- Beranda
- Stories from the Heart
Harpan seorang anak desa ( Cinta, Perjuangan, Impian )
...
TS
secret.adm14
Harpan seorang anak desa ( Cinta, Perjuangan, Impian )
Selam untuk agan2 sesepuh Story From The Heart, ane cuma manusia biasa yang jauh dari pendahulu SFTH. cuma mencoba berbagi cerita disini. Cerita sangat berhubungan dengan kehidupan masyarkat pada umunya. Dan saya tidak punya apa2 kecuali tekad. Cerita dari ane sendiri sebagai pelaku utama. Nama tokoh dsni saya samarkan demi keamanan dan privacy.
Spoiler for Index:
Diubah oleh secret.adm14 22-02-2017 14:37
anasabila memberi reputasi
1
8.7K
43
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
secret.adm14
#27
Anak angkat
Hari selanjutnya kesekolah berjalan seperti biasa. Sampai suatu ketika ujian matematika dadakan menggunakan selembar kertas. Setelah ujian selesai saat itu juga Bu Siti mengoreksi hasil ujian kita.
Hati yang asalnya berdebar langsung aman dan tentram mendengar kata itu yang terucap dan masih bersyukur. Gw masih tertunduk saja saat itu tapi yang pasti senyum Rika katika gw balik menuju bangku menambah adem hati. Sebelum perjalanan Bu Siti sempat berbisik, " Jam istirahat temui saya diruang waka kesiswaan". Jawab gw hanya mengangguk dan langsung duduk kembali. Tet tet tet !!! Bel istirahat berbunyi dan kemudian langsung gw menuju ruang waka dengan perasaan yang tidak karuan.
Setelah itu gw masuk kelas untuk melanjutkan mata pelajaran yang tersisa. Tak terasa bel pulang berbunyi dan saat merapikan tas dan saat persiapan untuk pulang tiba-tiba rika menyapa
Setelah itu HP rika berbunyi dan dapat kabar bahwa tante titik sudah di depan. Kemudian dia pamit pulang dan kita ambil tas ke kelas dahulu dan disana tentu saja pelo sudah di depan kelas tapi kali ini sudah menggunakan baju olahraga setelah ekskul.
Setelah itu kita ke parkiran untuk periapan pulang. Tapi ketika sampai disana gw melihat salah satu senior sedang tawuran. Karena memang parkiran kita didepan sekolah bukan di area sekolah dan saat itu keadaan sekolah memang sudah dalam keadaan sepi. Tapi apabila diperhatikan ini bukan tawuran tapi pengeroyokan karena 1 lawan 10.
Setelah iu beberapa temen tampang berandal pada dateng, gw yakin ini temen2 horosi kelas 3 nih pasti. Tapi dari situ juga terdapat teman-teman kampung daerah sekitar sekolah yang berkumpul.
Setelah itu gw dan pelo balik. dirumah sebelum emak gw pulang langsung gw obati luka pakai air anget dan kain. Takut emak ngomel kalau tau anaknya kayak gini. Sore emak pulang yasudah lah bisa ditebak. Sampai budek kuping denger ceramah emak tiada henti walaupun sudah gw jelasin semua panjang lebar. Malamnya gw ajak pelo jelasin kedepan emak, bgtu sebaliknya gw diminta jelasin ke Pak Widodo tentang apa yang terjadi. Akhirnya mereka mau menerima penjelasan kita
Hari selanjutnya kesekolah berjalan seperti biasa. Sampai suatu ketika ujian matematika dadakan menggunakan selembar kertas. Setelah ujian selesai saat itu juga Bu Siti mengoreksi hasil ujian kita.
Quote:
Hati yang asalnya berdebar langsung aman dan tentram mendengar kata itu yang terucap dan masih bersyukur. Gw masih tertunduk saja saat itu tapi yang pasti senyum Rika katika gw balik menuju bangku menambah adem hati. Sebelum perjalanan Bu Siti sempat berbisik, " Jam istirahat temui saya diruang waka kesiswaan". Jawab gw hanya mengangguk dan langsung duduk kembali. Tet tet tet !!! Bel istirahat berbunyi dan kemudian langsung gw menuju ruang waka dengan perasaan yang tidak karuan.
Quote:
Setelah itu gw masuk kelas untuk melanjutkan mata pelajaran yang tersisa. Tak terasa bel pulang berbunyi dan saat merapikan tas dan saat persiapan untuk pulang tiba-tiba rika menyapa
Quote:
Setelah itu HP rika berbunyi dan dapat kabar bahwa tante titik sudah di depan. Kemudian dia pamit pulang dan kita ambil tas ke kelas dahulu dan disana tentu saja pelo sudah di depan kelas tapi kali ini sudah menggunakan baju olahraga setelah ekskul.
Quote:
Setelah itu kita ke parkiran untuk periapan pulang. Tapi ketika sampai disana gw melihat salah satu senior sedang tawuran. Karena memang parkiran kita didepan sekolah bukan di area sekolah dan saat itu keadaan sekolah memang sudah dalam keadaan sepi. Tapi apabila diperhatikan ini bukan tawuran tapi pengeroyokan karena 1 lawan 10.
Quote:
Setelah iu beberapa temen tampang berandal pada dateng, gw yakin ini temen2 horosi kelas 3 nih pasti. Tapi dari situ juga terdapat teman-teman kampung daerah sekitar sekolah yang berkumpul.
Quote:
Setelah itu gw dan pelo balik. dirumah sebelum emak gw pulang langsung gw obati luka pakai air anget dan kain. Takut emak ngomel kalau tau anaknya kayak gini. Sore emak pulang yasudah lah bisa ditebak. Sampai budek kuping denger ceramah emak tiada henti walaupun sudah gw jelasin semua panjang lebar. Malamnya gw ajak pelo jelasin kedepan emak, bgtu sebaliknya gw diminta jelasin ke Pak Widodo tentang apa yang terjadi. Akhirnya mereka mau menerima penjelasan kita
0
. karena memang saat itu gw gak pernah ke kantin dan lebih memilih untuk membawa bekal dari rumah biar tidak habis banyak uang. Karena uang saku gw saat itu cuma cukup untuk beli minum 2 porsi. kalau makan tidak cukup.
