- Beranda
- Stories from the Heart
[TAMAT] Cinta Terakhir
...
TS
yuda12333
[TAMAT] Cinta Terakhir
Assalamu’alaikum..
Hai hai setelah sekian lama gue jadi penghuni goa SFTH dan terjebak dalam lingkungan SR, akhirnya gue pun tergerak untuk sedikit menceritakan pengalaman hidup gue.
Cerita ini mungkin terlihat aneh, tapi gue sadar walaupun aneh tapi ini jalan cerita yang udah Tuhan buat di kehidupan gue.
Cerita yang membuat gue jadi orang yang lebih baik, hehe oh yaa tapi mimin sih cuman mau ingetin ambil baiknya buang buruknya. Ibarat kalao di masjid kita bawa sandal jelek kemudian pas pulang kita ambil yang sandal yang bagus dan buang yang jelek.. hehe engga bukan gitu
Prolog aja dulu yaa, nama lengkap gue Muhammad Yuda Setiawan (nama samaran) sekalian suaranya di buat kayak di film the cimpmunk, eh dikira gue tersangka pencabulan kali yaa? Haha engga bercanda aja kok. Gue sekarang udah meried yeyyy
meried dengan salah satu tokoh yang ada dalam cerita gue ini.Alhamdulillah sih udah punya malaikat kecil sekarang hehe jadi maaf misal update radak ngadat yaa terus urusan gawean dan sampingan yang kadang menguras isi dompet ehh bukan menguras pikiran hehe
Pertama sih gue agak bingung nentuin judul yang pas buat cerita gue ini, namun akhirnya setelah seribu kali solat istikharah akhirnya gue dapat juga hehe lebay yaa gue haha biarin aja deh
Oh ya terakhir deh, misal dalam penulisan gue radak susah di pahamin, gue mohon maaf sebesar besar nya ya, karena keterbatasan penulis hihi bukan penulis profesional macam tere liye atau macam raditya dika cuman orang biasa kok gue aslinya hehe
Hehe dari tadik gue ngejunk aja ya? Langsung cek idot aja deh yaa semoga kalian sukaaa...
Spoiler for "Semester I":
Spoiler for "Semester II":
Spoiler for "Semester III":
Spoiler for "Semester IV":
Spoiler for "Okta's Said":
Spoiler for "Renny's Said":
Spoiler for "Side Story":
Spoiler for "Tokoh Pendukung:
Dan Comment kalian membuat gw semakin semangat menulis 
Polling
0 suara
Siapakah yang nanti jadi tunangan gue?
Diubah oleh yuda12333 02-06-2017 08:15
imamarbai dan 7 lainnya memberi reputasi
8
367.4K
1.5K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
yuda12333
#742
Part 46
Kadang gw berpikir, kenapa gw selalu mencari seseorang yang baru, padahal disamping ada seorang yang selalu sayang sama gw bertahun-tahun. Dia selalu merelakan perasaannya demi orang lain, dia yang selalu ada buat gw selama bertahun-tahun ini. Apakah gw egois selalu memilih orang yang baru, padahal di samping gw ada orang yang selalu berharap ke gw? (sambil melihat sinar mentari yang mulai meredup)
Gw masih dengan okta di sebuah pantai yang teryata semakin ramai, walaupun engga ramai-ramai amat lah. Setelah menikmati momen yang sangat indah itu, gw dan okta putuskan untuk kembali ke tenda kami. Bukan tenda kami sih, tapi tenda gw orang gw yang bangun serah gw dong gw mau ngomong apa hehe
Ada sesuatu yang berbeda kali ini, sesuatu yang sudah lama gw engga dapetin dari okta. Tangan gw digandeng okta cukup erat, dan tawa yang sangat riang sekali yang bisa gw rasain dari suara tawa yang membuat gw ikut tertawa, karena gw engga tau apa yang okta ketawain gw hanya ikutin dia aja.
