nggak sopan. "
pakde: " nggak papa yo, toh kamu juga cuma tenaga harian kan? "
aku: " jangan de, biar aku pamit sendiri aja "
pakde: " lha kamu kan masuknya pagi trainingnya? "
aku: " nggak masalah, nanti aku sepulang training biar langsung ke pabrik "
pakde: " mm, ya sudah kalau itu maumu "
aku: " yo wes, aku tak siap2 dulu " ( aku bangkit dan beranjak mengambil handuk )
pakde: " lha kamu mau kemana? "
aku: " masuk kerja lah, kan aku masih punya tanggung jawab di pabrik "
pakde: " udah nggak usah masuk nggak papa yo, buat istirahat, kan besok kamu training, biar fit "
aku: " nggak de, aku masuk aja, sekalian pamitan sama temen2 "
aku segera menuju kamar mandi meninggalkan pade tukul yang belum selesai melarangku pergi kerja.
aku tau maksud beliau baik, namun aku harus profesional.
apa yang jadi tanggung jawabku harus kuselesaikan.
aku tak ingin nama baik pakde tukul menjadi jelek karena keponakan yang beliau rekomendasikan kabur tanpa pamit dari tempat kerja lama.
aku berangkat dengan diantar pakde tukul.
sebenarnya aku bersikeras untuk pergi menggunakan kendaraan umum saja,
namun pakde tukul malah memarahi dan memaksaku.
akhirnya aku mengalah saja. aku tak ingin berdebat dengan beliau.
karena hormatku kepadanya sudah seperti kepada bapakku sendiri.
setibanya di pabrik, aku segera bergabung dengan rekan2 yang lain.
teman2 banyak yang menanyakan mengapa aku potong rambut.
(tadi sebelum berangkat bekerja aku sempat mampir ke potong rambut karena salah satu syarat training besok harus berambut rapi)
aku ceritakan kepada mereka tentang hasil tes tadi siang.
sontak mereka memberikan ucapan selamat kepadaku.
aku menjadi terharu, karena walaupun aku hanya sebentar bersama mereka, mereka sudah membuatku merasa menjadi bagian dari mereka.
isma yang biasanya malu2 menjabat tanganku cukup lama.
aku membaca sesuatu diwajahnya. dia nampak seperti hendak mengatakan sesuatu, namun hanya ditahan.
akhirnya dia hanya meminta nomor HP q dan berharap aku tidak melupakan mereka dan tempat ini.
aku tersenyum dan berterima kasih.
setelah memberikan nomor teleponku kepada isma, aku menghampiri pak ris, supervisor grup malam itu.
pak ris memahami maksudku untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum benar2 resign.
tak disangka sangka, pak ris malah menyuruhku pulang saja,
untuk ketidakhadiranku malam ini biar menjadi tanggung jawabnya.
aku sempat tidak percaya,
namun pak ris meyakinkanku.
akhirnya aku berpamitan kepada rekan rekan semua.
kuniatkan dalam hati, esok sore sepulang training, aku akan langsung datang kesini lagi untuk bertemu pak leo.
toh tempat kerjaku yang baru pulang satu jam lebih awal.
masih ada cukup waktu untuk berpamitan.
alhamdulillah, sungguh benar, jika segala sesuatunya kita niatkan dengan hati yang baik, maka Allah akan memberikan jalan yang mudah juga.
==========
aku turun dari angkutan umum diseberang pintu masuk kawasan itu.
kulihat banyak karyawan yang juga sedang berangkat bekerja.
berdasarkan arahan dari pengumuman kemarin,
aku bisa menumpang jemputan karyawan yang menunggu di pintu masuk kawasan.
akhirnya aku menyeberang dan menuju tempat parkir mobil jemputan.
kulihat sekelilingku,
banyak karyawan yang mayoritas perempuan juga sedang menunggu datangnya mobil jemputan.
saat mataku menyapu sekeliling, tanpa sengaja aku melihat seseorang perempuan,
wajahnya yang cantik membiusku sesaat, membuat perhatianku tersita sepenuhnya.
sekilas parasnya mirip dengan ryoko hirosue, aktris dalam film perancis berjudul wasabi. .
Spoiler for mulustrasi ryoko hirosue:
Spoiler for mulustrasi ryoko hirosue lagi:
kami sempat bertatap mata tanpa sengaja,
mungkin dia sadar jika aku sedang memperhatikannya.
aku segera mengalihkan tatapan mataku.
ada perasaan malu karena tertangkap basah sedang memperhatikannya.
akhirnya aku berusaha menyibukkan diri dengan membuka tutup kunci layar handphoneku untuk menyembunyikan kegugupan.
aiih malunya. . .

tak lama sebuah mobil jemputan datang, seorang laki2 yang nampaknya menjadi penanggung jawab area memberitahukan jika mobil itu adalah jemputan PT yang akan kutuju.
aku memasukan HPku kedalam celana dan segera berdiri.
beberapa wanita yang ada disekitar area tunggu juga nampak mulai berdiri dan bersiap masuk kedalam mobil jemputan bertipe L300 tersebut.
setelah mobil berhenti, dengan teratur para wanita masuk.
setelah semua wanita masuk, aku menempatkan diri di bangku tambahan yang berada tepat disamping pintu keluar.
kututup pintu dan memberikan kode kepada sopir.
mobil kembali berjalan membawa kami menuju PT.
tak jauh dari tempat pemberangkatan, tiba2 mobil mengerem mendadak dan membuat penumpang berteriak.
"CKIIIITTTT!!"
