Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:




Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.
Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
junti27Avatar border
ichamkbkAvatar border
afrizal7209787Avatar border
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#1724
Akhir semua ini part 4

Wanita itu tersenyum ramah pada kami. Tania cemberut karena Diki memandang terus wanita itu.

"Akhirnya kita bertemu": kata wanita itu.
Aku mengangguk. Diki dan Tania memperhatikan kami berdua.
"Kamu telah memilih jalan kamu, kami tetap akan membantu dan menjaga kamu": kata wanita itu
"Terimakasih": jawabku.
"Jangan liat yang jauh lihat diri sendiri, tidak jauh dari raga, ada apa dalam dirimu. Jangan menyuruh orang mencari jati dirimu. Tapi carilah sendiri dan jangan kamu sibuk mencari kesalahan orang lain tapi cari lah kesalahan diri sendiri.
Petunjuk dari guru, nasihat dari ulama, pengingat dari kiai dan leluhur supaya kamu tidak terlena dalam urusan dunia.
Kamu jangan lupa mengaji diri.
Asal dari mana?
Sekarang diam dimana?
Dan pulang akan kemana?
Cari dengan ilmu ketahui dengan pengetahuan beriman lewat agama.
Tanya diri kamu sendiri, tanya rasa kamu, tanya hati kamu.
Kuatkan tekad, tetapkan tujuan jangan sampai salah jalan.
Mengikuti hawa nafsu terjebak dalam kegelapan": kata wanita itu.
"Iya bunda": jawabku.
"Yang sabar dan kuat dalam menjalani takdir, hidup memang penuh rintangan": kata wanita itu.
"Iya bunda": kataku.
Wanita itu kembali tersenyum ramah.
"Kamu Diki jangan sungkan bila ada permasalahan tanya Aka": kata wanita itu.
Tania yang sedang makan melotot kearah Diki ketika nama Diki disebut.
Kulihat Diki tertunduk tak mampu menatap tatapan wanita itu. Bila diperhatikan tidak ada yang aneh dengan wanita itu. Kecuali matanya tak pernah berkedip.
"Maaf bagaimana kabar adik disana?": tanyaku
"Dia baik, dia juga sering menanyakan kabarmu?": kata wanita itu.
Tania dan Diki selesai makan. Aku segera menghabiskan kopiku.

"Sudah larut malam kita pulang": kataku pada Tania dan Diki.
"Iya kak": kata Diki dan Tania.
"Ingat kata kataku": kata wanita itu.
"Iya bunda": kataku.
Aku berdiri dan wanita itu mendekatiku dan mengecup keningku.
"Hati hati nak": kata wanita itu dan tampaknya wanita itu agak sedih.
Ketika aku hendak membayar makanan pelayan menolak dan wanita itu bilang padaku biar dia yang membayar. Aku,Diki dan Tania berjalan pergi dari tempat itu.

"Kakak genit, diem aja dicium wanita itu. Bilangin kak Viona baru tau rasa": kata Tania.
"Husss kamu gak tau apa apa, diem aja": kata Diki
"Apaan sih Diki": kata Tania.
"Hehehehe udah nanti diceritain pas dipenginapan, inget jangan liat kebelakang sampai dipenginapan. Terutama kamu Tania.": kataku.
"Ih kenapa sih, takut diceritain ke kak viona ya": kata Tania.
"Udah nurut aja": kataku.

Setelah beberapa waktu berjalan, Tania menoleh kebelakang. Tania menjerit dan memegang tanganku kencang.

"Kakak, takut": kata Tania.
"Udah dibilangin jangan liat kebelakang": kataku.
Diki menoleh kebelakang. Dia pun terperanjat dan kaget sekali.
"Kak, kenapa....kenapa kita berada dipinggir laut, kantin tadi mana?": kata Diki.
"Udah jangan dipikirin kita jalan aja": kataku.

Kami berjalan terus hingga sampai penginapan. Kulihat jam sudah pukul 2 dini hari. Perasaan belum sejam ada dikantin.

Anak anak kafe masih ada yang begadang duduk diluar kamar penginapan. Aku mengantar Tania kekamar. Mama shinta membuka pintu kamar, ternyata mama Shinta belum tidur menunggu Tania.

Aku berjalan kekamarku dan mengetuk pintu perlahan. Viona membuka pintu. Aku kasian mesti membangunkan Viona.
Kulihat kedua anakku tertidur lelap. Viona kembali tidur disisi anakku. Aku duduk disisi ranjang menatap keluargaku. Kutau rintangan berat akan kuhadapi. Semoga aku mampu melewatinya.


Keesokan harinya aku bermain dipantai bersama Anisa. Viona menggendong Yusuf putra bungsuku. Anisa sangat senang bermain air. Aku sudah lelah tapi Anisa masih ingin bermain. Akhirnya Tania dan Diki gantian mengajak main Anisa.

Ibu, mama Shinta, Irene dan yang lain menyiapkan makan siang. Kupanggil Tania agar membawa Anisa kesini untuk makan siang. Kami pun makan siang. Sungguh senangnya makan bersama, terasa suasana kekeluargaan.

"Kak, katanya mau cerita kejadian tadi malam": kata Tania ketika selesai makan.
"Nanti aja pas dirumah ya"; kataku.
"Ih kakak bohong aja": kata Tania.
"Iya cerita malem dari mana?": kata Viona.
"Iya sampe jam 2 baru pulang": kata mama Shinta.
"Intinya malem aku, Tania dan Diki diundang ke alam lain": kataku.
"Jadi wanita yang tadi malam dan yg lainnya bubukan manusia": kata Tania.
"Bukan": kataku.
"Pas disana kakak sadar bukan dialam manusia?": kata Tania.
"Awalnya engga, tapi pas kamu datang baru sadar, Diki juga tau": kataku.
"Beneran?": tanya Tania.
"Iya bener aku sadar pas wanita itu muncul": kata Diki.
"Makanya pas pulang aku bilang jangan liat belakang": kataku.
"Ih kak, takut ah pulang yu": kata Tania.
"Ga usah takut, takut sama Tuhan aja. Lagian gak bermaksud jahat": kataku.
"Tetep aja takut": kata Tania
"Udah gak usah takut": kataku.
"Iya ayo kita gabung sama yang lain tuh pada selfie": kata Diki.

"Kita cari oleh oleh buat tetangga": kataku.
"Iya mama juga pengin beli ikan asin": kata mama shinta.

Akhirnya aku,viona,kedua anakku, mama shinta dan ibu berbelanja. Yang lainnya bermain dipantai.
Aku merasa ada aura hitam negatif dari jauh mengawasi aku. Aku tak begitu mempedulikannya dan melanjutkan berbelanja.

Pada malam harinya kami pulang kembali kekota. Selama perjalanan aku teringat kata kata wanita itu. Mungkin ada hubungannya dengan aura negatif yang terus mengikuti.
khuman
xue.shan
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.