- Beranda
- Stories from the Heart
[TAMAT] Saat Senja Tiba
...
TS
gridseeker
[TAMAT] Saat Senja Tiba
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 333 suara
Siapa tokoh yang menurut agan paling layak dibenci / nyebelin ?
Wulan
20%
Shela
9%
Vino (TS)
71%
Diubah oleh gridseeker 04-07-2017 19:00
afrizal7209787 dan 31 lainnya memberi reputasi
32
1.4M
5.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
gridseeker
#2869
Part 71
“Dan dua-duanya juga masuk rumah sakit. Itu belum termasuk para temennya pas SMU yang udah dia perlakukan serupa. “ kata Tio lagi.
“Kalo yang pas SMU Shela kemaren udah cerita kok mas. “ kata ane.
“Kalo gitu kamu udah tahu kan gimana sebenarnya pacar kamu ini ? ´tanya Tio.
Ane nggak menjawab, lalu duduk di sebelah kiri Shela, yang sejak tadi cuma diem tertunduk. Ane sebenarnya nggak tega lihat dia dimarahi sama Tio, tapi ya apa daya, ane nggak berani membela Shela secara frontal di depan kakaknya, apalagi semua yang dikatakan Tio sepertinya benar.
“Dia itu kecentilan, gampang banget dideketin sama cowok. “ jawab Tio dengan ketus.
“Sebenarnya aku nggak apa-apa dia mau pacaran berapa kali, cuma masalahnya tiap dia dapet cowok ujung-ujungnya selalu jadi musibah. “ lanjut Tio.
“Udah nggak terhitung berapa puluh juta yang udah dikeluarkan buat biaya rumah sakit semua korban-korban dia. Bahkan yang terakhir dia nyaris dipenjara kalo saja aku nggak turun tangan membujuk keluarga si cowok buat mencabut laporan. “ kata Tio lagi.
“Tapi tetep aja aku harus jual motorku buat biaya rumah sakit si cowok dan adiknya yang dia jotos. “
“Maafkan aku bang… “ kata Shela lirih.
“Aku janji nggak akan ngulanginya lagi. “ kata Shela sambil terisak. Waduh Shela sampai nangis.
“Halah selalu aja gitu, pake nangis, bilang nyesel… “ jawab Tio ketus.
“Udahlah mas, Shela sepertinya udah bener-bener nyesel, jangan dimarahi lagi. “ kata ane pelan-pelan, berusaha membela Shela.
“Aku sebenarnya nggak mau marah-marah, tapi dia udah keterlaluan. Dia udah berjanji nggak akan pacaran lagi minimal sampai skripsi, tapi kamu lihat kan ? Dia ternyata udah bohongi aku. “ kata Tio sambil mengadahkan tangan ke samping.
Shela nggak menjawab, malah menangis tersedu-sedu di pelukan ane. Ane hanya bisa mengelus-elus rambutnya, ya meskipun rada metal, Shela kan cewek, perasaannya lebih halus, pasti dia sedih kalau dimarahi terus menerus. Tapi emang wajar kalo Tio sampai marah besar, rupanya selama ini dia juga kena imbas masalah yang ditimbulkan akibat kelakuan Shela.
“Mungkin Shela dulunya kelakuannya seperti itu mas, tapi dia sebenarnya baik kok, buktinya dia bisa jadi guru les disini. Semua murid-muridnya suka sama dia, termasuk adik saya. “ kata ane.
“Iya aku juga tahu, Shela sebenarnya anaknya ramah pada siapa aja, dan gampang bergaul. Di rumah dia juga akrab sama anak-anak tetangga. Dia termasuk cewek yang sayang sama anak kecil, tapi ya itu… kalau udah menyangkut urusan asmara, heehhhhh… “ jawab Tio sambil menggelengkan kepala.
“Yah mau gimana lagi, kalian udah berpacaran kan ? Nggak mungkin aku nyuruh kalian putus. Cuma kalo sampai bapak sama ibu tahu, kamu pasti bakal dapet masalah besar, Shel. “ lanjut Tio.