“sering sering ajakin gw kayak gene ya”ucap okta
Gw mengangguk mantap, untuk saat ini hanya lo yang ingin gw bahagiain ta gumam gw dalam hati
Tak berapa lama, kita sudah sampai di tenda yang gw buat. Dan okta masuk untuk mencari perbekalan yang kita bawa tadi. gw pun menyiapkan kompor gas kecil itu hanya sekedar untuk memasak air dan mie instan.
Setelah masak air dan mendidih gw tuang air ke sebuah termos panas, dan gw masak air lagi untuk membuat mie instan. Okta yang sedari tadi hanya ngemil makanan ringan, tapi heran deh hobinya ngemil kok engga tambah gendut sekalipun deh.
“nih makan dulu, ngemil aja muluk”ucap gw ke okta sembari memberi semangkuk mie instan
“yeyyy makasih”jawabnya dengan riang
“mana kopinya?”lanjut dia
“bikin sendiri..!”ucap gw sembari keluar tenda
“idih sama pacarnya kok jahat amit”teriak okta
“bodo”
Gw pun berjalan jalan melihat sekeliling, ternyata ada beberapa tenda yang terpasang di samping tenda gw, dan ada beberapa orang yang malah baru datang. Ada juga yang mungkin kalau bisa gw taksirin lagi makrab, karena banyakan mereka dan beberapa tenda.
Gw pun berjalan jalan mendekati bibir pantai sambil mendengarkan lagu yang di buat oleh ombak pantai kidul ini. Alunannya seperti sebuah ajakan untuk masuk ke air. Kalian pernah mendengarkan suara ombak yang menggulung di pantai kidul dengan saksama? Kalao pernah pasti kalian memahami satu hal suara yang di hasilkan dari ombak tersebut.
Gw pun duduk termenung di pinggir pantai ini, sambil kembali mengingat beberapa hal yang telah gw alami selama ini. ketika gw berusaha mengingat-ingat beberapa hal, gw ingat satu nama yang sampai saat ini belum tau kemana keberadaan yang empunya nama. Renny. Iya seorang perempuan yang membuat gw merasakan yang namanya jatuh cinta, Kalo bahasa beken anak muda mah namanya my first love. Renny? Sekarang lagi ngapa ya? Kira kira masih inget sama gw engga ya? Itu mungkin beberapa pertanyaan yang selalu muncul ketika gw memikirkan dia.
“woy ngelamun aja”ucap cewek itu sembari duduk di samping gw “udaranya dingin banget ya, lo engga pake jaket? Engga kedinginan tah?”
Dia pun memasukkan tangan kirinya di antara lengan tangan kanan gw sembari meneduhkan kepalanya di bahu gw. Dan telapak tangannya pun menggenggam erat telapak tangan gw.
Hangat…! Kesan pertama yang gw rasain. Gw seumur belum pernah di perlakuin seperti ini. bahkan renny atau renna yang notabene adalah pacar gw dulu.
Gw hanya tersenyum melihat keadaan itu sembari kembali melihat kembali kearah deburan ombak yang seperti menari nari di pantai kidul ini.
“makasih ya ta, lo emang penawar hati gw”ucap gw seraya mengelus lembut rambut okta
Dan tak terasa tangan okta yang tidak tahu kapan melepas tangan gw pun mengarahkan ke dua pipi gw, dan itu membuat gw melihat kea rah okta. Ke arah wajah yang ayu terkena sinar bulan yang kebetulan menampakkan sinarnya, dan rambut yang seolah olah menari karena terkena angin malam.
Pandangan kami hanya sekitar sejengkal tangan, dan semakin lama semakin dekat. Gw pun memejamkan mata ini, dan dosa itu terulang kembali. Bibir yang lembut dan hangat itu menyentuh lembut bibir gw, tangan gw pun mengelus lembut rambutnya. Tak lama bibir kami saling berpagutan hingga akhirnya kita saling melepas bibir kami.
