- Beranda
- Stories from the Heart
Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]
...
TS
suboyxxx
Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/02/20/8768924_201702200412380277.jpg)
credit to agan quatzcoatlfor awesome cover
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/10/22/8901141_20161022083333.jpg)
credit to agan aweyayefor the awesome cover
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/11/30/9261325_20161130095434.jpg)
credit to agan kepo.lufor the awesome cover
![Belalang Kupu-Kupu (Story of Young Boy) [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2017/01/16/9166190_201701161248300939.jpg)
credit to agan rizki.jahatfor the awesome cover
I really appreciate your works!!
Quote:
Spoiler for Rules:
Spoiler for Q & A:
PROLOG
Sekilas tentang gue..
Perkenalkan.. gue biasa dipanggil Boy. Nama penuh makna pemberian papa gue. Dari nama itu lah goresan cerita masa lalu gue tulis ulang disini. Gue adalah anak kebanggaan orang tua gue yang ditakdirkan Tuhan untuk menyapa dunia terlebih dahulu dibanding adik gue. Gue lahir, tinggal dan bersekolah di kota yang memiliki sejarah heroik dalam mengusir penjajah di negeri ini. Masa ini adalah masa paling absurd dan sanggup membuat gue senyum2 sendiri ketika gue mengingat2 lagi kenangan jaman itu
Akan ada beberapa pemikiran yg salah, filosofi ngawur, arogansi, dan sifat sok pahlawan khas anak abg labil dalam cerita ini. Tapi itu semua juga akan dibalut dengan manisnya cinta, sex ala anak muda, kehidupan remaja, persahabatan, solidaritas dan kecantikan bidadari yg lupa balik ke surga
Cerita ini bersetting waktu di masa kejayaan.. sebelum negara api menyerang dan sebelum Indonesia tampil di final piala dunia. Tepat nya berawal di jaman semasa SMA, masa-masa paling indah dalam sebuah fase kehidupan seorang remaja. Berlatar tempat di 2 kota berbeda yg penuh cerita cinta. 2 kota berseteru yg seakan selalu membawa gue larut dalam album nostalgia. Dimana itu? Semua tersirat di dalam cerita tanpa harus gue tunjukan dengan gamblang
Anggaplah cerita yg gue tulis adalah sebuah dongeng sebelum tidur. Cerita yg mungkin bisa lu ambil nilai positif nya bila ada dan acuhkan nilai negatif yg sangat kentara. Gue ga akan memaksa kalian untuk menganggap ini real story, kalo ada yg menganggap fiksi juga gapapa.. itu lebih baik karena yg mengalami adalah gue dan beberapa tokoh yg gue cantumkan, lebih dari itu harap diam dan jangan berisik ya..
Jadi, seperti apa kisah seorang Boy muda? Yuk ikutin keseharian gue
Perkenalkan.. gue biasa dipanggil Boy. Nama penuh makna pemberian papa gue. Dari nama itu lah goresan cerita masa lalu gue tulis ulang disini. Gue adalah anak kebanggaan orang tua gue yang ditakdirkan Tuhan untuk menyapa dunia terlebih dahulu dibanding adik gue. Gue lahir, tinggal dan bersekolah di kota yang memiliki sejarah heroik dalam mengusir penjajah di negeri ini. Masa ini adalah masa paling absurd dan sanggup membuat gue senyum2 sendiri ketika gue mengingat2 lagi kenangan jaman itu
Akan ada beberapa pemikiran yg salah, filosofi ngawur, arogansi, dan sifat sok pahlawan khas anak abg labil dalam cerita ini. Tapi itu semua juga akan dibalut dengan manisnya cinta, sex ala anak muda, kehidupan remaja, persahabatan, solidaritas dan kecantikan bidadari yg lupa balik ke surga
Cerita ini bersetting waktu di masa kejayaan.. sebelum negara api menyerang dan sebelum Indonesia tampil di final piala dunia. Tepat nya berawal di jaman semasa SMA, masa-masa paling indah dalam sebuah fase kehidupan seorang remaja. Berlatar tempat di 2 kota berbeda yg penuh cerita cinta. 2 kota berseteru yg seakan selalu membawa gue larut dalam album nostalgia. Dimana itu? Semua tersirat di dalam cerita tanpa harus gue tunjukan dengan gamblang
Anggaplah cerita yg gue tulis adalah sebuah dongeng sebelum tidur. Cerita yg mungkin bisa lu ambil nilai positif nya bila ada dan acuhkan nilai negatif yg sangat kentara. Gue ga akan memaksa kalian untuk menganggap ini real story, kalo ada yg menganggap fiksi juga gapapa.. itu lebih baik karena yg mengalami adalah gue dan beberapa tokoh yg gue cantumkan, lebih dari itu harap diam dan jangan berisik ya..
