- Beranda
- Stories from the Heart
Pengalamanku Di Asrama Sekolah (Horor)
...
TS
jp25
Pengalamanku Di Asrama Sekolah (Horor)
Pengalamanku Di Asrama Sekolah
Saya di sini hanya newbie dan berawal dari gemar membaca cerita – cerita dari para suhu, jadi tertarik juga nih buat menceritakan pengalaman saya sendiri untuk dibagi ke agan – agan semua jika ada hal positifnya bisa agan ambil dan jika ada negatifnya bisa agan jadikan pelajaran agar tidak dilakukan yaa ….
Biasanya yang selalu ditanyakan apakah cerita yang saya sajikan ini nyata atau tidak ?? maka akan saya jawab cerita yang saya sajikan ini adalah kisah nyata. Kejadian atau tempat yang saya ceritakan ini saya tidak bisa menyebut nama sekolahnya karena banyak hal yang perlu dipertimbangkan yang pasti yang saya bisa beritahu lokasinya di Kalimantan timur.
Oke saya akan mulai memperkenalkan diri saya, panggil saja saya dengan JP pada saat kejadian itu pada tahun 2015 berawal dari bulan januari sampai juni 2015 di sini saya sebagai Pembina asrama dan sebagai guru di sekolah tersebut jadi sehari hari saya dari pagi sampai siang hari mengajar di sekolah tersebut dan mulai siang hari sampai pagi lagi saya sebagai Pembina asrama. Saya bekerja dengan empat orang Pembina juga yang namanya akan saya ganti untuk menjaga privasi masing – masing, sebut saja yang pertama adalah Pembina yang paling senior bernama Doni lalu pembina selanjutnya bernama Dewo lalu Oji dan saya sendiri JP. Tugas kami sebagai pembina adalah mengawasi anak – anak di asrama dan selalu mengingatkan kegiatan – kegiatan yang harus mereka lakukan bahasanya kami lah yang jadi emak bapaknya ketika di asrama hehehe.
Sekarang saya akan menceritakan tentang lingkungan sekolahnya , sekolah ini adalah sekolah yang menjadi satu lingkungan dengan asrama siswa dan siswi lalu ada juga mushola, gedung serbaguna, beberapa rumah untuk guru dan fasilitas olahraga seperti lapangan futsal dan lapangan basket serta voli. lingkungan sekolah ini sungguh sangat luas , silahkan agan – agan berhayal tentang penggambaran lingkungan sekolah ini, asrama siswa ini terpisah untuk wanita dan pria namun lokasinya berhadapan terpisah sekitar 100 meter dan di tengah – tegahnya ada lapangan futsal , letak sekolah berada di sebelah kiri dari asrama laki – laki sekitar berjarak 100 meter dengan jalan sedikit menanjak dan di sebelah kanan asrama siswa ada gedung untuk tempat makan bersama bagi siswa asrama …
NB.
Butuh masukan dan saran karena saya baru mencoba menulis dan menceritakan pengalaman saya dan pastinya masih sangat banyak kekurangannya dalam penulisan saya.
Serta yang saya ceritakan ini berbentuk pengalaman yang tanpa ada keterkaitan antara cerita yang satu dengan cerita lainnya.

Lanjutannya Gan
ASRAMA
Perkenalan yang Aneh
Bola dan Bayangan
Aku Suka Anak Ini
Suara dan Jari Itu
Suara Di Tengah Malam
Ada yang Hilang
Jangan Pergi
Nasi Kuning
Ada Acara
Mimpi
mimpi 2
anak kecil
anak kecil 2
Boneka
Nenek
Sosok
Mobil Catering
Pingsan
Rombong Sate
Sosok Di Sekolah
Sosok Di Asrama Putri
Diubah oleh jp25 14-09-2017 11:33
minakjinggo007 dan anasabila memberi reputasi
2
63.6K
284
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
jp25
#64
Ada yang Hilang
Hari ini hari rabu dan saya ingat minggu kedua di bulan maret 2015, seperti biasa pagi – pagi kami masing – masing disibukkan oleh kegiatan kami bersiap untuk pergi sarapan di gedung makan dan langsung berangkat ke sekolah. Saya dan pembina lain juga sudah berada di gedung makan mendampingi siswa – siswa sarapan dan sekalian kami sebagai pembina juga sarapan…..
