- Beranda
- Stories from the Heart
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
...
TS
dianmaya2002
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
Erick dan Darren kembali dihadapkan dengan seorang psikopat gila pecinta Disney Princess yang menyebut dirinya sebagai PRINCE CHARMING. Korban - korbannya selalu ditemukan dalam berbagai tema Disney Princess, seperti Stella Magnolia yang ditemukan ditepi dermaga dalam balutan kostum mermaid seperti Princess Ariel.
Apakah duo detektif ini dapat menghentikan kegilaan Prince Charming?
Apakah duo detektif ini dapat menghentikan kegilaan Prince Charming?
Hai Agan dan Aganwati...
Ane balik lagi nih buat posting sequel nya Biro Detektif Supranatural PSYCH
Yang masih penasaran sama Mbak Samantha Reindhaard bakal ane buat tambah penasaran lagi...
ini akun wattpad ane Anthazagoraphobia
karya ane:
Biro Detektif Supranatural PSYCH : Pieces #1
The Haunted Hotel La Chandelier
bagi cendol dan rate nya ya
DAFTAR ISI
Spoiler for Index:
Diubah oleh dianmaya2002 07-03-2017 20:20
zeref13 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
17.1K
Kutip
80
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dianmaya2002
#39
Spoiler for 15:
Devon menatap tumbuhan venus flytrap raksasa yang berdiri kokoh dihadapannya. Dilihat dari ukurannya, mahluk jadi – jadian itu bukanlah mahluk sembarangan apalagi umurnya telah mencapai seribu tahun. Dan sepertinya ia sering sekali memangsa jiwa manusia hingga sampai seperti ini.
Menghadapi mahluk yang memiliki kekuatan magis yang besar seperti ini tidak boleh sembarangan. Jujur saja baru kali ini Devon melihat mahluk seperti ini muncul di dunia manusia karena biasanya mahluk seperti ini berada di dimensi yang berbeda.
Azka masih meronta – ronta agar terlepas dari sulur tumbuhan yang menjerat dirinya tapi usahanya sia – sia saja. Sulur tersebut semakin mengencang hingga membuat pergelangan kakinya terasa nyeri. Sekarang kepala Azka hampir masuk kedalam katup besar bergigi milik mahluk tersebut.
"Devon lakukan sesuatu." Teriak Azka panik.
Dengan berani, Devon meloncat maju dan mencoba menebas batang tumbuhan jadi – jadian tersebut dengan katana tajam yang dipegangnya. Cairan keunguan keluar dari tubuh mahluk tersebut. Tubuh Azka terjatuh ke lantai yang keras begitu saja.
"Kau tidak apa – apa?" tanya Devon sambil membantu Azka berdiri.
Azka hanya mengangguk pelan namun ia begitu terkejut saat Venus Flytrap yang baru saja ditebas Devon kembali tumbuh. Kali ini bukan hanya satu Venus Flytrap melainkan dua dengan ukuran tubuh dua kali lipat lebih besar dari yang pertama.
"Shit Man!" umpat Azka.
"Kau kenapa?" tanya Devon heran.
Devon pun berbalik. Ia langsung dikejutkan oleh dua Venus Flytrap yang hampir saja memakannya. Untung saja Azka langsung menariknya menjauh.
"Shit! Hampir saja."
"Kita tidak boleh menebasnya! Pasti ada cara lain memusnahkan mahluk tersebut."
"Disana!" tunjuk Devon.
Azka mengarahkan kedua bola matanya kearah yang ditunjuk Azka. Ia melihat sebuah bunga keunguan yang berbentuk seperti lonceng tepat tergantung dibelakang mahluk tersebut. Bunga tersebut terlihat seperti berdetak ibarat sebuah jantung yang tengah memompa darah ke seluruh tubuh.
"Aku melihat pancaran energi yang cukup besar menguar dari bunga itu."
