- Beranda
- Stories from the Heart
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
...
TS
dianmaya2002
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
Erick dan Darren kembali dihadapkan dengan seorang psikopat gila pecinta Disney Princess yang menyebut dirinya sebagai PRINCE CHARMING. Korban - korbannya selalu ditemukan dalam berbagai tema Disney Princess, seperti Stella Magnolia yang ditemukan ditepi dermaga dalam balutan kostum mermaid seperti Princess Ariel.
Apakah duo detektif ini dapat menghentikan kegilaan Prince Charming?
Apakah duo detektif ini dapat menghentikan kegilaan Prince Charming?
Hai Agan dan Aganwati...
Ane balik lagi nih buat posting sequel nya Biro Detektif Supranatural PSYCH
Yang masih penasaran sama Mbak Samantha Reindhaard bakal ane buat tambah penasaran lagi...
ini akun wattpad ane Anthazagoraphobia
karya ane:
Biro Detektif Supranatural PSYCH : Pieces #1
The Haunted Hotel La Chandelier
bagi cendol dan rate nya ya
DAFTAR ISI
Spoiler for Index:
Diubah oleh dianmaya2002 07-03-2017 20:20
zeref13 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
17.1K
Kutip
80
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dianmaya2002
#42
Spoiler for 18:
Sengaja update siang... biar bisa nemenin kalian makan siang XD
***
Langkah Erick terhenti tepat dibelakang Stella. Jantungnya berdegup kencang. Jujur saja Erick begitu terkejut karena dengan mudahnya ia dapat mengetahui siapa pria dibalik kedok Prince Charming yang selama ini menebar teror pembunuhan.
Saat Erick hendak melihat wajah pria itu, tiba – tiba sosok Stella Magnolia yang ada didepannya hilang bagai debu begitu pula dengan semua orang yang tengah bersenang – senang di Golden Lotus. Semuanya hilang begitu saja menyisakan keheningan yang hampa dan mencekam.
Erick mulai waspada. Biasanya jika sudah seperti ini maka ia akan bertemu dengan sesuatu yang menakutkan.
"Erick Alcander."
Erick mengarahkan pandangannya ke segala penjuru Golden Lotus yang kosong. Mencari sosok mahluk yang memanggilnya. Lalu matanya terpaku pada sosok pria berjubah yang telah ia kenal beberapa jam yang lalu. Siapa lagi kalau bukan Prince Charming.
"Kau lagi." Ujar Erick kesal.
"Kelebihanmu dapat merusak semua rencana yang telah kususun dengan sangat sempurna."
"..."
"Namun aku tidak akan tinggal diam Erick Alcander. Kali ini aku akan benar – benar menghancurkanmu."
"Jika kau membunuhnya maka kau dapat membunuhku juga." Teriak Luna berusaha mencegah tindakan Prince Charming.
"Sayangnya aku tidak peduli karena kau tidak berguna untukku Luna."
Lalu Prince Charming mengarahkan tangannya ke arah Luna. Kucing hitam itu terangkat ke udara. Dalam sepersekian detik ia menghempaskan tubuh Luna tapi Erick berhasil menangkap tubuh mungilnya sebelum menghantam tembok. Luna menatap Erick dengan pandangan yang tak dapat diartikan. Baru kali ini ada yang menyelamatkannya bahkan melindunginya.
"Kau tidak apa – apa?" tanya Erick tapi Luna hanya diam tak bergeming sedikit pun sampai ia merasakan kumisnya yang panjang ditarik keras.
"Auwww...." Teriak Luna kesakitan.
"Okay! Itu tandanya kau baik – baik saja." ujarnya sambil meletakkan tubuh Luna dilantai lalu kembali menatap Prince Charming. "Sekarang giliranku brengsek!"
Prince Charming tersenyum dibalik topengnya. Ia tengah menanti kejutan apa yang akan diberikan oleh Erick kepadanya. Kemarahan Erick memuncak hingga ia merasakan suhu tubuhnya meningkat. Dari tangan kanannya keluar api kemerahan lalu ia melemparkannya kearah pria berjubah itu. Sayangnya Prince Charming berhasil mengelak.
"Api dapat membakarmu Erick!" ujarnya sambil terkekeh.
Dan tak lama kemudian, api tersebut menjalar memenuhi tubuh Erick.
