- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#1707
Akhir Semua ini part 3
Tiba tiba pandanganku berubah aku seperti memasuki waktu yang lampau kilasan kilasan peristiwa lampu seperti kualami sendiri. Hingga aku ditarik oleh sosok wanita cantik kesebuah waktu. Kulihat sosok seorang bapak sedang duduk dirakit ditengah telaga. Anehnya secara batin aku seperti tersambung dengan bapak itu. Aku seperti mendapat jawaban beberapa pertanyaanku.
Aku tersadar ketika pak Dadang menepuk lenganku. Aku kembali lagi pada saat ini.
"Kenapa den, koq kaya ngelamun?": tanya pak Dadang.
"Ngga, ngga apa apa. Maaf pak Dadang aku tak bisa terima semua barang ini. Biar bapak yang memegangnya saja.": kataku
"Kenapa den, apa den Aka tau kalau benda ini banyak yang menginginkan": kata pak Dadang.
"Aku tau apa itu pak, tapi itu semua tidak berarti apa apa dibanding kekuasaan Allah. Aku ingin menjadi hamba yang lemah rindu memohon pada sang pencipta.": kataku.
"Den Aka mendapat pandangan apa? Bapak merasa den Aka mengalami sesuatu"; kata pak Dadang.
"Barusan aku merasa terhubung dengan seseorang yang melepaskan keduniawiannya, kekayaannya, kedudukannya, kesaktiannya hanya untuk mendekat pada sang Pencipta.": kataku.
"Den waktu sudah larut malam bapak mau pulang. Den Aka ada wejangan buat bapak": kata pak Dadang.
"Wah aku orang biasa koq dimintai wejangan. Aku cerita saja apa yg barusan terlihat sepintas. Dalam kehidupan pasti akan kesulitan tapi disetiap kesulitan akan ada kemudahan. Bahkan kerajaan atau negara pun akan gunjang ganjing, akan mengalami kegaduhan tapi setelah itu akan terjadi kemakmuran. Tapi bila melupakan Tuhan banyak kerajaan hancur dan hilang. Ada negara yang ditimpa azab karena melanggar semua aturan Allah. ": kataku.
"Terimakasih atas semuanya Den, bapak pulang dulu": kata pak Dadang.
"Sama sama pak, ini sedikit oleh oleh buat keluarga bapak dirumah": kataku.
"Terimakasih Den": kata pak Dadang kemudian mengajakku bersalaman dan kemudian pergi.
Dalam penglihatanku terjawab sudah. Mereka makhluk tak kasat mata ada yang baik, ada yang jahat dan yang mengikuti sifat yang diikuti. Bila orang yang bersifat buruk makhluk itu juga ikut bersifat buruk.
Iseng aku berjalan jalan menyusuri jalan disekitar penginapan. Kulihat ada sebuah kantin buka. Aku mendadak ingi membeli segelas kopi. Aku mengambil tempat dikantin itu duduk dekat meja kecil. Aku mengambil hp dan mengirim pesan pada Viona memberitahukan kalau aku ada dikantin.
"Maaf pak, mau pesan apa": kata pelayan
"Pesan kopi hitam satu, ada roti bakar?": tanyaku.
"Ada, mau sekalian sama roti bakarnya": kata pelayan.
"Iya": kataku.
Pelayan pergi, tak lama Tania dan Diki datang.
"Kakak, mau dong": kata Tania
"Pesen aja, kalian koq tau aku disini, yang lain kemana?": tanyaku
"Kata ka Viona ka Aka disini, kaka sama yg lain udah balik kepenginapan": kata Tania
"Belanja apa aja sampe banyak gitu": tanyaku.
"Tau nih Tania segala dibeli": kata Diki.
"Dia mah gitu, suka laper mata": kataku.
"Hihihi mumpung gratis sebagian dibayarin ka Viona sebagian sama Aa Diki": kata Tania
Pelayan datang membawa pesananku. Tania dan Diki memesan juga.
Tiba tiba harum semerbak wangi bunga tercium. Angin semilir dari arah laut menerpa kami.
Kulihat Diki juga merasakan hal yang janggal. Langit yang terang, cahaya bulan purnama menerangi sekitar kami.
Kulihat wajah Diki menjadi tegang. Ku yakin Diki mulai merasakan bahwa akan ada yang datang.
Tiba tiba tanpa diketahui kedatangannya dimulai dengan wangi yang sangat harum tiba tiba muncul sosok wanita yang sangat cantik. Berbaju terusan berwarna hijau dan berambut panjang.
"Maaf boleh saya duduk disini": tanya wanita itu.
Tania mengiyakan sedang kulihat Diki berkeringat padahal angin bertiup menyejukkan.
Pengunjung lain yang melihat wanita itu seperti terpana. Aku merasa seperti pernah melihat sosok wanita didepan itu. Aku mencoba mengingat dimana aku pernah bertemu.
Pelayan yang mengantar makanan terlihat sangat segan melihat sosok wanita itu. Kulihat tangan pelayan itu gemetaran ketika meletakkan pesanan dimeja.
Kini aku ingat dimana aku pernah bertemu wanita ini. Astaga wanita ini yang beberapa kali hadir dalam mimpiku dan pernah beberapa kali membantu aku ketika ada yang mengganggu aku.
