- Beranda
- Stories from the Heart
enTahLah
...
TS
budirei
enTahLah
cerita yang isinya entah tentang apa
MAIN STORY PART 1
MAIN STORY PART 2
SIDE STORY - MASA MASA SMA
SIDE STORY - MASA PENGANGGURAN
MAIN STORY PART 1
MAIN STORY PART 2
SIDE STORY - MASA MASA SMA
SIDE STORY - MASA PENGANGGURAN
Quote:
Diubah oleh budirei 28-04-2017 20:58
anasabila memberi reputasi
2
4.3K
40
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
budirei
#1
MAIN STORY PART 1
Hidup seorang anak di sebuah keluarga dalam sebuah pedesaan yg cukup maju. Sejak kecil anak ini kurang suka olah raga terutama lari, karena saat lelah berlari perutnya akan sakit (bhs jawa : suduken). Ketika hal itu ditanyakan pd orang tuanya, jawabnya "mgkn qm trlalu byk makan". Bahkan byk org jg brkata seperti itu.
Seiring brjalan waktu anak itu sekolah smpe tingkat SMA, dgn kondisi yg masih sama yaitu sering (suduken) ketika lelah berlari. Hingga suatu waktu saat dia kelas 3 SMA, dia merasakan sakit nyeri pd seluruh kaki kirinya. Ketika hal itu diceritakan pd orang tuanya, jawabnya "mgkn qm kurang olah raga, coba qm olah raga tiap pagi". Setelah itu sang anak pun mulai berolah raga, dgn kondisi masih sama apabila dia trlalu lelah maka akan (suduken). Sakit nyeri pd kaki anak itu pun sembuh, tp kdg juga kambuh lg. Dan hal itu trus berulang sampai lulus SMA walau sang anak rajin berolah raga.
Lalu sang anak pun mulai brpikir, percuma berolah raga kalau ujung2nya tetap sakit. Dan anak itu pun mulai jarang berolah raga. Hingga suatu saat rasa nyeri di kaki kirinya itu menyebabkan dia tidak bisa bangun dr tempat tidurnya. Dan harus dipijat hingga dia bisa bangun dari tempat tidurnya. Setelah itu sang anak pun beraktifitas seperti biasanya. Orang tuanya pun selalu bilang kalau sang anak itu kurang olah raga jika sang anak mengeluh sakit, hingga sang anak pun bosan dan tidak pernah cerita atau mengeluh dengan kondisinya.
Sang anak pun menjalani kehidupan seperti biasa dengan kondisi kaki yg kadang2 terasa nyeri tnpa mengeluh atau brcerita pada siapa pun. Hingga suatu saat terulang kembali rasa nyeri itu kambuh hingga ke punggung yg menyebabkan dia tidak bisa bangun dr tempat tidurnya. Sang anak pun dipijat dan besoknya dia sudah bisa beraktifitas lg, dgn kondisi kaki yg trkadang nyeri. Keluarga anak itu pun mulai brpikir kalau sang anak ini malas, g mau berolah raga smpe dia bisa sakit seperti itu. Sang anak pun hanya diam saja saat setiap orang blg seperti itu, smbil mnahan rasa nyeri di kakinya yg sekarang menjalar sampe punggung.
Berjalan beberapa tahun sang anak pun menjalani hidup seperti biasa, dan rasa nyeri di kakinya mulai hilang. Namun (suduken) ketika lelah brjalan jauh atau lari dan rasa nyeri di punggung anak itu makin terasa sakit, hingga dia trlihat sedikit bungkuk. Banyak org brtanya knp sedikit bungkuk, namun sang anak pun tk tw harus mjawab apa. Setiap dia sakit selalu dbawa k tkg pijat ato mantri suntik, walau pun byk yg mnyarankan agar segere check up ke dokter. Tp keluarganya ttap brpendapat bhwa sang anak malas berolah raga hingga dia bisa sakit seperti itu dan tk perlu check up ke dokter.
Dan akhirnya stelah lulus kuliah sang anak pun mulai bekerja, dgn kondisi yg masih sama. Kdg terasa sehat bugar, kdg jg terasa sakit dpunggung. Beberapa ruas tulang punggungnya pun ad yg klihatan menonjol keluar ketika dia merasa lelah, sakit, nyeri karena kelelahan aktifitas atau olah raga. Hingga pd suatu waktu rasa sakit itu kambuh dgn hebat, dan menyebabkan dia tidak bisa bangun dr tempat tidurnya. Solusi masalahnya pun masih sama, dia dipijat trs dbawa k mantri suntik. Walau pun sdh dsarankn melakukan check up oleh tkg pijat &mantri suntik trsebut, tp keluarganya tetap beranggapan bahwa sang anak malas berolah raga hingga dia bisa sakit seperti itu.