Dia hanya tersenyum, begitupun juga dengan gw dan akhirnya kita menikmati malam ini dengan suara deburan ombak yang bergantian dengan di iringi sebuah lagu yang di nyanyikan oleh orang yang berada tak jauh dari kami duduk.
.
.
.
Gw pun mulai membuka mata secara perlahan dan mencari sumber suara dari alarm hp. Jam 04.15 gw liat dari laya hp berwarna kuning ini. gw pun meregangkan kedua tangan ke depan, dan melihat okta tengah tertidur pulas sekali di samping gw, bukan di samping sih tapi dijadikan dada gw sebagai bantal dia tidur.
“ta bangun, mau liat sunrise engga?”ucap gw agak serak sembari mengelus elus pipinya
“hmmmm”suaranya tanpa bergerak sedikitpun
Gw pun memindahkan kepalanya ke atas matras ini, karena gw mau keluar melihat sekitar kalau aman gw mau maen lagi sama okta haha kalao yang ini gw bohong
Gw keluar dari tenda yang lumayan besar hanya untuk di tempati berdua saja.
“dinginyaa…brrrrr”ucap gw setelah menguap
Gw liat sekeliling masih ada api yang sudah lumayan akan padam di depan sebuah tenda yang penghuninya masih berjalan di dunia mimpi. Gw pun mengambil teremos air panas yang gw taruh di depan tenda dan membuat sebuah kopi. Gw pun mengalungkan sarung yang sedari tadi mengganggu gw berjalan.
Dan segelas kopi hangat berhasil membuat badan gw menjadi hangat juga. Gw pun duduk kembali di depan tenda sembari menunggu si anak kampretos ini bangun. Beberapa saat kemudian, muncul sebuah kepala di balik tenda berwarna merah hitam ini.
“selamat pagi”ucap penghuni tenda itu sambil tersenyum dan mengucek ucek matanya
Dia bangun dengan di barengi beberapa orang yang mulai berisik di tenda sebelah yang tak jauh letaknya dari tenda gw.
Matahari sudah ingin menampakkan keindahannya, gw cepat cepat mencari spot yang bagus untuk melihat keindahan ciptaan Tuhan yang maha kuasa ini. Dengan berbekal sebuah senter kecil gw ajak cewek ini menelusuri tebing tinggi yang berada tak jauh dari tenda kita. Dengan sedikit usaha dari dia dan banyak usaha dari gw akhirnya kita sampai di atas tebing batu itu
.
Sudah layak seperti Jack Dawson dan Rose Dewit dalam film titanic, mungkin seperti itulah gambaran posisi gw dan okta pada saat itu. Kita berdiri di pinggir tebing yang susah payah kita naiki, dengan tangan okta yang di bentangkan selayaknya Rose berada di bagian depan kapal Titanic.
Momen yang sampai saat ini gw inget ta, sampai saat ini masih ada di sini…(
Gw pun mulai melihat secercah cahaya berwarna kekuningan bercampur jingga itu dengan beberapa helaian rambut orang yang berada di depan gw ini mulai menyinari indahnya dunia ini. Gw pun menikmati momen demi momen yang terbingkai indah di pagi hari yang cerah ini.
.
.
.
.
.
Setelah menikmati momen yang membuat gw malu, karena moment seperti adegan di titanic tadi berhasil membuat orang orang sekitar berteriak teriak dan memberikan siulannya. Gw yang malu dengan keadaan itu pun berjalan cepat, dan okta masih di belakang gw, bodo ah gw tinggal udah kepalang malu, kok bisa bisanya gw praktekin pose kayak gitu yaa, dan okta pun seakan menikmatinya. Anjirr sepertinya ini jebakan dari okta hahaha
Gw beresin ini tenda dan peralatan yang lainnya, dan okta lagi lagi tidak ada itikat baik untuk membantu. Dia malah asik asik maenan air laut seperti layaknya anak kecil. Setelah semuanya terpacking dengan rapi gw bawa ini semua ke mobil yang agak jauh dari tempat ini. Satu persatu barang sudah masuk ke bagasi mobil yang lumayan kecil ini.
