- Beranda
- Stories from the Heart
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
...
TS
dianmaya2002
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
Erick dan Darren kembali dihadapkan dengan seorang psikopat gila pecinta Disney Princess yang menyebut dirinya sebagai PRINCE CHARMING. Korban - korbannya selalu ditemukan dalam berbagai tema Disney Princess, seperti Stella Magnolia yang ditemukan ditepi dermaga dalam balutan kostum mermaid seperti Princess Ariel.
Apakah duo detektif ini dapat menghentikan kegilaan Prince Charming?
Apakah duo detektif ini dapat menghentikan kegilaan Prince Charming?
Hai Agan dan Aganwati...
Ane balik lagi nih buat posting sequel nya Biro Detektif Supranatural PSYCH
Yang masih penasaran sama Mbak Samantha Reindhaard bakal ane buat tambah penasaran lagi...
ini akun wattpad ane Anthazagoraphobia
karya ane:
Biro Detektif Supranatural PSYCH : Pieces #1
The Haunted Hotel La Chandelier
bagi cendol dan rate nya ya
DAFTAR ISI
Spoiler for Index:
Diubah oleh dianmaya2002 07-03-2017 20:20
zeref13 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
17.1K
Kutip
80
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dianmaya2002
#47
Spoiler for 19:
Setelah memarkirkan mobilnya, Leon berjalan memasuki sebuah kedai kecil yang terletak dipinggiran Metropolis. Aroma daging panggang yang begitu menggiurkan menusuk indera penciumannya. Samar – samar terdengar suara spatula yang beradu dengan penggorengan disertai oleh desisan kentang yang digoreng.
Kedai tersebut sangat sepi hanya ada empat orang pembeli termasuk dirinya. Seorang pria berbadan besar lengkap dengan tato hati berwarna merah dilengannya duduk dimeja bar sambil meminum bir. Lalu ada sepasang kakek nenek sepertinya berumur 60 tahunan tengah sibuk menyantap pancake yang disiram madu dan secangkir kopi hangat. Yang terakhir adalah pria berhoody hitam mencurigakan yang tidak melakukan apa – apa bahkan pria aneh itu tidak memesan sesuatu. Ia hanya duduk dalam diam.
Leon memilih untuk duduk disebuah meja yang terletak paling sudut agar dapat mengawasi segala aktifitas yang terjadi disini.
Seorang wanita paruh baya berseragam putih menghampirinya lalu menyerahkan sebuah buku menu pada Leon.
"Selamat siang Tuan. Silahkan." Ujarnya ramah.
"Aku pesan menu spesial yang ada disini." jawab Leon sambil mengembalikan buku menu tersebut pada wanita paruh baya itu.
Tatapan Leon kembali mengarah pada pria berhoody hitam yang begitu mencurigakan. Ia berada di kedai ini bukan hanya untuk makan tetapi untuk bertatap muka langsung dengan si pemilik akun GummyBear2002. Sekarang Leon mulai gelisah karena sudah 20 menit berlalu dari waktu yang dijanjikan. Jangan – jangan dirinya ditipu mentah – mentah. Leon meremas serbet berwarna putih yang ada dihadapannya untuk meredam kekesalannya.
Terdengar pintu kedai terbuka. Seorang pria mengenakan jaket kulit melangkah masuk kedalam kedai tersebut. Ia mengarahkan pandangannya ke sekeliling kedai seperti sedang mencari seseorang. Lalu tatapannya terpaku pada sosok Leon yang juga tengah menatapnya. Pria tersebut melangkah kearahnya dan duduk tepat berhadapan dengan Leon.
"Hai aku GummyBear2002."
"Kau tak seperti bayanganku. Yah maksudku penampilanmu terkesan jauh dari para geek itu."
GummyBear2002 tertawa singkat. Tangannya merogoh saku jaketnya lalu menyodorkan sebuah map cokelat besar kepada Leon.
"Leslie memberikan ini padaku sebelum kematiannya. Semuanya ada disini."
Leon mengambil map cokelat tersebut namun saat ingin membukanya pria tersebut melarangnya.
"Jangan buka disini!" ujarnya pada Leon. "Dengarkan aku! Mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita."
"Apa maksudmu?" tanya Leon kebingungan.
"Orang ini berbahaya Leon. Dia bukan pelaku kriminal biasa bahkan ia bukan manusia." Jawab GummyBear2002 lagi. Kali ini Leon melihat pria yang dihadapannya begitu frustasi dan tampak gemetar ketakutan. "Aku mengetahui semuanya mengenai si pembunuh. Aku sadar jika umurku tak lama lagi. Dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengenyahkanku seperti ia mengenyahkan Leslie1908."
"Aku polisi! Aku bisa melindungimu."
Ia menggelengkan kepalanya. Wajahnya dipenuhi oleh ketakutan.
"Lindungi dirimu sendiri dude!" ujarnya lagi. "PSYCH. Mereka dapat membantumu."
