- Beranda
- Stories from the Heart
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
...
TS
dianmaya2002
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
Erick dan Darren kembali dihadapkan dengan seorang psikopat gila pecinta Disney Princess yang menyebut dirinya sebagai PRINCE CHARMING. Korban - korbannya selalu ditemukan dalam berbagai tema Disney Princess, seperti Stella Magnolia yang ditemukan ditepi dermaga dalam balutan kostum mermaid seperti Princess Ariel.
Apakah duo detektif ini dapat menghentikan kegilaan Prince Charming?
Apakah duo detektif ini dapat menghentikan kegilaan Prince Charming?
Hai Agan dan Aganwati...
Ane balik lagi nih buat posting sequel nya Biro Detektif Supranatural PSYCH
Yang masih penasaran sama Mbak Samantha Reindhaard bakal ane buat tambah penasaran lagi...
ini akun wattpad ane Anthazagoraphobia
karya ane:
Biro Detektif Supranatural PSYCH : Pieces #1
The Haunted Hotel La Chandelier
bagi cendol dan rate nya ya
DAFTAR ISI
Spoiler for Index:
Diubah oleh dianmaya2002 07-03-2017 20:20
zeref13 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
17.1K
Kutip
80
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dianmaya2002
#51
Spoiler for 23:
Kejar setoran biar cepet ending XD
***
Suasana Ballroom Wellington Palace seketika berubah hening saat seorang pria mengenakan topeng berbentuk burung gagak menaiki panggung kecil dengan podium diatasnya.
"Goodnite Ladies and Gentleman! Welcome to METROPOLIS MASQUERADE PARTY!" sambutnya dengan sumringah. Suaranya yang menggelegar memenuhi ruangan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.
"Malam ini Kalian tampak sangat menakjubkan." Lanjutnya sambil melepas topi yang terpasang dikepalanya. "Aku Raven. Menjadi seorang host untuk kalian diacara spektakuler seperti ini adalah kehormatan bagiku."
Pemandu acara bernama Raven terus berceloteh dan berinteraksi pada para tamu undangan yang menyambutnya dengan derai tawa. Sampai pada akhirnya ucapannya berubah menjadi sangat serius.
"Sebentar lagi kalian akan dipandu keluar dari ballroom ini menuju tempat pesta yang sebenarnya. Bersiaplah! Malam ini akan sangat menakjubkan dan aku jamin kalian tidak akan melupakannya." Ujar Raven sambil tersenyum. Atau lebih tepatnya menyeringai!
Diantara para tamu yang tampak antusias ingin mengetahui kejutan pesta yang menanti mereka terdapat beberapa orang yang menegang. Mempersiapkan mental mereka untuk menghadapi kegilaan para pembunuh yang membaur diantara kerumunan tamu. Orang – orang tersebut tak lain adalah Darren, Erick,Yamaguchi, Samantha, dan Donny.
Pintu besar dengan ukiran emas tersebut terbuka. Para pelayan pria bersetelan hitam putih dengan topeng yang menutupi wajahnya menggiring para tamu untuk mengikuti mereka. Rasa penasaran dan antusias menyelimuti mereka sehingga mereka berbisik – bisik antara yang satu dengan lainnya. Para pelayan tersebut menghentikan langkahnya di hadapan sebuah pintu besar bertirai hitam. Mereka pun langsung mempersilahkan para tamu untuk masuk kedalam sana.
Didalam sana para tamu undangan dibuat tercengang oleh dekorasi taman yang diubah seperti negeri dongeng yang penuh fantasi dimana sesuatu yang ajaib dan tak terduga dapat terjadi sewaktu – waktu. Para model berpose menggunakan pakaian rancangan Andini Stark, seorang designer muda yang tengah naik daun. Andini Stark menampilkan tiga tema pada rancangan busananya yaitu flower attack dimana para model didandani dengan pakaian dan aksesoris penuh bunga. Yang kedua golden human, seluruh tubuh model perempuan maupun laki – laki dibiarkan telanjang dan hanya ditutupi oleh body painting berwarna emas pada bagian vital mereka. Ketiga, futuristic dimana para model mengenakan busana berbentuk aneh.
Para model tersebut berbaur dengan para aktor dan aktris kabaret yang mengenakan kostum era Victoria lengkap dengan topeng porselen yang indah
Para model tersebut berbaur dengan para aktor dan aktris kabaret yang mengenakan kostum era Victoria lengkap dengan topeng porselen yang indah. Pesulap mendatangi meja – meja para tamu undangan dan menampilkan atraksi solonya. Pestaini seperti percampuran antara sirkus yang menampilkan orang – orang aneh,dunia supranatural, dengan karnaval topeng Venesia.