Jadi, seperti apa kisah seorang Boy muda? Yuk ikutin keseharian gue

Spoiler for index:
Spoiler for SIDE STORY:
Spoiler for chit chat:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 510 suara
Siapakah Perempuan Dibalik Sosok Permaisuri?
Amelia
36%
Farah
37%
Bela
16%
Ima
7%
Dewi
4%
Diubah oleh suboyxxx 22-02-2017 09:29
ugalugalih dan 50 lainnya memberi reputasi
45
3M
8.2K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
suboyxxx
#7649
Cessshhhhh.. cessshhhhh..!!
Gue menoleh ke belakang..
Setelah semua kelar menuliskan tanda tangan dan gambar kunam yg ga jelas, para siswa di sekolah ini berkumpul dan bergabung dengan sekolah lain di kota ini. Tawa, arogansi khas anak muda, knalpot yg meletup2 serta saling membubuhkan tanda tangan dan semprotan pilox menambah suka cita plus keakraban antar sekolah
Satu rasa, satu penderitaan dan satu persaudaraan. Sekolah yg dulu nya pernah saling ngedrop sekarang saling berangkulan, membantu sesama yg kehabisan bensin di tengah jalan atau sekedar berbagi es teh di bawah terik matahari yg luar biasa panas
Sekitar pukul dua siang, semua nya pun bubar.. selain karena panas matahari yg udah sangat membakar kulit, para aparat pun mulai turun ke jalan dan menertibkan gerombolan2 remaja yg udah bahagia kelewat batas
Malam itu.. ditengah acara makan malam sederhana di rumah, gue dan keluarga terlibat obrolan singkat selagi mama menyiapkan menu makanan untuk malem ini
Terlihat jelas raut ekspresi kekhawatiran dari wajah mama. Setelah setahun gue tinggal di kosan dan baru aja tinggal di rumah lagi, kali ini gue bakal ngelakuin hal yg sama.. memutuskan untuk kuliah di Bandung. Sebener nya juga gue gatau seperti apa kota Bandung karena yg gue tuju bukan kota nya atau kampus nya tapi dimana nanti nya Amel bakal kuliah, hanya itu..
Banyak yg bilang hari ini adalah hari yg ditunggu2.. tapi ada pula yg membenci hari ini. Di sebuah malam yg cerah, pihak sekolah memutuskan untuk melakukan ceremonial pelepasan siswa kelas XII sekaligus acara wisuda di sebuah hotel berbintang di kota ini
Sore itu sekitar sehabis solat magrib, gue menghadap ke cermin gede yg ada di kamar mama. Gue menoleh ke kiri dan ke kanan.. sebuah setelan jas berwarna hitam lengkap dengan dasi berwarna biru tua bermotif garis gue kenakan. Rambut belah samping yg gue sisir ke belakang menambah kesan tampan dan menawan khas pria pria maskulin kalo kata orang jaman sekarang
Sekitar pukul 7 malam gue udah ada di ballroom sebuah hotel bersama seorang wanita cantik disamping gue, mama. Malam itu mama mengenakan setelan dress berwarna hitam yg senada dengan jas yg gue pakai. Bener2 elegan..
Gue celingukan kesana kemari mencari keberadaan temen2 gue..