Setelah sarapan selesai kami bersama – sama berjalan menuju sekolah untuk memulia kegiatan belajar mengajar , setelah sampai sekolah saya langsung masuk ke kelas untuk mengajar siswa kelas sepuluh. Kira – kira saya mengajar sekitar 2 jam pintu kelas saya di ketok , dan ternyata yang mengetok adalah wakakesiswaan yaitu pak Hedi ….
“ Mass JP maaf mau tanyak rizki apa sakit di asrama kok dia tidak masuk di kelas pas saya mengajar “ Pak hedi menanyakan keberadaan rizki kepada saya
“ Saya kurang tau pak karena rizki tidak ada izin ke saya, nanti saya coba tanyakan pak dewo, mas oji dan Pak doni pak “ saya menjelaskan ke pak Hedi
“ oke mas, secepatnya kabarin ke saya ya mas JP “ pak hedi langsung pamit kembali ke kelas untuk mengajar
Saya langsung memberikan tugas ke anak – anak dan saya tinggal untuk mencari pak dewo dan pak doni. Sayapun bertemu pak dewo di kelas dua belas untuk menanyakan tentang rizki yang tidak hadir ke sekolah…..
“ saya terakhir sebelum pergi ke sekolah setalah makan pagi bersama mengecek asrama ke setiap kamar bersama pak Doni tidak ada siswa yang berada di kamar “ pak dewo menjelaskan kepada saya
“ oke pak saya coba ngajak mas oji buat cari si rizki lagi pak “ lalu saya pergi mencari mas oji
Akhirnya saya ketemu dengan mas oji di kantin sekolah dan menceritakan semuanya tentang rizki yang tidak hadir ke sekolah, akhirnya kami sepakat untuk menelpon pak satpam dulu sapa tau ada anak yang keluar lingkungan sekolah dan ternyata kata pak satpam tidak ada siswa yang keluar lingkungan sekolah….
“ ya udah kita cek aja lagi ke asrama mas sapa tau memang ada di asrama sembunyi atau terlewat sama pak dewo “ mas oji mengajak saya
Saya berdua dengan mas ojipun menuju asrama untuk mengecek apakah rizki ada di asrama, pintu asrama juga masih terkunci dan setelah kami buka suasanan asrama hening banget di tambah suasana yang remang – remang serta lembab banget membuat saya dan mas oji sedikit merinding berada di dalam asrama ini berdua. Kami sepakat mengecek kamar yang berada di lantai dua dulu, setelah semua kamar di lantai 2 kami cek dan tidak ada menemui tanda – tanda rizki berada di asrama, akhirnya kamipun menuju lantai bawah di bagian sayap kiri kami cek satu – persatu kamar khususnya kamar rizki sendiri setiap sudut kamar kami cek bahkan sampai dalam lemari kami cek juga tidak ada tanda – tanda rizki ada di dalam asrama ini….
Akhirnya kamipun menuju ke loby asrama sambil coba berfikir kira – kira dimana rizki ini kok bisa tidak hadir ke sekolah tanpa izin, kami sambil duduk di sofa dan berfikir tiba – tiba telfon saya berdering ternyata pak dewo yang nelfon saya….
“ mas… maass…. Coba cek kamar kosong yang di ujung lantai bawah “ pak dewo menelpon dengan nada yang sedikit nyaring dan terburu – buru
Saya dan mas ojipun langsung menuju kamar ujung yang terkunci di lantai bawah bagian sayap kiri gedung, kalo agan – agan ingat kamar yang di maksud itu kamar yang di gedor oleh rizki waktu dia kesurupan. Kami lari secepat mungkin menuju ke kamar itu untuk mengecek apakah ada rizki di sana, tetapi ketikan saya dan mas oji sampai di depan pintu kamar lagi – lagi yang kami temui adalah pintu kamar yang terkunci, tidak mungkin rizki bisa masuk ke sini karena pintunya masih terkunci sama seperti biasanya….