"Jadi kita harus memusnahkannya?" pertanyaan Azka dibalas oleh anggukan singkat oleh Devon. "Ini akan cukup sulit tapi kita bisa mencobanya."
"Usahakan untuk tidak menebas mahluk itu. Akan merepotkan jika mereka memperbanyak diri."
Devon menyodorkan samurai milik Azka lalu mereka berdua sama – sama menerjang kedua mahluk itu. Berusaha meraih bunga keunguan yang menjadi pusat kehidupan mahluk tersebut.
Namun kenyataan berbanding terbalik dengan teori. Tubuh mereka berdua dengan mudahnya dilempar kesana kemari oleh sulur – sulur panjang kehijauan milik kedua mahluk tersebut. Mereka merasakan nyeri pada punggung masing – masing karena terbentur tiang jendela yang telah berkarat.
"Aku akan mengalihkan perhatian mahluk itu. Tugasmu adalah mencari cara untuk mendekati bunga itu dan menghancurkannya." ujar Azka padanya.
Devon mengangguk. Kini Azka memainkan perannya sebagai pengalih perhatian. Ia mengambil beberapa buah kerikil yang ada didekatnya lalu melemparkannya pada dua Venus Flytrap tersebut.
"Kejar aku mahluk bodoh!" teriaknya.
Dua Venus Flytrap tersebut dengan cepat bergerak mendekati Azka. Mereka mulai menyemburkan cairan asam yang membuat semua benda yang mengenainya melepuh begitu saja. Untung saja Azka berhasil menghindar hingga dirinya tidak terluka sedikit pun. Ia terus mengarahkan dua Venus Flytrap tersebut hingga ke sudut ruangan. Sedangkan Devon berlari mendekati bunga yang menjadi sumber kehidupan dari dua mahluk tersebut. Bunga tersebut tergantung di langit – langit bangunan yang cukup tinggi hingga ia kesulitan untuk menggapainya.
Sejenak ia melirik kearah Azka yang kondisinya lebih buruk dibandingkan dirinya. Jika ia tidak cepat mengakhirinya sekarang juga maka sahabatnya akan menjadi makanan dua Venus Flytrap tersebut. Devon melompat berusaha menggapai bunga tersebut dengan sebelah tangannya yang memegang katana. Perlahan katana yang ada digenggamannya menembus bunga kelopak bunga itu. Cairan pekat keunguan menetes membasahi pipinya. Terdengar suara teriakan yang berasal dari dua venus flytrap tersebut. Devon terus menebas bunga itu hingga hancur dan membuat dua monster tersebut meleleh bagai terkena cairan asam. Devon dan Azka berbaring dilantai kotor mengumpulkan kembali tenaga mereka yang habis terkuras.
"Sebaiknya kita menyusul mereka."
"Lima menit lagi. Aku lelah."
***
Tubuh Samantha terseret kedalam kolam renang berair kotor tersebut. Ia menggerakan kakinya. Berenang ke permukaan. Namun semakin ia bergerak, tubuhnya bukannya bergerak menuju permukaan kolam renang tapi malah semakin tenggelam. Seperti ada yang menghalanginya. Membiarkannya disana hingga ia tidak dapat bernapas dan mati begitu saja.
Samantha membuka kedua matanya yang tertutup. Berusaha melihat sekelilingnya namun ia hanya dapat melihat sampah plastik yang mengambang disana sini dan juga tumbuhan ganggang berwarna kehijauan disekitarnya.
Kedua bola matanya mulai terasa perih. Ia juga sudah tak kuasa menahan napas lebih lama lagi. Seandainya saja ia memiliki insang seperti ikan, mungkin semuanya akan terasa lebih mudah. Sayangnya Samantha terjebak dalam tubuh manusia biasa yang bernapas dengan paru – paru. Ia harus segera berenang ke permukaan sebelum paru – parunya digenangi oleh air.