“Alhamdulillah udah siap buat balik”ucap gw seraya menutup kembali pintu belakang mobil ini
Gw berjalan ke arah okta yang tadi gw liat sedang maenan air, dan setelah gw sampe sono ternyata si doi udah minggat engga tau kemana. Emang ini anak udah gede masih nyusahi aja dengus kasar gw
Dan setelah muter muter mencari ini si anak hilang akhirnya gw temukan dia sedang terkapar di pinggir laut dengan tanpa menggunakan sehelai apapun engga ini gw bohong hahaha
Gw temukan dia sedang duduk manis di sebuah gubug makanan, dan sedang menyeruput kopi dan makan mie instan. Gw berjalan ke arahnya sembari mengepalkan tangan gw bersiap untuk berperang. Tapi…
“eh sayang, sini makan dulu bentar lagi pesenan kamu datang”ucap okta sembari menaik turunkan alisnya
Gw? Yang udah bersiap untuk berperang pun akhirnya menurunkan senjata gw, karena perut sudah keroncongan hasil dari beresin tenda dan tetekbengeknya sendirian, inget ya SENDIRIAN..
Dan tak lama kemudian mie instan pesenan okta buat gw datang. Dan gw menyantapnya seperti singa yang mendapatkan kijang buruannya.
.
.
.
Sehari setelah gw pergi ngecamp bersama okta, gw kembali ke rutinitas biasanya, kuliah, kerja, makan, tidur dll. Dan intensitas ketemu gw dengan okta sudah lumayan berkurang karena kesibukan masing-masing, dia juga sekarang jarang molor di kamar gw. Syukur deh bisa tidur dengan nyaman kalao gitu.
Sore ini di cafe..
“ini nomer meja 14”ucap mas adi
“siap bos”balas gw sambil membawa pesanan di meja no 14
.
.
“misi mbak, ini singkong keju, dan es capucino latte”sambil menurunkan satu persatu pesanan
“lha mas?”ucap cewe itu
“eh iya mbak ada pesenan lagi?”balas gw
“lha mas kan yang waktu itu nangis di alun alun itu kan?”
“lha mbak yang sotoy itu ya? Haha”jawab gw sambil tertawa renyah
“gimana? Berarti Tuhan mentakdirkan kita ketemu lagi mas”ucap dia
“haha iya bener juga mbak, mbak sendirian aja?”
“yang kamu liat?”
“sendirian aja sih hehe”jawab gw sambil terkekeh
“yaudah saya tinggal dulu ya mbak, nanti di sambung lagi”lanjut gw
“bentar mas”jawab dia seraya memberi gw sebuah kertas warna pink bertuliskan nomer hp nya
“oh ya mbak”
Gw pun meninggalkan dia, dia hanya memberi gesture orang yang sedang menelpon dengan tangan kanannya
Cewek itu, iya cewek itu gw memberi nama dia cewek sotoy. Dan ini pertemuan kedua kita ya? Emang sepertinya Tuhan mentakdirkan ini semua, gw dan lo…
.
.
.
.
Bersambung ke part 47
Kadang gw berpikir, kenapa gw selalu mencari seseorang yang baru, padahal disamping ada seorang yang selalu sayang sama gw bertahun-tahun. Dia selalu merelakan perasaannya demi orang lain, dia yang selalu ada buat gw selama bertahun-tahun ini. Apakah gw egois selalu memilih orang yang baru, padahal di samping gw ada orang yang selalu berharap ke gw? (sambil melihat sinar mentari yang mulai meredup)
Gw masih dengan okta di sebuah pantai yang teryata semakin ramai, walaupun engga ramai-ramai amat lah. Setelah menikmati momen yang sangat indah itu, gw dan okta putuskan untuk kembali ke tenda kami. Bukan tenda kami sih, tapi tenda gw orang gw yang bangun serah gw dong gw mau ngomong apa hehe
Ada sesuatu yang berbeda kali ini, sesuatu yang sudah lama gw engga dapetin dari okta. Tangan gw digandeng okta cukup erat, dan tawa yang sangat riang sekali yang bisa gw rasain dari suara tawa yang membuat gw ikut tertawa, karena gw engga tau apa yang okta ketawain gw hanya ikutin dia aja.