Mendengar ancaman Tio, Shela semakin kenceng nangisnya di pelukan ane. Waduh, sepertinya masalahnya jauh lebih besar dibanding perkiraan ane.
“Udahlah nggak usah nangis, kayak anak kecil aja. “ kata Tio.
“Tolong bang, jangan bilang ke bapak sama ibu, aku mohon bang… “ pinta Shela sambil sesenggukan. Tio cuma menghela napas mendengar rengekan Shela.
“Baik, tapi inget, kalau kamu bikin masalah lagi, aku nggak akan membantu. “ kata Tio ke Shela.
“Makasih bang. “ jawab Shela terisak sambil menyeka air matanya.
“Mas, lama banget sih ? Udah hampir setengah delapan lho !! “ tiba-tiba seorang cewek memakai baju terusan panjang berjalan menghampiri kami bertiga.
“Oh iya, sorry sorry. “ jawab Tio sambil melihat jam tangannya.
“Dia istriku. Tadi aku suruh menunggu di fried chicken depan. “ kata Tio sambil tersenyum. Lhooo… ternyata Tio udah kimpoi eh.. nikah ?
“Sini Ta, kenalin ini Vino, pacarnya adik ipar kamu. “ kata Tio memanggil cewek tersebut, yang langsung tersenyum ramah melihat ane.
“Anita. “ kata cewek tersebut sambil mengulurkan tangan ke ane.
“Alvino. “ jawab ane membalas menjabat tangan cewek itu, eh Anita.
Kalo dilihat-lihat sih istrinya Tio lumayan cakep, bodynya juga, tapi kalo dibandingin sama Shela, jelas masih kalah telak, apalagi sama Wulan, widih, jauh banget men..!! Yah elah malah inget Wulan.
“Lho kok kamu nangis ? Kenapa Shel ? “ tanya Anita ke Shela yang masih sesenggukan.
“Alaa udah biarin aja, paling ntar juga ketawa-ketawi lagi. “ kata Tio.
“Pasti habis kamu marahi ya mas ? Kasihan kan sampai nangis gini. “ jawab Anita.
“Udahlah, nggak papa. Yuk kita berangkat. “ kata Tio sambil beranjak berdiri.
“Ada acara kemana mas ? “ tanya ane sok basa basi.
“Biasalah. Mau kontrol si jabang bayi. “ jawab Tio tersenyum sambil mengelus perutnya Anita. Waduh, tokcer juga si Tio, batin ane.
"Lho udah berapa bulan ? " tanya ane.
"Yaa sekitar empat minggu. Iya kan Ta ? " tanya Tio ke Anita yang mengangguk pelan.
"Wah selamat ya mas, semoga bayinya sehat. " kata ane.
"Makasih. " jawab Tio tersenyum senang.
“Shel, aku pergi dulu ya. “ kata Tio sembari mencium kening Shela yang masih menangis.
“Maafkan aku ya bang. “ jawab Shela sesenggukan.
“Iya iya. “ jawab Tio sambil mengusap-usap rambut Shela.
“Duluan ya Shel, Vino. “ kata Anita sembari melambaikan tangan yang diikuti oleh Tio yang berjalan di belakangnya.
Ane berdiri menatap mereka berdua pergi keluar aula, sedangkan Shela masih duduk di bangku dan masih sesenggukan. Karena suasana aula yang sepi, samar-samar ane bisa mendengar suara deru mobilnya Tio meninggalkan parkiran. Setelah suara mobil Tio benar-benar menghilang, tiba-tiba ….. DUKKK !!! seperti ada benda keras yang membentur betis ane keras sekali.
“Duhh !!! Apaan sih kok kamu nendang aku ?! “ tanya ane sewot ke Shela yang udah berdiri di samping ane dengan muka cemberut dan mata masih sembab.
“Gara-gara kamu aku jadi dimarahi sama Mas Tio !! “ kata Shela dengan nada marah.
“Kok aku yang disalahin ?! “ protes ane.
“Pake ngeles lagi !! Aku kan udah suruh kamu datang jam setengah delapan, kenapa malah kesini jam tujuh ?!! “ tanya Shela makin marah.