Mama dan mama nya Weni pun cipika cipiki lalu duduk di kursi khusus wali murid sebelum akhir nya gue tinggal menuju ke gerombolan temen2 gue
Gue berjalan sambil digandeng Weni menuju geng bedebah yg juga tampak macho dengan setelan jas mereka. Ada Rosi disana yg memberikan senyum manis ke arah gue. Gue bernafas lega.. berarti apa yg telah gue ucapkan ke Bencis kemarin membuahkan hasil. Mereka berdua juga tampak serasi, yg satu ganteng yg satu cantik.. couple goals banget lah
Deegg..
Sejenak gue terdiam..
Di acara sepenting ini pun Amel juga ga menampakan batang hidung nya. Apa yg sebener nya terjadi sama nenek nya sampe2 Amel ga bisa pulang ke kota ini dan ikut melaksanakan wisuda bersama
Apa dia ga kangen sama gue? apa dia ga berusaha hubungin gue yg udah lama menunggu nada dering dari nya yg berbeda dari yg lain. Gue ngerasa jarak dan hubungan gue dengan Amel makin jauh.. apalagi setelah gue keterima di salah satu kampus yg ga gue harapkan sama sekali
Apa yg mesti gue lakukan sekarang?
Membatalkan untuk masuk di kampus itu dan ikut jalur mandiri ke Bandung? Atau gimana? Ah.. pusing gue
Acara pun dimulai..
Dari sambutan kepsek, perwakilan guru hingga perwakilan dua orang murid teladan dari dua jurusan. Gue ga begitu kenal siapa yg maju ke panggung dari perwakilan jurusan IPA. Dia cowo dan dari kelas IPA 1, kelas nya Maya dan Ima. Sedangkan untuk jurusan IPS, sekretaris gue lah yg maju ke panggung
Semua memberi tepuk tangan meriah, termasuk geng bedebah sambil bersiul layak nya menggoda biduan diatas panggung
Semua berdiri.. memberikan standing applaus kepada Weni yg berjalan kembali ke tempat duduk nya. Malam itu dia begitu istimewa layak nya seorang puteri yg dielu2kan. Setiap sorot mata manusia ga lepas menatap nya, setiap bibir yg merekah tak bisa berhenti tersenyum kepada nya. Weni emang layak mendapat itu semua karena dia adalah salah satu perempuan terkuat dan teristimewa yg pernah ada dalam hidup gue. Sebuah contoh bagaimana manusia mesti bangkit dari segala keterpurukan
Setelah pidato yg menggemparkan ballroom hotel selesai, acara dilanjut dengan pengalungan medali. Setiap kelas berbaris untuk maju ke panggung, menanti saat2 kalung medali melingkar di leher tanda bahwa malam itu sekolah telah melepas para siswa nya
Beberapa saat kemudian geng bedebah berdiri pinggiran sambil membawa piring berisi makanan. Masing2 bercerita, mengenang apa saja momen2 indah dan konyol semasa SMA.. termasuk gue yg tertawa ngakak saat mengingat setiap kenakalan yg udah gue lakukan saat itu
Andai gue adalah makhluk yg kekal.. gue akan memohon untuk terus disini, menikmati masa2 indah bersama para bidadari dan berkumpul bersama mereka lagi. Sekolah ini adalah rumah kedua buat gue dimana segala hal tentang warna warni kehidupan tlah gue dapatkan disana
Gue teringat saat pertama gue menginjakan kaki disini, bertemu dengan teman baru, sahabat baru, keluarga dan pujaan hati selama gue sekolah
Sekarang gue hanya bisa menatap sekeliling tanpa bisa lagi merasakan kasih sayang dan kebencian guru2 tercinta. Esok hari gue akan bergerak, melangkah dengan tujuan yg lebih jauh. Sebuah destinasi yg akan menentukan bagaimana masa depan gue kelak
Seperti kata Weni.. ini lah momen yg sudah sepatut nya gue benci, perpisahan.. karena bagi gue mereka adalah segala2 nya. Apakah gue sanggup digdaya saat tidak ada lagi mereka yg berdiri disamping gue? lalu bagaimana bila gue jatuh dan ga ada lagi uluran tangan Agung ataupun senyum Weni yg bakal gue temui sehari2? Ahh.. gue terlalu naif memang, menganggap semua akan berakhir gitu aja. Padahal.. perpisahan hanya lah sebuah ungkapan semu karena di masa depan ga ada satu orang pun yg bisa menebak.