Bahkan dipesta ini terdapat tangki akuarium berisi wanita bersirip ikan tanpa bantuan tabung oksigen atau alat bantu pernapasan. Asal kalian tahu bahwa manusia tidak dapat bernafas didalam air lebih dari empat menit kecuali dia mempunyai insang seperti ikan.
Asal kalian tahu bahwa manusia tidak dapat bernafas didalam air lebih dari empat menit kecuali dia mempunyai insang seperti ikan
-ilustrasi mermaid-
Seorang pria berkostum badut Joker memukau para tamu dengan atraksi juggler-nya. Belum lagi para pria berbadan besar yang menyemburkan api menambah semarak pesta tersebut. Para pemain orkestra mengalunkan musik lembut hingga membuat pasangan pria dan wanita turun ke lantai dansa. Di sudut lain, para bartender sibuk melayani orang – orang yang memesan minuman.
Samantha berdiri didepan sebuah cermin besar berbingkai emas sedangkan Donny berdiri tepat disampingnya. Gadis itu berbalik menatap Donny dari balik topengnya, lalu menyentuh lembut pipi pria tersebut.
"Dengarkan aku! Jika sesuatu terjadi padaku malam ini..." sebelum Samantha menyelesaikan kata – katanya Donny menyelanya.
"Tidak akan kubiarkan siapa pun menyakitimu!"
"Biarkan aku menyelesaikan kata – kataku!" bentak Samantha. "Apa pun yang terjadi nanti berjanjilah untuk tetap hidup. Selamatkan dirimu Don dan jangan pedulikan aku!"
"Dengar Miss Reindhaard! Aku tidak akan pernah meninggalkanmu walaupun itu membahayakan diriku." ujarnya sambil tersenyum. "Aku dan bahaya ibarat bayangan yang tak terpisahkan. Jadi jangan pernah menyuruhku untuk menjauh darimu."
"..."
"Kau pasti haus! Aku akan mengambilkanmu segelas mocktail. Tunggu sebentar! Jangan kemana – mana."
Donny pergi menuju bar yang memang dipadati oleh para tamu undangan yang tengah mengantri. Tak lama kemudian, suara Fabien terdengar dari wireless interkom yang dipakai oleh Donny, Erick, Darren dan tiga orang suruhan Donny yang memang menyusup dipesta itu.
"Pria berkimono hitam! Tepat diarah jam 12!"
Mereka bertiga langsung mengarahkan pandangannya kearah yang dimaksud oleh Fabien. Pria itu mengenakan kimono berwarna hitam dengan dua samurai yang menggantung dipinggangnya. Ia mengenakan topeng hitam yang menutupi wajahnya. Rambutnya panjang berwarna hitam diikat menyerupai ekor kuda. Ia berjalan perlahan menembus kerumunan para tamu dengan langkah tenang dan bibir yang menyunggingkan senyuman. Dan ia berjalan menuju kearah Samantha.
Yamaguchi kebingungan ketika Darren meninggalkannya tanpa kata. Namun tiba – tiba ia menegang ketika seorang pria dengan kedua lengan bertato tengah menatapnya. Pria tersebut adalah pria yang dicari oleh Yamaguchi selama ini. Pria yang telah ia anggap sebagai saudara. Pria asing itu mengedikkan kepalanya, memberikan sinyal pada Yamaguchi untuk mengikutinya.
"Yuri! Kaito! Aku menemukannya!" ujarnya lewat wireless interkom miliknya.
Sementara Erick, Darren, Donny dan ketiga pengawalnya terjebak didalam kerumunan para tamu dan para cosplayer berpakaian aneh yang enggan memberikan mereka jalan. Kini pria berkimono hitam tersebut telah berdiri didepan Samantha. Lalu mencium tangan gadis itu dengan lembut. Hal itu membuat Donny memanas.
Hal itu membuat Donny memanas
-Prince Charming-
Setelah bersusah payah, akhirnya Darren dapat keluar dari kerumunan itu. Namun langkahnya terhenti saat ia merasakan aura mengerikan yang berasal dari sudut taman. Ia begitu terkejut ketika melihat Andini Stark berada dipelukan Prince Charming dalam keadaan pingsan.
"SHIT!" Teriaknya. "ERICK ARAH JAM SEMBILAN!"
