Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
TS
dianmaya2002
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
Biro Detektif Supranatural PSYCH: Prince Charming #2
Erick dan Darren kembali dihadapkan dengan seorang psikopat gila pecinta Disney Princess yang menyebut dirinya sebagai PRINCE CHARMING. Korban - korbannya selalu ditemukan dalam berbagai tema Disney Princess, seperti Stella Magnolia yang ditemukan ditepi dermaga dalam balutan kostum mermaid seperti Princess Ariel.
Apakah duo detektif ini dapat menghentikan kegilaan Prince Charming?
Hai Agan dan Aganwati...
Ane balik lagi nih buat posting sequel nya Biro Detektif Supranatural PSYCH
Yang masih penasaran sama Mbak Samantha Reindhaard bakal ane buat tambah penasaran lagi...
Jared memandang gapura besar berisi tulisan selamat datang yang berdiri kokoh dihadapannya. Ia dan yang lainnya tengah menunggu kedatangan jaga wana setempat yang akan menjadi guide mereka dalam menjelajahi hutan lindung di bagian Selatan Metropolis ini. Matanya melirik kearah Devon yang masuk kedalam timnya. Jared melihat gelagat kegelisahan yang terpancar jelas dari gerak – gerik pria itu hingga akhirnya ia pun menghampirinya.
"Hey ada apa denganmu? Sepertinya dari tadi kau gelisah sekali."
"Aku merasakan ada yang tidak beres tengah terjadi ditempat ini."
"Sudahlah, mungkin hanya perasaanmu saja. Mana Azka?"
Tanpa berbicara, Devon menunjuk kearah belakang mobil patroli dimana Azka tengah sibuk dengan ponselnya. Jared pun langsung memanggil Azka untuk segera berkumpul dengan anggota lainnya karena dua orang jaga wana yang akan memandu mereka sudah tiba. Akhirnya tanpa berlama – lama, Jared langsung membagi tim mereka menjadi dua bagian yang masing – masing regu diisi oleh 10 orang anggota dan satu orang jaga wana yang bertugas. Regu pertama dipimpin oleh Jared sedangkan Regu kedua dipimpin oleh Azka. Kedua regu pun mengambil jalan yang berlainan arah untuk mempersingkat pencarian. Jared juga berpesan agar mereka saling berhubungan lewat radio untuk saling bertukar informasi.
Regu I dipimpin oleh Jared dan seorang jaga wana bernama Jodi tengah berjalan menyeberangi anak sungai yang membelah hutan Selatan Metropolis yang tidak terlalu deras. Setelah menyeberangi anak sungai, mereka kembali memasuki lebatnya hutan. Jared dan Jodi yang berjalan paling depan sibuk membabat semak belukar yang menghalangi jalan mereka. Anggota yang lain berjalan dibelakang mereka berdua sambil sesekali bercengkerama dan bercanda.
16 jam 15 menit
Tidak terasa sudah satu jam mereka berjalan menelusuri hutan tersebut, akhirnya Jared pun memutuskan untuk beristirahat. Salah seorang anggotanya yang bernama Shandy ijin untuk buang air kecil disemak – semak terdekat. Jared pun mengizinkannya. Tak lama kemudian, Shandy kembali dengan wajah pucat dan raut wajah panik hingga membuat semua rekannya bingung.
Jared dan regunya pun langsung bergegas menuju tempat yang dimaksud oleh Shandy. Dan benar saja tak jauh dari tempat mereka beristirahat, mereka melihat sebuah peti kaca tergeletak disana.
"Hubungi regu II. Beri tahu mereka jika kita telah menemukannya." Ujar Jared.
"Siap!"
Jared dan timnya melangkah mendekati peti itu secara perlahan. Peti itu disinari oleh semburat cahaya matahari senja yang menembus celah pepohonan rindang. Dari jarak dua meter mereka dapat melihat wanita cantik tanpa sehelai benang pun tengah berbaring didalamnya. Rambut hitamnya terurai panjang menutupi dadanya. Kedua tangannya bertautan diatas perutnya sambil memegang sebutir apel berwarna kemerahan yang tampak menggiurkan.
Namun langkah mereka terhenti saat mendengar Shandy terbatuk – batuk dengan sangat parah.
"Uhuukk... uhuuukkk..."
"Woi Shan! Lo gak papa?" tanya salah seorang anggota lainnya namun Shandy tidak menjawabnya. Ia tetap terbatuk – batuk dengan sangat parah.
"Uhuukkk... uhhuuukkkk.... Uhhuuukkk..."
Akhirnya Jared menghampirinya tapi saat akan mendekat, ia melihat percikan api kecil keluar dari mulut Shandy. Dirinya berpikir bahwa apa yang dilihatnya adalah halusinasinya saja. Semakin lama suara batuk Shandy semakin keras dan bergema keseluruh penjuru hutan. Mereka semua dapat melihat mata Shandy yang mulai memerah dan berair. Percikan api yang keluar dari mulutnya pun semakin intens namun tidak ada salah satu dari rekan – rekannya yang berani mendekat. Perlahan Shandy menengadahkan kepalanya dan menatap satu per satu wajah rekan – rekannya tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
"Darkness will eat you alive." Bisiknya dengan suara parau
Seketika itu sesosok mahluk berwujud bayangan keluar dari bayangan yang terpantul dari tubuh mereka masing – masing. Menerjang tubuh lemah mereka hingga tergeletak tak berdaya diatas tanah keras yang dingin. Dibalik pepohonan, seorang pria berjubah hitam menahan tawanya.
"Ini akan jadi pertunjukan yang menarik."
Lalu sosok mahluk itu menghilang begitu saja ditengah kegelapan hutan.