- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.7K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#21
Asking For Hypnotherapy
Tidak mudah memang untuk meyakinkan seorang Hugo Latief untuk menyetujui hipnoterapi dilakukan padanya. Ia punya pikiran yang menurut mereka adalah konservatif.
“Lancang sekali! Aku tidak setuju kalian memintaku membiarkan diriku menyatakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai hal-hal pribadi saya dalam keadaan tidak sadar.”, suaranya tercekat tanda ia menahan marah. Namun, kemudian ia menarik napas dengan kesulitan dan kelihatannya mulutnya memaki-maki dalam bahasa daerahnya. Itu bukan bahasa Spanyol yang secara umum mereka gunakan.
Pelayannya yang berdiri dibelakangnya (karena hanya penerjemahnya yang berada disampingnya) segera mengambil alih menenangkan tuannya yang menurut Johnny lebih mirip telur paskah merah dibandingkan muka orang yang sedang marah.
“Maafkan kelancangan kami. Tetapi, Anda meminta kami membantu Anda menemukan orangtua Anda. Sayangnya kami sangat kekurangan
informasi karena Anda tidak mengingat apapun. Anda sangat kaya, Anda punya semuanya. Semua orang mungkin bersedia mengakui bahwa mereka adalah keluarga Anda.”, jelas Cindy.
Hugo menatap wanita itu dengan matanya yang memerah karena menahan amarah.
“Anda meminta kami dan Anda sudah membayar. Kami juga tidak mau sampai tidak membantu Anda.”, terang Cindy lebih lanjut.
“Biarkan hanya dia yang berbicara dengan saya.”, Hugo berkata kepada penerjemahnya yang segera menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Hugo segera berlalu tanpa menghiraukan yang lain, ia meninggalkan ruangan tersebut dengan melewati sebuah pintu dari kayu berlian yang telah diolah sedemikian rupa sehingga sangat indah dan antik. Mereka hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dengan perlahan menerima perlakuan orangtua tersebut pada mereka.
Tidak mudah memang untuk meyakinkan seorang Hugo Latief untuk menyetujui hipnoterapi dilakukan padanya. Ia punya pikiran yang menurut mereka adalah konservatif.
“Lancang sekali! Aku tidak setuju kalian memintaku membiarkan diriku menyatakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai hal-hal pribadi saya dalam keadaan tidak sadar.”, suaranya tercekat tanda ia menahan marah. Namun, kemudian ia menarik napas dengan kesulitan dan kelihatannya mulutnya memaki-maki dalam bahasa daerahnya. Itu bukan bahasa Spanyol yang secara umum mereka gunakan.
Pelayannya yang berdiri dibelakangnya (karena hanya penerjemahnya yang berada disampingnya) segera mengambil alih menenangkan tuannya yang menurut Johnny lebih mirip telur paskah merah dibandingkan muka orang yang sedang marah.
“Maafkan kelancangan kami. Tetapi, Anda meminta kami membantu Anda menemukan orangtua Anda. Sayangnya kami sangat kekurangan
informasi karena Anda tidak mengingat apapun. Anda sangat kaya, Anda punya semuanya. Semua orang mungkin bersedia mengakui bahwa mereka adalah keluarga Anda.”, jelas Cindy.
Hugo menatap wanita itu dengan matanya yang memerah karena menahan amarah.
“Anda meminta kami dan Anda sudah membayar. Kami juga tidak mau sampai tidak membantu Anda.”, terang Cindy lebih lanjut.
“Biarkan hanya dia yang berbicara dengan saya.”, Hugo berkata kepada penerjemahnya yang segera menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Hugo segera berlalu tanpa menghiraukan yang lain, ia meninggalkan ruangan tersebut dengan melewati sebuah pintu dari kayu berlian yang telah diolah sedemikian rupa sehingga sangat indah dan antik. Mereka hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dengan perlahan menerima perlakuan orangtua tersebut pada mereka.
Diubah oleh anism 17-02-2017 21:00
0