Erick mengarahkan pandangannya ke tempat yang ditunjuk Darren. Kebimbangan menyelimutinya antara harus menyelamatkan Samantha atau Andini Stark yang menjadi korban keempat Prince Charming. Dua Prince Charming dalam satu tempat!
Ditengah kebimbangannya, suara Donny terdengar lewat benda kecil yang tersemat ditelinganya.
"Erick! Darren! Tolong dia! Biar aku yang akan menyelamatkan Samantha."
"Kami berdua mengandalkanmu Don!"
***
"Malam ini kau sangat cantik." Ujar pria berkimono hitam itu. "Ayo kita pergi Sam! Sebelum aku menyakiti mereka."
Pria berkimono itu meraih tangan Samantha dan menariknya pergi kearah sebuah pintu gerbang yang terhubung dengan sebuah taman labirin yang cukup luas. Mereka pun berjalan memasuki taman labirin tersebut.
Mereka pun berjalan memasuki taman labirin tersebut
Labirin tersebut cukup gelap tanpa penerangan sama sekali. Hal itu cukup membuat Donny kesulitan untuk mencari mereka berdua walaupun sudah menggunakan ponsel sebagai alat penerangan. Ia memejamkan mata dan berkonsentrasi penuh. Mendengarkan suara sekecil apa pun. Hingga ia mendengar suara sepatu hak tinggi yang beradu dengan lantai batu. Donny pun berlari mengejar langkah tersebut hingga akhirnya ia sampai dibagian tengah labirin. Berdiri menatap gadis pujaannya dan juga si pria berkimono yang tengah menyeringai kearah Donny.
"Sepertinya kita kedatangan seorang penganggu!" ujarnya dengan tenang.
"Aku penganggu? Bukankah sebutan itu lebih pantas untukmu. Perebut kekasih orang!"
Prince Charming tersenyum. Saat hendak mencabut samurai yang berada dipinggangnya, Donny mengarahkan pistolnya tepat kearah kepala pria tersebut.
"Berhenti Bung! Peluruku lebih gesit daripada samuraimu."
"Benarkah?"
Ia kembali menyarungkan samurainya. Tiba – tiba sulur – sulur tumbuhan membelit tubuh Donny hingga tak dapat bergerak sama sekali. Prince Charming melangkah maju mendekatinya lalu mengambil pistol yang ada digenggaman Donny. Sebelah tangannya yang kosong meraih topeng yang menutupi separuh wajahnya dan melepaskannya.
Donny begitu terkejut ketika melihat wajah pria yang ada dihadapannya. Ia sangat mengenal siapa pria itu.
"Ternyata kau yang berada dibalik semua ini! BRENGSEK!!"
Perlahan ia mengangkat tangan kanannya yang menggenggam pistol lalu mengarahkannya kepada Donny.
"Sayangnya hanya kau yang akan tahu hal ini Don!" ujarnya sambil tersenyum lalu menarik picu pistol tersebut hingga menimbulkan bunyi lirih.
Samantha melangkah kearah Prince Charming lalu memeluknya dari belakang. Meletakkan kepalanya dibahu pria itu.
"Biar aku yang menghabisinya." Ujarnya lirih. Tangannya melingkar erat dipinggang pria itu. "Sudah lama aku tidak membunuh seseorang."
Prince Charming tersenyum lebar. Melepaskan tangan gadis itu dari pinggangnya dan berbalik menatap Samantha.
"Tentu saja sayang! Apa pun keinginanmu." Sambil memberikan pistol tersebut kepada Samantha lalu ia menyingkir dan memberikan jalan pada gadis itu.
Donny menatap Samantha dengan pandangan yang tak dapat diartikan. Ia merasa kecewa dan dikhianati, mungkin ini adalah karmanya karena sering mempermainkan wanita. Donny menertawai dirinya sendiri. Jadi begini akhir dari hidupnya, dibunuh oleh wanita yang telah mencuri hatinya.
"Setidaknya aku mati ditangan wanita yang aku cintai."
Samantha hanya menatapnya dengan ekspresi datar. Lalu tanpa pikir panjang menarik picu pistol tersebut hingga peluru menembus dada Donny. Tubuh Donny tersungkur jatuh ke lantai batu tersebut. Cairan kental berwarna kemerahan keluar dari dalam tubuhnya.
"Ayo Sam! Tempatmu adalah disisiku."
Mereka berdua pun menghilang dalam kabut tebal meninggalkan tubuh Donny begitu saja.
***
Vomment yakk XD
Nah Lho!!!
0
Kutip
Balas