"Ya mana aku tahu kakakmu kesini Shel, dan aku kan juga nggak tahu kalo dia nggak suka kamu pacaran. " jawab ane membela diri.
"Aku tuh rencananya mau pelan-pelan kasih tau Mas Tio kalau kita pacaran biar dia nggak marah, tapi kamunya malah duluan kesini, kan kesannya aku yang udah bohongin dia. " jawab Shela ketus.
"Iya iyaa, maafkan aku ya say. " kata ane seraya merangkul pundak Shela, yang cuma diem aja sambil memandang ke luar aula.
"Say, maafkan aku ya ? " tanya ane, tapi Shela lagi-lagi cuma diem.
"Kamu jangan ngambek gini dong, iya aku ngaku salah. Kamu mau kan maafkan aku ? " ane nggak menyerah membujuk sang tuan putri yang masih ngambek.
"Aku nggak peduli seperti apa masa lalu kamu, yang jelas aku tetep sayang sama kamu. " kata ane sembari memegang tangan Shela dan lalu menciumnya.
Shela lagi-lagi nggak menjawab, tapi dia memandang ane sambil tersenyum manis. Oh my.. Shela cantik banget kalau tersenyum, ya cuma kalo dibanding senyumnya Wulan ya masih kalah satu tingkat. Yaaah Wulan lagi.
"Kamu mau ngapain Vin ? " tanya Shela melihat ane mendekatkan wajah.
"Masa nggak tahu ? " kata ane.
"Yee ternyata kamu menghibur ada maunya ya. " kata Shela tersenyum kecut.
"Lho ini juga termasuk menghibur kok. " kata ane sembari memegang dagunya Shela dan mendekatkan bibir ane ke bibirnya, dan Shela sepertinya udah pasrah.
Hahah.. pasti kali ini berhasil... pasti... heheheheheeee...
Sorry ya guys, disambung nanti, eh nggak besok ding
soalnya ane mau ngasih makan kucing ane
“Kalo yang pas SMU Shela kemaren udah cerita kok mas. “ kata ane.
“Kalo gitu kamu udah tahu kan gimana sebenarnya pacar kamu ini ? ´tanya Tio.
Ane nggak menjawab, lalu duduk di sebelah kiri Shela, yang sejak tadi cuma diem tertunduk. Ane sebenarnya nggak tega lihat dia dimarahi sama Tio, tapi ya apa daya, ane nggak berani membela Shela secara frontal di depan kakaknya, apalagi semua yang dikatakan Tio sepertinya benar.
“Dia itu kecentilan, gampang banget dideketin sama cowok. “ jawab Tio dengan ketus.
“Sebenarnya aku nggak apa-apa dia mau pacaran berapa kali, cuma masalahnya tiap dia dapet cowok ujung-ujungnya selalu jadi musibah. “ lanjut Tio.
“Udah nggak terhitung berapa puluh juta yang udah dikeluarkan buat biaya rumah sakit semua korban-korban dia. Bahkan yang terakhir dia nyaris dipenjara kalo saja aku nggak turun tangan membujuk keluarga si cowok buat mencabut laporan. “ kata Tio lagi.
“Tapi tetep aja aku harus jual motorku buat biaya rumah sakit si cowok dan adiknya yang dia jotos. “
“Maafkan aku bang… “ kata Shela lirih.
“Aku janji nggak akan ngulanginya lagi. “ kata Shela sambil terisak. Waduh Shela sampai nangis.
“Halah selalu aja gitu, pake nangis, bilang nyesel… “ jawab Tio ketus.
“Udahlah mas, Shela sepertinya udah bener-bener nyesel, jangan dimarahi lagi. “ kata ane pelan-pelan, berusaha membela Shela.
“Aku sebenarnya nggak mau marah-marah, tapi dia udah keterlaluan. Dia udah berjanji nggak akan pacaran lagi minimal sampai skripsi, tapi kamu lihat kan ? Dia ternyata udah bohongi aku. “ kata Tio sambil mengadahkan tangan ke samping.