“sering sering ajakin gw kayak gene ya”ucap okta
Gw mengangguk mantap, untuk saat ini hanya lo yang ingin gw bahagiain ta gumam gw dalam hati
Tak berapa lama, kita sudah sampai di tenda yang gw buat. Dan okta masuk untuk mencari perbekalan yang kita bawa tadi. gw pun menyiapkan kompor gas kecil itu hanya sekedar untuk memasak air dan mie instan.
Setelah masak air dan mendidih gw tuang air ke sebuah termos panas, dan gw masak air lagi untuk membuat mie instan. Okta yang sedari tadi hanya ngemil makanan ringan, tapi heran deh hobinya ngemil kok engga tambah gendut sekalipun deh.
“nih makan dulu, ngemil aja muluk”ucap gw ke okta sembari memberi semangkuk mie instan
“yeyyy makasih”jawabnya dengan riang
“mana kopinya?”lanjut dia
“bikin sendiri..!”ucap gw sembari keluar tenda
“idih sama pacarnya kok jahat amit”teriak okta
“bodo”
Gw pun berjalan jalan melihat sekeliling, ternyata ada beberapa tenda yang terpasang di samping tenda gw, dan ada beberapa orang yang malah baru datang. Ada juga yang mungkin kalau bisa gw taksirin lagi makrab, karena banyakan mereka dan beberapa tenda.
Gw pun berjalan jalan mendekati bibir pantai sambil mendengarkan lagu yang di buat oleh ombak pantai kidul ini. Alunannya seperti sebuah ajakan untuk masuk ke air. Kalian pernah mendengarkan suara ombak yang menggulung di pantai kidul dengan saksama? Kalao pernah pasti kalian memahami satu hal suara yang di hasilkan dari ombak tersebut.
Gw pun duduk termenung di pinggir pantai ini, sambil kembali mengingat beberapa hal yang telah gw alami selama ini. ketika gw berusaha mengingat-ingat beberapa hal, gw ingat satu nama yang sampai saat ini belum tau kemana keberadaan yang empunya nama. Renny. Iya seorang perempuan yang membuat gw merasakan yang namanya jatuh cinta, Kalo bahasa beken anak muda mah namanya my first love. Renny? Sekarang lagi ngapa ya? Kira kira masih inget sama gw engga ya? Itu mungkin beberapa pertanyaan yang selalu muncul ketika gw memikirkan dia.
“woy ngelamun aja”ucap cewek itu sembari duduk di samping gw “udaranya dingin banget ya, lo engga pake jaket? Engga kedinginan tah?”
Dia pun memasukkan tangan kirinya di antara lengan tangan kanan gw sembari meneduhkan kepalanya di bahu gw. Dan telapak tangannya pun menggenggam erat telapak tangan gw.
Hangat…! Kesan pertama yang gw rasain. Gw seumur belum pernah di perlakuin seperti ini. bahkan renny atau renna yang notabene adalah pacar gw dulu.
Gw hanya tersenyum melihat keadaan itu sembari kembali melihat kembali kearah deburan ombak yang seperti menari nari di pantai kidul ini.
“makasih ya ta, lo emang penawar hati gw”ucap gw seraya mengelus lembut rambut okta
Dan tak terasa tangan okta yang tidak tahu kapan melepas tangan gw pun mengarahkan ke dua pipi gw, dan itu membuat gw melihat kea rah okta. Ke arah wajah yang ayu terkena sinar bulan yang kebetulan menampakkan sinarnya, dan rambut yang seolah olah menari karena terkena angin malam.