"Erick kendalikan amarahmu jika tidak kau akan mati!" teriak Luna dari sudut ruangan.
Teriakan Luna seakan tak berguna.
***
Samantha dan Yamaguchi berlari menuju ruang rias, tempat dimana Erick berada. Mereka terkejut saat melihat pria itu duduk tak sadarkan diri bersama dengan Luna dipangkuannya. Kulit Erick memerah seperti udang rebus.
"Shit! Panas!" erangnya saat menyentuh dahi Erick. "Kita harus membawanya ke tempat yang dingin. Jika perlu kita harus merendam tubuhnya didalam air es."
Tanpa banyak bicara, Yamaguchi langsung berlari keluar. Tak lama kemudian, ia datang bersama Donny, Kenpachi beserta anak buahnya yang lain. Tatapan mereka langsung mengarah pada Samantha yang hanya berbalut handuk putih.
Nyaris saja mereka terdampar di dunia fantasi mesum buatan mereka sendiri sampai kemarahan Yamaguchi membuat mereka kembali ke dunia nyata.
"Erikku wa kiken ni sarasa rete ori, kono hadaka no on'nanoko dake ni chūi o haratte imasu ka? KETSUMEDO YAROU!!!!" umpat Yamaguchi marah. (trans: Erick dalam bahaya dan perhatian kalian semua hanya kepada gadis telanjang ini? bajingan)
"Gomen'nasai Yamaguchi-san!" teriak seluruh anak buah Yamaguchi termasuk Kenpachi secara bersamaan sambil membungkukkan tubuhnya. (trans: maaf Yamaguchi-san)
"Anata no uchi no hitori ga kono on'nanoko o mōichido mitsumete iru no o mitara." Yamaguchi berkata dengan intonasi dalam dan berbahaya. (trans: Jika aku sampai melihat diantara kalian ada yang menatap gadis ini lagi) "Watashi wa ryō gankyū o saki, petto no pirania o taberudeshou!" (trans: maka aku akan mencongkel kedua bola mata kalian dan memberikannya pada piranha peliharaanku)
"Hai!!" (trans: baik / yes)
"Dan peraturanku juga berlaku untukmu Don Geraldine!" Ujarnya sambil menatap tajam Donny yang ada dihadapannya. Donny hanya terkekeh geli namun tak ada niat sedikit pun untuk melanggar aturan Yamaguchi.
"Bawa Erick kedalam tempat penyimpanan es." Perintahnya. "Dan kau nona! Sebaiknya cepatlah berpakaian sebelum seluruh pria seantero Golden Lotus menelanmu hidup – hidup."
Setelah berpakaian, Samantha melangkah memasuki tempat penyimpanan es dimana tubuh Erick dibaringkan. Yamaguchi menyuruh anak buahnya untuk menimbun Erick dengan es batu berbentuk silinder yang biasa digunakan sebagai pendingin champagne. Semua es batu yang menimbun Erick meleleh seketika itu juga. Hal itu membuat Yamaguchi, Donny dan Samantha kebingungan.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Yamaguchi nyaris frustasi.
"Ia tidak akan terbangun jika dirinya terus diliputi oleh amarah dan kebencian." Jelas Samantha. "Satu – satunya cara adalah menyusulnya ke sana dan berusaha menenangkan jiwanya."
"..."
"Dan aku yang akan menjemputnya." Ujar Samantha lagi.
"Lalu bagaimana caramu pergi menjemputnya?" tanya Donny sambil menatap gadis yang berdiri dihadapannya.
"Aku butuh sesuatu yang dapat membuatku high."
Donny dan Yamaguchi saling bertukar pandang. Lalu Donny mengeluarkan sebuah plastik bening berukuran kecil yang berada didalam kantung jasnya.
"Sebenarnya pil ini masih dalam uji coba bahkan aku belum berani untuk memasarkannya." Jelas Donny pada Samantha. "Telan satu butir maka kau akan masuk kedalam fantasi berkepanjangan. Keichi-kun sebaiknya kau panggil Dokter Farid hanya untuk berjaga – jaga saja."
Yamaguchi mengangguk singkat lalu ia sibuk dengan ponselnya. Dokter Farid adalah dokter khusus yang bekerja dibawah perintah Klan Yamaguchi dan Geraldine Family. Ia bertugas mengobati para anak buah Donny dan Yamaguchi jika terjadi perang antar geng maupun hal lain yang menyebabkan luka – luka atau hanya sakit biasa seperti flu dan demam.