Sang anak pun berusaha mencari tahu tentang penyakitnya, namun dia belum menemukan jawaban yg pasti. Utk melakukan check up sendiri, anak itu belum pnya biaya. Mau minta kepada orang tuanya jg tk tega melihat kondisi ekonomi keluarganya, dtambah lg keluarganya brpendapat bahwa dia anak malas yg bisa smpe trkena sakit sperti itu. Dia pun mulai brpikir kenapa keluarganya tidak melakukan check up utk penyakitnya? Apakah karena anak ini malas hingga bisa terkena pnyakit seperti ini? Atau kah karena kondisi ekonomi yg belum memungkinkan? Dan penyakit apakah yg menyerang sang anak tersebut?
Seiring brjalan waktu anak itu sekolah smpe tingkat SMA, dgn kondisi yg masih sama yaitu sering (suduken) ketika lelah berlari. Hingga suatu waktu saat dia kelas 3 SMA, dia merasakan sakit nyeri pd seluruh kaki kirinya. Ketika hal itu diceritakan pd orang tuanya, jawabnya "mgkn qm kurang olah raga, coba qm olah raga tiap pagi". Setelah itu sang anak pun mulai berolah raga, dgn kondisi masih sama apabila dia trlalu lelah maka akan (suduken). Sakit nyeri pd kaki anak itu pun sembuh, tp kdg juga kambuh lg. Dan hal itu trus berulang sampai lulus SMA walau sang anak rajin berolah raga.
Lalu sang anak pun mulai brpikir, percuma berolah raga kalau ujung2nya tetap sakit. Dan anak itu pun mulai jarang berolah raga. Hingga suatu saat rasa nyeri di kaki kirinya itu menyebabkan dia tidak bisa bangun dr tempat tidurnya. Dan harus dipijat hingga dia bisa bangun dari tempat tidurnya. Setelah itu sang anak pun beraktifitas seperti biasanya. Orang tuanya pun selalu bilang kalau sang anak itu kurang olah raga jika sang anak mengeluh sakit, hingga sang anak pun bosan dan tidak pernah cerita atau mengeluh dengan kondisinya.
Sang anak pun menjalani kehidupan seperti biasa dengan kondisi kaki yg kadang2 terasa nyeri tnpa mengeluh atau brcerita pada siapa pun. Hingga suatu saat terulang kembali rasa nyeri itu kambuh hingga ke punggung yg menyebabkan dia tidak bisa bangun dr tempat tidurnya. Sang anak pun dipijat dan besoknya dia sudah bisa beraktifitas lg, dgn kondisi kaki yg trkadang nyeri. Keluarga anak itu pun mulai brpikir kalau sang anak ini malas, g mau berolah raga smpe dia bisa sakit seperti itu. Sang anak pun hanya diam saja saat setiap orang blg seperti itu, smbil mnahan rasa nyeri di kakinya yg sekarang menjalar sampe punggung.
Berjalan beberapa tahun sang anak pun menjalani hidup seperti biasa, dan rasa nyeri di kakinya mulai hilang. Namun (suduken) ketika lelah brjalan jauh atau lari dan rasa nyeri di punggung anak itu makin terasa sakit, hingga dia trlihat sedikit bungkuk. Banyak org brtanya knp sedikit bungkuk, namun sang anak pun tk tw harus mjawab apa. Setiap dia sakit selalu dbawa k tkg pijat ato mantri suntik, walau pun byk yg mnyarankan agar segere check up ke dokter. Tp keluarganya ttap brpendapat bhwa sang anak malas berolah raga hingga dia bisa sakit seperti itu dan tk perlu check up ke dokter.
Dan akhirnya stelah lulus kuliah sang anak pun mulai bekerja, dgn kondisi yg masih sama. Kdg terasa sehat bugar, kdg jg terasa sakit dpunggung. Beberapa ruas tulang punggungnya pun ad yg klihatan menonjol keluar ketika dia merasa lelah, sakit, nyeri karena kelelahan aktifitas atau olah raga. Hingga pd suatu waktu rasa sakit itu kambuh dgn hebat, dan menyebabkan dia tidak bisa bangun dr tempat tidurnya. Solusi masalahnya pun masih sama, dia dipijat trs dbawa k mantri suntik. Walau pun sdh dsarankn melakukan check up oleh tkg pijat &mantri suntik trsebut, tp keluarganya tetap beranggapan bahwa sang anak malas berolah raga hingga dia bisa sakit seperti itu.
Sang anak pun berusaha mencari tahu tentang penyakitnya, namun dia belum menemukan jawaban yg pasti. Utk melakukan check up sendiri, anak itu belum pnya biaya. Mau minta kepada orang tuanya jg tk tega melihat kondisi ekonomi keluarganya, dtambah lg keluarganya brpendapat bahwa dia anak malas yg bisa smpe trkena sakit sperti itu. Dia pun mulai brpikir kenapa keluarganya tidak melakukan check up utk penyakitnya? Apakah karena anak ini malas hingga bisa terkena pnyakit seperti ini? Atau kah karena kondisi ekonomi yg belum memungkinkan? Dan penyakit apakah yg menyerang sang anak tersebut?
Diubah oleh budirei 02-03-2017 12:56
0