“ mas oji gak mungkin rizki ada di sini pintunya masih tekunci kayak gini “ saya menyampaikan pendapat saya ke mas oji
“ bentar dulu mas, kita coba cek lewat belakang “ mas oji langsung berlari ke arah pintu keluar asrama
Sayapun langsung ikut lari di belakang mas oji sambil sesekali melihat ke belakang lorong takut ada yang ngikutin, setelah sampai kami keluar asrama kami langsung menuju kearah gedung sayap kiri dan langsung ke bagian belakang gedung untuk menuju belakang kamar yang kita tuju tadi. Setelah sampai kamar saya dan mas oji langsung melompati beranda kamar tersebut dan mencoba membuka pintu yang ada di beranda kamar ternyata pintu kamar ini juga terkunci….
“ Terkunci juga mas pintunya “ saya sedikit bingung karena pintu juga terkunci
“ itu jendela kamar kaya terbuka sedikit mas, coba kita cek “ mas oji mengajak saya ke arah jendela kamar
Ternyata benar jendela ini bisa terbuka tidak terkunci, kami mencoba membuka jendela itu dan menggeser gorden sebelum kami masuk dan melihat situasi kamar dulu, ternyata kondisi kamar tidak ada apa – apa jadi perabotan kamar tidak karena memang tidak di pakai setelah melihat kondisi kamar yang aman kami pun bergantian masuk melewati jendela. Setelah di dalam kamar ini kami mendengar sesuatu yang aneh kami mencoba menuju suara aneh itu dan ternyata suara itu berasal dari ruang baca, kami tidak langsung menuju ke ruang baca tapi mencoba menengokkan kepala untuk mengecek dari pintu kamar saja…..
“ hiii hiii hiiii hiiii hiiiii”
Asemmm gan kami melihat rizki duduk di ruang baca membelakangi pintu kamar, duduknya bersimpuh kaya duduk cewe gan sambil gaya menyisir rambut panjang gan dengan tangannya, di tambah bener – bener pas kita nengok dari pintu kamar langsung pas dia noleh ke kami dengan tengokan yang pelan sambil melotot dan senyum yang serem bangettt sumpaahhh…..
“ waaaaaaaa aaaaaaaaa”
Saya langsung mundur dan lari ke arah jendela untuk melompat keluar, dan baru saja saya mau melompat mas oji tiba – tiba di samping saya mau keluar jendela juga akhirnya kami terjepit dan tubrukan karena jendelanya cuman satu…
“ aduhhh mas gantiaan keluar laahh “ saya sambil mngelus dengkul saya yang terhantup tembok
“ ya udah cepat mas duluan “ mas oji jatuh terduduk habis terjepit dan tertabrak tadi
Sayapun langsung melompat jendela di susul mas oji dengan wajah pucat juga keluar jendela, kami langsung menutup jendela karena takutnya rizki mengejar kami keluar….
“ Paakk dewo rizki kesurupan lagi di kamar kosong kemarin, lewat belakang pak ya “ saya menelpon Pak dewo agar cepat ke sini buat membantu kami
Sekitar 5- 10 menit pak dewo datang dan langsung kamimasuk lagi ke kamar melalui jendela, kali ini saya yang paling belakang dan yang paling depan sudah pasti pak Dewo. Saat kami masuk terdengar suara orang bersenandung pelan makin membuat saya merinding ketakutan , pak dewo langsung menuju ruang baca dan yang kami lihat rizki masih dengan posisi awal saya dan mas oji masuk tadi…
Tetapi kali ini tidak ada raut senyumyang ada adalah raut wajah yang sangat marah dan matanya melotot melihat ke arah pak dewo….
“ Akuuuu mauu anakk iniii “ rizki berbicara ke arah pak dewo
Pak dewo hanya diam dengan muka yang serius , tiba – tiba langsung berlari ke ara rizki dan langsung memegang kepala rizki…
“ mass bantuin pegang tangan sama kakinya “ pak dewo berbicara kepada kami
Saya langsung memegang kaki rizki dan mas oji memegang tangan rizki , tenaga rizki kuat sekali berusaha memberontak dari pegangan kami…..
“ biarkan anak ini di sini, akuu mauu anak ini “ rizki setengah berteriak dan membuat saya kaget dan hampir melepaskan pegangan saya di kakinya
Saya melihat pak dewo tidak berbicara hanya membaca sesuatu di dekat kepala rizki seperti berbisik…..
“ aahhhhh panaaasssss aaahhhh “ rizki berteriak -teriak sambil meronta
Tidak beberapa lama rizik berteriak melengking sekali dan percaya tidak percaya ketika rizki teriak melengking yang keluar seperti suara cewe dan membuat saya takut sekaligus kagett sekali….
