- Beranda
- Stories from the Heart
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
...
TS
taucolama
Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]
Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for Prolog:
Quote:
Quote:
Yang suka mohon Rate,Komen, Share.Diubah oleh taucolama 28-02-2017 07:49
afrizal7209787 dan 47 lainnya memberi reputasi
42
1M
1.8K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
taucolama
#1556
Roda kehidupan part 3
"Aku akan menjaga anak mu seperti aku menjaga orang orang sebelum kamu": kata sosok wanita itu.
Dan tiba tiba sosok wanita itu hilang. Dan nampak Joko dan Erni menghampiriku.
"Aneh koq wangi melati ya disini padahal ga ada pohon melati disekitar sini": kata Joko.
"Paling ada yang pake parfum melati, ka yang sabar ya kami semua berdoa untuk kesembuhan Viona": kata Erni.
"Makasih ya, kalian tau dari mana Viona kecelakaan": kataku.
"Dari Indri dia bbm aku, eh putranya udah lahir ya bisa liat?": kata Erni.
"Ayo gue anter": kata Joko.
Erni dan Joko pergi melihat putraku. Tak lama Irene datang dan duduk disebelahku.
"Makan dulu": kata Irene.
"Makasih ya": kataku.
"Iya, kamu dan Viona baik sekali sama aku. Pas aku sakit kalian bantu aku. Apapun akan kulakukan untuk balas budi pada kalian": kata Irene.
"Udah ga usah kamu pikirkan balas budi segala, aku hanya minta bantu doa dari kamu agar Viona kembali seperti biasa": kataku.
"Iya, tanpa kamu minta aku selalu doain kamu dan Viona": kata Irene.
Aku memakan roti yang dibawa Irene, pikiranku masih memikirkan keadaan Viona.
"Ka, anakmu putih ya mirip bundanya": kata Erni.
"Eh ka kamu malem nunggu disinikan sama siapa?": kata Joko.
"Iya, aku nunggu sendiri": kataku
"Gue temenin ya, eh Anisa dirumah siapa yang temenin": kata Joko.
"Ada Ibu, aku takut Anisa rewel ga ada bundanya": kataku.
"Ga lah kan ada neneknya": kata Erni.
"Udah mau magrib aku cari musola dulu": kataku.
"Iya ka, aku pamit dulu besok aku balik lagi kesini": kata Erni.
"Iya, Irene kamu pulang bareng Erni aja": kataku.
"Iya aku bareng Erni aja": kata Irene. Aku dan joko pergi mencari mushola. Irene dan Erni pulang.
Singkat cerita setelah ke mushola dan sholat berjamaah, aku dan Joko kembali keruang tunggu ICU. Ada beberapa orang yang sama menunggu kerabatnya yang dirawat di ICU.
Jam besuk malam aku diperbolehkan menemui Viona. Aku memasuki ruang dimana Viona dirawat. Kulihat Viona terbaring belum sadarkan diri dengan beberapa alat yang menempel didirinya. Wajahnya pucat, kupandangi wajah yang bertahun menemaniku. Masih ku ingat ketika ku pergi Viona mencium tanganku, dan tersenyum. Senyum yang selalu kulihat setiap pagi. Kuingat suara lembutnya, harum rambutnya yang menelusup relung hatiku. Kini penyemangat hidupku terbaring tak berdaya. Kukecup lembut keningnya tak terasa air mata menetes. Ku berbisik ditelinganya.."kamu harus sembuh sayang, kedua anak kita butuh kasih sayang bundanya".
Kupegang lembut tangannya. Aku merasa waktu terasa singkat. Belum lama aku bersama Viona waktu besuk sudah habis. Aku mesti keluar dari ruangan ini. Aku merasa waktu bersama Viona begitu berharga.
Aku kembali keruang tunggu Joko duduk disana memainkan hpnya.
"Gimana ka, Viona sudah sadar?": tanya Joko.
Aku hanya menggelengkan kepala.
"Sabar yah ka, semoga Viona sadar secepatnya": kata Joko
"Kalau mau makan makanan ini aja Joko, tadi Irene beliin banyak minumannya juga ada. Aku sholat Isya dulu": kataku
Aku sholat isya. Ketika kembali Joko sudah tertidur dibangku panjang. Aku duduk ada beberapa orang juga tidur dikursi dan sebagian didalam ruang tunggu. Teh Ida menelpon menanyakan keadaan Viona dan minta maaf belum bisa kerumah sakit karena mas Indra belum pulang.