Kakinya bergerak seirama. Tangannya mulai menyibak kumpulan ganggang hijau. Tubuh langsingnya terdorong keatas menuju ke permukaan. Hanya tinggal sedikit lagi, ia dapat mengisi paru – parunya dengan udara. Namun sebuah tangan pucat mencengkeram kakinya dengan kuat dan kembali menariknya ke dasar kolam renang.
Samantha berusaha memberontak tapi usahanya sia – sia. Cengkeraman tangan tersebut lebih kuat. Ia menolehkan kepalanya kebelakang. Samantha terkejut karena yang menariknya adalah sosok hantu wanita bertubuh telanjang dengan lebam dan goresan luka disekujur tubuhnya. Ia kembali menyentakkan kakinya, berharap cengkeraman tersebut lepas tapi semua sia – sia.
Perlahan – lahan tangan yang mencengkeram pergelangan kakinya menghilang. Hal itu membuat Samantha bingung tapi ia juga lega karena ia dapat kembali berenang ke permukaan. Tanpa pikir panjang, ia langsung berenang kembali menuju permukaan.
Kali ini hantu wanita itu muncul tepat dihadapan Samantha dan menggagalkan aksinya untuk kabur. Ia mengayunkan tangan berkuku – kuku panjang dan tajam ke wajah Samantha hingga akhirnya pipinya tergores cukup dalam dan terasa perih. Hantu wanita itu membuka mulutnya sangat lebar. Memperlihatkan gigi – gigi kekuningan dan berlumut. Gigi – gigi tersebut sangat tajam dan runcing hingga dapat mengoyak apa saja dihadapannya apalagi jika itu hanyalah tubuh manusia yang terdiri dari tulang dan daging yang dilapisi oleh kulit tipis yang mudah terluka.
Samantha berusaha menghindar. Sudut matanya menangkap secercah cahaya kemilau yang ternyata berasal dari zombie knife miliknya. Ia berenang secepat kilat menuju senjata miliknya yang telah tergeletak dilantai kolam renang. Hantu wanita itu pun mengikutinya. Berusaha untuk membunuh Samantha.
Tangannya menyambar senjata miliknya dengan cepat. Kemudian ia berbalik dan menebas kepala hantu wanita itu dengan cepat hingga terpisah dari tubuhnya. Samantha tahu jika hal tersebut hanya sebentar, jadi ia pun bergegas berenang kembali menuju permukaan.
Sesampainya dipermukaan, Samantha langsung meraup udara disekitarnya dengan rakus. Lalu ia segera mengangkat tubuhnya keluar dari kolam renang. Rasanya sungguh lega. Hanya saja kelegaan itu berlangsung sebentar. Hantu wanita telanjang dengan lebam diseluruh tubuh muncul kembali di atas permukaan air.
Samantha berdiri. Ia berusaha berkonsentrasi sambil menengadahkan tangannya kearah mahluk tersebut.
"I burn your soul into deepest place that no one can save you." Samantha menyeringai. "HELL!"
Mahluk itu berteriak lalu terbakar oleh api yang entah datang dari mana lalu menghilang bagai kepulan asap. Samantha menghela napas lega. Pintu masuk kolam renang tersebut terbuka, lalu terlihat Devon dan Azka datang dan menatap dirinya dengan tatapan yang tak dapat diartikan.
Mereka berdua terpesona saat melihat penampilan Samantha yang sangat seksi. Baju putih yang dikenakannya basah hingga transparan dan memperlihatkan bra merah yang dipakainya.
"Shit!" umpat Azka diikut oleh Devon yang menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal. "Sebaiknya kau pakai ini."
Azka sambil menyampirkan jaket kulit berwarna hitamnya ditubuh gadis itu. Mereka bertiga pun keluar dari ruangan tersebut.
***
Rasa khawatir menguasai Erick karena meninggalkan Samantha sendirian menghadapi mahluk mengerikan itu. Ia begitu menyesal harusnya ia tidak pergi dari sana. Harusnya ia membantu gadis itu. Bagaimana jika terjadi sesuatu? Ia tidak peduli jika Samantha yang hilang tapi jika tubuh adiknya terkena sesuatu bagaimana?
