- Beranda
- Stories from the Heart
enTahLah
...
TS
budirei
enTahLah
cerita yang isinya entah tentang apa
MAIN STORY PART 1
MAIN STORY PART 2
SIDE STORY - MASA MASA SMA
SIDE STORY - MASA PENGANGGURAN
MAIN STORY PART 1
MAIN STORY PART 2
SIDE STORY - MASA MASA SMA
SIDE STORY - MASA PENGANGGURAN
Quote:
Diubah oleh budirei 28-04-2017 20:58
anasabila memberi reputasi
2
4.3K
40
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
budirei
#28
SIDE STORY - MASA MASA SMA
Sang anak pun menginjak bangku SMA. Di sekolah barunya yg dibilang favorit se-kabupaten itu dia mendapat teman dgn berbagai macam karakter, mulai dr yg baik jahil nakal smpe pendiam semua ada. Temannya pun berasal dari berbagai kalangan strata sosial. Guru2nya pun ada berbagai macam karakter, mulai yg disiplin, sabar sampai yg galak. Bahkan ketika pendaftaran masuk sekolah ada salah satu guru yg menawarkan "pintu belakang" agar bisa masuk ke sekolah favorit ini. Namun ditolak mentah2 oleh sang anak karena sudah berada di peringkat 98 dari 330, sang guru pun hanya senyum simpul mendengar jawaban sang anak.
Di bangku SMA ini sang anak mulai memiliki rasa tertarik trhadap wanita. Dan wanita itu adalah temannya saat SMP dulu yg sekarang brbeda SMA. Dia pun mulai melakukan manuver2 untuk mendekati sang wanita dengan dibantu teman2 seperjuangannya. Berjalan trik2 anak muda untuk mendekati wanita selama beberapa bulan. Mulai dari ngajak nongkrong bareng, maen bareng, nraktir makan, ngasih coklat.
Hingga suatu saat tibalah di puncak perjuangan, sang anak berencana akan "menembak" sang wanita untuk jadi pacarnya. Dia mengatur strategi dengan teman2nya untuk melakukan misi itu. Yaps, strategi brhasil dilaksanakan dan misi pun berhasil dilakukan dgn hasil sang anak ditolak oleh sang wanita dengan alasan sudah trlalu nyaman menjadi teman sang anak.
Sang anak pun menerima jawaban itu dgn ikhlas, dan mereka tetap menjadi teman. Selang beberapa hari setelah itu, sang anak mendengar selentingan kabar kalau sang wanita tadi jalan bareng dengan salah satu teman seperjuangannya yg ikut membantu misi dia untuk mendapatkan wanita itu. Sang anak pun langsung mengkonfirmasi kabar itu dengan sang tersangka tersebut, dan dia menjawab kalau mereka hanya berteman tidak lebih.
Hari hari berikutnya dijalani sang anak dengan rasa kecewa dan sedikit hati trhadap wanita & sang tersangka itu. Walau pun begitu sang anak tidak pernah memusuhi mereka, bahkan tetap membantu mereka saat mereka mengalami kesusahan. Seiring berjalannya waktu sang anak sudah bisa mengikhlaskan kejadian tersebut.
Dan pada suatu saat, ada salah seorang teman seperjuangannya dulu yg membuat sebuah pengakuan kepada sang anak. Bahwa sebenarnya sang tersangka sudah sejak awal mengincar sang wanita, sejak sang tersangka dikenalkan kepada sang wanita oleh sang anak. Namun sang tersangka merasa minder bersaing terbuka dengan sang anak, dan memilih bersaing tertutup tanpa sepengetahuan sang anak.
Tapi apa daya, trnyata sang wanita pun juga menolak sang tersangka dengan alasan tidak mau merusak persahabatan sang anak & sang tersangka. Sang pembuat pengakuan pun memberi tahu, bahwa sebenarnya sang wanita lebih condong memilih sang anak sebagai pacar tapi karena ada sang tersangka yg selalu bergerilya lewat belakang maka sang wanita merasa tidak nyaman jika harus menjalani hubungan dgn sang anak. Dan sang wanita pun akhirnya menolak sang anak & sang tersangka sebagai jalan tengah.
Mendengar pengakuan itu, sang anak pun hanya tertawa sambil berkata "Entahlah siapa yg benar siapa yg salah!"
Di bangku SMA ini sang anak mulai memiliki rasa tertarik trhadap wanita. Dan wanita itu adalah temannya saat SMP dulu yg sekarang brbeda SMA. Dia pun mulai melakukan manuver2 untuk mendekati sang wanita dengan dibantu teman2 seperjuangannya. Berjalan trik2 anak muda untuk mendekati wanita selama beberapa bulan. Mulai dari ngajak nongkrong bareng, maen bareng, nraktir makan, ngasih coklat.
Hingga suatu saat tibalah di puncak perjuangan, sang anak berencana akan "menembak" sang wanita untuk jadi pacarnya. Dia mengatur strategi dengan teman2nya untuk melakukan misi itu. Yaps, strategi brhasil dilaksanakan dan misi pun berhasil dilakukan dgn hasil sang anak ditolak oleh sang wanita dengan alasan sudah trlalu nyaman menjadi teman sang anak.
Sang anak pun menerima jawaban itu dgn ikhlas, dan mereka tetap menjadi teman. Selang beberapa hari setelah itu, sang anak mendengar selentingan kabar kalau sang wanita tadi jalan bareng dengan salah satu teman seperjuangannya yg ikut membantu misi dia untuk mendapatkan wanita itu. Sang anak pun langsung mengkonfirmasi kabar itu dengan sang tersangka tersebut, dan dia menjawab kalau mereka hanya berteman tidak lebih.
Hari hari berikutnya dijalani sang anak dengan rasa kecewa dan sedikit hati trhadap wanita & sang tersangka itu. Walau pun begitu sang anak tidak pernah memusuhi mereka, bahkan tetap membantu mereka saat mereka mengalami kesusahan. Seiring berjalannya waktu sang anak sudah bisa mengikhlaskan kejadian tersebut.
Dan pada suatu saat, ada salah seorang teman seperjuangannya dulu yg membuat sebuah pengakuan kepada sang anak. Bahwa sebenarnya sang tersangka sudah sejak awal mengincar sang wanita, sejak sang tersangka dikenalkan kepada sang wanita oleh sang anak. Namun sang tersangka merasa minder bersaing terbuka dengan sang anak, dan memilih bersaing tertutup tanpa sepengetahuan sang anak.
Tapi apa daya, trnyata sang wanita pun juga menolak sang tersangka dengan alasan tidak mau merusak persahabatan sang anak & sang tersangka. Sang pembuat pengakuan pun memberi tahu, bahwa sebenarnya sang wanita lebih condong memilih sang anak sebagai pacar tapi karena ada sang tersangka yg selalu bergerilya lewat belakang maka sang wanita merasa tidak nyaman jika harus menjalani hubungan dgn sang anak. Dan sang wanita pun akhirnya menolak sang anak & sang tersangka sebagai jalan tengah.
Mendengar pengakuan itu, sang anak pun hanya tertawa sambil berkata "Entahlah siapa yg benar siapa yg salah!"
Diubah oleh budirei 02-03-2017 12:52
0
