Kaskus

Story

carienneAvatar border
TS
carienne
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]


Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
(credit to : risky.jahatfor the beautiful cover)


PROLOG :


Gue selalu percaya, apapun yang kita alami di dunia ini selalu memiliki alasan tersendiri. Ga terkecuali dengan kehadiran orang-orang di kehidupan kita. Setiap orang, setiap hal, memiliki perannya masing-masing di kehidupan kita ini. Ada yang datang untuk sekedar menguji kesabaran kita, ada yang datang untuk menyadarkan kita akan mimpi dan harapan yang selalu mengiringi kita.

Gue menulis cerita ini, sebagai wujud rasa cinta gue terhadap segala yang pernah terjadi kepada gue. Ada yang ingin gue lupakan, dan ada yang ingin gue kenang selamanya. Tapi pada satu titik gue menyadari, bahwa ga ada yang harus gue lupakan, melainkan gue ambil pelajarannya. Dan untuk segala yang pernah hadir di hidup gue, ataupun yang akan hadir, gue mengucapkan terima kasih dari hati gue yang terdalam.

Cerita ini berawal pada tahun 2006, pada saat gue masih culun-culunnya menjalani kehidupan. Gue baru saja lulus SMA, dan memutuskan untuk merantau, meskipun ga jauh-jauh amat, ke ibukota untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Gue masih mengingat dengan jelas momen ketika gue mencium tangan ibu, dan elusan kepala dari bapak, yang mengantarkan gue ke gerbang rumah, sebelum gue menaiki angkutan umum yang akan membawa gue ke ibukota.

Ketika angkutan umum yang membawa gue ke ibukota itu mulai berjalan, gue sama sekali ga bisa membayangkan apa yang akan terjadi di hidup gue selanjutnya. Tentu saja gue ga bisa membayangkan kehadiran seseorang, yang dengan segala keunikan dan keistimewaannya, memberikan warna tersendiri di hati gue.

Nama gue Gilang, dan semoga sekelumit cerita gue ini bisa berkenan bagi kalian semua.


Quote:
Diubah oleh carienne 27-03-2017 21:48
radoradaAvatar border
elbe94Avatar border
corneelooAvatar border
corneeloo dan 52 lainnya memberi reputasi
53
2M
5.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
carienneAvatar border
TS
carienne
#4397
PART 85


until the day the ocean

doesn't touch the sand

now & forever

I will be your man...




Penggalan lagu itu meluncur dengan indahnya di telinga gw, ketika gw dan Ara sedang termenung berdua di balkon depan kamar. Sepertinya salah satu penghuni kos-kosan itu menyetel radionya terlalu keras, hingga kami berdua bisa mendengarnya di sore hari seperti ini. Ara tertawa pelan, kemudian menggandeng lengan gw dan menyandarkan kepalanya di bahu gw.

“kenapa, Cha?” tanya gw setelah mendengar lirih tawanya.

dia menatap gw dengan lucu. “lagunya lo banget, Gil.”

“Richard Marx ya itu?”

“he-em” dia mengangguk.

“anak lawas ya lo ternyata...” gw tertawa.

“lo juga lah, apaan dengernya Air Supply sama Phil Collins...”

“lebih cocok di telinga gw soalnya, daripada lagu-lagu jaman sekarang...”

Ara hanya tertawa menanggapi gw. Kembali kami berdua membisu mendengarkan lagu-lagu yang sayup-sayup entah darimana asalnya. Gw mengelus rambutnya pelan, dan mencium lembut rambutnya.

“Gil...” panggilnya.

“ya?”

“Rasanya baru kemaren ya kita kenalan. Gw juga inget kok waktu nyapa lo di selasar kampus itu.” dia menggerakkan tubuhnya, dan tersenyum ke gw. “Lo tahu ga apa yang gw pikirin waktu pertama kali kenalan sama lo?”

gw menggeleng. “engga, apa emang?”

“gw pikir lo itu orangnya pendiem, ketus gitu. Dari muka lo dulu gw lihat kaya gitu...” Ara menyibakkan rambutnya, dan mendekap kedua lututnya. “Tapi gw penasaran sama lo, makanya gw sapa lo duluan deh waktu di selasar...”

gw tertawa pelan. “emang tampang gw sedemikian jeleknya ya?”

“terus, waktu gw tahu kalo ternyata sekosan, dan sebelahan pula, gw sempet mau pindah kosan khusus cewek aja...” Ara tertawa geli mengingat-ingat pemikirannya dulu. Gw hanya mendengarkan sambil sesekali mengelus rambutnya.

“lo tahu kenapa gw ga jadi pindah?” lanjutnya. Gw hanya menggeleng menjawab pertanyaannya itu.

“karena lo berusaha selalu ada buat gw. Inget ga dulu gw paksa-paksa lo bangun tengah malem cuma buat curhat gara-gara gw ada masalah sama mantan?” jelasnya lagi dengan lembut.

gw tertawa lirih. “Iya gw inget, sampe gw terpaksa tidur di tiker gara-gara lo ketiduran dikamar gw...” gw mengangguk-angguk.