"Jika dalam waktu satu jam aku dan Erick tidak terbangun. Pergilah ke Chinatown, cari toko Shenmi. Temui Erlang. Pria itu tahu apa yang harus ia lakukan."
"Aku yakin kau dan Erick akan terbangun sebelum batas waktu yang ditentukan." Donny menyerahkan satu butir pil tersebut ke tangan Samantha. Gadis itu langsung menelan pil tersebut.
Samantha merasakan tubuhnya melayang. Ringan. Sangat ringan. Tanpa beban. Kepalanya berputar. Pening tapi menyenangkan. Akhirnya ia berbaring tepat disebelah Erick sambil menggenggam tangannya.
Gadis itu terus melangkah memasuki Golden Lotus yang sepi. Tak ada hingar bingar musik EDM. Tidak ada dentingan gelas yang beradu. Tidak ada derai tawa yang bersahutan. Tidak ada tubuh yang saling bertubrukan dilantai dansa. Sepi.
Samantha mempercepat langkahnya hingga ia begitu terkejut saat melihat tubuh Erick yang telah dipenuhi oleh jilatan api yang membakar seluruh tubuhnya.
"ERICK!! KAU HARUS MENGONTROL EMOSIMU!!!" teriak Samantha namun tak digubris oleh pria itu. Sepertinya amarah telah membutakan kedua matanya dan menulikan kedua telinganya.
"Ternyata kau datang juga sayang." Bisik Prince Charming yang entah kapan telah berdiri dibelakang gadis itu. "Aku sungguh sangat terkejut dengan tindakanmu yang terkesan spontan ini."
Sebuah bola api meluncur kearah Samantha namun dengan cepat Prince Charming menyelamatkan gadis itu.
"Aku mampu melindungi diriku sendiri." Balasnya ketus.
"Aku anggap itu sebagai ucapan terima kasih." Jawabnya sambil terkekeh geli. "Dia tidak mampu mendengarmu lagi sayang. Jadi sebaiknya aku musnahkan saja sekalian lagi pula aku benci pengganggu."
Pria berjubah itu mengeluarkan sinar keunguan yang berpendar dari telapak tangan kanannya yang kurus ibarat tulang yang hanya terbungkus kulit tipis. Saat Prince Charming akan menembakannya ke arah Erick, Samantha berlari dengan cepat lalu memeluk tubuh Erick yang masih terbakar oleh api. Ia tidak peduli lagi dengan keselamatan dirinya sendiri.
Perbuatan spontan yang dilakukan oleh Samantha benar – benar membuat Prince Charming terkejut bukan main. Untung saja ia belum sempat menyerang Erick. Gadis itu merasakan tubuhnya ikut terbakar. Kulitnya terasa panas dan perih tapi ia tetap memeluk tubuh Erick sambil berbisik lirih tepat ditelinga pria itu.
"Tidurlah. Tenangkan jiwamu."
Seketika itu tubuh Erick luruh ke lantai. Api yang menyelimutinya menghilang begitu saja. Samantha berdiri lalu berbalik dan menatap Prince Charming dengan tatapan mata tajam. Seringai mengerikan tercetak jelas diwajahnya. Lalu dengan santainya ia berjalan kearah pria berjubah itu. Secepat kilat menusuk perut Prince Charming menggunakan tangan kanan yang telah ditumbuhi oleh kuku – kuku panjang yang cukup tajam untuk menembus tubuh berlapis daging dan kulit.
Pria berjubah itu sangat terkejut dengan perlakuan Samantha yang tiba – tiba. Namun dalam kesakitan yang ia rasakan, Prince Charming tetap tertawa lalu berbisik lirih pada gadis itu.
"Jika kau menyakitiku maka kau menyakiti dirimu sendiri."
Samantha merasakan rasa sakit pada bagian perutnya. Ia menunduk dan mendapati darah yang telah merembes pada tanktop putih yang dikenakannya. Prince Charming menggenggam pergelangan tangan Samantha yang masih bersarang diperutnya lalu dengan perlahan mengeluarkannya.
"Kita sama – sama merasakan sakitnya Sam! Aku dan kau adalah satu. Tak dapat dipisahkan apa pun yang terjadi. Kau harus sadar jika kau hidup karena aku."
"..."
