- Beranda
- Stories from the Heart
Your Love As Pandora's Box
...
TS
muhmadsandi
Your Love As Pandora's Box
Selamat Datang diThread Pertamax saya.....
Sedikit bercerita tentang kehidupan saya...
Tentang segalanya yang pernah terjadi...
Mari Simak saja kisahnya dibawah ini...



Ada yang mau editin lagi ?
atau gambar yang lain juga bolehlah asal temanya 3 gadis 1 pria dengan background contoh kaya diataslah ya hhehe makasih
Source : Google
Edited : Arna Maheswara
Edited : Arna Maheswara
Spoiler for OpeningSong:
Your Love As Pandora's Box
- Cintamu Seperti Kotak Pandora
- Cintamu Seperti Kotak Pandora
Malapetaka Dan Penderitaan
Begitulah Nadanya
....................
Pandora's Box
Q n A
Spoiler for QnA:
Pandora's Box

PROLOG
Story 1 - Hidup itu ketentuan
Story 2 - Hidup Itu Keterikatan 1
Story 3 - Hidup itu Keterikatan 2
Story 4 - RATAPAN 1
Story 5 - RATAPAN 2
Story 6 - Hidup itu Misteri
Story 7- Hidup itu Misteri 2
Story 8 - Hidup itu Misteri 3
Story 9 - Hidup itu Misteri 4
Story 9.1 - Detik Dan Waktu
Pandora's Girl's
Story 1 - Three Pandora's Girl
Story 2 - Kehangatan Hujan New Updated
----Side Story-------
Cerita ini akan tersusun Maju - Mundur alurnya
SORAK HENING - 1
TANGAN KIRI DAN KANAN New
Terimakasih... telah sekilas bisa menjadi Top Threads
Om kok malam-malamku selalu gelap ngga ada
Jika menghibur agan-agan , boleh dong
Diubah oleh muhmadsandi 14-02-2017 18:25
Richy211 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
8.3K
68
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
muhmadsandi
#56
Story 9.1 - DETIK DAN WAKTU
*Pedip *Pedip
Mata ini mengedip-ngedip
Seorang gadis tersenyum bersama jari telunjuknya yang menyentuh keningku
" hehe,bangun juga kamu ." Sapa gadis bohay disampingku
" udah berapa lama aku ngga sadarkan diri ? ." tanyaku dengan kaki seperti ada yang menindih dan nampak terlihat Raia sedang tertidur dengan menekup tangannya menahan kepala
" a.... 16Jam kayanya ." Jawab gadis bohay melirik jam dinding sesaat
Gue coba bangun dan ternyata sia-sia saja masih ada raia tidur dikaki sulit untuk bergerak
" Jangan dipaksain,walaupun kamu punya kelebihan yang dikasih keluargamu itu ya." Ucap gadis bohay disampingku
" Apaan lagi kamu ngomong gitu ?, sekarang jelasin ke aku siapa kamu , " bentakku dengan menahan pilu
" ngga usah ditutup-tutupin... , oh iya kenalin saya Aileen Nathania, lebih baik kamu cukup tau namaku saja." ucap Aileen
" .....
, iya , tolong bawain hp saya dong Leen, ada yang musti diurusin ." pintaku pada Aileen yang masih bengong nungguin jawaban dari tanyanya
" eh,ngga salaman tangan dulu gitu,gimana kek ." keluh Aileen
" minta aja sama ibu kamu," ucapku berdiri dengan sebagian tubuh
" hmm.. yang baru ketemu ibunya dialam mimpi nih yaaaa... " ejek alieen masih duduk disamping
" Sssttt... berisik, jangan so tau terus." bentakku mulai memindahkan kepala raia kekasur lalu duduk menyamping dikasur dengan kaki menggelantung
" ngomongnya dikursi luar aja.." pintaku pada aileen lalu berdiri sedikit sempoyongan mengambil hp dan lalu bergegas kedepan kamar
" Gue liat sekarang jam 3 subuh dan tadi gue sampe kost'an siang hari'an kayanya " pikirku duduk dikursi depan dengan aileen yang berjalan melewatiku lalu duduk disamping
*cup *cup
Suara aileen seperti sedang mengelus-elus sesuatu
" eh ngapain kamu ? ." kataku melirik aileen
" ini lagi ngelus-ngelus peliharaan kamu ." jawab aileen
" .....
Ssshh berhenti bertingkah aneh!." bentakku pada aileen
" Jadi mau kamu apa ? ." tanya aileen menatapku disamping
" Diem...." ucapku seperti menyruuh hewan peliharan untuk diam maksudnya menunjukan jari telunjuk ke Aileen
*Fokus Hp yang gue genggam
*Ngontak Rudi...
*gue celingak celinguk bentar masih bingung sama situasi gue yang ngga ngerasain ngilu banget kebangetan dikit kek sakit kejang-kejang gimana kek..
