- Beranda
- Stories from the Heart
Pengalamanku Di Asrama Sekolah (Horor)
...
TS
jp25
Pengalamanku Di Asrama Sekolah (Horor)
Pengalamanku Di Asrama Sekolah
Saya di sini hanya newbie dan berawal dari gemar membaca cerita – cerita dari para suhu, jadi tertarik juga nih buat menceritakan pengalaman saya sendiri untuk dibagi ke agan – agan semua jika ada hal positifnya bisa agan ambil dan jika ada negatifnya bisa agan jadikan pelajaran agar tidak dilakukan yaa ….
Biasanya yang selalu ditanyakan apakah cerita yang saya sajikan ini nyata atau tidak ?? maka akan saya jawab cerita yang saya sajikan ini adalah kisah nyata. Kejadian atau tempat yang saya ceritakan ini saya tidak bisa menyebut nama sekolahnya karena banyak hal yang perlu dipertimbangkan yang pasti yang saya bisa beritahu lokasinya di Kalimantan timur.
Oke saya akan mulai memperkenalkan diri saya, panggil saja saya dengan JP pada saat kejadian itu pada tahun 2015 berawal dari bulan januari sampai juni 2015 di sini saya sebagai Pembina asrama dan sebagai guru di sekolah tersebut jadi sehari hari saya dari pagi sampai siang hari mengajar di sekolah tersebut dan mulai siang hari sampai pagi lagi saya sebagai Pembina asrama. Saya bekerja dengan empat orang Pembina juga yang namanya akan saya ganti untuk menjaga privasi masing – masing, sebut saja yang pertama adalah Pembina yang paling senior bernama Doni lalu pembina selanjutnya bernama Dewo lalu Oji dan saya sendiri JP. Tugas kami sebagai pembina adalah mengawasi anak – anak di asrama dan selalu mengingatkan kegiatan – kegiatan yang harus mereka lakukan bahasanya kami lah yang jadi emak bapaknya ketika di asrama hehehe.
Sekarang saya akan menceritakan tentang lingkungan sekolahnya , sekolah ini adalah sekolah yang menjadi satu lingkungan dengan asrama siswa dan siswi lalu ada juga mushola, gedung serbaguna, beberapa rumah untuk guru dan fasilitas olahraga seperti lapangan futsal dan lapangan basket serta voli. lingkungan sekolah ini sungguh sangat luas , silahkan agan – agan berhayal tentang penggambaran lingkungan sekolah ini, asrama siswa ini terpisah untuk wanita dan pria namun lokasinya berhadapan terpisah sekitar 100 meter dan di tengah – tegahnya ada lapangan futsal , letak sekolah berada di sebelah kiri dari asrama laki – laki sekitar berjarak 100 meter dengan jalan sedikit menanjak dan di sebelah kanan asrama siswa ada gedung untuk tempat makan bersama bagi siswa asrama …
NB.
Butuh masukan dan saran karena saya baru mencoba menulis dan menceritakan pengalaman saya dan pastinya masih sangat banyak kekurangannya dalam penulisan saya.
Serta yang saya ceritakan ini berbentuk pengalaman yang tanpa ada keterkaitan antara cerita yang satu dengan cerita lainnya.

Lanjutannya Gan
ASRAMA
Perkenalan yang Aneh
Bola dan Bayangan
Aku Suka Anak Ini
Suara dan Jari Itu
Suara Di Tengah Malam
Ada yang Hilang
Jangan Pergi
Nasi Kuning
Ada Acara
Mimpi
mimpi 2
anak kecil
anak kecil 2
Boneka
Nenek
Sosok
Mobil Catering
Pingsan
Rombong Sate
Sosok Di Sekolah
Sosok Di Asrama Putri
Diubah oleh jp25 14-09-2017 11:33
minakjinggo007 dan anasabila memberi reputasi
2
63.6K
284
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
jp25
#42
“ Suara dan Jari itu “
Sudah beberapa hari ini asrama terasa tenang dan berjalan seperti biasanya , walaupun tetap masih ada rasa was – was dalam fikiran saya dan memantapkan diri apakah tetap bertahan di sini atau tidak. Karena memang jujur saya masih ragu untuk bertahan dan memang ini pengalaman saya bekerja karena saya baru lulus kuliah, mungkin mental saya yang belum siap teruji dengan beban kerja seperti ini yaitu beban menjadi pembina asrama yang dimana asramanya horror banget penuh dengan gangguan – gangguan dari mahluk yang tak kasat mata.
Sore itu saya duduk di teras asrama ngobrol dengan Pak doni yang sedang beristirahat juga di teras asrama, kebetulan baru selesai memotong rumput di depan asrama dengan mesin pemotong rumput .
“ pak kenapa saya beberapa hari kemarin di ganggu terus ya ? “ saya bertanya ke Pak doni yang lagi duduk bersandar di Pilar teras
“ Mungkin karena mas JP penghuni baru di sini, jadi mereka penasaran hehe “
“ lagian juga di sini mas gak pandang bulu, mau siang mau malam tetap aja diganggu kita “
“ kayak sekarang ini sudah beberapa hari engga ada kejadian – kejadian aneh kan di asrama anak – anak juga gak ada yang di ganggu, itu bukan berarti udah tenang mas JP tapi kondisinya ya memang begini” pak doni menjelaskan ke saya
“ maksudnya kondisinya begini gimana pak ? “ saya sedikit bingung
“ maksudnya ya seperti sekarang, beberapa hari tenang tetapi nanti bisa tiba – tiba kita di sini di ganggu lagi”
“ pernah dulu kalau gak salah sebulan lebih kita tidak di ganggu, bahkan kami dan anak – anak antara merasa lega dan ganjil karena tidak ada gangguan selama sebulan lebih , kami kira udah selesai mereka mengganggu tapi ternyata salah di waktu yang gak di sangka – sangka mereka menggangu lagi mas “ Pak doni menjelaskan ke saya lagi
Duhhh berarti tetap saya gak bisa tenang karena ternyata bisa kapan saja gangguan itu datang lagi kepada kami, dan ternyata benar engga siang engga malam kapan mereka mau menggangu kami maka langsung ada gangguan ….
Skip – skip
Malam harinya setelah melaksanakan kegiatan sepertibiasanya sholat berjamaah di mushola dan makan malam maka saya dan mas oji kembali ke kamar untuk beristirahat , sayapun kembali menanyakan apakah yang di ceritakan sama Pak doni tadi sore itu benar dan ternyata mas oji membenarkan apa yang di ceritakan Pak doni bahwa kondisi di sini memang seperti itu…
Sekarang sudah pukul 22.00 saya tidur duluan sedangkan mas oji masih asik nonton tv, tidak tau malam ini saya ngerasa pengen cepat tidur seperti ingin mengistirahatkan pikiran yang semerawut ini dan sayapun terlelap…..
“ nniiuuuuwwww nniiiuuuuuwwwwww nnniiiiuuuuwwwwww nuuuuwwwwww”
Saya setengah sadar terbangun karena mendengar suara seperti sirine ambulan, saya coba duduk sambil mengucek mata dan mencoba mendengarkan lebih detail lagi, dan yang saya dengarkan masih sama yaitu suara sirine ambulan suara itu berada di luar seperti di depan asrama lebih tepatnya seperti di halaman parkir asrama. Saya langsung membuka gorden jendela buat melihat ke halaman dan saya tidak melihat apapun selain motor – motor siswa terparkir dan saya juga tidak melihat cahaya dari sirine ambulan yang biasanya berwarna merah ayau orange.,,,
Saya coba tenang dan duduk di ranjang lagi sambil berfikir, tidak lama bunyi itu ada lagi benar – benar jelas suaranya di telinga saya, tiba- tiba saya terpikir mungkin ambulan itu ke asrama putri ada siswa putri yang sakit di sana….
“ mass bangun masss, ada ambulan tuu “ saya mencoba membangunkan mas oji yang tertidur
“ hoaamm, ambulan apa mas JP ? ini kan jam 3 pagi ? “ mas oji bangun sambil mengucek mata dan melihat jam dinding
“ ituu maass ada suara ambulan nyaring betul takutnya ada siswa putri yang sakit, ayok kita liat “ saya mencoba mengajak mas oji untuk bangun dan melihat
Saya keluar kamar bersama mas oji, mas oji terlihat setengah sadar tapi tetap berjalan mengikuti saya di samping, kami berjalan menuju ke lantai bawah di temani dengan lorong yang remang – remang. Kamipun menuruni tangga dan langsung menuju pintu asrama dan membuka pintu asramauntuk emlihat keluar dari teras asrama…
“ wuuuusssssssssss” langsung angin malam menghantam bdan kami berdua yang membuat kami bergidik kedinginan sehingga membuat mas oji langsung melek matanya karena merasa dingin
“ duuhhh dinginnya, mana maass ambulan ? di halaman gak ada di depan asrama putri juga gak ada mas JP “ mas oji bertanya sambil menyilakan tangannya di dada karena kedinginan
“ mungkin ambulannya sudah pergi lagi mas oji, ayok kita coba tanyak ke pos satpam di depan “ tiba – tiba saya terpikir mungkin ambulan ini sudah pergi tapi tetap kita harus tau siapa yang sakit karena di asrama putrid ada pembinanya tapi tidak ada laki – laki jadi saying ngeras juga bertanggung jawab sapa tau ada yang bisa di bantu ...
Mas oji pun mengiyakan saya karena kami takutnya urgent, kamipun berjalan menuju ke post satpam, pos satpam ini berada ke arah kanan dari asrama putra dan pos ini berdekatan dengan beberapa rumah guru yang di siapkan. menuju pos ini sekitar 100 meter lebih , kami berjalan berdua di temani cahaya dari HP kami sambil melihat sekitar untuk memastikan jika ada tanda – tanda ambulan atau penghuni asrama putri yang keluar, tapi saya perhatikan pintu asrama putri masih terutup dan sepi sekali, entah karena takut ada sesuatu yang tiba – tiba muncul kami sedikit berlari agar cepat sampai post satpam…
Sesampainya kami di pos satpam kami melihat portal tertutup, kamipun berdua mengetok pintu pos karena satpamnya tidur di dalam pos..
“ Pakk, Pak indroo ini saya JP dan mas oji “ malam itu pak indro yang dapat shift menjaga
Tidak beberapa lama pak indro membukakan pintu pos sambil menggaruk kepalanya dengam wajah yang masih baru bangun tidur.
“ ohhh iya mas ada apa kok malam – malam gini kesini “ pak indro sedikit bingung
“ anuu pak, tadi ambulannya sudah pergi keluar kah pak ? “ saya bertanya ke pak indro
“ haahh, ambulan apa mass? “ pak indro dengan muka bingung
“ itu pak mas JP dengar ada ambulan katanya suaranya kayak ke asrama putri, takutnya ada yang sakit pak “ mas oji membantu menjelaskan
“ ahhhhh mas berdua malam – malam gini aneh – aneh ajaa, kalo memang ada ambulan masuk pasti saya orang pertama yang tau karena sya yang menjaga portal mas, gak mungkin ada ambulan lewat kalo portalnya engga saya buka buat lewat “
“ jeeeddeeerrrrrrr” tiba – tiba rasanya panas badan mendengar penjelasan pak indro karena rasanya takut dan tidak percaya lagi, karena saya dengan jelas mendengar suara itu kira – kira 3 kali
“ masss. Mass JP yakin dengan yang mas dengar ? “ mas oji dengan muka takut bertanya kepada saya
“ beneran masss, sumpah mass saya dengar lebih dari sekali soalnya mass tadi “ saya coba menjelaskan ke mas oji
“ duhhhh mulai lagii daahh inii, pak indro kami berdua numpang tidur ya malam ini di pos “ mas oji meminta izin ke pak indro agar kami menginap di pos dulu sementara sampai besok pagi
Kami sepakat menginap di pos karena kami berdua takut untuk kembali lagi ke asrama hehehe, akhirnya kami berdua tidur dengan duduk karena ruangannya yang tidak cukup sedangkan pak indro kembalitidur di atas tempat tidur matarasnya yang cukup untuk satu orang.
Baru tadi sore saya mendengarkan penjelasan pak doni, malah malamnya saya lagi – lagi dapat gangguan padahal sudah beberapa hari sudah agak tenang saya kira udah cukup gangguan itu datang ternyata mereka masih belum puas mengganggu kami di asrama ini.
Skip-skip
Kami berdua bangun agak kesiangan, saya melihat jam di pos menunjukkan sudah jam 7 pagi saya dan mas oji pun bergegas kembali ke asrama, dalamm perjalanan menuju asrama kami melihat di gedung tempat makan bersama pak doni dan pak dewo sedang mendampingi anak – anak sarapan bersama sebelum ke sekolah, saya dan mas oji langsung berlari menuju ke asrama karena gak enak sama pak dewo dan pak doni karena tidak ikut mendampingi juga serta saya takut juga telat ke sekolah. Kami memasuki asrama ternyata pintu asrama belum di kunci pak doni, kami langsung menuju lantai atas setibanya kami di atas kami mendengar pintu seperti di gedor – gedor dan ada suara orang….
“ dug dug dug, toloonggg toloonggg “ suara itu terdengar di lorong sayap kiri gedung lantai atas
“ kayak suara siswa mas “ mas oji langsung berlari menuju sumber suara
Sayapun mengikuti mas oji berlari menuju arah suara, ternyata suara itu berasal dari kamar yang tida jau dari tangga, kamar nomor 2 dari depan bagian kanan kamipun masuk ke dalam karena pintunya terbuka dan ternyata sumber suara itu dari dalam kamar mandi….
“ woii siapa di dalam “ saya beerteriak karena dari dalam masih memukul – mukul pintu
“ dedi pak dedi, tolong pak tolongg ada tangan “ ternyata suara dedi anak siswa kelas sebelas sambil masih menggedor pintu
“ tolong pak pintunya gak bisa di buka paak, cepatin paak ada jarii “ dedi masi berteriak
Saya dan mas oji mencoba tenang sambil berpikir kenapa sama anak ini kok teriak ada tangan terus teriak lagi ada jari? Laah kan kalo ada tangan udah pasti ada jarinya, saya sekilas berfikir gak jelas kayak gitu hehehe…
“ cepaattt paak tolong bukain, ampuunn pakkkk “ dedi masi berteriak dari dalam sambil menggedor – gedor pintu
“ mas JP gimana ini apa kita dobrak aja “ mas oji bertanya kepada saya untuk membuka pintu WC ini
“ mass gak usah di dobrak, kan wc di sini pake kunci grendel dari dalam kayak pintu kamar tidur “ saya ingat kalo wc ini kuncinya dari dalem model grendel
“ deedd, dediii tenang dulu, kamu liat grendel kunci pintu yang di dalam kamu geser dulu baru tebuka pintunya “ mas oji meneriaki dedi
Gak berapa lama dari mas oji teriak tiba – tiba pintu terbuka dengan keraslalu dedi keluar sambil berlari ke arah belakang kami dengan hanya memakai kolor….
“ heeyy heyyy kamu kenapa ded “ saya mencoba menenangkan dia
“ ituuuu pakkk ituuu di lobang pembuangan air yang di lantai ada jariiii “ dedi mencoba menjelaskan sambil tersengal sengal karena takut capek dan gugup kayaknya
Mas ojipun pelan – pelan masuk dan mencoba melihat ke dalam kamar mandi dan memperhatikan lobang pembuangan air yang di lantai tidak ada apa – apa….
“ engga ada apa – apa deeed “ udah kamu duduk minum air putih dulu biar tenang “ mas oji coba menenangkan dedi
“ terus tangannya yang kamu liat ada di mana ded ? “ saya mencoba bertanya karena penasaran
“ engga ada pak , tadi saya salah ngomong maksud saya jari bukan tangan pak “ dedi menjawab saya masih dengan ekspresi takut dan syok
Ternyata tadi dia bilang tangan itu karena saking takutnya dan bingung yang di liat jari malah di bilang tangan, setelah tenang dedipun bercerita kepada saya dan mas oji soal kejadian tadi….
Ternyata dia ini di kamar mandi paling terakhir di banding teman – teman sekamarnya karena dia ngerjakan tugas sekolah dulu baru mandi, stelah selesai mengerjakan tugas baru dedi ini mandi sedangkan teman - teman sekamarnya udah siap buat berangkat ke sekolah dan sarapan dulu. Jadi akhirnya pas dedi lagi baru mandi teman – temannya sudah duluan turun dan keluar asrama buat sarapan……
Kata dedi awalnya biasa aja dia mandi , setelah mau selesai mandi dia handukan dan memakai kolor tiba – tiba di lantai wc itu bunyi “ kreettt kreetek kreetek “ secara reflek dedi menundukkan kepala mencari arah suara, dan tidak berapa lama dia melihat dari dalam lubang pembuangan air pelan – pelan keluar satu jari manusiaaaa, iyaaa persis sekali jari manusia kata dedi…
Warna kuku jari itu biruu kegelapan seperti kuku jari yang habis terbentur benda keras dengan kulit jari yang puuucaattt banget, ternyata tidak sampai di situ aja tidak seberapa lama keluar lagi dua jarii dari dalam lubang itu ibaratkan jari telunjuk jari tengah dan jari manis yang keluar dari dalam lubang itu sambil bergerak – gera seperti ingin keluar dari dalam lubang itu….
Dedipun berteriak – teriak tapi tidak ada yang mendengar karena yang lainnya sudah pada keluar asrama, dia berini siatif bua melemparkan gayung ke ara jari itu tapi tidak berpengaruh apa – apa, malah jari – jari itu makin agresif bergerak ingin keluar dari lubang itu….
“ sayaa takut banget paakk “ tiba – tiba dedi pingsan dan saya tahan badannya, dingiin sekali badannya saat saya tahan
Sudah beberapa hari ini asrama terasa tenang dan berjalan seperti biasanya , walaupun tetap masih ada rasa was – was dalam fikiran saya dan memantapkan diri apakah tetap bertahan di sini atau tidak. Karena memang jujur saya masih ragu untuk bertahan dan memang ini pengalaman saya bekerja karena saya baru lulus kuliah, mungkin mental saya yang belum siap teruji dengan beban kerja seperti ini yaitu beban menjadi pembina asrama yang dimana asramanya horror banget penuh dengan gangguan – gangguan dari mahluk yang tak kasat mata.
Sore itu saya duduk di teras asrama ngobrol dengan Pak doni yang sedang beristirahat juga di teras asrama, kebetulan baru selesai memotong rumput di depan asrama dengan mesin pemotong rumput .
“ pak kenapa saya beberapa hari kemarin di ganggu terus ya ? “ saya bertanya ke Pak doni yang lagi duduk bersandar di Pilar teras
“ Mungkin karena mas JP penghuni baru di sini, jadi mereka penasaran hehe “
“ lagian juga di sini mas gak pandang bulu, mau siang mau malam tetap aja diganggu kita “
“ kayak sekarang ini sudah beberapa hari engga ada kejadian – kejadian aneh kan di asrama anak – anak juga gak ada yang di ganggu, itu bukan berarti udah tenang mas JP tapi kondisinya ya memang begini” pak doni menjelaskan ke saya
“ maksudnya kondisinya begini gimana pak ? “ saya sedikit bingung
“ maksudnya ya seperti sekarang, beberapa hari tenang tetapi nanti bisa tiba – tiba kita di sini di ganggu lagi”
“ pernah dulu kalau gak salah sebulan lebih kita tidak di ganggu, bahkan kami dan anak – anak antara merasa lega dan ganjil karena tidak ada gangguan selama sebulan lebih , kami kira udah selesai mereka mengganggu tapi ternyata salah di waktu yang gak di sangka – sangka mereka menggangu lagi mas “ Pak doni menjelaskan ke saya lagi
Duhhh berarti tetap saya gak bisa tenang karena ternyata bisa kapan saja gangguan itu datang lagi kepada kami, dan ternyata benar engga siang engga malam kapan mereka mau menggangu kami maka langsung ada gangguan ….
Skip – skip
Malam harinya setelah melaksanakan kegiatan sepertibiasanya sholat berjamaah di mushola dan makan malam maka saya dan mas oji kembali ke kamar untuk beristirahat , sayapun kembali menanyakan apakah yang di ceritakan sama Pak doni tadi sore itu benar dan ternyata mas oji membenarkan apa yang di ceritakan Pak doni bahwa kondisi di sini memang seperti itu…
Sekarang sudah pukul 22.00 saya tidur duluan sedangkan mas oji masih asik nonton tv, tidak tau malam ini saya ngerasa pengen cepat tidur seperti ingin mengistirahatkan pikiran yang semerawut ini dan sayapun terlelap…..
“ nniiuuuuwwww nniiiuuuuuwwwwww nnniiiiuuuuwwwwww nuuuuwwwwww”
Saya setengah sadar terbangun karena mendengar suara seperti sirine ambulan, saya coba duduk sambil mengucek mata dan mencoba mendengarkan lebih detail lagi, dan yang saya dengarkan masih sama yaitu suara sirine ambulan suara itu berada di luar seperti di depan asrama lebih tepatnya seperti di halaman parkir asrama. Saya langsung membuka gorden jendela buat melihat ke halaman dan saya tidak melihat apapun selain motor – motor siswa terparkir dan saya juga tidak melihat cahaya dari sirine ambulan yang biasanya berwarna merah ayau orange.,,,
Saya coba tenang dan duduk di ranjang lagi sambil berfikir, tidak lama bunyi itu ada lagi benar – benar jelas suaranya di telinga saya, tiba- tiba saya terpikir mungkin ambulan itu ke asrama putri ada siswa putri yang sakit di sana….
“ mass bangun masss, ada ambulan tuu “ saya mencoba membangunkan mas oji yang tertidur
“ hoaamm, ambulan apa mas JP ? ini kan jam 3 pagi ? “ mas oji bangun sambil mengucek mata dan melihat jam dinding
“ ituu maass ada suara ambulan nyaring betul takutnya ada siswa putri yang sakit, ayok kita liat “ saya mencoba mengajak mas oji untuk bangun dan melihat
Saya keluar kamar bersama mas oji, mas oji terlihat setengah sadar tapi tetap berjalan mengikuti saya di samping, kami berjalan menuju ke lantai bawah di temani dengan lorong yang remang – remang. Kamipun menuruni tangga dan langsung menuju pintu asrama dan membuka pintu asramauntuk emlihat keluar dari teras asrama…
“ wuuuusssssssssss” langsung angin malam menghantam bdan kami berdua yang membuat kami bergidik kedinginan sehingga membuat mas oji langsung melek matanya karena merasa dingin
“ duuhhh dinginnya, mana maass ambulan ? di halaman gak ada di depan asrama putri juga gak ada mas JP “ mas oji bertanya sambil menyilakan tangannya di dada karena kedinginan
“ mungkin ambulannya sudah pergi lagi mas oji, ayok kita coba tanyak ke pos satpam di depan “ tiba – tiba saya terpikir mungkin ambulan ini sudah pergi tapi tetap kita harus tau siapa yang sakit karena di asrama putrid ada pembinanya tapi tidak ada laki – laki jadi saying ngeras juga bertanggung jawab sapa tau ada yang bisa di bantu ...
Mas oji pun mengiyakan saya karena kami takutnya urgent, kamipun berjalan menuju ke post satpam, pos satpam ini berada ke arah kanan dari asrama putra dan pos ini berdekatan dengan beberapa rumah guru yang di siapkan. menuju pos ini sekitar 100 meter lebih , kami berjalan berdua di temani cahaya dari HP kami sambil melihat sekitar untuk memastikan jika ada tanda – tanda ambulan atau penghuni asrama putri yang keluar, tapi saya perhatikan pintu asrama putri masih terutup dan sepi sekali, entah karena takut ada sesuatu yang tiba – tiba muncul kami sedikit berlari agar cepat sampai post satpam…
Sesampainya kami di pos satpam kami melihat portal tertutup, kamipun berdua mengetok pintu pos karena satpamnya tidur di dalam pos..
“ Pakk, Pak indroo ini saya JP dan mas oji “ malam itu pak indro yang dapat shift menjaga
Tidak beberapa lama pak indro membukakan pintu pos sambil menggaruk kepalanya dengam wajah yang masih baru bangun tidur.
“ ohhh iya mas ada apa kok malam – malam gini kesini “ pak indro sedikit bingung
“ anuu pak, tadi ambulannya sudah pergi keluar kah pak ? “ saya bertanya ke pak indro
“ haahh, ambulan apa mass? “ pak indro dengan muka bingung
“ itu pak mas JP dengar ada ambulan katanya suaranya kayak ke asrama putri, takutnya ada yang sakit pak “ mas oji membantu menjelaskan
“ ahhhhh mas berdua malam – malam gini aneh – aneh ajaa, kalo memang ada ambulan masuk pasti saya orang pertama yang tau karena sya yang menjaga portal mas, gak mungkin ada ambulan lewat kalo portalnya engga saya buka buat lewat “
“ jeeeddeeerrrrrrr” tiba – tiba rasanya panas badan mendengar penjelasan pak indro karena rasanya takut dan tidak percaya lagi, karena saya dengan jelas mendengar suara itu kira – kira 3 kali
“ masss. Mass JP yakin dengan yang mas dengar ? “ mas oji dengan muka takut bertanya kepada saya
“ beneran masss, sumpah mass saya dengar lebih dari sekali soalnya mass tadi “ saya coba menjelaskan ke mas oji
“ duhhhh mulai lagii daahh inii, pak indro kami berdua numpang tidur ya malam ini di pos “ mas oji meminta izin ke pak indro agar kami menginap di pos dulu sementara sampai besok pagi
Kami sepakat menginap di pos karena kami berdua takut untuk kembali lagi ke asrama hehehe, akhirnya kami berdua tidur dengan duduk karena ruangannya yang tidak cukup sedangkan pak indro kembalitidur di atas tempat tidur matarasnya yang cukup untuk satu orang.
Baru tadi sore saya mendengarkan penjelasan pak doni, malah malamnya saya lagi – lagi dapat gangguan padahal sudah beberapa hari sudah agak tenang saya kira udah cukup gangguan itu datang ternyata mereka masih belum puas mengganggu kami di asrama ini.
Skip-skip
Kami berdua bangun agak kesiangan, saya melihat jam di pos menunjukkan sudah jam 7 pagi saya dan mas oji pun bergegas kembali ke asrama, dalamm perjalanan menuju asrama kami melihat di gedung tempat makan bersama pak doni dan pak dewo sedang mendampingi anak – anak sarapan bersama sebelum ke sekolah, saya dan mas oji langsung berlari menuju ke asrama karena gak enak sama pak dewo dan pak doni karena tidak ikut mendampingi juga serta saya takut juga telat ke sekolah. Kami memasuki asrama ternyata pintu asrama belum di kunci pak doni, kami langsung menuju lantai atas setibanya kami di atas kami mendengar pintu seperti di gedor – gedor dan ada suara orang….
“ dug dug dug, toloonggg toloonggg “ suara itu terdengar di lorong sayap kiri gedung lantai atas
“ kayak suara siswa mas “ mas oji langsung berlari menuju sumber suara
Sayapun mengikuti mas oji berlari menuju arah suara, ternyata suara itu berasal dari kamar yang tida jau dari tangga, kamar nomor 2 dari depan bagian kanan kamipun masuk ke dalam karena pintunya terbuka dan ternyata sumber suara itu dari dalam kamar mandi….
“ woii siapa di dalam “ saya beerteriak karena dari dalam masih memukul – mukul pintu
“ dedi pak dedi, tolong pak tolongg ada tangan “ ternyata suara dedi anak siswa kelas sebelas sambil masih menggedor pintu
“ tolong pak pintunya gak bisa di buka paak, cepatin paak ada jarii “ dedi masi berteriak
Saya dan mas oji mencoba tenang sambil berpikir kenapa sama anak ini kok teriak ada tangan terus teriak lagi ada jari? Laah kan kalo ada tangan udah pasti ada jarinya, saya sekilas berfikir gak jelas kayak gitu hehehe…
“ cepaattt paak tolong bukain, ampuunn pakkkk “ dedi masi berteriak dari dalam sambil menggedor – gedor pintu
“ mas JP gimana ini apa kita dobrak aja “ mas oji bertanya kepada saya untuk membuka pintu WC ini
“ mass gak usah di dobrak, kan wc di sini pake kunci grendel dari dalam kayak pintu kamar tidur “ saya ingat kalo wc ini kuncinya dari dalem model grendel
“ deedd, dediii tenang dulu, kamu liat grendel kunci pintu yang di dalam kamu geser dulu baru tebuka pintunya “ mas oji meneriaki dedi
Gak berapa lama dari mas oji teriak tiba – tiba pintu terbuka dengan keraslalu dedi keluar sambil berlari ke arah belakang kami dengan hanya memakai kolor….
“ heeyy heyyy kamu kenapa ded “ saya mencoba menenangkan dia
“ ituuuu pakkk ituuu di lobang pembuangan air yang di lantai ada jariiii “ dedi mencoba menjelaskan sambil tersengal sengal karena takut capek dan gugup kayaknya
Mas ojipun pelan – pelan masuk dan mencoba melihat ke dalam kamar mandi dan memperhatikan lobang pembuangan air yang di lantai tidak ada apa – apa….
“ engga ada apa – apa deeed “ udah kamu duduk minum air putih dulu biar tenang “ mas oji coba menenangkan dedi
“ terus tangannya yang kamu liat ada di mana ded ? “ saya mencoba bertanya karena penasaran
“ engga ada pak , tadi saya salah ngomong maksud saya jari bukan tangan pak “ dedi menjawab saya masih dengan ekspresi takut dan syok
Ternyata tadi dia bilang tangan itu karena saking takutnya dan bingung yang di liat jari malah di bilang tangan, setelah tenang dedipun bercerita kepada saya dan mas oji soal kejadian tadi….
Ternyata dia ini di kamar mandi paling terakhir di banding teman – teman sekamarnya karena dia ngerjakan tugas sekolah dulu baru mandi, stelah selesai mengerjakan tugas baru dedi ini mandi sedangkan teman - teman sekamarnya udah siap buat berangkat ke sekolah dan sarapan dulu. Jadi akhirnya pas dedi lagi baru mandi teman – temannya sudah duluan turun dan keluar asrama buat sarapan……
Kata dedi awalnya biasa aja dia mandi , setelah mau selesai mandi dia handukan dan memakai kolor tiba – tiba di lantai wc itu bunyi “ kreettt kreetek kreetek “ secara reflek dedi menundukkan kepala mencari arah suara, dan tidak berapa lama dia melihat dari dalam lubang pembuangan air pelan – pelan keluar satu jari manusiaaaa, iyaaa persis sekali jari manusia kata dedi…
Warna kuku jari itu biruu kegelapan seperti kuku jari yang habis terbentur benda keras dengan kulit jari yang puuucaattt banget, ternyata tidak sampai di situ aja tidak seberapa lama keluar lagi dua jarii dari dalam lubang itu ibaratkan jari telunjuk jari tengah dan jari manis yang keluar dari dalam lubang itu sambil bergerak – gera seperti ingin keluar dari dalam lubang itu….
Dedipun berteriak – teriak tapi tidak ada yang mendengar karena yang lainnya sudah pada keluar asrama, dia berini siatif bua melemparkan gayung ke ara jari itu tapi tidak berpengaruh apa – apa, malah jari – jari itu makin agresif bergerak ingin keluar dari lubang itu….
“ sayaa takut banget paakk “ tiba – tiba dedi pingsan dan saya tahan badannya, dingiin sekali badannya saat saya tahan
0