Shela nggak menjawab, malah menangis tersedu-sedu di pelukan ane. Ane hanya bisa mengelus-elus rambutnya, ya meskipun rada metal, Shela kan cewek, perasaannya lebih halus, pasti dia sedih kalau dimarahi terus menerus. Tapi emang wajar kalo Tio sampai marah besar, rupanya selama ini dia juga kena imbas masalah yang ditimbulkan akibat kelakuan Shela.
“Mungkin Shela dulunya kelakuannya seperti itu mas, tapi dia sebenarnya baik kok, buktinya dia bisa jadi guru les disini. Semua murid-muridnya suka sama dia, termasuk adik saya. “ kata ane.
“Iya aku juga tahu, Shela sebenarnya anaknya ramah pada siapa aja, dan gampang bergaul. Di rumah dia juga akrab sama anak-anak tetangga. Dia termasuk cewek yang sayang sama anak kecil, tapi ya itu… kalau udah menyangkut urusan asmara, heehhhhh… “ jawab Tio sambil menggelengkan kepala.
“Yah mau gimana lagi, kalian udah berpacaran kan ? Nggak mungkin aku nyuruh kalian putus. Cuma kalo sampai bapak sama ibu tahu, kamu pasti bakal dapet masalah besar, Shel. “ lanjut Tio.
Mendengar ancaman Tio, Shela semakin kenceng nangisnya di pelukan ane. Waduh, sepertinya masalahnya jauh lebih besar dibanding perkiraan ane.
“Udahlah nggak usah nangis, kayak anak kecil aja. “ kata Tio.
“Tolong bang, jangan bilang ke bapak sama ibu, aku mohon bang… “ pinta Shela sambil sesenggukan. Tio cuma menghela napas mendengar rengekan Shela.
“Baik, tapi inget, kalau kamu bikin masalah lagi, aku nggak akan membantu. “ kata Tio ke Shela.
“Makasih bang. “ jawab Shela terisak sambil menyeka air matanya.
“Mas, lama banget sih ? Udah hampir setengah delapan lho !! “ tiba-tiba seorang cewek memakai baju terusan panjang berjalan menghampiri kami bertiga.
“Oh iya, sorry sorry. “ jawab Tio sambil melihat jam tangannya.
“Dia istriku. Tadi aku suruh menunggu di fried chicken depan. “ kata Tio sambil tersenyum. Lhooo… ternyata Tio udah kimpoi eh.. nikah ?
“Sini Ta, kenalin ini Vino, pacarnya adik ipar kamu. “ kata Tio memanggil cewek tersebut, yang langsung tersenyum ramah melihat ane.
“Anita. “ kata cewek tersebut sambil mengulurkan tangan ke ane.
“Alvino. “ jawab ane membalas menjabat tangan cewek itu, eh Anita.
Kalo dilihat-lihat sih istrinya Tio lumayan cakep, bodynya juga, tapi kalo dibandingin sama Shela, jelas masih kalah telak, apalagi sama Wulan, widih, jauh banget men..!! Yah elah malah inget Wulan.
“Lho kok kamu nangis ? Kenapa Shel ? “ tanya Anita ke Shela yang masih sesenggukan.
“Alaa udah biarin aja, paling ntar juga ketawa-ketawi lagi. “ kata Tio.
“Pasti habis kamu marahi ya mas ? Kasihan kan sampai nangis gini. “ jawab Anita.
“Udahlah, nggak papa. Yuk kita berangkat. “ kata Tio sambil beranjak berdiri.
“Ada acara kemana mas ? “ tanya ane sok basa basi.
“Biasalah. Mau kontrol si jabang bayi. “ jawab Tio tersenyum sambil mengelus perutnya Anita. Waduh, tokcer juga si Tio, batin ane.
"Lho udah berapa bulan ? " tanya ane.
"Yaa sekitar empat minggu. Iya kan Ta ? " tanya Tio ke Anita yang mengangguk pelan.
"Wah selamat ya mas, semoga bayinya sehat. " kata ane.
"Makasih. " jawab Tio tersenyum senang.