Malam makin larut aku masih tak bisa tidur. Aku mencoba membuka rasa, merasakan keadaan putraku diruang rawat anak. Tiba tiba getaran dari beberapa makhluk terasa. Ah beberapa makhluk ingin berkomunikasi denganku. Kututup inderaku, aku tak mau berurusan dengan makhluk tak kasat mata. Saat ini keluargaku yang utama.
"Ka, lu dorong dorong gue ya": kata Joko tiba tiba.
"Gue kebangun gara gara ada yang dorong badan gue": kata Joko.
"Perasaan kamu aja makanya kalo mau tidur berdoa dulu": kataku.
"Iya ka, gue tidur lagi lu ga tidur": kata Joko.
"Belum ngantuk": kataku.
Dini hari ada salah seorang yang dirawat di ICU meninggal aku sempat kaget, tapi ternyata orang lain. Adzan Subuh terdengar aku segera kemushola. Beres sholat aku lama berdoa memohon kesembuhan Viona dan kesehatan puteraku. Beres sholat aku kembali keruang tunggu. Joko tak ada mungkin lagi sholat. Jam 6 pagi Joko datang membawa kopi dan Roti. Kami pun makan sambil ngopi.
"Ka gue ngimpi didorong dorong ibu ibu, tuh ibu ibu bilang ke gue minggir dia mau lewat": kata Joko.
"Kamu tidur jadi ga tau tadi malem di ICU meninggal dan jenazahnya lewat sini pas dibelakang kamu": kataku.
"Ka, lu nakut nakutin gue aja": kata Joko.
"Emang bener, kamu ga usah takut. Setan aja takut sama kamu": kataku.
"Hahahahaha berarti kamu udah ga sedih bisa ngebully gue": kata Joko.
Tak lama Joko pamitan pulang. Aku kembali sendiri memikirkan apa yang akan terjadi. Pikiranku melayang ah tidak aku tidak boleh berpikiran negatif aku harus yakin Viona akan sembuh. Astaga mungkin gara gara ku melamun aku sampai melihat sosok seperti korban kecelakaan berjalan melayang keluar menembus tembok. Aku segera istigfar.
"Aku akan menjaga anak mu seperti aku menjaga orang orang sebelum kamu": kata sosok wanita itu.
Dan tiba tiba sosok wanita itu hilang. Dan nampak Joko dan Erni menghampiriku.
"Aneh koq wangi melati ya disini padahal ga ada pohon melati disekitar sini": kata Joko.
"Paling ada yang pake parfum melati, ka yang sabar ya kami semua berdoa untuk kesembuhan Viona": kata Erni.
"Makasih ya, kalian tau dari mana Viona kecelakaan": kataku.
"Dari Indri dia bbm aku, eh putranya udah lahir ya bisa liat?": kata Erni.
"Ayo gue anter": kata Joko.
Erni dan Joko pergi melihat putraku. Tak lama Irene datang dan duduk disebelahku.
"Makan dulu": kata Irene.
"Makasih ya": kataku.
"Iya, kamu dan Viona baik sekali sama aku. Pas aku sakit kalian bantu aku. Apapun akan kulakukan untuk balas budi pada kalian": kata Irene.
"Udah ga usah kamu pikirkan balas budi segala, aku hanya minta bantu doa dari kamu agar Viona kembali seperti biasa": kataku.
"Iya, tanpa kamu minta aku selalu doain kamu dan Viona": kata Irene.
Aku memakan roti yang dibawa Irene, pikiranku masih memikirkan keadaan Viona.
"Ka, anakmu putih ya mirip bundanya": kata Erni.
"Eh ka kamu malem nunggu disinikan sama siapa?": kata Joko.
"Iya, aku nunggu sendiri": kataku
"Gue temenin ya, eh Anisa dirumah siapa yang temenin": kata Joko.
"Ada Ibu, aku takut Anisa rewel ga ada bundanya": kataku.
"Ga lah kan ada neneknya": kata Erni.
"Udah mau magrib aku cari musola dulu": kataku.
"Iya ka, aku pamit dulu besok aku balik lagi kesini": kata Erni.
"Iya, Irene kamu pulang bareng Erni aja": kataku.
"Iya aku bareng Erni aja": kata Irene. Aku dan joko pergi mencari mushola. Irene dan Erni pulang.
