- Beranda
- Stories from the Heart
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
...
TS
dianmaya2002
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
Erick dan Darren kembali dihadapkan dengan seorang psikopat gila pecinta Disney Princess yang menyebut dirinya sebagai PRINCE CHARMING. Korban - korbannya selalu ditemukan dalam berbagai tema Disney Princess, seperti Stella Magnolia yang ditemukan ditepi dermaga dalam balutan kostum mermaid seperti Princess Ariel.
Apakah duo detektif ini dapat menghentikan kegilaan Prince Charming?
Apakah duo detektif ini dapat menghentikan kegilaan Prince Charming?
Hai Agan dan Aganwati...
Ane balik lagi nih buat posting sequel nya Biro Detektif Supranatural PSYCH
Yang masih penasaran sama Mbak Samantha Reindhaard bakal ane buat tambah penasaran lagi...
ini akun wattpad ane Anthazagoraphobia
karya ane:
Biro Detektif Supranatural PSYCH : Pieces #1
The Haunted Hotel La Chandelier
bagi cendol dan rate nya ya
DAFTAR ISI
Spoiler for Index:
Diubah oleh dianmaya2002 07-03-2017 20:20
zeref13 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
17.1K
Kutip
80
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dianmaya2002
#37
Spoiler for 13:
Aku terkurung dalam sebuah sangkar dikelilingi tembok bening transparan.
Tubuhku terjerat oleh surai indah nan panjang.
Seharusnya aku menepati janjiku namun aku mengingkarinya.
Maka kematian akan menjadi hukuman bagiku.
23:55
***
Tubuhku terjerat oleh surai indah nan panjang.
Seharusnya aku menepati janjiku namun aku mengingkarinya.
Maka kematian akan menjadi hukuman bagiku.
23:55
***
Erick duduk bersila di lantai kamarnya. Tangannya bersedekap. Matanya menatap tajam kucing hitam berkalung hijau yang tengah bergelung diatas karpet. Rupanya kucing itu tengah tertidur pulas tanpa mempedulikan apa pun. Cengiran jahil tersungging jelas diwajah Erick. Ia beranjak dari tempatnya duduk lalu perlahan – lahan keluar dari kamarnya tanpa suara sedikit pun.
Tak lama kemudian, ia kembali dengan seplastik penjepit jemuran warna warni ditangannya. Erick bersila kembali dihadapan kucing imut itu. Ia mengambil satu jepit jemuran berwarna hijau dan menjepitkannya ke telinga kanan si kucing lalu melakukan hal yang sama ditelinga kirinya. Sisanya ia jepitkan diseluruh tubuh kecil Luna.
Dua kata yang terlintas didalam kepala Erick yaitu balas dendam. Mungkin caranya tidak seberapa kejam bila dibandingkan dengan teror yang dilakukannya lewat lucid dream mengerikan yang tidak pernah absen tiap Erick memejamkan mata. Masih ada hari esok dimana stok kejahilan Erick masih sangat menumpuk dan belum direalisasikan secara nyata. Poor Luna!
Luna terbangun dari tidurnya ketika ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia begitu terkejut saat mengetahui jepitan jemuran yang menempel dibulu – bulu hitamnya yang halus.
"Apa yang kau lakukan? Dasar manusia rendahan!" pekiknya dengan suara cempreng sambil berusaha melepas jepit jemuran yang menempel dikumis panjangnya dengan kedua kaki depannya.
Erick tergelak melihat kejahilannya itu.
"Sepertinya kau bahagia sekali." Ujar Darren yang telah berdiri didepan pintu kamar Erick yang terbuka lebar.
Ia melangkah masuk kedalam kamar itu lalu menghampiri Erick yang masih tertawa. Sekarang Darren tahu apa yang sedang ditertawakan oleh sahabat sekaligus partnernya itu.
"Berhenti mengerjainya Erick." ujarnya lagi sambil berjongkok dan membantu Luna melepas jepit jemuran yang menempel ditubuhnya. "Bayu memanggil kita."
"Hah?! Tumben sekali. Biasanya ia paling malas jika kita ikut campur kasusnya."
