- Beranda
- Stories from the Heart
Diary Si Jomblo Perak (Cerita Cinta, Komedi, Plus Horror)
...
TS
dylancalista
Diary Si Jomblo Perak (Cerita Cinta, Komedi, Plus Horror)

Hay agan dan aganwati, salam kenal. Ane new bie nih di kaskus, jadi mohon bantuannya untuk kasih saran atau kritik kalau cerita ane nnti rada mulai ngebosenin atau nggak nyambung.
Ane mau nulis cerita nih, tentang kehidupan jomblo yang ane lakoni, selama 25 tahun! Ceritanya nggak real 100%, tapi ada beberapa scene yang emang asli ane alami, Oo yah, Nama Ane Evan, keren ya nama ane? tapi sama teman-teman ane sering diplesetin jadi Epan, Yah, biar ga lama-lama berbasa basi, kita mulai aja ya gan? cekidot.
Quote:
Klik me!
Prolog
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14 (1)
Part 14 (2)
Part 15 (1)
Part 15 (2)
Part 16
Part 17 (1)
Part 17(2)
Part 17(2)
Part 18(1)
Part 18(2)
Part 19(1)
Part 19(2)
Part 19(3)
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 26(2)
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30(1)
Part 30(2)
Part 30(3)
Part 31(1)
Part 31(2)
Part 32(1)
Part 32(2)
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 36(2)
Part 36(3)
Part 37(1)
Part 37(2)
Part 38(1)
Part 38(2)
Part 39
Part 40(1)
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Diubah oleh dylancalista 27-03-2019 21:27
mrezapmrg97 dan 27 lainnya memberi reputasi
28
323.1K
1.1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dylancalista
#505
Part 35
Malam itu gua belajar satu hal, jangan pernah meremehkan sebuah janji. Janji adalah hutang, malam itu gua melihat sendiri efek dari sebuah janji, meskipun sebenarnya agak masuk di logika kalau seseorang yang sudah bereinkarnasi masih memiliki ikatan dengan janji itu sendiri, Gua juga masih belum bisa mencerna dengan akal sehat, bebas bagi readers untuk percaya atau tidak dengan cerita ini.
Hari sudah pagi, ketika gua terbangun badan gua masih berasa pegal dan leher gua masih berasa sakit. keseringan di cekik oleh makhluk-makhluk itu. Pagi ini gua bangun pagi karna Myanca meminta gua untuk menemaninya dan cicinya ke laut.
Ya, ke laut. bukan buat terjun bebas. Tapi buat menabur bunga, gua juga nggak ngerti apa tujuannya. Yang jelas, cicinya myanca dan myanca membawa sekeranjang bunga tabur gitu ke kapal kecil yang kami naiki, di tengah laut mereka menabur bunga sambil berdoa. Gua nggak ngerti apa tujuannya, meskipun sebenarnya gua memiliki keturunan chinese, tapi gua masih kadang nggak mngerti tradisi yang mereka gunakan. Cicinya myanca membakar dupa dan berdoa di tengah laut, setelah itu dia dan myanca menabur bunga. Wajar sih, mungkin untuk mendoakan Hantu Yin er, karna cicinya myanca nggak tahu bagaimana harus mendoakannya, kami tak tahu di mana kuburannya dan bahkan nggak tahu di mana Yin er tinggal. Wajar kalau cicinya myanca memilih untuk mendoakannya di tengah laut, mengingat bahwa gua menceritakan ke mereka kalau Yin er meninggal karna tenggelam, maka mungkin mereka memutuskan untuk mendoakannya di tengah laut.
Udara laut menyejukkan, udah lama gua nggak ke laut. Sementara mereka sibuk dengan 'urusan' mmereka. Gua termenung sendiri di pinggir kapal, pikiran gua melayang. Sosok gadis itu kembali mengisi pikiran gua, ya....she is. Kayla. Di mana lu?
Gua bahkan kangen sama suaranya, senyumnya, matanya, candaannya, semua rasanya begitu ninggalin kesan. Dan dia sekarang entah ke mana, dan gua khawatir banget. Apa dia baik-baik aja?
Gua melirik ke jam tangan gua yang ada tanggalnya, mata gua terbelangkak. Tinggal 5 hari lagi 100 harinya yang Kayla bilang. Apa dia baik-baik aja?
xxx: hai
Gua menoleh ke asal suara, Myanca yang pagi itu cantik banget dengan baju merah menatap gua bingung. dia berdiri di samping gua.
Myanca: Kenapa, Van? Kamu capek ya?
Gua menggeleng pelan sambil tersenyum: Nggak, Ca. Lu udah selese?
Myanca menggeleng pelan, sambil menatap ke arah cicinya yang masih sibuk berdoa dari kejauhan,
Myanca: Belum. Dia masih doa. Kamu buru-buru?
Gua: Nggak kok, cuma nanya aja. Akhirnya yah...
Myanca: Aku nggak ngerti ada yang begini juga di dunia nyata
Gua: Me too. kayak sinetron aja yah. Tapi untungnya dia nggak berbuat aneh-aneh.