" ada kaca gede ngga ? ." tanyaku sama Aileen yang masih asik entah mainin apa
" dikamarku ada sana, tapi jangan sentuh apapun." bentak Aileen diakhir
*Akhirnya gue berjalan masuk kekamarnya Aileen dan banyak buku-buku tentang supranatural plus benda-benda aneh
lalu gue liat kaca panjang agak lebar disebelah rak buku dan gue berdiri didepan kaca.
" buset setaaan! . " canda gue didepan kaca liat muka gue yang babak belur dan gue penasaran pengen liat punggung gue yang ditimpuk batu
" Arrgghh... " geram gue pengen liat luka dipunggung tapi susah buat menoleh kebelakang
" kesusahan ya ? , Sini biar aku bantu." ucap Aileen yang ngagetin gue
" ....
, bikin kaget aja! ." bentakku melihat Aileen didepan pintu kamarnya
" udah ngga usah Leen, aku mau tidur lagi aja ." ucapku yang hampir melangkah melewati Aileen
" yakin ? , " ucap Aileen (sedikit menggoda)dan saling berhadapan denganku
" iya udah mening kamu juga tidur....dan makasih untuk sebelumnya ya.. " sahutku kali ini melewati Aileen
(Sebernya sih takut terjadi hal yang engga-engga gue sama Aileen makanya langsung keluar dari kamar.dan waktu itu Pakaian yang dikenakan Aileen WOW udah gitu jangan diterusin...)
*brukk *treek
Pintu kamar Aileen ditutup lalu dikunci
" Sebatang dulu adem kayanya.... " Pikirku berjalan lalu duduk dikursi samping kamar
*treek *treek *cssss
Sebatang roko dibakar... ujungnya...
" Mari Berkhayal terbang dibawa angin...." pikirku menghembuskan asap roko ke atas
*10menitan ngadem diluar kamar akhirnya gue masuk buat tidur dan sempet nyuruh Raia pindah tidur dikasur...
" Raia, oi Ra.. pindah kekasur tidurnya Ra.." ucapku mengelus-ngelus kepalanya raia
" Hmm...
" Jawab raia bangun lalu menatapku bengong
" Kamu udah sadar Arna......! ." Raia sedikit kaget melihatku
" ia... Raia.. udah cepet pindah,ngantuk berat nih..." ucapku mengangkat tangan raia untuk berdiri
" kok berasa normal gitu,bukanya kamu lagi terluka parah.." Raia heran liatku yang bertingkah biasa saja tanpa merasakan sakit gimana gitu...
" Laki-laki dong harus kuat..." candaku pada raia
" ishhh... aku tidur dilantai aja deh,kasian kamu nanti kesakitan." ucap raia berdiri dihadapanku
" Dilantai banyak kecoa..." ucapku langsung berbaring dikasur dan raia hanya berdiri bengong menatapku terbaring
" Udh sini dikasur aja tidurnya.." ucapku sedikit menggeram karena tertutup bantal
*bruuk *srrtt
Raia berbaring dikasur
" Na,Maafin Aku ya...." ucap raia tidur menghadap kearahku
" Ssshhttt,itu semua bukan salah kamu, salah aku juga ngga nganter kamu ke pasar." ucapku yang kini saling berhadapan dengan Raia
*Raia langsung menggeserkan kepalanya menyentuh rapat kedada...
" udah,mulai kali ini jangan pergi tanpa sepengetahuanku ya..." pintaku mengelus-elus kepala Raia
" Hmmm..." Raia menggeram mengiyakan pintaku
Selanjutnya.... (Kali ini beneran) - Three Pandora's Girls....
Quote:
*Pedip *Pedip
Mata ini mengedip-ngedip
Seorang gadis tersenyum bersama jari telunjuknya yang menyentuh keningku
" hehe,bangun juga kamu ." Sapa gadis bohay disampingku
" udah berapa lama aku ngga sadarkan diri ? ." tanyaku dengan kaki seperti ada yang menindih dan nampak terlihat Raia sedang tertidur dengan menekup tangannya menahan kepala
" a.... 16Jam kayanya ." Jawab gadis bohay melirik jam dinding sesaat
Gue coba bangun dan ternyata sia-sia saja masih ada raia tidur dikaki sulit untuk bergerak
" Jangan dipaksain,walaupun kamu punya kelebihan yang dikasih keluargamu itu ya." Ucap gadis bohay disampingku
" Apaan lagi kamu ngomong gitu ?, sekarang jelasin ke aku siapa kamu , " bentakku dengan menahan pilu
" ngga usah ditutup-tutupin... , oh iya kenalin saya Aileen Nathania, lebih baik kamu cukup tau namaku saja." ucap Aileen
" .....