"Prince Charming kembali beraksi."
Seketika itu tubuh Erick menegang.
"Baca ini!" ujar Darren sambil menyodorkan ponsel pintar miliknya pada Erick.
Ia pun mengambil ponsel pintar itu dari tangan Darren kemudian menatap layar ponsel pintar tersebut yang memperlihatkan sebuah paragraf singkat. Barisan kata itu dibuat oleh Prince Charming, apalagi kalau bukan sebuah petunjuk pembunuhan.
"Sebaiknya kita bergegas ke tempat Bayu kita bahas semuanya disana." Ujar Darren lagi.
"Apa kita harus mengajak Samantha dan iblis kecil ini?" sambil menyentil hidung Luna dengan jari telunjuknya hingga membuat Luna menggosok hidungnya dengan kaki depannya.
"Sebaiknya begitu. Aku merasa ada sesuatu yang disembunyikan olehnya."
Erick menatap Darren serius.
"Apa maksudmu?"
"Sepertinya ia memiliki suatu ikatan dengan pangeran pembunuh kita."
Samantha menatap pantulan dirinya dicermin tentunya itu adalah tubuh Maya Alcander. Sedetik kemudian pantulan dirinya dicermin berubah menjadi mahluk berjubah hitam yang mengenakan topeng tengkorak. Samantha tidak bergeming sedikit pun tanpa ketakutan sedikit pun.
"Apa maumu?" tanya Samantha tanpa takut.
Senyuman lebar tersungging dibalik topeng tengkorak yang menutupi wajahnya.
"Hanya merindukanmu."
"Pergi!"
Mahluk itu tertawa.
"Jika saatnya tiba kita akan bersama lagi."
Mahluk itu pun menghilang bersamaan dengan gedoran keras yang terdengar dari arah pintu kamarnya. Pelakunya tidak lain adalah Erick.
"Ada apa?" tanya Samantha setelah membuka pintu kamarnya.
"Prince Charming mulai beraksi."
Kini mereka bertiga sudah duduk dibangku barisan depan tepatnya diruang auditorium kepolisian yang telah dipenuhi oleh sebagian besar anggota polisi. Beberapa anggota kepolisian melirik kearah Samantha terang – terangan bahkan diantara mereka sempat mengedipkan mata bermaksud menggodanya tapi gadis itu tak menggubris sedikit pun tindakan konyol mereka. Siapa sih yang tidak terpesona dengan kecantikan model papan atas seperti dirinya.
"Kapan lagi bisa liat yang bening – bening." Bisik salah seorang anggota polisi kepada partner disebelahnya.
"Cantik gitu tapi sangar cuy! Dia kan yang bantu selametin Regu C."
"Wow!!"
"Coba dateng pagian dikit pasti bisa tuh duduk disebelahnya."
Walaupun Samantha bersikap cuek namun tidak dengan Azka yang telinganya memanas karena mendengar semua bisikan penuh kekaguman tersebut. Sayangnya Azka hanya bisa diam dan berusaha untuk menahan emosinya. Lagipula ia harus sadar bahwa dirinya bukanlah siapa – siapa bagi seorang Maya Alcander. Mengingat hal itu membuat hatinya sedikit nyeri. Satu hal lagi yang membuat dirinya galau berat yaitu Darren yang berusaha menjauhkannya dari sang kekasih hati.
Tak lama kemudian, Bayu dan Ayla memasuki ruang auditorium tersebut. Suasana gaduh dan riuh pun seketika itu menghilang. Semua mata terarah pada Bayu yang kini berdiri di atas podium sedangkah Ayla bertugas sebagai operator. Kini proyektor yang dioperasikan Ayla menampilkan surat ancaman yang dibuat oleh Prince Charming.
"Apa ada yang tahu arti kata – kata ini?" tanya Bayu pada mereka semua.
"Mungkin sebuah bangunan yang didominasi oleh kaca. Dia ingin memamerkan sesuatu yang dianggap karya seni pada semua orang." Jawab Azka dari tempat duduknya.