Myanca: Iya, aku nggak tau kalau cici pernah janji dengan hantu itu
Gua: Ya namanya juga udah kehidupan masa lalu
Myanca: Ya, percaya nggak percaya sih. Tapi apa kamu percaya dengan reinkarnasi, Van? Kehidupan masa lalu dan karma?
Gua: Ya, gua percaya. sistem tabur tuai, apa yang kamu lakukan akan sama dengan apa yang kamu dapatkan.
Myanca mengangguk-angguk pelan: Mungkin di kehidupan masa lalu dulu, kita dekat banget ya, Van.
Gua: Kenapa lu bisa bilang gitu?
Myanca: Ya, karnaaa...pertama kali aku liat kamu, aku merasa aku nyaman dengan kamu. Dulunya pasti kita berteman baik, atau mungkin kita..
Gua: Ya, mungkin yah.
Myanca: Van...
Gua: ya?
Myanca: kentang dulu ya, Van.
Malam itu gua belajar satu hal, jangan pernah meremehkan sebuah janji. Janji adalah hutang, malam itu gua melihat sendiri efek dari sebuah janji, meskipun sebenarnya agak masuk di logika kalau seseorang yang sudah bereinkarnasi masih memiliki ikatan dengan janji itu sendiri, Gua juga masih belum bisa mencerna dengan akal sehat, bebas bagi readers untuk percaya atau tidak dengan cerita ini.
Hari sudah pagi, ketika gua terbangun badan gua masih berasa pegal dan leher gua masih berasa sakit. keseringan di cekik oleh makhluk-makhluk itu. Pagi ini gua bangun pagi karna Myanca meminta gua untuk menemaninya dan cicinya ke laut.
Ya, ke laut. bukan buat terjun bebas. Tapi buat menabur bunga, gua juga nggak ngerti apa tujuannya. Yang jelas, cicinya myanca dan myanca membawa sekeranjang bunga tabur gitu ke kapal kecil yang kami naiki, di tengah laut mereka menabur bunga sambil berdoa. Gua nggak ngerti apa tujuannya, meskipun sebenarnya gua memiliki keturunan chinese, tapi gua masih kadang nggak mngerti tradisi yang mereka gunakan. Cicinya myanca membakar dupa dan berdoa di tengah laut, setelah itu dia dan myanca menabur bunga. Wajar sih, mungkin untuk mendoakan Hantu Yin er, karna cicinya myanca nggak tahu bagaimana harus mendoakannya, kami tak tahu di mana kuburannya dan bahkan nggak tahu di mana Yin er tinggal. Wajar kalau cicinya myanca memilih untuk mendoakannya di tengah laut, mengingat bahwa gua menceritakan ke mereka kalau Yin er meninggal karna tenggelam, maka mungkin mereka memutuskan untuk mendoakannya di tengah laut.
Udara laut menyejukkan, udah lama gua nggak ke laut. Sementara mereka sibuk dengan 'urusan' mmereka. Gua termenung sendiri di pinggir kapal, pikiran gua melayang. Sosok gadis itu kembali mengisi pikiran gua, ya....she is. Kayla. Di mana lu?
Gua bahkan kangen sama suaranya, senyumnya, matanya, candaannya, semua rasanya begitu ninggalin kesan. Dan dia sekarang entah ke mana, dan gua khawatir banget. Apa dia baik-baik aja?
Gua melirik ke jam tangan gua yang ada tanggalnya, mata gua terbelangkak. Tinggal 5 hari lagi 100 harinya yang Kayla bilang. Apa dia baik-baik aja?
xxx: hai
Gua menoleh ke asal suara, Myanca yang pagi itu cantik banget dengan baju merah menatap gua bingung. dia berdiri di samping gua.
Myanca: Kenapa, Van? Kamu capek ya?
Gua menggeleng pelan sambil tersenyum: Nggak, Ca. Lu udah selese?
Myanca menggeleng pelan, sambil menatap ke arah cicinya yang masih sibuk berdoa dari kejauhan,
Myanca: Belum. Dia masih doa. Kamu buru-buru?
Gua: Nggak kok, cuma nanya aja. Akhirnya yah...
Myanca: Aku nggak ngerti ada yang begini juga di dunia nyata
Gua: Me too. kayak sinetron aja yah. Tapi untungnya dia nggak berbuat aneh-aneh.
Myanca: Iya, aku nggak tau kalau cici pernah janji dengan hantu itu
Gua: Ya namanya juga udah kehidupan masa lalu
Myanca: Ya, percaya nggak percaya sih. Tapi apa kamu percaya dengan reinkarnasi, Van? Kehidupan masa lalu dan karma?
Gua: Ya, gua percaya. sistem tabur tuai, apa yang kamu lakukan akan sama dengan apa yang kamu dapatkan.
Myanca mengangguk-angguk pelan: Mungkin di kehidupan masa lalu dulu, kita dekat banget ya, Van.
Gua: Kenapa lu bisa bilang gitu?
Myanca: Ya, karnaaa...pertama kali aku liat kamu, aku merasa aku nyaman dengan kamu. Dulunya pasti kita berteman baik, atau mungkin kita..
Gua: Ya, mungkin yah.
Myanca: Van...
Gua: ya?
Myanca: kentang dulu ya, Van.
adityazafrans dan 4 lainnya memberi reputasi
5