"ASTAGHFIRULLAH PAK "
teriak para penumpang.
aku reflek berpegangan kepada pintu dan penyekat antara ruang kemudi depan dengan ruang belakang yang terbuat dari kayu.
setelah itu barulah ada gerutu dan komplain kepada supir dari para wanita.
rupanya barusan ada kucing yang menyeberang jalan dan membuat pak sopir reflek menginjak rem cukup dalam.
aku merasakan ada rasa hangat dipunggungku diikuti dengan tepukan2 lembut.
" aduh mas, maaf yaa, maaf banget "
suara merdu seorang wanita mengalihkan perhatianku dari kejadian barusan.
aku menengok kebelakangku.
"SUBHANALLAH"
rupanya perempuan manis yang tadi kuperhatikan di tempat tunggu jemputan duduk dibelakangku dan sedang meminta maaf padaku.
" eh iya mbak? "
aku menjawab dengan kondisi belum fokus sepenuhnya.
" maaf ya mas, aduh, pake acara rem dadakan si. . "
perempuan itu mengeluarkan sapu tangan dari tasnya dan berusaha mengelap punggungku.
aku baru sadar jika rupanya punggungku tersiram teh hangat yang dipegang oleh perempuan itu ketika kejadian tadi.
" eh, mbak, nggak papa kok, sini biar saya lap sendiri "
aku mencegahnya mengelap punggungku.
" nggak papa mas, biar saya aja, "
dia mencegah tanganku mengambil sapu tangan itu dan kembali mengelap punggungku.
para penumpang lain memperhatikanku.
astaga, aku baru sadar, ternyata aku laki2 sendiri didalam mobil jemputan :
setelah punggungku sudah tidak dapat dibersihkan lagi, perempuan itu membuka percakapan.
P: " sekali lagi saya minta maaf ya mas, ini kesalahan saya nggak hati hati "
aku: " nggak papa mbak, namanya juga kecelakaan "
P: " masnya training hari ini ya? "
aku: " iya mbak, baru mau training nanti "
P: " duh, jadi beneran nggak enak ni saya "
aku: " udah, nggk papa kok, nanti kalau ditanya trainernya, bisa saya jelaskan dengan baik kalau ini kecelakaan "
kujawab dengan tersenyum karena merasa tidak enak hati juga.
perempuan ini nampak merasa sangat bersalah.
dia tersenyum dengan sedikit nyengir, menampakan gingsulnya yang membuat ekspresi wajahnya sangat manis.
aku hanya bisa tersipu karena jujur wajahnya sangat cantik, membuat ada momen awkward, ,
akhirnya perjalanan ini kembali berlanjut dengan tanpa ada percakapan diantara kami lagi.
mobil tiba di depan PT, kami semua turun dari mobil.
aku merapikan pakaianku yang rada berantakan karena posisi duduk yang menekuk didalam mobil barusan.
" mas, sekali lagi maaf ya? "
perempuan tadi masih saja meminta maaf kepadaku dengan ekspresinya yang membuatku tak kuat untuk menatapnya.
" udah mbak, amaan, nggak masalah "
aku tersenyum sambil sesekali melihat kearah lain.
akhirnya dia masuk mendahuluiku. meninggalkan aku yang masih sedikit kikuk karena teringat oleh ekspresi wajahnya.
training dimulai pukul 08:05.
kami semua dipersilahkan mengenalkan diri sebelum training dimulai.
satu persatu peserta training maju dan memberikan perkenalan.
ketika tiba giliranku, aku berjalan kedepan menuju trainer.
aku: " selamat pagi teman teman dan bapak trainer, perkenalkan, saya tiyo, asal dari kabupaten P, jawa tengah "
trainer: " kabupaten P itu kan yang berbatasan dengan jogja ya? "
aku: " betul pak "
trainer: " berapa jam kamu dari rumah ke jogja mas? "
aku: " sekitar satu jam setengah ke pusat kotanya pak "
trainer: " berarti deket dong ya "
aku: " iya pak "
trainer: " lho? itu bajumu bagian belakang kenapa mas? "
aku: " anu, ini pak, tadi ada sedikit kecelakaan, jadi ada minuman tumpah ketika didalam mobil jemputan "
trainer: " ooh, kamu yang diceritain sama shita tadi ya? "
aku: " shita siapa ya pak? "
trainer: " ya yang numpahin teh kepunggungmu, emang tadi nggak kenalan? "
aku: " hehe, belum pak "
trainer: " ealah, piye to jaa, jogjaaa??! " ( saat itu sedang populer iklan rokok yang jargonnya " JOGJAA " )
kontan para peserta training tertawa karena trainer berkata dengan aksen khas daerah jogja diikuti jargon iklan rokok tersebut.
logat khas daerahku nampaknya terdengar lucu ditelinga mereka.
trainer: " buruan kenalan jaa, piye kamu, ada cewek cantik, ada momentum pas, malah nggak kenalan "
aku: " hehe, malu pak "
trainer: " jangan malu lah, sini tak kasih tau "
trainer memberikanku isyarat agar mendekat dan merangkul pundakku.
kemudian dengan gestur seperti akan berbisik dia berkata,
trainer: " shita itu primadona baru disini, mosok kamu nggak tertarik sama gadis secantik itu jaa?"
dia berkata dengan suara yang cukup keras sehingga seisi ruang training kuyakin dapat mendengarkan kata tersebut.
aku hanya nyengir mendengar penuturan trainer.
akhirnya dia menyuruhku kembali duduk.
aku kembali duduk ditempatku, dan semenjak itulah teman seangkatanku memanggilku dengan sebutan "jogja"
( bersambung )
symoel08 dan 17 lainnya memberi reputasi
18