Pandangan kami hanya sekitar sejengkal tangan, dan semakin lama semakin dekat. Gw pun memejamkan mata ini, dan dosa itu terulang kembali. Bibir yang lembut dan hangat itu menyentuh lembut bibir gw, tangan gw pun mengelus lembut rambutnya. Tak lama bibir kami saling berpagutan hingga akhirnya kita saling melepas bibir kami.
Dia hanya tersenyum, begitupun juga dengan gw dan akhirnya kita menikmati malam ini dengan suara deburan ombak yang bergantian dengan di iringi sebuah lagu yang di nyanyikan oleh orang yang berada tak jauh dari kami duduk.
.
.
.
Gw pun mulai membuka mata secara perlahan dan mencari sumber suara dari alarm hp. Jam 04.15 gw liat dari laya hp berwarna kuning ini. gw pun meregangkan kedua tangan ke depan, dan melihat okta tengah tertidur pulas sekali di samping gw, bukan di samping sih tapi dijadikan dada gw sebagai bantal dia tidur.
“ta bangun, mau liat sunrise engga?”ucap gw agak serak sembari mengelus elus pipinya
“hmmmm”suaranya tanpa bergerak sedikitpun
Gw pun memindahkan kepalanya ke atas matras ini, karena gw mau keluar melihat sekitar kalau aman gw mau maen lagi sama okta haha kalao yang ini gw bohong

Gw keluar dari tenda yang lumayan besar hanya untuk di tempati berdua saja.
“dinginyaa…brrrrr”ucap gw setelah menguap
Gw liat sekeliling masih ada api yang sudah lumayan akan padam di depan sebuah tenda yang penghuninya masih berjalan di dunia mimpi. Gw pun mengambil teremos air panas yang gw taruh di depan tenda dan membuat sebuah kopi. Gw pun mengalungkan sarung yang sedari tadi mengganggu gw berjalan.
Dan segelas kopi hangat berhasil membuat badan gw menjadi hangat juga. Gw pun duduk kembali di depan tenda sembari menunggu si anak kampretos ini bangun. Beberapa saat kemudian, muncul sebuah kepala di balik tenda berwarna merah hitam ini.
“selamat pagi”ucap penghuni tenda itu sambil tersenyum dan mengucek ucek matanya
Dia bangun dengan di barengi beberapa orang yang mulai berisik di tenda sebelah yang tak jauh letaknya dari tenda gw.
Matahari sudah ingin menampakkan keindahannya, gw cepat cepat mencari spot yang bagus untuk melihat keindahan ciptaan Tuhan yang maha kuasa ini. Dengan berbekal sebuah senter kecil gw ajak cewek ini menelusuri tebing tinggi yang berada tak jauh dari tenda kita. Dengan sedikit usaha dari dia dan banyak usaha dari gw akhirnya kita sampai di atas tebing batu itu
.
Sudah layak seperti Jack Dawson dan Rose Dewit dalam film titanic, mungkin seperti itulah gambaran posisi gw dan okta pada saat itu. Kita berdiri di pinggir tebing yang susah payah kita naiki, dengan tangan okta yang di bentangkan selayaknya Rose berada di bagian depan kapal Titanic.
Momen yang sampai saat ini gw inget ta, sampai saat ini masih ada di sini…(
Gw pun mulai melihat secercah cahaya berwarna kekuningan bercampur jingga itu dengan beberapa helaian rambut orang yang berada di depan gw ini mulai menyinari indahnya dunia ini. Gw pun menikmati momen demi momen yang terbingkai indah di pagi hari yang cerah ini.
.
.
.
.
.
