Kaskus

Story

natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
I Am (NOT) Your Sister
Dear Warga SFTH.

Sebelumnya ijinkan gue untuk menulis sepenggal kisah hidup gue di SFTH. Cerita ini bersumber dari pengalaman pribadi yang gue modifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk cerita karangan gue sendiri. Cerita ini ditulis dengan dua sudut pandang berbeda dari kedua tokohnya.
So... langsung saja.


I Am (NOT) Your Sister

Big thanks to quatzlcoatlfor cover emoticon-Smilie

Quote:
Diubah oleh natashyaa 20-01-2018 23:32
imamarbaiAvatar border
pulaukapokAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 8 lainnya memberi reputasi
9
465K
3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
natashyaaAvatar border
TS
natashyaa
#2512
F Part 81
Setelah ngobrol bareng si Burhan, gue kembali ke dalam, gue lihat si Ani sedang makan sendirian di meja makan.
“Laper ya?” Ujar gue ke dia. Dia nampak kaget kayak maling kepergok. Jelaslah dia kelaparan, dari sore mengurung diri di kamarnya dan sekarang tengah malam mengendap-ngendap nyari makan, Haha. Gue jadi inget tempo hari yang sama-sama suka ngendap nyari makanan pas punya masalah di rumah. Wkwkw.

***

Setelah cuci muka dan melakukan ritual malam, gue baru ngecek hp dan disana ada 2 misscall dan 4 sms dari Nauval, sisanya dari temen gue dan kontak-kontak yang tak ingin gue kenal. Gue belum buka pesan dari Nauval dan lainya, gue udah ngantuk, mungkin besok saja gue buka, itu juga kalau inget.

***

Walaupun tidur larut malam, tapi gue bangun jam 5. Mau tidur jam berapapun, gue pasti seringnya bangun jam segitu, mungkin sudah jam biologis tubuh gue. Gue keluar kamar mau turun ke bawah, pas di tangga gue lihat ibu dan Burhan sedang ngobrol dan sedang asyik bercanda, gue bisa ngelihat ibu ketawa lepas pas Burhan berbicara kepadanya. Entah kenapa melihat pemandangan seperti itu bikin hati gue nyesek aja, karena gue selalu ngebayangin kalau orang disana yang sedang ngobrol dengan ibu itu ayah gue. Gue pun mengurungkan niat untuk turun ke bawah dan balik lagi ke kamar, untuk langsung mandi.

Selesai mandi dan sudah berdandan untuk sekolah, gue turun ke bawah buat makan, sempat melihat ke kamar Ani, pintunya masih terkunci dan sudah pasti dia belum bangun. Ibu sedang sarapan dan si Burhan mungkin sudah pergi lagi, gue pun duduk disamping ibu.

“Ayah Ani udah cerita.” Ujar ibu.
“Cerita apa ?” Tanya gue.
“Kenapa si Ani ngambek dari kemarin, ternyata kamu penyebabnya.” Kata ibu.
“Loh kok aku?” Gue kaget, jantung gue jadi berdebar lebih cepat, gue takut ketahuan, apa ibu tau kalau gue ngerokok. Sial nih Burhan katanya gak bakal ceritanya.
“Hahaha, iya kamu. Semalam Ayah Ani ngobrol katanya sama Ani, si Ani nyirik sama kamu, pengen dibeliin HP yang sama kayak kamu.”
“Hah? HP? Ani pengen Iphone yang sama kayak aku?” Tanya gue kebingungan.
“Iyaa.. rupanya dia ingin ganti hp, Hehehe. Kayak anak kecil aja yah.” Kata ibu.
Huhhh.. akhirnya gue bisa bernafas lega, rupanya si Burhan bohong sama ibu perihal hal yang diceritakan semalam. Astaga ada-ada aja alasanya, tapi beneran pas dibilang gue penyebab si Ani ngambek udah bikin gue keringat dingin.

“Pagi Ani.” Sapa ibu ke Ani. Rupanya si Ani sudah bangun.

“Bu…kak Fe..” Ujar Ani sambil menundukan kepala.

“Kenapa Ani?” Tanya ibu.

“Udah bisa ngomong sekarang?” Kata gue ke dia.

“Maafin aku yah bu dan kak Fe" Kata dia meminta maaf.

“Maaf buat apa?” Tanya ibu sambil makan.

“Ya maafin aku kalau kemarin-kemarin aku marah dan gak bicara sama kalian berdua.”

“Oh begitu, jadi Gimana ?” Ibu menatap gue.

“Gimana apa bu?” Tanya gue.

“Apa kita terima permintaan maaf gadis ini?” Kata ibu.

“Kalau aku sih NO!” Gue beranjak dari kursi meja makan tanpa menyelesaikan maka dan segera berjalan mengambil tas.

“No problem maksudnya.” Ujar gue melihat ke arah mereka. Disana gue lihat ibu tersenyum ke gue dan gue pun tersenyum juga ke ibu.

“Jadi aku dimaafin nih?” Tanya si Ani.

“Iyaaa. Bawel, yuk mau bareng gak?” Ajak gue ke dia.

“Asyiiik, mau kak tunggu.” Ujar si Ani langsung menghampiri gue.

“Aniii makan duluu..” Teriak ibu.

“Tar ah bu, nanti aja di sekolah.” Balas si Ani ke ibu.

“Eh kalian abis pulang sekolah, cepat pulang ke rumah yaa” Kata ibu.

“Iya… bu.” Gue pun kembali menghampiri ibu dan mencium pipi ibu. Eh, tunggu sebentar. Apa yang sudah gue lakukan? Sudah lama sekali gue tidak melakukan hal ini, dan disaat itu juga gue baru sadar gue terakhir kali mencium pipi ibu ketika mau berangkat itu pas masih SD/SMP. Lupa


“Yuk Ni.” Kata gue ke Ani setelah berpamitan ke ibu.

***

Syukurlah gue dan Ani gak terlambat masuk sekolah, pintu gerbang belakang masih terbuka dan gue sama Ani jalan barengan.

“Pagi.. kak Fel…” Sapa seorang dari belakang.

“Eh.. Val.” Rupanya Nauval.

“Pagi.. Ani.”

“Pagi kak Nauval.”

“Kak Fel, sms yang aku kirim semalam udah dibaca blom?” Ujar Nauval ke gue di hadapan Ani.

“Ah iya lupa, gue belum buka hp lagi dari kemarin sore.” Balas gue ke Nauval.

“Oh yauda…guruku sudah datang katanya, bye kak Fel, bye Ani..” Ujarnya sambil berlari terburu-buru menuju kelasnya.

“Kak..” Kata Ani.

“Ya?”

“Kakak suka smsan sama kak Nauval?”

Jegerr.. jangan bilang ini awal prahara lagi antara gue sama Ani.

“Sesekali kok, lagian itu juga dia nanyain kamu.” Ujar gue mencoba meluruskan dan mencarikan suasana.

“Oh ya? Nanyain apa kak?” Ani nampak keliatan semangat.

“Hahaha ada deh, terus gimana kemarin pas latihan basket, lo belum cerita.” Kata gue

“Iya entar ya, hehe kaka juga kasih tau kak Nauval nanyain aku tentang apa.”

“Hahaha iya,, eh ya jangan lupa kata ibu nanti kita harus pulang cepat.” Kata gue ke Ani.

“Iya kak, yauda aku duluan ya kak.” Ujar si Ani yang langsung berlari ke kelasnya.

“Iya… belajar yang bener ya. Haha.”


itkgid
itkgid memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.