“Shel, aku pergi dulu ya. “ kata Tio sembari mencium kening Shela yang masih menangis.
“Maafkan aku ya bang. “ jawab Shela sesenggukan.
“Iya iya. “ jawab Tio sambil mengusap-usap rambut Shela.
“Duluan ya Shel, Vino. “ kata Anita sembari melambaikan tangan yang diikuti oleh Tio yang berjalan di belakangnya.
Ane berdiri menatap mereka berdua pergi keluar aula, sedangkan Shela masih duduk di bangku dan masih sesenggukan. Karena suasana aula yang sepi, samar-samar ane bisa mendengar suara deru mobilnya Tio meninggalkan parkiran. Setelah suara mobil Tio benar-benar menghilang, tiba-tiba ….. DUKKK !!! seperti ada benda keras yang membentur betis ane keras sekali.
“Duhh !!! Apaan sih kok kamu nendang aku ?! “ tanya ane sewot ke Shela yang udah berdiri di samping ane dengan muka cemberut dan mata masih sembab.
“Gara-gara kamu aku jadi dimarahi sama Mas Tio !! “ kata Shela dengan nada marah.
“Kok aku yang disalahin ?! “ protes ane.
“Pake ngeles lagi !! Aku kan udah suruh kamu datang jam setengah delapan, kenapa malah kesini jam tujuh ?!! “ tanya Shela makin marah.
"Ya mana aku tahu kakakmu kesini Shel, dan aku kan juga nggak tahu kalo dia nggak suka kamu pacaran. " jawab ane membela diri.
"Aku tuh rencananya mau pelan-pelan kasih tau Mas Tio kalau kita pacaran biar dia nggak marah, tapi kamunya malah duluan kesini, kan kesannya aku yang udah bohongin dia. " jawab Shela ketus.
"Iya iyaa, maafkan aku ya say. " kata ane seraya merangkul pundak Shela, yang cuma diem aja sambil memandang ke luar aula.
"Say, maafkan aku ya ? " tanya ane, tapi Shela lagi-lagi cuma diem.
"Kamu jangan ngambek gini dong, iya aku ngaku salah. Kamu mau kan maafkan aku ? " ane nggak menyerah membujuk sang tuan putri yang masih ngambek.
"Aku nggak peduli seperti apa masa lalu kamu, yang jelas aku tetep sayang sama kamu. " kata ane sembari memegang tangan Shela dan lalu menciumnya.
Shela lagi-lagi nggak menjawab, tapi dia memandang ane sambil tersenyum manis. Oh my.. Shela cantik banget kalau tersenyum, ya cuma kalo dibanding senyumnya Wulan ya masih kalah satu tingkat. Yaaah Wulan lagi.
"Kamu mau ngapain Vin ? " tanya Shela melihat ane mendekatkan wajah.
"Masa nggak tahu ? " kata ane.
"Yee ternyata kamu menghibur ada maunya ya. " kata Shela tersenyum kecut.
"Lho ini juga termasuk menghibur kok. " kata ane sembari memegang dagunya Shela dan mendekatkan bibir ane ke bibirnya, dan Shela sepertinya udah pasrah.
Hahah.. pasti kali ini berhasil... pasti... heheheheheeee...
Sorry ya guys, disambung nanti, eh nggak besok ding

soalnya ane mau ngasih makan kucing ane

jenggalasunyi dan 7 lainnya memberi reputasi
4
![[TAMAT] Saat Senja Tiba](https://s.kaskus.id/images/2017/05/28/9056684_20170528125804.jpg)
Setelah sekian lama jadi SR di forum SFTH ane memberanikan menyusun cerita ini. Sebenarnya cerita ini sudah lama ane pendam bertahun-tahun, meski begitu cerita ini sempat ane posting disini pake ID lain tapi dalam format plesetan komedi karena ane nggak PD kalau membikin versi real/sesungguhnya.
Pokoknya just enjoy the story hehe biar sama-sama enak
Dan karena ane masih nubi disini mohon maaf jika terjadi banyak kesalahan ya gan