"Dia akan baik – baik saja." ujar Luna dari balik jaket Erick. "Gadis itu tidak selemah yang kau pikir bodoh."
"Yang dikatakan Luna benar! Kita harus cepat mengakhiri ini."
Erick menghela napas panjang. Berusaha membuang pikiran – pikiran buruk yang hinggap dibenaknya. Disaat seperti ini, ia harus berpikiran positif. Mereka berdua sampai disebuah rumah kaca yang mempunyai bentuk berbeda dari rumah kaca yang lainnya. Rumah kaca tersebut berbentuk silinder dengan kaca sebagai dindingnya.
"Sebaiknya kita masuk." Ajak Darren.
Rumah kaca itu ditumbuhi oleh banyak tumbuhan liar yang subur dan lebat. Sepertinya alam benar – benar telah mengambil alih tempat ini. Gelap. Tidak ada cahaya sama sekali yang menerangi tempat itu. Namun beberapa detik kemudian, Erick dan Darren dikejutkan dengan batang – batang lilin yang menyala serempak.
Sepertinya kedatangan Erick dan Darren memang telah ditunggu oleh seseorang atau mungkin 'sesuatu'. Nyala lilin tersebut membuat ruangan tersebut menjadi terang hingga mereka berdua dapat melihat sesuatu yang sangat mengerikan.
Di langit – langit ruangan berdinding kaca tersebut tergantung seorang wanita tanpa busana berperawakan tambun. Tubuhnya dipenuhi oleh gelambir – gelambir lemak yang mengerikan. Wanita itu terikat oleh rambut – rambut panjang yang halus dan kuat.
Rambut – rambut halus yang panjang itu saling berkaitan satu sama lainnya. Sangat kuat menahan tubuh wanita yang besar itu. Manik mata wanita itu menatap nanar Erick dan Darren yang berada dibawahnya. Mereka berdua menatapnya dengan iba sampai sebuah suara serak seorang pria mengalihkan perhatian Erick dan Darren.
"Selamat datang PSYCH."
Seorang pria yang menggunakan topeng tengkorak lengkap dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya muncul dari balik rerimbunan tumbuhan liar.
"Akhirnya aku bertemu dengan kalian juga."
Lalu ia menengadahkan kepalanya keatas menatap wanita malang itu.
"Lihat! Mereka telah datang maka aku akan mengakhiri semua penderitaanmu, tentunya setelah aku berbincang – bincang dengan mereka berdua."
"Lepaskan dia!" bentak Erick. "Atau..."
"Atau apa Erick Alcander?" Potong Prince Charming. "Menyegelku dalam tubuh binatang seperti yang kau lakukan pada Luna?" tanya Prince Charming sambil tersenyum dari balik topeng yang dikenakan olehnya. "Konyol!"
"Aku akan menghancurkanmu!"
Pria itu hanya tertawa dan menganggap apa yang dikatakan Erick hanyalah candaan semata.
"Kalian berdua lihat wanita itu? Ia melambangkan salah satu dari tujuh dosa manusia yaitu gluttony. Tepat tengah malam aku akan menyucikan jiwanya yang kotor dan kalian akan menjadi tamu kehormatanku kali ini. Oh ya tema kali ini adalah Rapunzel."
"Kenapa dia?" tanya Darren sambil menatap pria berjubah hitam itu. "Apa salahnya?"
Prince Charming menghela napas panjang. Sungguh ia sangat tidak suka dengan pertanyaan klise seperti itu.
"Jiwanya terlalu kotor oleh hawa nafsu dunia."
"Apa hanya itu jawabanmu?"
"Baiklah, jika kau penasaran maka kalian harus menangkapku terlebih dahulu. Setelah itu aku akan memberitahukan seluruh alasannya sampai detail yang terkecil."