Tiba tiba pandanganku berubah aku seperti memasuki waktu yang lampau kilasan kilasan peristiwa lampu seperti kualami sendiri. Hingga aku ditarik oleh sosok wanita cantik kesebuah waktu. Kulihat sosok seorang bapak sedang duduk dirakit ditengah telaga. Anehnya secara batin aku seperti tersambung dengan bapak itu. Aku seperti mendapat jawaban beberapa pertanyaanku.
Aku tersadar ketika pak Dadang menepuk lenganku. Aku kembali lagi pada saat ini.
"Kenapa den, koq kaya ngelamun?": tanya pak Dadang.
"Ngga, ngga apa apa. Maaf pak Dadang aku tak bisa terima semua barang ini. Biar bapak yang memegangnya saja.": kataku
"Kenapa den, apa den Aka tau kalau benda ini banyak yang menginginkan": kata pak Dadang.
"Aku tau apa itu pak, tapi itu semua tidak berarti apa apa dibanding kekuasaan Allah. Aku ingin menjadi hamba yang lemah rindu memohon pada sang pencipta.": kataku.
"Den Aka mendapat pandangan apa? Bapak merasa den Aka mengalami sesuatu"; kata pak Dadang.
"Barusan aku merasa terhubung dengan seseorang yang melepaskan keduniawiannya, kekayaannya, kedudukannya, kesaktiannya hanya untuk mendekat pada sang Pencipta.": kataku.
"Den waktu sudah larut malam bapak mau pulang. Den Aka ada wejangan buat bapak": kata pak Dadang.
"Wah aku orang biasa koq dimintai wejangan. Aku cerita saja apa yg barusan terlihat sepintas. Dalam kehidupan pasti akan kesulitan tapi disetiap kesulitan akan ada kemudahan. Bahkan kerajaan atau negara pun akan gunjang ganjing, akan mengalami kegaduhan tapi setelah itu akan terjadi kemakmuran. Tapi bila melupakan Tuhan banyak kerajaan hancur dan hilang. Ada negara yang ditimpa azab karena melanggar semua aturan Allah. ": kataku.
"Terimakasih atas semuanya Den, bapak pulang dulu": kata pak Dadang.
"Sama sama pak, ini sedikit oleh oleh buat keluarga bapak dirumah": kataku.
"Terimakasih Den": kata pak Dadang kemudian mengajakku bersalaman dan kemudian pergi.
Dalam penglihatanku terjawab sudah. Mereka makhluk tak kasat mata ada yang baik, ada yang jahat dan yang mengikuti sifat yang diikuti. Bila orang yang bersifat buruk makhluk itu juga ikut bersifat buruk.
Iseng aku berjalan jalan menyusuri jalan disekitar penginapan. Kulihat ada sebuah kantin buka. Aku mendadak ingi membeli segelas kopi. Aku mengambil tempat dikantin itu duduk dekat meja kecil. Aku mengambil hp dan mengirim pesan pada Viona memberitahukan kalau aku ada dikantin.
"Maaf pak, mau pesan apa": kata pelayan
"Pesan kopi hitam satu, ada roti bakar?": tanyaku.
"Ada, mau sekalian sama roti bakarnya": kata pelayan.
"Iya": kataku.
Pelayan pergi, tak lama Tania dan Diki datang.
"Kakak, mau dong": kata Tania
"Pesen aja, kalian koq tau aku disini, yang lain kemana?": tanyaku
"Kata ka Viona ka Aka disini, kaka sama yg lain udah balik kepenginapan": kata Tania
"Belanja apa aja sampe banyak gitu": tanyaku.
"Tau nih Tania segala dibeli": kata Diki.
"Dia mah gitu, suka laper mata": kataku.
"Hihihi mumpung gratis sebagian dibayarin ka Viona sebagian sama Aa Diki": kata Tania
Pelayan datang membawa pesananku. Tania dan Diki memesan juga.
Tiba tiba harum semerbak wangi bunga tercium. Angin semilir dari arah laut menerpa kami.
Kulihat Diki juga merasakan hal yang janggal. Langit yang terang, cahaya bulan purnama menerangi sekitar kami.
Kulihat wajah Diki menjadi tegang. Ku yakin Diki mulai merasakan bahwa akan ada yang datang.
Tiba tiba tanpa diketahui kedatangannya dimulai dengan wangi yang sangat harum tiba tiba muncul sosok wanita yang sangat cantik. Berbaju terusan berwarna hijau dan berambut panjang.
"Maaf boleh saya duduk disini": tanya wanita itu.
Tania mengiyakan sedang kulihat Diki berkeringat padahal angin bertiup menyejukkan.
Pengunjung lain yang melihat wanita itu seperti terpana. Aku merasa seperti pernah melihat sosok wanita didepan itu. Aku mencoba mengingat dimana aku pernah bertemu.
Pelayan yang mengantar makanan terlihat sangat segan melihat sosok wanita itu. Kulihat tangan pelayan itu gemetaran ketika meletakkan pesanan dimeja.
Kini aku ingat dimana aku pernah bertemu wanita ini. Astaga wanita ini yang beberapa kali hadir dalam mimpiku dan pernah beberapa kali membantu aku ketika ada yang mengganggu aku.
jenggalasunyi dan 9 lainnya memberi reputasi
10
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX