♠
If you don't know where you want to go, then it doesn't matter which path you take
Quote:
Hari-hari ku berbeda dibanding dari sebelumnya, ada seorang anak lelaki yang sudah membuat ku mengetahui apa rasanya dicintai dan diperhatikan, seseorang yang membuatku melupakan masa lalu yang seharusnya seudah sejak lama ku buang, seseorang yang membuat ku bersemangat ketika pagi hari datang untuk berangkat kesekolah, dan seseorang yang dengan tingkah anehnya membuat ku tertawa, seseorang yang sangat ku sayangi, karna ia lah hidupku kembali berwarna, tanpa mengkhawatirkan hal-hal yang membuatku tertekan, seseorang yang selalu ada untuk ku, tanpa memikirkan dirinya. Seseorang bernama Dira.
Seperti pagi ini, saat aku sedang menikmati lontong sayur khas bu etin yang menjadi langgananku ketika dipasar, aku dikejutkan oleh kedatangannya saat subuh, ini masih jam 5 pagi, ia sudah berdiri tepat dihadapanku lengkap dengan seragam dan tas sekolah nya, bahkan aku saja masih menggunakan baju rumah, dan ia tertawa tidak jelas seperti orang hilang ditengah kerumunan pasar saat ini.
jujur aku senang melihat nya, rasanya ingin aku peluk seketika itu juga, namun aku masih sadar, aku bahkan belum mandi dan mungkin masih ada bekas pulau di pipiku. tanpa canggung ia duduk di kursi plastik di emperan toko ini dan berbincang dengan bu etin. ah kenapa tak kutawari sarapan disini saja?
Satu hal yang tak ku suka darinya, Ia Terlalu Baik kepada semua Orang!!(sak karepmu wes)
Bahkan kadang ia suka membuatku salah paham, aku pikir ia terlalu santai dan bikin kesal sendiri, dan jawabannya setiap aku tanya pasti sama dan membuat ku ingin menarik mulutnya sampai lepas, yang bahkan mungkin sampai saat ini masih membuat emosi orang yang mendengarnya, (Maanaa Adaa aku kaya gitu).
Tetapi yang aku suka darinya adalah sikap nya yang penurut ketika aku meminta sesuatu hingga terkesan memaksa, ia tak pernah mengeluh atau protes. bahkan permintaanku untuk tak jajan kekantin selama istirahat pertama pun disanggupinya, ya sebenarnya aku tahu, beberapa kali ia memandang keluar jendela melihat anak2 lain yang bermain dilapangan seperti seekor anak kecil yang menginginkan tas di sebuah etalase kaca toko..
Aku sangat Menyayangimu...
Hari ini Aku kedatangan tamu yang membuatku senang sekaligus sedih, ayah dira datang kerumah bersama seorang guru BK disekolah, hasil seleksi yang aku jalani beberapa waktu lalu telah keluar, dan aku terpilih. itu artinya kesempatanku untuk mendapatkan beasiswa dan tak menyusahkan ibu pun akan terwujud, namun itu berarti waktu ku bersama dira hanya tinggal sampai ujian nasional, dan yang semakin membuatku berat adalah, om menyuruhku untuk tidak memberitahukan hal ini kepada siapapun, termasuk dira. Apa Alasannya?
aku sendiri tak tahu, apakah om ingin mengetesku apa aku benar2 siap atau masih ragu, entahlah akupun tak tahu
3 bulan hingga waktu kelulusan, beberapakali aku memancing dira dengan pertanyaan yang sama, mau kemana ia setelah lulus nanti? namun ia hanya menjawab "Ikut sama kamu".
Kamu tau dira? aku akan pergi jauh.... apa kamu sanggup mengikuti ku?
aku ingin sekali mengatakan kepadanya kalau aku tak ingin jauh darinya. tetapi aku hanya bisa memberikan kode dan berharap ia mengerti, namun tidak.. ia menganggap semua perkataanku hanyalah ungkapan rasa sayang biasa.
baiklah kalau perkataan ku tak mampu membuatnya paham, aku akan melakukannya dengan tindakan, aku mulai bersikap layaknya yang saskia sarankan, ya... aku beberapakali meminta nasihat kepada nya agar aku mampu menunjukan rasa sayangku ke dira, bahkan ia dengan senang hati mendegar keluh kesah ku
Maaf ya sas, sebenarnya aku tahu, kamu juga punya perasaan sama dira kan? aku ga bego. tapi tolong sabar ya? cuma sampai ujian sekolah selesai, dan kamu bisa lebih dekat sama dira... karena aku tak tahu, sampai kapan aku akan pergi, sekali saja aku ingin mendapatkan apa yang aku mau, bahkan saat saskia menangis dikelas pun aku tahu, bahwa terjadi sesuatu antara dira dan saskia, Kita hanyalah remaja puber yang sedang berada di tingkat egois yang paling tinggi bukan? dan maaf saskia.... aku egois serta pura2 tak tahu akan hal ini.
Mungkin karena terbawa suasana, atau sedikit paksaan dari nya, kami pun mengungkapkan semua rasa cinta yang kami rasakan, bahkan semua itu "seolah-olah" menjadi ungkapan bahwa aku benar2 menyayanginya... dan ya.. aku merasakan bahwa aku semakin sayang kepadanya dan tak mau kehilangannya. semakin berat aku ingin melepaskannya... aku ingin sekali menolak beasiswa itu saat itu juga ketika bersamanya, tetapi aku kembali sadar. ini bukanlah keputusanku untuk membatalkan beasiswa, karena secara tidak langsung aku telah dikontrak oleh ayah dira. dan aku tak ingin berhutang budi kepada orang lain.
Bahkan setelah hari itu, sikap dira terhadapku semakin manis, ia bahkan tak sungkan untuk mencucapkan kata sayang kepadaku bahkan ketika dikelas, lalu perhatiannya yang mungkin sedikit berlebihan, namun semakin membuatku senang, menjadikanku semakin nyaman.
tetapi, seperti di terbangkan ke angkasa, aku di lepaskan dan dijatuhkan ke bumi oleh dira.
Siang itu, Perasaan ku hancur melihat dira dan anita disana.... berciuman sesaat setelah aku melihat anita, apakah ia sengaja melakukan itu? dan yang pasti dira meresponnya, lututku lemas, buku yang sedang ku pegang pun ku remas dengan erat. dengan langkah yang goyah aku berjalan mendekati dira, mengayunkan buku ini dengan sekuat tenaga ke wajahnya, lalu pergi meninggalkan mereka sesaat setelah mengucapkan sebuah kata kepada anita,
Aku merasa bodoh... semuanya telah ku beri untuk nya, namun ini yang kudapatkan?
aku menangis, mengutuki diriku sendiri, apa selama ini dira membohongiku? apa selama ini dira masih berhubungan dengan anita? apa selama ini dira hanya mempermainkan ku? semua pikiran jahat berputar dikepala ku, aku ceritakan semua nya kepada saskia.
saskia yang memang kurang menyukai anita hampir saja melabraknya, namun setelah kujelaskan, akhirnya ia memutuskan untuk kerumah dira, "meminta Penjelasan" Ucapnya... tetapi aku tak berpikir demikian, pasti ia akan melakukan hal yang tak jauh berbeda daripada yang kulakukan kepada dira,
tetapi tiba2 aku menjadi terpikirkan sesuatu, mungkin ini akan menjadi alasan yang pas untuk menjauhi dira, dan membuatku tak terlalu berat untuk meninggalkan dira. diliputi perasaan kecewa,,
♠
I love you from the deepest of my heart