Akhirnya setelah teriakan melengking rizki ini dia terlihat tidak sadarkan diri tergeletak di lantai, dan saya melihat pak dewo terduduk sambil nafasnya terengah – engah seperti orang yang baru saja berlari jauh….
“udah mas ayok di angkat ke luar bawa ke loby asrama aja “ pak dewo menyuruh saya dan mas oji
Saya dan mas oji langsung mengangkat rizki untuk mengarah keluar jendela dan menuju ke loby asrama sambil di belakang di ikuti oleh pak dewo, setelah kami keluar dari jendelat ternyata ada pak doni baru sampai dan membantu saya dan mas oji mengangkat rizki ke loby asrama. Sesampainya di loby asrama kami baringkan rizzky di sofa…
“ Kasian risky ini, telpon orang tuanya pak suruh jemput risky “ Pakdewo menyuruh pak doni menelpon orang tuanya sekaligus melapor ke sekolah gimana kondisi risky
Sambil menunggu orangtuanya datang kami membawa rizki ke kamarnya, rizki udah sadar tapi enggak banyak bisa bergerak karena badannya sakit dan kelelahan, kami tidak mau banyak bertanya karena kondisi rizki yang masih lemah dan syok….
Sekitar jam 3 sore rizkipun di jemput orangtuanya untuk di bawa pulang dulu ke rumah dan di izinkan oleh sekolah 3-4 hari untuk tidak sekolah, dan saya juga melihat pak dewo seperti menceritakan kejadian rizki tadi pagi kepada orangtuanya, terlihat sekali raut wajah orangtuanya yang sangat khawatir tapi juga berterimakasih kepada pak dewo dan kami yang sudah membantu rizki…..
Setelah rizki dibawa pulang oleh orangtuanya hari itu alhamdulillah tidak ada kejadian apa - apa lagi, tapi tidak tau gimana besok dan sterusnya
Hari ini hari rabu dan saya ingat minggu kedua di bulan maret 2015, seperti biasa pagi – pagi kami masing – masing disibukkan oleh kegiatan kami bersiap untuk pergi sarapan di gedung makan dan langsung berangkat ke sekolah. Saya dan pembina lain juga sudah berada di gedung makan mendampingi siswa – siswa sarapan dan sekalian kami sebagai pembina juga sarapan…..
Setelah sarapan selesai kami bersama – sama berjalan menuju sekolah untuk memulia kegiatan belajar mengajar , setelah sampai sekolah saya langsung masuk ke kelas untuk mengajar siswa kelas sepuluh. Kira – kira saya mengajar sekitar 2 jam pintu kelas saya di ketok , dan ternyata yang mengetok adalah wakakesiswaan yaitu pak Hedi ….
“ Mass JP maaf mau tanyak rizki apa sakit di asrama kok dia tidak masuk di kelas pas saya mengajar “ Pak hedi menanyakan keberadaan rizki kepada saya
“ Saya kurang tau pak karena rizki tidak ada izin ke saya, nanti saya coba tanyakan pak dewo, mas oji dan Pak doni pak “ saya menjelaskan ke pak Hedi
“ oke mas, secepatnya kabarin ke saya ya mas JP “ pak hedi langsung pamit kembali ke kelas untuk mengajar
Saya langsung memberikan tugas ke anak – anak dan saya tinggal untuk mencari pak dewo dan pak doni. Sayapun bertemu pak dewo di kelas dua belas untuk menanyakan tentang rizki yang tidak hadir ke sekolah…..
“ saya terakhir sebelum pergi ke sekolah setalah makan pagi bersama mengecek asrama ke setiap kamar bersama pak Doni tidak ada siswa yang berada di kamar “ pak dewo menjelaskan kepada saya
“ oke pak saya coba ngajak mas oji buat cari si rizki lagi pak “ lalu saya pergi mencari mas oji
Akhirnya saya ketemu dengan mas oji di kantin sekolah dan menceritakan semuanya tentang rizki yang tidak hadir ke sekolah, akhirnya kami sepakat untuk menelpon pak satpam dulu sapa tau ada anak yang keluar lingkungan sekolah dan ternyata kata pak satpam tidak ada siswa yang keluar lingkungan sekolah….
