- Beranda
- Stories from the Heart
Your Love As Pandora's Box
...
TS
muhmadsandi
Your Love As Pandora's Box
Selamat Datang diThread Pertamax saya.....
Sedikit bercerita tentang kehidupan saya...
Tentang segalanya yang pernah terjadi...
Mari Simak saja kisahnya dibawah ini...



Ada yang mau editin lagi ?
atau gambar yang lain juga bolehlah asal temanya 3 gadis 1 pria dengan background contoh kaya diataslah ya hhehe makasih
Source : Google
Edited : Arna Maheswara
Edited : Arna Maheswara
Spoiler for OpeningSong:
Your Love As Pandora's Box
- Cintamu Seperti Kotak Pandora
- Cintamu Seperti Kotak Pandora
Malapetaka Dan Penderitaan
Begitulah Nadanya
....................
Pandora's Box
Q n A
Spoiler for QnA:
Pandora's Box

PROLOG
Story 1 - Hidup itu ketentuan
Story 2 - Hidup Itu Keterikatan 1
Story 3 - Hidup itu Keterikatan 2
Story 4 - RATAPAN 1
Story 5 - RATAPAN 2
Story 6 - Hidup itu Misteri
Story 7- Hidup itu Misteri 2
Story 8 - Hidup itu Misteri 3
Story 9 - Hidup itu Misteri 4
Story 9.1 - Detik Dan Waktu
Pandora's Girl's
Story 1 - Three Pandora's Girl
Story 2 - Kehangatan Hujan New Updated
----Side Story-------
Cerita ini akan tersusun Maju - Mundur alurnya
SORAK HENING - 1
TANGAN KIRI DAN KANAN New
Terimakasih... telah sekilas bisa menjadi Top Threads
Om kok malam-malamku selalu gelap ngga ada
Jika menghibur agan-agan , boleh dong
Diubah oleh muhmadsandi 14-02-2017 18:25
Richy211 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
8.3K
68
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
muhmadsandi
#63

Kehangatan Hujan
Pernah rasakan hangatnya,cinta ?
Apa seperti ini..........
Sebentar sebelum mengetikan sebuah kata-kata,aku membutuhkan sebatang roko....
*ctrak *trak *cssss
Sebatang roko aku bakar... Ujungnya...
" Nikmaaat.... Mari mulai... " Arna Maheswara !
Ya dengarkan lagu ini saja bre....
Spoiler for Musikk:
(ya elah gue kira bakal ada kata-katanya!) haha sorry bre terlalu sulit diungkapkan oleh kata-kata
Malam minggu.....