“hehehe, sorry yak waktu itu... Tapi dari situ gw mulai merasa nyaman sama lo, gw seperti menemukan seseorang yang bener-bener bisa cocok sama kepribadian gw yang seenaknya sendiri kaya begini...”

“jujur, awalnya gw gedeg banget loh ngadepin elo, Cha...” gw meringis. “cuma gw juga ga tega mau marah-marah ke lo...”

“gw udah sering digituin kok, Gil. Jaman dulu banyak cowok atau temen-temen gw yang ga tahan sama kelakuan gw. Ga jarang gw dibentak...” komentarnya sambil merapikan rambut gw.

“gw merasa ga ada jalan lain selain nurutin apa kata lo, Cha...” gw menatapnya jenaka. “lama-kelamaan gw jadi terbiasa.”

“dulu lo pasti mikir kalo gw tuh orangnya kolokan, manja, bawel dan sebagainya. Ya kan?” tembaknya. Dia terkikih membayangkan segala sifat yang ada di dalam dirinya sendiri.

“ya iya sih, tapi ngangenin. Waktu lo pulang selama liburan semester, rasanya hidup gw mendadak sepi...” kata gw jujur.

“haha, gw juga ngerasain hal yang sama waktu dirumah, rasanya aneh aja kalo ngelihat kamar gw dan kamar sebelah gw yang kosong...”

“SMS-an pun ga membantu yah?” gw tersenyum.

“ngebantu si, tapi cuma dikiiiiit banget...” dia menjulurkan lidahnya. Begitu menggemaskan tampangnya.

“kalo gw ada disini, gw merasa dunia gw kembali utuh lagi, kembali sempurna. Waktu ga ada lo, gw seperti orang yang tersesat. Bingung harus kemana...” lanjutnya dengan wajah serius.

“Tapi akhirnyaaaa, gw ga akan kehilangan lo lagi.” ucapnya dengan manja sambil menyandarkan kepala di bahu gw. Sementara itu gw hanya bisa mencium lembut rambutnya, merasakan harum dan hangat tubuhnya disamping gw.

“Cha...” panggil gw setelah beberapa saat membisu.

“Ya?”

“lo tahu kenapa gw dulu mantap mau menikahi lo?”

dia menggeleng, sorot matanya penasaran. “kenapa?”

gw tertawa pelan memilah-milah memori gw malam itu, dan merangkaikannya menjadi kata-kata yang akan gw ucapkan.

“jadi, ada suatu malam, gw sedemikian bimbangnya antara menyusul lo yang lagi sakit di Surabaya, atau gw mengejar ego dan kesombongan gw disini...” jelas gw dengan suara jernih.

Ara mendengarkan gw dengan seksama.

“sampai pada akhirnya, entah kenapa, gw tergerak untuk masuk ke kamar lo ini...” gw menyentuh pintu di samping gw.

“terus?” tanyanya.

“terus gw iseng ngebuka-buka buku kuliah lo yang berdebu, yang udah entah berapa lama ga lo pegang. Waktu itu gw rindu ke kampus bareng lo, duduk di sebelah lo, makan di kantin sama lo. Sampe akhirnya gw menemukan satu lembar kertas...” gw tersenyum.

“kertas yang bertuliskan nama gw, digambar tiga dimensi....” gw menghela napas, “....dan sebuah notes di balik itu...”

Ara hanya tersenyum, dan mengangguk-angguk pelan. Senyum pemahaman, dan senyum tulus.

“Dari situlah gw yakin bahwa penantian gw selama ini disamping lo ga sia-sia, bukan sebuah harapan kosong belaka. Bahwa ternyata gw juga memiliki tempat yang sama di hati lo, seperti tempat lo di hati gw...” urai gw. Ara menitikkan air mata sedikit, kemudian mendekap lengan gw dengan manja. Gw mengelus-elus rambutnya lembut.

“Maafin gw ya, sudah jadi cowok yang amat sangat ga peka selama ini...” ucap gw sambil menatap wajahnya yang tersenyum namun berurai air mata.

Dia menggelengkan kepalanya.

“Engga, Gil. Gw tahu bahkan tanpa lo mengucapkan apapun, kalo lo memang selama ini mencintai gw...” dia menghapus air matanya dengan jari.

“yang bikin gw nangis ini adalah, gw teringat kembali bahwa lo ternyata mencintai gw, jauh lebih dalam daripada yang gw bayangkan. Bahkan mungkin jauh lebih dalam daripada yang lo kira...”

Kami berdua sama-sama tersenyum, dan menyadari bahwa segala hal yang telah kami lalui berdua sejak awal pertemuan hingga hari ini, telah menorehkan sebuah kehidupan tersendiri di dalam jiwa kami. Sebuah kehidupan dimana hanya kami berdua yang ada, dan menari bersama dalam sebuah harmoni surgawi di dalam keabadian.

“now and forever, I will be your man...” gw bersenandung perlahan.




julian147
sormin180
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.