“ ya udah kita cek aja lagi ke asrama mas sapa tau memang ada di asrama sembunyi atau terlewat sama pak dewo “ mas oji mengajak saya
Saya berdua dengan mas ojipun menuju asrama untuk mengecek apakah rizki ada di asrama, pintu asrama juga masih terkunci dan setelah kami buka suasanan asrama hening banget di tambah suasana yang remang – remang serta lembab banget membuat saya dan mas oji sedikit merinding berada di dalam asrama ini berdua. Kami sepakat mengecek kamar yang berada di lantai dua dulu, setelah semua kamar di lantai 2 kami cek dan tidak ada menemui tanda – tanda rizki berada di asrama, akhirnya kamipun menuju lantai bawah di bagian sayap kiri kami cek satu – persatu kamar khususnya kamar rizki sendiri setiap sudut kamar kami cek bahkan sampai dalam lemari kami cek juga tidak ada tanda – tanda rizki ada di dalam asrama ini….
Akhirnya kamipun menuju ke loby asrama sambil coba berfikir kira – kira dimana rizki ini kok bisa tidak hadir ke sekolah tanpa izin, kami sambil duduk di sofa dan berfikir tiba – tiba telfon saya berdering ternyata pak dewo yang nelfon saya….
“ mas… maass…. Coba cek kamar kosong yang di ujung lantai bawah “ pak dewo menelpon dengan nada yang sedikit nyaring dan terburu – buru
Saya dan mas ojipun langsung menuju kamar ujung yang terkunci di lantai bawah bagian sayap kiri gedung, kalo agan – agan ingat kamar yang di maksud itu kamar yang di gedor oleh rizki waktu dia kesurupan. Kami lari secepat mungkin menuju ke kamar itu untuk mengecek apakah ada rizki di sana, tetapi ketikan saya dan mas oji sampai di depan pintu kamar lagi – lagi yang kami temui adalah pintu kamar yang terkunci, tidak mungkin rizki bisa masuk ke sini karena pintunya masih terkunci sama seperti biasanya….
“ mas oji gak mungkin rizki ada di sini pintunya masih tekunci kayak gini “ saya menyampaikan pendapat saya ke mas oji
“ bentar dulu mas, kita coba cek lewat belakang “ mas oji langsung berlari ke arah pintu keluar asrama
Sayapun langsung ikut lari di belakang mas oji sambil sesekali melihat ke belakang lorong takut ada yang ngikutin, setelah sampai kami keluar asrama kami langsung menuju kearah gedung sayap kiri dan langsung ke bagian belakang gedung untuk menuju belakang kamar yang kita tuju tadi. Setelah sampai kamar saya dan mas oji langsung melompati beranda kamar tersebut dan mencoba membuka pintu yang ada di beranda kamar ternyata pintu kamar ini juga terkunci….
“ Terkunci juga mas pintunya “ saya sedikit bingung karena pintu juga terkunci
“ itu jendela kamar kaya terbuka sedikit mas, coba kita cek “ mas oji mengajak saya ke arah jendela kamar
Ternyata benar jendela ini bisa terbuka tidak terkunci, kami mencoba membuka jendela itu dan menggeser gorden sebelum kami masuk dan melihat situasi kamar dulu, ternyata kondisi kamar tidak ada apa – apa jadi perabotan kamar tidak karena memang tidak di pakai setelah melihat kondisi kamar yang aman kami pun bergantian masuk melewati jendela. Setelah di dalam kamar ini kami mendengar sesuatu yang aneh kami mencoba menuju suara aneh itu dan ternyata suara itu berasal dari ruang baca, kami tidak langsung menuju ke ruang baca tapi mencoba menengokkan kepala untuk mengecek dari pintu kamar saja…..
“ hiii hiii hiiii hiiii hiiiii”
Asemmm gan kami melihat rizki duduk di ruang baca membelakangi pintu kamar, duduknya bersimpuh kaya duduk cewe gan sambil gaya menyisir rambut panjang gan dengan tangannya, di tambah bener – bener pas kita nengok dari pintu kamar langsung pas dia noleh ke kami dengan tengokan yang pelan sambil melotot dan senyum yang serem bangettt sumpaahhh…..