Mungkin benar kata orang, masa depanmu hanya kamu lah yg menentukan. Kita memang tumbuh bersama, melangkah bersama dan berdiri bersama. Tapi perkara masa depan, tiada yg akan saling menggantungkan. Semua egois.. semua individualis. Mereka ga salah.. mereka layak mendapatkan itu semua karena gue sama seperti mereka, sang sperma terbaik yg kini masih terus berjuang demi masa depan
Hidup emang ga mudah.. terlalu banyak rintangan yg akan ditemui. Masalah akan jauh lebih kompleks yg mana akan menuntut gue untuk lebih dewasa dalam bersikap
Andaikata doa gue bakal langsung di dengar, pinta hamba-Mu yg penuh dosa hanya sederhana. Berilah keluarga baru yg mau menemani hari2 hamba, itu saja..
Apakah fase pembentukan diri akan usai pasca lulus SMA? ataukan akan terus berlanjut? Ntah lah.. karena setiap detail cerita sudah tertulis di diary-Nya. Yang Maha Tahu lebih tahu apa saja yg terbaik buat hamba-Nya dan semua akan terjadi bila sudah pada saat nya tiba
Foto geng bedebah plus Weni di photobooth pun menjadi kenang2an yg ga akan bisa gue lupakan begitu aja. Sebuah kisah klasik yg masih terus dikenang sampai sekarang oleh gue dan geng bedebah. Dan di malam itu.. senyum serta lambaian tangan mereka di penghujung sebuah pesta akbar menjadi penanda akhir dari semua kisah manis semasa SMA
Malam itu.. setelah gue makan malam bersama keluarga, gue merebahkan badan di kamar. Gue ga menyangka akan terdampar di kota itu, sebuah kota yg sebener nya cuma jadi pelarian ketimbang mesti kuliah di kota ini lagi
Gue ga bisa menunggu papa dan mama libur hanya untuk nemenin gue cari kosan. Gue anak laki2, ga boleh manja dan ga semesti nya gampang meminta bantuan orang tua. Gue mesti mandiri.. dan semua akan gue lakukan sendiri karena gue pernah punya pengalaman gimana rasa nya jadi anak kosan sebelum nya
Gue menatap gallery hape, dua orang perempuan cantik yg janji nya ga bisa gue tepatin
Lalu..
Terakhir..
Selamat datang kehidupan yg baru.. kehidupan yg belum pernah gue tau
Gue menoleh ke belakang..
Quote:
Setelah semua kelar menuliskan tanda tangan dan gambar kunam yg ga jelas, para siswa di sekolah ini berkumpul dan bergabung dengan sekolah lain di kota ini. Tawa, arogansi khas anak muda, knalpot yg meletup2 serta saling membubuhkan tanda tangan dan semprotan pilox menambah suka cita plus keakraban antar sekolah
Satu rasa, satu penderitaan dan satu persaudaraan. Sekolah yg dulu nya pernah saling ngedrop sekarang saling berangkulan, membantu sesama yg kehabisan bensin di tengah jalan atau sekedar berbagi es teh di bawah terik matahari yg luar biasa panas
Sekitar pukul dua siang, semua nya pun bubar.. selain karena panas matahari yg udah sangat membakar kulit, para aparat pun mulai turun ke jalan dan menertibkan gerombolan2 remaja yg udah bahagia kelewat batas
Malam itu.. ditengah acara makan malam sederhana di rumah, gue dan keluarga terlibat obrolan singkat selagi mama menyiapkan menu makanan untuk malem ini
Quote:
Terlihat jelas raut ekspresi kekhawatiran dari wajah mama. Setelah setahun gue tinggal di kosan dan baru aja tinggal di rumah lagi, kali ini gue bakal ngelakuin hal yg sama.. memutuskan untuk kuliah di Bandung. Sebener nya juga gue gatau seperti apa kota Bandung karena yg gue tuju bukan kota nya atau kampus nya tapi dimana nanti nya Amel bakal kuliah, hanya itu..