, iya , tolong bawain hp saya dong Leen, ada yang musti diurusin ." pintaku pada Aileen yang masih bengong nungguin jawaban dari tanyanya" eh,ngga salaman tangan dulu gitu,gimana kek ." keluh Aileen
" minta aja sama ibu kamu," ucapku berdiri dengan sebagian tubuh
" hmm.. yang baru ketemu ibunya dialam mimpi nih yaaaa... " ejek alieen masih duduk disamping
" Sssttt... berisik, jangan so tau terus." bentakku mulai memindahkan kepala raia kekasur lalu duduk menyamping dikasur dengan kaki menggelantung
" ngomongnya dikursi luar aja.." pintaku pada aileen lalu berdiri sedikit sempoyongan mengambil hp dan lalu bergegas kedepan kamar
" Gue liat sekarang jam 3 subuh dan tadi gue sampe kost'an siang hari'an kayanya " pikirku duduk dikursi depan dengan aileen yang berjalan melewatiku lalu duduk disamping
*cup *cup
Suara aileen seperti sedang mengelus-elus sesuatu
" eh ngapain kamu ? ." kataku melirik aileen
" ini lagi ngelus-ngelus peliharaan kamu ." jawab aileen
" .....
Ssshh berhenti bertingkah aneh!." bentakku pada aileen" Jadi mau kamu apa ? ." tanya aileen menatapku disamping
" Diem...." ucapku seperti menyruuh hewan peliharan untuk diam maksudnya menunjukan jari telunjuk ke Aileen
*Fokus Hp yang gue genggam
Quote:
*Ngontak Rudi...
Quote:
*gue celingak celinguk bentar masih bingung sama situasi gue yang ngga ngerasain ngilu banget kebangetan dikit kek sakit kejang-kejang gimana kek..
" ada kaca gede ngga ? ." tanyaku sama Aileen yang masih asik entah mainin apa
" dikamarku ada sana, tapi jangan sentuh apapun." bentak Aileen diakhir
*Akhirnya gue berjalan masuk kekamarnya Aileen dan banyak buku-buku tentang supranatural plus benda-benda aneh
lalu gue liat kaca panjang agak lebar disebelah rak buku dan gue berdiri didepan kaca." buset setaaan! . " canda gue didepan kaca liat muka gue yang babak belur dan gue penasaran pengen liat punggung gue yang ditimpuk batu
" Arrgghh... " geram gue pengen liat luka dipunggung tapi susah buat menoleh kebelakang
" kesusahan ya ? , Sini biar aku bantu." ucap Aileen yang ngagetin gue
" ....
, bikin kaget aja! ." bentakku melihat Aileen didepan pintu kamarnya" udah ngga usah Leen, aku mau tidur lagi aja ." ucapku yang hampir melangkah melewati Aileen
" yakin ? , " ucap Aileen (sedikit menggoda)dan saling berhadapan denganku
" iya udah mening kamu juga tidur....dan makasih untuk sebelumnya ya.. " sahutku kali ini melewati Aileen
(Sebernya sih takut terjadi hal yang engga-engga gue sama Aileen makanya langsung keluar dari kamar.dan waktu itu Pakaian yang dikenakan Aileen WOW udah gitu jangan diterusin...)
*brukk *treek
Pintu kamar Aileen ditutup lalu dikunci
Quote:
" Sebatang dulu adem kayanya.... " Pikirku berjalan lalu duduk dikursi samping kamar
*treek *treek *cssss
Sebatang roko dibakar... ujungnya...
" Mari Berkhayal terbang dibawa angin...." pikirku menghembuskan asap roko ke atas
Quote:
*10menitan ngadem diluar kamar akhirnya gue masuk buat tidur dan sempet nyuruh Raia pindah tidur dikasur...
" Raia, oi Ra.. pindah kekasur tidurnya Ra.." ucapku mengelus-ngelus kepalanya raia
" Hmm...
" Jawab raia bangun lalu menatapku bengong" Kamu udah sadar Arna......! ." Raia sedikit kaget melihatku
" ia... Raia.. udah cepet pindah,ngantuk berat nih..." ucapku mengangkat tangan raia untuk berdiri
" kok berasa normal gitu,bukanya kamu lagi terluka parah.." Raia heran liatku yang bertingkah biasa saja tanpa merasakan sakit gimana gitu...
" Laki-laki dong harus kuat..." candaku pada raia
" ishhh... aku tidur dilantai aja deh,kasian kamu nanti kesakitan." ucap raia berdiri dihadapanku
" Dilantai banyak kecoa..." ucapku langsung berbaring dikasur dan raia hanya berdiri bengong menatapku terbaring
" Udh sini dikasur aja tidurnya.." ucapku sedikit menggeram karena tertutup bantal
*bruuk *srrtt
Raia berbaring dikasur
" Na,Maafin Aku ya...." ucap raia tidur menghadap kearahku
" Ssshhttt,itu semua bukan salah kamu, salah aku juga ngga nganter kamu ke pasar." ucapku yang kini saling berhadapan dengan Raia
*Raia langsung menggeserkan kepalanya menyentuh rapat kedada...
" udah,mulai kali ini jangan pergi tanpa sepengetahuanku ya..." pintaku mengelus-elus kepala Raia
" Hmmm..." Raia menggeram mengiyakan pintaku
Spoiler for Song:
Quote:
Selanjutnya.... (Kali ini beneran) - Three Pandora's Girls....
Diubah oleh muhmadsandi 09-02-2017 11:25
0

)
(Dan Hpnya bro ? ) oh iya Dengan alasan tak lazim raia bilang... (Lupa) .