Emosi Erick berkobar. Dengan cepat ia menghunuskan katana yang dipegangnya pada perut Prince Charming. Berharap agar bedebah itu mati ditangannya. Sayangnya harapan itu sirna ketika Prince Charming mematahkan katana tajam itu menggunakan tangannya seolah – olah katana itu adalah ranting pohon kecil yang rapuh.
"Kau menggelikan detektif." Ucapnya tepat didepan wajah Erick.
Prince Charming mencekik leher Erick hingga tubuhnya terangkat. Darren mengambil pistol yang ada didalam saku jaketnya lalu menembak mahluk tersebut tepat dikepalanya tapi peluru tersebut malah berbalik arah ke arahnya. Untung saja Darren menghindar hingga peluru tersebut menembus lengannya bukan kepalanya.
"Shit!" umpat Darren sambil memegangi lengannya yang mulai mengeluarkan darah segar.
"Aku dapat membuuh kalian berdua disini namun aku tidak akan melakukannya. Kau tahu apa alasanku?"
"..."
"Karena aku masih ingin bermain – main dengan kalian berdua."
Prince Charming melempar tubuh Erick tepat didinding yang berada disebelah Darren. Terdengar suara berderak ketika tulang punggungnya bersentuhan dengan dinding tersebut. Erick mengerang kesakitan. Belum sempat Darren menghampirinya, rambut – rambut hitam lurus dan indah muncul entah dari mana lalu membelit tangan, kaki, dan tubuh mereka berdua. Luna keluar dari dalam jaket Erick dan memilih untuk bersembunyi. Ia benar – benar enggan berurusan dengan Prince Charming.
"Aku yakin kalian berdua sudah tidak sabar untuk melihatnya."
"BRENGSEK!" teriak Erick sambil meronta mencoba melepaskan diri dari jeratan surai panjang yang membelitnya.
Prince Charming mulai merentangkan kedua tangannya dan memperlihatkan jari – jarinya yang kurus seperti tengkorak. Kukunya panjang berwarna kehitaman siap untuk mengoyak siapa pun yang berusaha menghalanginya.
"Dengan kematian aku akan menyucikanmu dari segala dosa duniawi yang menodai jiwamu."
Setelah mengucapkan mantra tersebut, jeratan surai yang membelit tubuh gadis tambun itu pun mengencang. Mata gadis itu terbelalak menahan sakit yang amat menyiksa. Tatapan matanya menyiratkan agar ia dibunuh secepatnya. Semakin lama belitan surai hitam tersebut semakin mengencang membuat seluruh lemak yang ada ditubuhnya seakan nyaris meledak. Prince Charming hanya menatapnya sambil tersenyum.
"Die!" ujarnya dengan suara yang amat pelan namun masih dapat didengar oleh Darren dan Erick.
Erick dan Darren memalingkan wajah mereka karena tak sanggup melihat adegan mengerikan tersebut. Adegan dimana tubuh wanita tambun itu meledak menjadi serpihan – serpihan daging kecil berlemak dan tak berbentuk sama sekali. Darahnya pun mengenai seluruh tubuh mereka berdua.
"Aku bersumpah akan menghancurkanmu! Sialan!" teriak Erick marah.
"Aku akan menanti hari itu Erick Alcander."
Prince Charming pun menghilang dari hadapan mereka berdua. Surai yang membelit tubuh Erick dan Darren terlepas begitu saja. Tak lama kemudian, Devon, Azka dan Samantha tiba disana.
"Dimana si brengsek itu?" tanya Devon
Erick hanya menggelengkan kepalanya lemah.
"Dia berhasil membunuh korban ketiga."
"..."
"Kita gagal!"
***
Venus flytrap itu tumbuhan pemakan serangga.
Tiga korban udah kelar tinggal empat korban lagi yang mesti dibunuh...
saran kritik dan vote ditunggu...
jangan jadi ghost reader ya XD
0
Kutip
Balas