Quote:
***
Banyak yg bilang hari ini adalah hari yg ditunggu2.. tapi ada pula yg membenci hari ini. Di sebuah malam yg cerah, pihak sekolah memutuskan untuk melakukan ceremonial pelepasan siswa kelas XII sekaligus acara wisuda di sebuah hotel berbintang di kota ini
Sore itu sekitar sehabis solat magrib, gue menghadap ke cermin gede yg ada di kamar mama. Gue menoleh ke kiri dan ke kanan.. sebuah setelan jas berwarna hitam lengkap dengan dasi berwarna biru tua bermotif garis gue kenakan. Rambut belah samping yg gue sisir ke belakang menambah kesan tampan dan menawan khas pria pria maskulin kalo kata orang jaman sekarang
Sekitar pukul 7 malam gue udah ada di ballroom sebuah hotel bersama seorang wanita cantik disamping gue, mama. Malam itu mama mengenakan setelan dress berwarna hitam yg senada dengan jas yg gue pakai. Bener2 elegan..
Gue celingukan kesana kemari mencari keberadaan temen2 gue..
Quote:
Mama dan mama nya Weni pun cipika cipiki lalu duduk di kursi khusus wali murid sebelum akhir nya gue tinggal menuju ke gerombolan temen2 gue
Gue berjalan sambil digandeng Weni menuju geng bedebah yg juga tampak macho dengan setelan jas mereka. Ada Rosi disana yg memberikan senyum manis ke arah gue. Gue bernafas lega.. berarti apa yg telah gue ucapkan ke Bencis kemarin membuahkan hasil. Mereka berdua juga tampak serasi, yg satu ganteng yg satu cantik.. couple goals banget lah
Quote:
Deegg..
Sejenak gue terdiam..
Di acara sepenting ini pun Amel juga ga menampakan batang hidung nya. Apa yg sebener nya terjadi sama nenek nya sampe2 Amel ga bisa pulang ke kota ini dan ikut melaksanakan wisuda bersama
Apa dia ga kangen sama gue? apa dia ga berusaha hubungin gue yg udah lama menunggu nada dering dari nya yg berbeda dari yg lain. Gue ngerasa jarak dan hubungan gue dengan Amel makin jauh.. apalagi setelah gue keterima di salah satu kampus yg ga gue harapkan sama sekali
Apa yg mesti gue lakukan sekarang?
Membatalkan untuk masuk di kampus itu dan ikut jalur mandiri ke Bandung? Atau gimana? Ah.. pusing gue
Quote:
Acara pun dimulai..
Dari sambutan kepsek, perwakilan guru hingga perwakilan dua orang murid teladan dari dua jurusan. Gue ga begitu kenal siapa yg maju ke panggung dari perwakilan jurusan IPA. Dia cowo dan dari kelas IPA 1, kelas nya Maya dan Ima. Sedangkan untuk jurusan IPS, sekretaris gue lah yg maju ke panggung
Semua memberi tepuk tangan meriah, termasuk geng bedebah sambil bersiul layak nya menggoda biduan diatas panggung
Quote:
Semua berdiri.. memberikan standing applaus kepada Weni yg berjalan kembali ke tempat duduk nya. Malam itu dia begitu istimewa layak nya seorang puteri yg dielu2kan. Setiap sorot mata manusia ga lepas menatap nya, setiap bibir yg merekah tak bisa berhenti tersenyum kepada nya. Weni emang layak mendapat itu semua karena dia adalah salah satu perempuan terkuat dan teristimewa yg pernah ada dalam hidup gue. Sebuah contoh bagaimana manusia mesti bangkit dari segala keterpurukan
Setelah pidato yg menggemparkan ballroom hotel selesai, acara dilanjut dengan pengalungan medali. Setiap kelas berbaris untuk maju ke panggung, menanti saat2 kalung medali melingkar di leher tanda bahwa malam itu sekolah telah melepas para siswa nya
Beberapa saat kemudian geng bedebah berdiri pinggiran sambil membawa piring berisi makanan. Masing2 bercerita, mengenang apa saja momen2 indah dan konyol semasa SMA.. termasuk gue yg tertawa ngakak saat mengingat setiap kenakalan yg udah gue lakukan saat itu