"Etalase pertokoan, mall, museum sepertinya masuk dalam kriterianya." Ujar salah seorang anggota kepolisian.
"Di Metropolis banyak sekali tempat seperti itu." ujar Bayu sambil memijat dahinya yang berdenyut.
"Lebih baik kita melakukan pencarian sekarang juga ke setiap tempat daripada duduk diam Chief." Ujar Jared yang dari tadi bungkam.
"Baiklah! kalian semua berpencar dan datangi setiap mall, museum, dan semua tempat yang berhubungan dengan teka teki ini." perintah Bayu. "Waktu kalian 30 menit untuk bersiap – siap."
"Siap Chief!" ujar mereka serempak.
Hari ini semua mall, museum, pertokoan, dan segala tempat di Metropolis yang mempunyai ciri – ciri bangunan berdinding kaca digeledah oleh pihak kepolisian. Hal ini membuat warga Metropolis bertanya – tanya apa yang sebenarnya terjadi dan tentunya berita ini tengah menjadi perbincangan hangat diberbagai forum dunia maya.
"Kita telah mencari ke seluruh penjuru kota tapi tidak menemukannya." Keluh Azka kesal lalu ia melampiaskan kekesalannya pada stir mobil yang ada dihadapannya.
"Sabar bro!" Ujar Leon berusaha menenangkannya. "Waktu kita tersisa sembilan jam lagi."
"Kau sudah menghubungi tim lain? Apa mereka telah menemukannya?"
Leon menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa belum ada satu pun dari mereka yang menemukan keberadaan korban ketiga Prince Charming.
Sementara itu disebuah ruangan yang dipenuhi oleh dinding kaca, seorang pria berjubah hitam yang tak lain adalah Prince Charming tengah tersenyum melihat maha karya buatannya yang tak lain adalah seorang wanita bertubuh polos tanpa sehelai benang pun. Wanita itu dibiarkan hidup dengan kondisi yang mengenaskan.
Lalu matanya mulai beralih pada layar ponsel pintar yang ada digenggaman tangannya. Ia mulai tertawa saat melihat perbincangan antara netizen yang tengah membahas kesibukan para polisi menggeledah semua tempat untuk menemukan korbannya.
"Sepertinya mereka kesulitan untuk menemukanmu sayang! Mungkin mereka akan terlambat datang." Sambil menatap kedua bola mata si korban. "Setelah kau mati semua kesalahanmu, dosamu, dan segala hal yang menodai kesucianmu akan segera musnah saat itu juga."
-5 jam-
Samantha hanya duduk diam didalam mobil yang dikendarai oleh Darren dengan amat tenang begitu juga Luna yang tertidur disebelahnya. Sedangkan Erick dan Darren, mereka begitu panik karena waktu yang mereka miliki semakin menipis. Tidak ada petunjuk apa pun.
"Waktu kita makin menipis. Bagaimana ini?" ujar Erick yang mulai gusar. "Pasti ada yang terlewat! Pasti ada tempat yang belum kita periksa."
Ponsel pintar milik Erick berdering dan memunculkan nama Devon. Ia pun menekan tombol hijau pada ponselnya tak lupa mengaktifkan loudspeaker ponselnya.
"Apa kalian menemukannya?" tanya Erick tanpa basa basi.
"Sama saja." jawab Devon dari seberang sana.
Mereka kembali terdiam termasuk Devon dan Azka yang masih terhubung melalui sambungan telepon.
"Aku yakin pasti ada yang terlewat." Ujar Devon lagi.
"Mana mungkin?! Kita telah menjelajahi semua tempat di Metropolis yang kemungkinan menjadi tempat eksekusi Prince Charming." Bantah Darren.
"Masih ada satu tempat lagi." Ujar Samantha yang dari tadi hanya mendengarkan mereka berdebat melalui ponsel.
"Apa maksudmu?" tanya Erick yang kini tengah menengok kebelakang sambil menatap gadis itu tajam.
"Kita belum memeriksa Metropolis Abandoned Botanical Garden." (Taman Botani Kota Metropolis Terbengkalai) ujarnya tenang sambil menatap kedua bola mata Erick.