"Saat waktunya tiba kita akan bersama lagi. Ingat itu!"
Pria berjubah itu pun menghilang begitu saja dari hadapannya. Tubuh Samantha jatuh ke lantai. Lalu kegelapan menyelimutinya.
***
-Sementara itu di dunia nyata-
Donny dan Yamaguchi memucat saat melihat darah keluar dari bagian perut Samantha. Donny berjongkok lalu menyingkap tanktop putih yang dikenakan oleh gadis itu namun ia ditidak menemukan luka apapun disana.
"Shit! Bagaimana ini? Apa kita harus menyusul mereka?" tanya Yamaguchi panik.
"Tenanglah Keichi-kun! Masih 10 menit lagi dari waktu yang ditentukan." Jawab Donny menenangkan sahabatnya padahal ia pun begitu khawatir. "Apa kau sudah memanggil Dokter Farid?"
"Dia sudah ada diluar."
Tak lama kemudian, Erick mengerjap – ngerjapkan matanya. Disusul oleh Luna yang menggeliat lucu dipelukan Erick.
"Mereka bangun." Pekik Yamaguchi kegirangan.
Yamaguchi membantu Erick untuk duduk.
"Aku baik – baik saja Keichi." Ujarnya sebelum Yamaguchi berteriak lebay ditelinganya.
Erick menoleh dan mendapati Samantha yang belum terbangun. Kini giliran dirinya yang panik.
"Kita harus lakukan sesuatu!" teriaknya.
"CPR?!" ujar Donny tenang. "Biar aku yang melakukannya. Aku cukup profesional dalam hal ini."
Yamaguchi hanya mendengus sebal melihat sifat playboy sahabatnya yang satu ini kumat.
"Jika kau menyentuh adikku sejengkal saja maka aku akan membuatmu dapat melihat hantu. Mungkin kau tidak sadar bahwa dirimu dikelilingi oleh para arwah orang – orang yang telah kau bunuh secara sengaja maupun tidak disengaja."
"Shit! Itu mengerikan!" jawab Donny bergidik ngeri sementara Yamaguchi melirik ke kanan dan ke kiri dengan raut wajah ketakutan. Erick hanya terkekeh geli karena penjahat kelas kakap sekelas mereka berdua mudah untuk ditakut – takuti seperti itu.
"Baiklah. Berhubung dia menggunakan tubuh adikku jadi biar aku saja yang melakukan CPR. Toh aku tidak akan berbuat mesum pada adikku sendiri." Ujar Erick lagi.
Donny dan Yamaguchi hanya meliriknya sinis. Erick mencondongkan tubuhnya. Perlahan – lahan menundukkan kepalanya berusaha menyentuh bibir Samantha. Entah mengapa jantungnya berdegup kencang. Kini bibir mereka berjarak sangat dekat bahkan hampir bersentuhan. Ketika Erick hendak melanjutkan kegiatannya, mata Samantha terbuka.
"Apa yang kau lakukan?"
Erick langsung menjauhkan tubuhnya. Wajahnya merah padam karena malu. Donny dan Yamaguchi hanya mendengus geli.
"Dasar perjaka!" ujar Luna lirih.
Donny dan Yamaguchi saling memandang.
"Kucing itu dapat berbicara? Atau ini hanya imajinasiku saja?" tanya Yamaguchi kebingungan.
"Mungkin ini efek hipotermia karena terlalu lama berdiam diri di tempat penyimpanan es." Jawab Donny berusaha logis.
"Kau benar. Sebaiknya kita keluar dari sini."
Donny meraup tubuh langsing Samantha kedalam pelukannya sedangkan Yamaguchi memapah Erick. Luna berjalan mendahului mereka keluar dari tempat itu dengan langkah tenang seperti tidak pernah terjadi apa – apa.
***
Seorang pria tampan berdiri didepan sebuah cermin. Ia hanya mengenakan jubah mandi berwarna putih untuk menutupi tubuh telanjangnya. Pria itu menatap pantulan dirinya dengan tatapan mata nanar.
"Aku masih sanggup menanggung luka baru yang kau berikan namun luka lama karena pengkhianatanmu masih terasa nyeri sampai detik ini."
***
kalo translate bhsa jepangnya gak bener... komen atau inbox yakkk...
Diubah oleh dianmaya2002 18-02-2017 12:25
0
Kutip
Balas