Lalu Gummybear2002 beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan leon yang masih terpaku. Tak lama kemudian terdengar suara ban mobil berdecit. Orang – orang yang berada disekitar kedai berteriak. Tubuh Gummybear2002 terbaring diatas aspal keras bergelimang darah segar. Samar – samar Leon mendengar salah satu dari orang tersebut berteriak agar menghubungi ambulance.
Leon melangkah gamang meninggalkan kedai tersebut. Memacu mobilnya sangat cepat. Tujuannya hanya satu yaitu bertemu dengan PSYCH.
Tak sampai 30 menit, mobilnya sudah terparkir di halaman depan rumah Erick yang bergaya minimalis. Leon mengetuk pintu rumah tersebut hingga seorang pelayan tua membuka pintu tersebut.
"Maaf ada yang bisa saya bantu?"
"Sa... saya ingin bertemu Erick Alcander."
"Sayang sekali Tuan Erick belum pulang ke rumah sejak kemarin malam."
"Apa anda tahu dimana dia sekarang?"
Pelayan tua itu menggelengkan kepalanya pelan.
"Bolehkah saya menunggunya disini sampai dia pulang? Ini sangat penting."
Sebenarnya Jackson ingin mengusirnya namun ia merasa kasihan karena ekspresi wajah Leon yang terlihat ketakutan. Akhirnya Jackson pun mempersilahkannya untuk masuk.
"Silahkan Tuan."
"Terima kasih. Panggil saja aku Leon."
***
Erick mengerjap – ngerjapkan matanya. Dalam keadaan setengah sadar karena nyawanya belum terkumpul sepenuhnya, ia bangkit dari tempat tidurnya. Naga didalam perutnya berteriak untuk dipuaskan dengan berbagai makanan.
"Lapar."
Ia melangkah gontai keluar dari kamar berinterior Eropa tersebut. Hampir saja ia berteriak memanggil Jackson, pelayan tua yang ada dirumahnya, namun urung dilakukan karena teringat jika dirinya tidak sedang berada dirumahnya sendiri melainkan di rumah Donny.
Setelah kegagalannya mencari tahu mengenai Prince Charming melalui clairvoyance yang dimilikinya, Donny membawa Erick dan Samantha juga Luna ke rumahnya. Mereka sangat kelelahan apalagi Samantha yang sempat muntah darah beberapa kali. Kondisinya sangat buruk namun dokter yang sempat memeriksanya tidak menemukan luka dalam bahkan gadis itu dinyatakan sangat sehat.
"Selamat siang Tuan Alcander. Sarapan telah siap!" cibir Donny sebal. "Kau ini hanya tamu tak diundang tapi lagakmu sudah seperti bos besar saja. Bahkan kau bangun lebih siang dibanding diriku."
Erick hanya terkekeh geli.
"Tamu adalah raja! Ingat itu." balas Erick bangga dan dibalas oleh Donny dengan memutar kedua bola matanya jengah. "Bagaimana keadaan Samantha?"
"Ia masih tertidur. Biarkan saja! aku tidak tega untuk membangunkannya."
Erick mengangguk. Lalu duduk didepan Donny sambil mengunyah roti bakar berisi selai cokelat favoritnya.
"Jackson menghubungi ponselmu berkali – kali." Erick masih saja mengunyah makanannya. Tidak terlalu memperhatikan Donny. "Setelah ponselmu berdering kelima kalinya, aku pun mengangkatnya. Jackson bilang ada pria yang mencarimu. Dan sekarang pria itu menunggumu di rumah."
"Kau tidak tanya siapa pria itu?"
"Tidak! Sebaiknya kau pulang saja. Aku yang akan mengantarkan gadis itu ke rumahmu jika ia sudah bangun."
"Okay!!"
"Oh ya ngomong – ngomong kucing kecilmu aku kurung dikamar mandi. Aku tidak mau rumahku yang indah ini dikotori oleh mahluk berbulu itu apalagi jika ia sampai pup sembarangan."
Erick hanya tertawa. Feeling – nya berkata bahwa Luna tengah mengamuk dan menghancurkan kamar mandi Donny.
***
Donny memasuki kamar dimana Samantha tengah tertidur. Ternyata gadis cantik itu sudah membuka kedua matanya namun tak beranjak dari ranjangnya. Ia hanya menatap Donny begitu intens hingga membuat pria itu sedikit salah tingkah.
"Tuan Geraldine, bolehkah aku meminta sesuatu?"
"Kau bahkan masih mempunyai hutang yang belum kau bayar Nona Reindhaard." Donny berjalan mendekatinya lalu duduk tepat disamping gadis itu. "Apa maumu?"
Samantha tersenyum singkat.
"Kau!"
Donny mencondongkan tubuhnya hingga dahi mereka saling bersentuhan. Ia menatap gadis itu dengan sangat intens.
"Permintaanmu sangat berbahaya Nona!"