-4 jam berlalu-
Metropolis Botanical Garden dulunya adalah suatu institusi bentukan pemerintah Metropolis yang bekerja sama dengan seorang ahli botani bernama Issaac Klementine. Bangunan ini didirikan sebagai tempat penelitian serta pengembangan bibit – bibit pangan unggulan maupun bibit tumbuhan herbal untuk pengobatan. Namun ketika Metropolis mengalami krisis keuangan yang cukup pelik akhirnya tempat ini ditutup karena kekurangan dana.
Satu minggu setelah kebangkrutan institusi ini, Issaac Klementine mengalami syok hingga ia memutuskan untuk bunuh diri disalah satu rumah kaca yang berada didalam taman botani ini. Setelah itu muncul desas – desus bahwa Metropolis Botanical Garden dihantui oleh Issaac Klementine hingga tidak ada yang berani untuk memasukinya kecuali disiang hari. Sebenarnya para pengembang telah menyanggupi untuk membuka tempat itu kembali tapi gangguan gaib selalu saja menghalangi mereka.
Mobil yang membawa Erick, Darren, dan Samantha telah tiba di depan pintu gerbang besi Metropolis Abandoned Botanical Garden yang memiliki tinggi dua meter. Angin malam yang dingin berhembus hingga membuat bulu kuduk siapa pun yang berada disana meremang.
Erick turun dari mobilnya lalu berjalan mendekati gerbang setinggi dua meter tersebut. Ternyata gerbang tersebut digembok oleh gembok berukuran besar yang telah berkarat.
"Digembok!" ujarnya sambil menoleh kearah Darren yang berdiri dibelakangnya.
Erick seperti mendapat dorongan untuk menggenggam gembok berkarat yang mengunci gerbang tersebut lebih kuat hingga tiba – tiba gembok itu hancur.
"Wow!" ujar Erick kagum karena kekuatannya. "Kita tidak memiliki banyak waktu. Jadi lebih baik kita bergegas."
"Sejak kapan kau menjadi superhero?" cibir Darren.
"Itu karena kekuatanku." Celetuk Luna sambil berjalan mendahului kedua pria tersebut.
Darren dan Erick saling tatap lalu mengedikkan bahu bersamaan sebelum melangkah kedalam area Metropolis Abandoned Botanical Garden. Mereka bertiga ditambah dengan Luna berjalan menyusuri jalan panjang yang diapit oleh pohon – pohon besar dan tua. Hanya cahaya dari senter yang Darren pegang yang menjadi satu – satunya penerang untuk mereka. Belum lama berjalan, Luna sudah mengeluh kelelahan. Akhirnya Erick mengangkat tubuh kecil Luna ke pelukannya.
"Kenapa sih kalian tidak menyegelku didalam tubuh yang sedikit lebih besar?" gerutu Luna jengkel.
"Masih mending kau ku segel didalam tubuh binatang imut ini! Bukan di dalam tubuh seekor ayam." Sambil menyentil telinga Luna.
Mereka pun kembali berjalan menyusuri jalan itu menuju gedung utama Metropolis Botanical Garden. Tiba – tiba Luna terkikik geli hingga membuat Erick kebingungan.
"Kau pasti tahu sesuatu!" ujarnya sambil menjewer telinga Luna hingga kucing jejadian itu mengaduh. "Katakan sebelum aku kembali menyiksamu."
Erick menarik kuping Luna dengan keras hingga akhirnya ia pun menyerah karena kesakitan.
"Oke aku akan memberitahukannya tapi lepas dulu tanganmu idiot!"
Erick pun melepaskan jewerannya dari telinga Luna.
"Berhati – hatilah! Karena ia sudah menyiapkan kejutan untuk kalian."
"..."
"Jika aku adalah dirimu lebih baik aku segera pergi dari sini karena ia lebih mengerikan dibanding diriku." ujar Luna memperingatkan mereka bertiga.
***
"Enjoy the show?" Ask Prince Charming to you

sisa 4 orang lagi yang harus dibunuh...
ada yang mau kasih saran cara bunuhnya?
sankyuuu XD
0
Kutip
Balas