Singkat cerita setelah ke mushola dan sholat berjamaah, aku dan Joko kembali keruang tunggu ICU. Ada beberapa orang yang sama menunggu kerabatnya yang dirawat di ICU.
Jam besuk malam aku diperbolehkan menemui Viona. Aku memasuki ruang dimana Viona dirawat. Kulihat Viona terbaring belum sadarkan diri dengan beberapa alat yang menempel didirinya. Wajahnya pucat, kupandangi wajah yang bertahun menemaniku. Masih ku ingat ketika ku pergi Viona mencium tanganku, dan tersenyum. Senyum yang selalu kulihat setiap pagi. Kuingat suara lembutnya, harum rambutnya yang menelusup relung hatiku. Kini penyemangat hidupku terbaring tak berdaya. Kukecup lembut keningnya tak terasa air mata menetes. Ku berbisik ditelinganya.."kamu harus sembuh sayang, kedua anak kita butuh kasih sayang bundanya".
Kupegang lembut tangannya. Aku merasa waktu terasa singkat. Belum lama aku bersama Viona waktu besuk sudah habis. Aku mesti keluar dari ruangan ini. Aku merasa waktu bersama Viona begitu berharga.
Aku kembali keruang tunggu Joko duduk disana memainkan hpnya.
"Gimana ka, Viona sudah sadar?": tanya Joko.
Aku hanya menggelengkan kepala.
"Sabar yah ka, semoga Viona sadar secepatnya": kata Joko
"Kalau mau makan makanan ini aja Joko, tadi Irene beliin banyak minumannya juga ada. Aku sholat Isya dulu": kataku
Aku sholat isya. Ketika kembali Joko sudah tertidur dibangku panjang. Aku duduk ada beberapa orang juga tidur dikursi dan sebagian didalam ruang tunggu. Teh Ida menelpon menanyakan keadaan Viona dan minta maaf belum bisa kerumah sakit karena mas Indra belum pulang.
Malam makin larut aku masih tak bisa tidur. Aku mencoba membuka rasa, merasakan keadaan putraku diruang rawat anak. Tiba tiba getaran dari beberapa makhluk terasa. Ah beberapa makhluk ingin berkomunikasi denganku. Kututup inderaku, aku tak mau berurusan dengan makhluk tak kasat mata. Saat ini keluargaku yang utama.
"Ka, lu dorong dorong gue ya": kata Joko tiba tiba.
"Gue kebangun gara gara ada yang dorong badan gue": kata Joko.
"Perasaan kamu aja makanya kalo mau tidur berdoa dulu": kataku.
"Iya ka, gue tidur lagi lu ga tidur": kata Joko.
"Belum ngantuk": kataku.
Dini hari ada salah seorang yang dirawat di ICU meninggal aku sempat kaget, tapi ternyata orang lain. Adzan Subuh terdengar aku segera kemushola. Beres sholat aku lama berdoa memohon kesembuhan Viona dan kesehatan puteraku. Beres sholat aku kembali keruang tunggu. Joko tak ada mungkin lagi sholat. Jam 6 pagi Joko datang membawa kopi dan Roti. Kami pun makan sambil ngopi.
"Ka gue ngimpi didorong dorong ibu ibu, tuh ibu ibu bilang ke gue minggir dia mau lewat": kata Joko.
"Kamu tidur jadi ga tau tadi malem di ICU meninggal dan jenazahnya lewat sini pas dibelakang kamu": kataku.
"Ka, lu nakut nakutin gue aja": kata Joko.
"Emang bener, kamu ga usah takut. Setan aja takut sama kamu": kataku.
"Hahahahaha berarti kamu udah ga sedih bisa ngebully gue": kata Joko.
Tak lama Joko pamitan pulang. Aku kembali sendiri memikirkan apa yang akan terjadi. Pikiranku melayang ah tidak aku tidak boleh berpikiran negatif aku harus yakin Viona akan sembuh. Astaga mungkin gara gara ku melamun aku sampai melihat sosok seperti korban kecelakaan berjalan melayang keluar menembus tembok. Aku segera istigfar.
jenggalasunyi dan 8 lainnya memberi reputasi
9
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2016/12/02/9119792_201612020532230372.jpg)
![Gelap tak selamanya kelam [TAMAT]](https://dl.kaskus.id/i1109.photobucket.com/albums/h440/awtian/ob9bzx9x-1.gif)
A :
INDEX