Setelah menikmati momen yang membuat gw malu, karena moment seperti adegan di titanic tadi berhasil membuat orang orang sekitar berteriak teriak dan memberikan siulannya. Gw yang malu dengan keadaan itu pun berjalan cepat, dan okta masih di belakang gw, bodo ah gw tinggal udah kepalang malu, kok bisa bisanya gw praktekin pose kayak gitu yaa, dan okta pun seakan menikmatinya. Anjirr sepertinya ini jebakan dari okta hahaha
Gw beresin ini tenda dan peralatan yang lainnya, dan okta lagi lagi tidak ada itikat baik untuk membantu. Dia malah asik asik maenan air laut seperti layaknya anak kecil. Setelah semuanya terpacking dengan rapi gw bawa ini semua ke mobil yang agak jauh dari tempat ini. Satu persatu barang sudah masuk ke bagasi mobil yang lumayan kecil ini.
“Alhamdulillah udah siap buat balik”ucap gw seraya menutup kembali pintu belakang mobil ini
Gw berjalan ke arah okta yang tadi gw liat sedang maenan air, dan setelah gw sampe sono ternyata si doi udah minggat engga tau kemana. Emang ini anak udah gede masih nyusahi aja dengus kasar gw
Dan setelah muter muter mencari ini si anak hilang akhirnya gw temukan dia sedang terkapar di pinggir laut dengan tanpa menggunakan sehelai apapun engga ini gw bohong hahaha
Gw temukan dia sedang duduk manis di sebuah gubug makanan, dan sedang menyeruput kopi dan makan mie instan. Gw berjalan ke arahnya sembari mengepalkan tangan gw bersiap untuk berperang. Tapi…
“eh sayang, sini makan dulu bentar lagi pesenan kamu datang”ucap okta sembari menaik turunkan alisnya
Gw? Yang udah bersiap untuk berperang pun akhirnya menurunkan senjata gw, karena perut sudah keroncongan hasil dari beresin tenda dan tetekbengeknya sendirian, inget ya SENDIRIAN..
Dan tak lama kemudian mie instan pesenan okta buat gw datang. Dan gw menyantapnya seperti singa yang mendapatkan kijang buruannya.
.
.
.
Sehari setelah gw pergi ngecamp bersama okta, gw kembali ke rutinitas biasanya, kuliah, kerja, makan, tidur dll. Dan intensitas ketemu gw dengan okta sudah lumayan berkurang karena kesibukan masing-masing, dia juga sekarang jarang molor di kamar gw. Syukur deh bisa tidur dengan nyaman kalao gitu.
Sore ini di cafe..
“ini nomer meja 14”ucap mas adi
“siap bos”balas gw sambil membawa pesanan di meja no 14
.
.
“misi mbak, ini singkong keju, dan es capucino latte”sambil menurunkan satu persatu pesanan
“lha mas?”ucap cewe itu
“eh iya mbak ada pesenan lagi?”balas gw
“lha mas kan yang waktu itu nangis di alun alun itu kan?”
“lha mbak yang sotoy itu ya? Haha”jawab gw sambil tertawa renyah
“gimana? Berarti Tuhan mentakdirkan kita ketemu lagi mas”ucap dia
“haha iya bener juga mbak, mbak sendirian aja?”
“yang kamu liat?”
“sendirian aja sih hehe”jawab gw sambil terkekeh
“yaudah saya tinggal dulu ya mbak, nanti di sambung lagi”lanjut gw
“bentar mas”jawab dia seraya memberi gw sebuah kertas warna pink bertuliskan nomer hp nya
“oh ya mbak”
Gw pun meninggalkan dia, dia hanya memberi gesture orang yang sedang menelpon dengan tangan kanannya
Cewek itu, iya cewek itu gw memberi nama dia cewek sotoy. Dan ini pertemuan kedua kita ya? Emang sepertinya Tuhan mentakdirkan ini semua, gw dan lo…
.
.
.
.
Bersambung ke part 47
khuman dan 3 lainnya memberi reputasi
4
![[TAMAT] Cinta Terakhir](https://s.kaskus.id/images/2016/06/28/8751802_201606280717580494.jpg)
![[TAMAT] Cinta Terakhir](https://s.kaskus.id/images/2017/04/30/8656089_201704301004480190.jpg)