Andai gue adalah makhluk yg kekal.. gue akan memohon untuk terus disini, menikmati masa2 indah bersama para bidadari dan berkumpul bersama mereka lagi. Sekolah ini adalah rumah kedua buat gue dimana segala hal tentang warna warni kehidupan tlah gue dapatkan disana
Gue teringat saat pertama gue menginjakan kaki disini, bertemu dengan teman baru, sahabat baru, keluarga dan pujaan hati selama gue sekolah
Sekarang gue hanya bisa menatap sekeliling tanpa bisa lagi merasakan kasih sayang dan kebencian guru2 tercinta. Esok hari gue akan bergerak, melangkah dengan tujuan yg lebih jauh. Sebuah destinasi yg akan menentukan bagaimana masa depan gue kelak
Seperti kata Weni.. ini lah momen yg sudah sepatut nya gue benci, perpisahan.. karena bagi gue mereka adalah segala2 nya. Apakah gue sanggup digdaya saat tidak ada lagi mereka yg berdiri disamping gue? lalu bagaimana bila gue jatuh dan ga ada lagi uluran tangan Agung ataupun senyum Weni yg bakal gue temui sehari2? Ahh.. gue terlalu naif memang, menganggap semua akan berakhir gitu aja. Padahal.. perpisahan hanya lah sebuah ungkapan semu karena di masa depan ga ada satu orang pun yg bisa menebak.
Mungkin benar kata orang, masa depanmu hanya kamu lah yg menentukan. Kita memang tumbuh bersama, melangkah bersama dan berdiri bersama. Tapi perkara masa depan, tiada yg akan saling menggantungkan. Semua egois.. semua individualis. Mereka ga salah.. mereka layak mendapatkan itu semua karena gue sama seperti mereka, sang sperma terbaik yg kini masih terus berjuang demi masa depan
Hidup emang ga mudah.. terlalu banyak rintangan yg akan ditemui. Masalah akan jauh lebih kompleks yg mana akan menuntut gue untuk lebih dewasa dalam bersikap
Andaikata doa gue bakal langsung di dengar, pinta hamba-Mu yg penuh dosa hanya sederhana. Berilah keluarga baru yg mau menemani hari2 hamba, itu saja..
Apakah fase pembentukan diri akan usai pasca lulus SMA? ataukan akan terus berlanjut? Ntah lah.. karena setiap detail cerita sudah tertulis di diary-Nya. Yang Maha Tahu lebih tahu apa saja yg terbaik buat hamba-Nya dan semua akan terjadi bila sudah pada saat nya tiba
Foto geng bedebah plus Weni di photobooth pun menjadi kenang2an yg ga akan bisa gue lupakan begitu aja. Sebuah kisah klasik yg masih terus dikenang sampai sekarang oleh gue dan geng bedebah. Dan di malam itu.. senyum serta lambaian tangan mereka di penghujung sebuah pesta akbar menjadi penanda akhir dari semua kisah manis semasa SMA
***
Malam itu.. setelah gue makan malam bersama keluarga, gue merebahkan badan di kamar. Gue ga menyangka akan terdampar di kota itu, sebuah kota yg sebener nya cuma jadi pelarian ketimbang mesti kuliah di kota ini lagi
Gue ga bisa menunggu papa dan mama libur hanya untuk nemenin gue cari kosan. Gue anak laki2, ga boleh manja dan ga semesti nya gampang meminta bantuan orang tua. Gue mesti mandiri.. dan semua akan gue lakukan sendiri karena gue pernah punya pengalaman gimana rasa nya jadi anak kosan sebelum nya
Gue menatap gallery hape, dua orang perempuan cantik yg janji nya ga bisa gue tepatin
Quote:
Lalu..
Quote:
Terakhir..
Quote:
Selamat datang kehidupan yg baru.. kehidupan yg belum pernah gue tau
~TAMAT~
Diubah oleh suboyxxx 20-02-2017 19:04
yuaufchauza dan 6 lainnya memberi reputasi
7









to someone: Tuuuuttt..