“ waaaaaaaa aaaaaaaaa”
Saya langsung mundur dan lari ke arah jendela untuk melompat keluar, dan baru saja saya mau melompat mas oji tiba – tiba di samping saya mau keluar jendela juga akhirnya kami terjepit dan tubrukan karena jendelanya cuman satu…
“ aduhhh mas gantiaan keluar laahh “ saya sambil mngelus dengkul saya yang terhantup tembok
“ ya udah cepat mas duluan “ mas oji jatuh terduduk habis terjepit dan tertabrak tadi
Sayapun langsung melompat jendela di susul mas oji dengan wajah pucat juga keluar jendela, kami langsung menutup jendela karena takutnya rizki mengejar kami keluar….
“ Paakk dewo rizki kesurupan lagi di kamar kosong kemarin, lewat belakang pak ya “ saya menelpon Pak dewo agar cepat ke sini buat membantu kami
Sekitar 5- 10 menit pak dewo datang dan langsung kamimasuk lagi ke kamar melalui jendela, kali ini saya yang paling belakang dan yang paling depan sudah pasti pak Dewo. Saat kami masuk terdengar suara orang bersenandung pelan makin membuat saya merinding ketakutan , pak dewo langsung menuju ruang baca dan yang kami lihat rizki masih dengan posisi awal saya dan mas oji masuk tadi…
Tetapi kali ini tidak ada raut senyumyang ada adalah raut wajah yang sangat marah dan matanya melotot melihat ke arah pak dewo….
“ Akuuuu mauu anakk iniii “ rizki berbicara ke arah pak dewo
Pak dewo hanya diam dengan muka yang serius , tiba – tiba langsung berlari ke ara rizki dan langsung memegang kepala rizki…
“ mass bantuin pegang tangan sama kakinya “ pak dewo berbicara kepada kami
Saya langsung memegang kaki rizki dan mas oji memegang tangan rizki , tenaga rizki kuat sekali berusaha memberontak dari pegangan kami…..
“ biarkan anak ini di sini, akuu mauu anak ini “ rizki setengah berteriak dan membuat saya kaget dan hampir melepaskan pegangan saya di kakinya
Saya melihat pak dewo tidak berbicara hanya membaca sesuatu di dekat kepala rizki seperti berbisik…..
“ aahhhhh panaaasssss aaahhhh “ rizki berteriak -teriak sambil meronta
Tidak beberapa lama rizik berteriak melengking sekali dan percaya tidak percaya ketika rizki teriak melengking yang keluar seperti suara cewe dan membuat saya takut sekaligus kagett sekali….
Akhirnya setelah teriakan melengking rizki ini dia terlihat tidak sadarkan diri tergeletak di lantai, dan saya melihat pak dewo terduduk sambil nafasnya terengah – engah seperti orang yang baru saja berlari jauh….
“udah mas ayok di angkat ke luar bawa ke loby asrama aja “ pak dewo menyuruh saya dan mas oji
Saya dan mas oji langsung mengangkat rizki untuk mengarah keluar jendela dan menuju ke loby asrama sambil di belakang di ikuti oleh pak dewo, setelah kami keluar dari jendelat ternyata ada pak doni baru sampai dan membantu saya dan mas oji mengangkat rizki ke loby asrama. Sesampainya di loby asrama kami baringkan rizzky di sofa…
“ Kasian risky ini, telpon orang tuanya pak suruh jemput risky “ Pakdewo menyuruh pak doni menelpon orang tuanya sekaligus melapor ke sekolah gimana kondisi risky
Sambil menunggu orangtuanya datang kami membawa rizki ke kamarnya, rizki udah sadar tapi enggak banyak bisa bergerak karena badannya sakit dan kelelahan, kami tidak mau banyak bertanya karena kondisi rizki yang masih lemah dan syok….
Sekitar jam 3 sore rizkipun di jemput orangtuanya untuk di bawa pulang dulu ke rumah dan di izinkan oleh sekolah 3-4 hari untuk tidak sekolah, dan saya juga melihat pak dewo seperti menceritakan kejadian rizki tadi pagi kepada orangtuanya, terlihat sekali raut wajah orangtuanya yang sangat khawatir tapi juga berterimakasih kepada pak dewo dan kami yang sudah membantu rizki…..
Setelah rizki dibawa pulang oleh orangtuanya hari itu alhamdulillah tidak ada kejadian apa - apa lagi, tapi tidak tau gimana besok dan sterusnya
0