*in d'cost
" Malam ini kita kemana a ?." tanya raia bersandar dikasur melihatku yang sedang menatap laptop
" hmm.." geramku menghiraukan Raia
" aa.... a... a... " ucap raia
" aaa... ih!!! heh bongee...ya...(tuli)" ucap raia melemparkan bantal pas ke-kepalaku
" Duuuh..." ucapku ketika bantal mendarat dikepalaku
" Nonton bioskop neeeeng...! " ucapku melirik Raia sambil menggaruk-garuk kepalaku
" nah gitu dong,jawab onyon." ucap raia memasang raut wajah jutek
" nonton apa a ? ." tanya raia
" Nonton bintang,dicartil
." jawabku cengengesan diakhir" Ih si onyon,becanda wae ." ucap raia kesel
" Bosen neng, indor mulu! kali-kali outdor dong.." ucapku menghadap raia
" iya ath iya... " sahut raia sedikit kecewa
" yaah, pasti belum pernah kecartil nih ya ? ." ucapku lalu ngikut bersandar dengan Raia
" ..... " Raia geleng-geleng kepala aja sambil manyun
" Ngantuk..." Ucap raia manja lalu bersandar dibahuku
" Tidur aja dulu,aa juga sama ngantuk." ucapku mengelus-elus kepalanya raia.
" hmm..." sahut raia hanya menggeram lalu saling bersandar
Dan gue sama raia akhirnya tidur dari jam 3'an sampe jam 5'an klo ga salah sampe gue sadar - sadar raia udah meluk aja .
" Neng,bangun..." ucapku mengelus-elus kepala raia
" Jadi keluar ngga nih. " ucapku masih seperti tadi
" hmm... ayo." sahut raia yang lalu terbangun mengucek-ngucek matanya...
" cuci muka dulu sana.." ucapku lalu berdiri keluar kamar untuk membakar sebatang roko
*trak *trak *Css
Sebatang roko gue bakar... Ujungnya...
" mendung nih.." pikir gue dalem hati saat menghembuskan asap roko keatas
" Arnaaa... ayo neng dah siap." ucap raia didalam kamar
" iya neng, sekalian ambilin jaket aa yang ngegantung dibelakang pintu." ucapku sedikit kencang
" CYAP a... " sahut raia lalu keluar membawa jaket gue
" Sipp ayo berangkat.." ucapku dihadapan raia lalu mengambil jaket yg digenggam raia
" Cuci muka dulu onyon!! " bentak raia dihadapan gue
" hihi,luuupaa neng eh..." ucap gue nyolek pundaknya Raia
" huh dasar onyon!! ." ejek raia melirik gue masuk kamar lalu raia duduk dikursi
Akhirnya setelah gue cuci muka aye ama raia berangkat menuju Cartil (caringin tilu,bandung) dengan sedikit gerimis diperjalanan tak membuat gue ama raia mengeluh melainkan malah memperat pelukan raia. diperjalanan raia juga cuman diem ngga bnyk bicara hanya sesekali mencubit perut aye dan bikin motor gue melaju sempoyongan akibat sakit dicubit raia. ya ni anak emang ga ada kerjaan nyubit-nybit ngga jelas.. sampe gue tiba di cartil..
*Ctrak *treek
Motor aye standarin
" Dingin ya..." ucapku sambil berjalan disamping raia
" iya nyon dingin..peluuuk." ucap raia manja
" peluk aja noh tiang listrik.." ucapku becanda
" Ishh... mau aku cubit lagi hah." ancam raia menatap aye dari samping
" haha ampuun tuan putriiii.." ucapku lalu masuk menuju lesehan
" duduk dimana nih put..." ucapku disamping raia sambil melirik" tempat untuk duduk
" put-put weh, tuh disana aja nyon!." ucap raia menunjukan tempat lesehan yang kosong
" ya udah ayo..." ucapku lalu berjalan menggandeng tangan raia ketempat lesehan yang kosong...
" mesen apa nyon..." tanya raia setelah dudk dilesehan
" sama'in aja neng, cman minumnya kopi item aja." ucapku sambil memandang pelataran kota Bandung
" cyaap..." sahut raia yang sedang menatap serius menu makanan
Sayangnya langit bandung sedang mendung, pernak-pernik lampu jalanan dan perumahan tak nampak begitu jelas....
Akhirnya hujan turun dengan derasnya hingga sesekali ada tetesan hujan yang masuk ke lesehan gue ama raia...
Raia hanya memeluk erat gue dan mengabaikan makanannya yang tergeletak begitu saja dimeja...
Hingga tba-tiba ada satu pertanyaan yang terlontar dari mulut raia..
" Arna... mau sampai kapan hubungan kita tanpa status begini.." ucap raia tiba-tiba saat gue sedang dimanjakan kehangatan kepalanya
" ............." gue mendadak bisu diem, gue bingung mau jawab apa
Gue mikir keras waktu itu gue tau wanita juga butuh kepastian dari hubungannya tpi gue rasa status itu ngga terlalu penting apalagi untuk masa-masa sekarang ini saat kita harus fokus dengan pendidikan yang kita tempuh... dan selama kejadian waktu gue berantem sama mantannya raia,hubungan gue ama raia emang makin mesra cuman gue lupa bilang , itu semua tanpa status kekasih ataupun pacaran...
...
" Apa,kamu takut kehilangan aku , Ra ? " ucapku dibawah kepala raia ( dagu gue bersandar dikepalanya raia jadi posisi raia didepan gue bersandar ke dada aye..)
" .... kamu pikir aja,Na. siapa sih cewe yang mau kehilangan orang yang paling dia cintai..." ucap raia menatap gue
" dan cewe juga butuh kepastian..." tambah raia
" ......" saat gue hendak ngomong raia tiba-tiba ngomong lagi
" tpi gpp,Na. Aku rela kok nunggu kmu sampai kamu siap bicara yang sejujurnya sama aku, tentang apa yang selama ini nahan kamu buat melangkah bersamaku." Ucap raia yang buat jiwa gue serasa diinjak-injak seketika itu pula.
" Raa.." ucapku menunggu raia menatapku
" huu...? " raia menatapku dan kini saling tatap bersama
" ........" Aku memegang pipi Raia dan menatapnya sesaat hingga saling terpejam
" ....... " Tanpa Isyarat langsung ku kecup bibir Raia ........
" Apa itu cukup ? ." ucapku menatap raia yang terlihat masih kaget
" ..... " Raia hanya menangguk-angguk saja
".......
" Gue tersenyum menatap raia yang kini dalam pelukan Hingga akhirnya kita terbenam dalam kehangatan sang malam bersama rintik-rintik hujan.
Quote:
Hubungan ini masih TANPA STATUS

0
