Kaskus

Story

taucolamaAvatar border
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:




Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.
Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
junti27Avatar border
ichamkbkAvatar border
afrizal7209787Avatar border
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
taucolamaAvatar border
TS
taucolama
#1624
Tabir masa lalu

Angin bertiup kencang terasa dingin. Pak Rt mengarahkan sinar senternya keatas rumah pak Beni. Dan tampak bayangan putih melayang layang kemudian turun seperti menabrak pintu rumah beberapa kali lalu terbang keatas. Aku merasakan merinding bulu kudukku. Pak Rt kulihat bergetar tubuhnya.
Dan kini terdengar suara tangisan dari bayangan putih yang terbang.

"Nak, appa..aaa...appaaa ituuu?": kata pak Rt terbata bata.
"Aku gak tau pa": kataku.
"Haduuhhh.... Bagaimana ini....gimana": kata pak Rt

Suara tangisan bayangan putih itu mengerikan karena melayang layang suaranya kadang seperti menjauh dan kadang mendekat. Pak RT malah memegangku erat.
Aku mengeluarkan rokok dan menyalakannya sebatang.

"Pak Rt ngerokok dulu": kataku sambil menawari pak RT rokok.
"Nak koq malah ngerokok": kata pak Rt
"Biar ga tegang": kataku.
pak RT mengikutiku mengambil rokok dan menyalakannya.

Aku menajamkan rasa mencari tau apa sebenarnya yang melayang layang itu. Sambil merokok aku meraba kekuatan bayangan itu.

"Nak, aka bagaimana ini ": kata pak RT setengah ketakutan.
"Ya udah kita kerumah pak Beni": kataku.
"Tapi itu yang melayang layang bagaimana": kata pak Rt.
"Ya biar aja melayang layang ntar cape sendiri": kataku.
Aku melangkah mendekati rumah pak Beni. Pak Rt mengikuti berusaha tak ada jarak denganku. Kini makin jelas bayangan putih itu sosok berambut panjang tempo hari. Suara tangisannya makin jelas suara yg menyayat hati sekaligus mengerikan.

Sampai depan rumah pak Beni kuketuk pintu pak Beni.

"Asalamualaikum, pak Beni. Ini aku Aka dan pak RT.": kataku sambil mengetuk pintu.
"Wa alaikum salam": jawab pak Beni sambil membuka pintu.
"Untung pak Rt sama Aka disini saya sekeluarga takut": kata pak Beni.
"Iya pak, hati hati makhluk itu masih ada diluar.": kata Pak Rt.
"Waduh bagaimana ini": kata pak Beni.
"Ya udah bapak bapak masuk kedalam rumah , biar saja saya yang menghadapi": kataku.
"Ngga nak, saya pak Rt disini saya bertanggung jawab atas yang terjadi kita hadapi bersama.": kata pak Rt.
"Saya juga disini bersama sama kita hadapi": kata pak Beni.
"Baik mari kita hadapi, kita berdoa semoga diberi kekuatan dan keselamatan": kataku.

Kami mulai berdoa. Sosok bayangan putih itu kini mulai melayang layang mendekati kami yang berada diteras rumah pak Beni. Suara tangisan dan kadang tertawa makhluk itu makin keras terdengar. Pak Beni makin keras membaca doa.

Sosok itu kini turun mendekati kami. Kini jelas itu sosok yang kemarin berambut panjang, wajahnya tetap seperti kemarin tak jelas seperti membusuk dan matanya merah darah. Taringnya muncul disela sela kulit wajahnya yang tak jelas bentuknya.

"Jangan takut pak makhluk itu sengaja menakuti kita": kataku.
"Tapi saya takut nak": kata Pak Beni.
"Jangan takut kita lebih mulia dari makhluk itu": kataku.

Sosok itu melayang mendekati sambil tertawa melengking.
Pak RT dan pak Beni salimg berpegangan. Aku diam dan dalam hati mulai membaca beberapa ayat. Ketika sudah dekat makhluk itu hendak kembali menjauh ku serang makhluk itu secara batin dan rasa. Sosok itu tak siap diserang hingga terpelantingke belakang dengan jeritan yang keras.

Makhluk itu marah dan bangkit kembali berusaha menyerangku dengan cakar cakarnya yang panjang dan hitam tapi ketika dekat seperti membentur benteng yang tak terlihat sehingga mundur lagi.

Aku terus membaca doa. Akan kuserang lagi. Tapi tiba tiba angin menerpaku dari samping. Dan tiba tiba disampingku ada sosok eyang dan harimaunya.

"Nak, cepat kerumah bahaya sebenarnya ada dirumahmu": kata sosok eyang.
"Bagaimana dengan sosok ini": kataku.
"Biar eyang yg hadapi": kata sosok eyang.

Kulihat sosok harimau disisi eyang melompat dan menyerang sosok itu. Sosok itu kewalahan melawan harimau eyang. Bila dilihat kasat mata hanya angin menderu deru mengejar sosok itu. Sosok itu melayang layang menjerit jerit dikejar harimau eyang.

"Pak RT aku harus kerumah ada gangguan dirumah"; kataku.
"Bagaimana dengan sosok itu": kata pak Rt.
"liat sosok itu sudah kabur makin menjauh": kataku sambil berjalan setengah lari.

Pak Beni kembali masuk rumah dan mengunci pintunya. Pak Rt berlari mengikutiku. Ditengah jalan aku bertemu dengan pak Dayat dan Pak Toni yang baru kembali dari depan.

"Ada apa nak sepertinya buru buru": kata Pak Dayat.
"Ada gangguan dirumahku": kataku.
"Ayo kita kesana": kata pak Dayat.

Aku,pak Rt,pak Dayat, dan pak Toni melangkah menuju rumahku. Sesampainya didepan pagar rumahku ada beberapa orang berpakaian hitam berusaha masuk kedalam rumahku.

"Hai siapa kalian, mau apa kalian": kataku. Aku mengambil sepotong balok kayu sebagai senjata, karena kulihat sebagian dari mereka membawa senjata tajam.
xue.shan
jenggalasunyi
pelangiandes082
pelangiandes082 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.