Kaskus

Story

maulinda99Avatar border
TS
maulinda99
Cintaku bukan Jodohku (True Story)
Cerita ini dimulai sejak aku SMA Beberapa tahun yang lalu. saat SMA adalah saat di mana aku dan mungkin kita semua mempunyai hasrat yang besar untuk segala sesuatu yang ada di pikiran kita masing-masing. di saat itu kita akan mencari tahu apa yang ingin kita tahu dan ingin kita rasakan, Misalnya pacaran. Aku termasuk cewek yang kalem dan belum pernah pacaran. karena orang tuaku sangat ketat masalah itu. di sekolah aku cukup pintar dan mendapat prestasi. tapi sejak aku duduk dibangku SMA aku mulai penasaran dengan perasaan yang orang-orang sebut cinta. Selama SMA aku sempat backstreet dengan beberapa cowok baik itu di sekolah maupun di luar sekolah.
yah, karena aku cewek rumahan yang bandel, aku menjalani ini dengan susah payah. aku jadi sering bohong, aku juga sering bolos sekolah, bahkan aku tidak konsentrasi lagi dengan pelajaran di sekolah. meskipun begitu aku tidak menyesal karena aku bisa mengenang indahnya masa SMA hingga sekarang.
kisah selanjutnya akan aku bahas di thread berikutnya. see ya

part 1
part 2
part 3
part 4
Pertemuan
My Special One
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 0 suara
siapakah jodohku?
hary
0%
nhel
0%
oceng
0%
zai
0%
abu
0%
iam
0%
Diubah oleh maulinda99 01-03-2017 22:07
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
4.2K
35
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
maulinda99Avatar border
TS
maulinda99
#30
My Special One (MSO)

Sejak lulus SMA aku sudah putus dengan Nhel. Sakit memang, tapi itu lebih baik daripada menjalin hubungan terlarang. Amat sangat tidak nyaman. Nhel memilih untuk menikahi Nadia
Aku sudah masuk kuliah, di jurusan pilihan orangtuaku tentunya. Awal awal kuliah aku masih fokus dengan perkenalan dengan dosen dan mata kuliahnya, teman teman dan sebagainya. Belum ada pikiran buat cari pasangan, jodoh, teman dekat atau apapun. Hingga di semester berikutnya, aku mulai tertarik buat pacaran.
Ocheng, enam bulan pacaran. Awal awalnya sih romantis, kalem juga orangnya. Tapi yang bikin kesal, lama lama sifat aslinya keliatan, doi ternyata lebih mentingin motornya dari pada pacarnya. Selama enam bulan pacaran makan bareng Cuma sekali, nonton juga sekali. Selebihnya Cuma ketemuan di kampus atau di kontrakannya. Terakhir, pas mau ngajakin dia ngedate dia gak mau alasannya lagi sibuk. Ternyata tuhan masih sayang denganku. Aku melihat sendiri dia di bengkel dengan motor kesayangannya yang sedang di modivikasi.
Zai, pacarannya sebulan. Dia asisten Ustadz dan tinggalnya di pesantren di mana dulu pernah ku jejali. Umurnya Jauh lebih dewasa dari ku. Sayang banget kelakuannya minus. Ternyata dia Cuma main main pacaran dan dia punya banyak pacar. Selain itu, orangnya super duper mesum.
Belum lama putus dengan Zai, aku ketemu dengan My Special One (MSO). Aku sudah yakin dia orang baik. Sesampainya di tempat tujuan dia langsung menolong kami untuk mengangkut barang barang perbekalan. Karena kita ada di daerah yang kemungkinan besar sulit untuk menemukan pusat perbelanjaan makanya kita bawa bekal banyak. Terutama makanan dan pakaian.
Selesai beberes kami semua istirahat. Kebetulan kami menginap di sebuah rumah yang di huni seorang nenek. Cukup besar, muat untuk belasan orang. Fasilitasnya juga lumayan lengkap. Aku sudah di depan tv dan sebuah kipas angin. MSO juga di situ, sedang rebahan di pojok dekat tv. Selain itu ada juga dua orang cowok usianya kira kira mendekati kepala tiga. Salah satu cowok membuka pembicaraan. Mengajakku berkenalan. Namanya Fandi. Dan yang satu lagi Aan. MSO hanya diam. Aku jadi semakin penasaran tapi sayangnya aku punya syndrome jaga image yang belum terobati. Diam diam aku mendengar percakapan mereka sambil menatap tv. Aku mendengar Fandi menyebut MSO dengan sebutan Bex. Bex, nama yang cukup asing di telinga.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.