Sebelum Donny menarik dirinya menjauh dari gadis itu. Samantha telah terlebih dahulu menahan tengkuk Donny dengan kedua tangannya hingga akhirnya kedua bibir mereka beradu. Saling mencecap. Saling memagut.
Donny merasa tubuhnya semakin lama semakin lemah. Keringat dingin mulai mengucur deras dari dahinya. Napasnya mulai terengah – engah. Kulit wajahnya memucat. Ia merasa jika saat itu nyawanya sedang dicabut paksa oleh malaikat maut. Dengan kesadaran yang tersisa, Donny menarik tubuhnya menjauh dari atas tubuh Samantha.
"Apa yang kau lakukan?" tanyanya dengan nafas tersengal – sengal.
"Hanya mengambil sedikit tenagamu."
"Kau benar – benar gila!" protes Donny.
"..."
"Tapi aku menyukainya." Ujarnya lagi sambil tersenyum nakal lalu kembali mendekatkan tubuhnya kearah Samantha. Mengurung gadis itu dalam dekapan tubuhnya sembari berbisik lirih tepat ditelinganya. "Kau hanya boleh melakukan hal ini padaku. Tidak pada orang lain. Kau harus berjanji padaku Nona Reindhaard!"
"Ke... Kenapa?"
"Karena kau milikku!"
Donny kembali mencium gadis itu kali ini lebih dalam dan intens. Ia sungguh tidak peduli lagi pada keselamatan jiwanya. Wajah Samantha yang tadinya memucat kembali cerah. Luka tak kasat mata yang tak terdeteksi oleh medis kini mulai sembuh dan tak terasa sakit lagi. Gadis itu pun mengakhiri ciumannya dengan mendorong tubuh Donny ke sampingnya.
Pria itu tidak mati hanya kelelahan saja seperti habis lari marathon berkilo – kilo meter. Samantha tersenyum. Sesekali menyentuh bibirnya yang membengkak akibat ciuman yang baru saja dilakukannya bersama Donny.
"Apa kau sudah sembuh?" tanya Donny dengan mata terpejam.
"Ya." Jawab Samantha lirih.
"Sekarang giliranmu menyembuhkanku." Ujarnya lagi. Belum sempat Samantha membalas perkataan Donny. Pria itu telah meraup tubuhnya kedalam pelukannya. "Aku lelah. Temani aku tidur! Ini perintah!"
Satu hal yang dirasakan oleh Samantha. Nyaman!
***
Leon duduk berhadapan dengan duo detektif kenamaan Metropolis yang menyebut dirinya PSYCH. Ia menyodorkan amplop besar berwarna cokelat yang diberi oleh GummyBear2002. Leon pun telah menceritakan semua hal yang ia ketahui kepada PSYCH dari forum – forum dunia maya yang ia ikuti untuk mengungkap siapa pemilik beautifulcreatures.com sampai pertemuannya dengan GummyBear2002 yang sekarang tidak diketahui nasibnya.
"Pemilik akun Leslie1908 telah menemukan siapa pria dibalik web itu dan siapa Prince Charming sebenarnya. Lalu ia ditemukan mati karena serangan jantung mendadak padahal tidak mempunyai riwayat penyakit jantung dan setelah itu pria bernama GummyBear2002 memberikanmu ini sebelum ia kecelakaan." Ujar Erick merangkum seluruh kata – kata Leon.
Pria itu hanya mengangguk pelan.
"Sebelum kecelakaan itu menimpanya, ia berkata bahwa hidupnya tak lama lagi. Sepertinya ia sudah benar – benar siap mati saat memberikan amplop itu padaku."
Erick dan Darren saling memandang. Leon kembali melanjutkan perkataannya.
"Ia juga berkata jika seseorang yang ada dibalik semua ini bukanlah manusia biasa. Aku tak tahu apa maksud perkataannya. Sebelum ia pergi dari hadapanku, pria itu berkata bahwa aku harus bertemu kalian. Karena hanya kalian berdua yang dapat membantuku."
Erick menyentuh amplop cokelat berukuran besar itu dengan tangan kanannya sambil memejamkan mata. Tiba – tiba ia tersentak kaget. Raut wajahnya menegang hingga membuat Darren dan Leon terkejut.
"Untung saja kau belum membukanya!"
"Ada apa dengan amplop itu?" tanya Darren penasaran.
"Amplopnya tidak bermasalah tapi isinya membawa masalah! Intinya isi amplop ini adalah 'sesuatu' yang telah diberi sebuah kutukan. Oleh karena itu kita tidak boleh sembarangan membukanya."
"Seperti kutukan mesir kuno yang ada difilm – film mumi." Tambah Darren.
"Mendekati itu."
"Jadi bagaimana kita membuka amplop itu?" tanya Leon.
"Tentu saja dengan ritual khusus untuk menghilangkan kutukan dan aku akan melakukannya malam ini. Semakin cepat semakin baik sebelum si brengsek itu beraksi lagi."
"..."
"Aku sudah tidak sabar membuka kedoknya!"
***
-1
Kutip
Balas